Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 68


Bintang sampai di rumah pukul sembilan malam,saat itu kedua anaknya masih menonton tv bersama daddy mereka.


"Mommy" teriak Tama dan Mikha ketika melihat Mommynya sudah ada di hadapan mereka.Keduanya langsung berlari menghampiri sang Mommy dan memeluknya.


"Sayang, Mommy kangen kalian" ucap Bintang kemudian mencium pipi anak-anaknya bergantian.


"Mommy temani Mikha tidur ya,Mikha pengen tidur bareng Mommy" rengek putri kecilnya itu.


"Tama juga Mom"


"Iya,malam ini Mommy akan temani kalian tidur.Mommy akan bacakan dongeng buat kalian." kata Bintang sambil menekan hidung anak-anaknya dengan telunjuknya karena gemas.


"Kayaknya Daddy di lupain neh" kata Rangga seraya mendekati ketiganya.


"No Daddy no,kita nggak nglupain Daddy kok.Malam ini kita berempat tidur bareng-bareng,Ok" kata Mikha.


"Ok,Sayang", Rangga menggendong kedua anaknya di kiri dan kanan tangannya dan membawa mereka masuk ke dalam kamar,diikuti Bintang di belakangnya.


Sebelum membacakan dongeng untuk anak-anaknya,Bintang membersihkan tubuhnya yang sudah seharian ini terasa lengket.


Dengan mengenakan piyamanya,Bintang bergabung dengan suami dan kedua anaknya yang sedang bercengkrama di atas tempat tidur.


" Kamu sangat wangi Sayang "bisik Rangga di telinga Bintang saat Bintang duduk di sebelahnya.


" jangan macam-macam,anak-anak belum tidur "jawab Bintang dengan sedikit berbisik.


" Tenanglah,aku masih bisa bersabar sampai anak-anak tidur"jawab Rangga


Bintang hanya memutar bola matanya.


"Kalian mau Mommy carita buku apa?" tanya Bintang pada kedua anaknya.


"Mikha mau cerita Putri Salju"


"No,cerita Si Kancil saja Mom"


"Putri Salju"


"Kancil"


"Putri Salju"


"Kancil"


Tama dan Mikha terus saja berdebat.


"Stop it" Bintang sedikit meninggikan suaranya untuk melarai mereka.


"Mommy akan bacakan Putri Salju untuk Mikha,dan Mommy juga akan bacakan cerita Si Kancil untuk Tama.Ok" kata Bintang kemudian.


Tama dan Mikha saling tatap kemudian Keduanya mengangguk bersamaan.


Bintang mulai membacakan cerita Putri Salju untuk Mikha,belum juga 5 menit putri kecilnya itu sudah tenggelam di alam mimpi.


Berbeda dengan Tama putranya itu belum juga tertidur meski Bintang sudah membaca buku cerita Si Kancil hingga habis.Dan di tambah dengan dua buku cerita yang lain tetapi putra kecilnya tersebut masih tetap terjaga.


"Tama,apa kamu benar-benar belum ngantuk Sayang?" tanya Bintang


Tama menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Bintang menghela napasnya pasrah.


"Tapi Mommy sudah ngantuk Sayang" kata Bintang.


"sini Tama Sayang, tidur sama daddy",


Rangga memeluk putranya itu seraya menepuk-nepuk bokong putranya pelan dan benar saja baru dua tepukan putranya itu juga sudah terbang ke alam mimpi.


Bintang bernapas lega karena akhirnya kedua anaknya sudah tertidur dengan sangat pulas.


" hah,akhirnya "kata Bintang seraya merebahkan tubuhnya di samping suaminya.


" Kamu masih punya satu tugas lagi Sayang "bisik Rangga,Bintang menatapnya bingung.


Rangga menuntun tangan istrinya menyentuh alat vitalnya. " Kamu harus menidurkan ini "bisiknya lagi.


Tanpa banyak bicara lagi Rangga langsung membopong tubuh istrinya itu menuju kamar lain di sebelah kamar anak-anaknya.


Rangga meletakkan tubuh istrinya itu dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur. Dia mulai memberikan rangsangan untuk memulai aksinya,hingga membuat istrinya itu terus menerus mendesah karena nikmat dunia yang di berikan oleh suaminya.


Lagi dan lagi keduanya melakukan itu lebih dari sekali.


#Keesokan harinya


Bintang terbangun saat mendengar adzan subuh berkumandang.Dia menyingkirkan tangan suaminya yang berada di atas p*y*d*r***a dengan perlahan.Tubuhnya terasa remuk karena pergulatan mereka semalam,bahkan area intimnya juga terasa sedikit sakit.Padahal mereka sudah terbiasa melakukan nya,tapi malam tadi suaminya bersikap lebih bar bar dari biasanya.Mungkin karena efek sudah menahan seharian.


Setelah membersihkan diri,Bintang membangunkan suaminya.


" Sayang,bangun sudah subuh.Kita sholat berjamaah",Bintang menggoyangkan tubuh suaminya. Rangga membuka matanya,dia memeluk perut istrinya dari samping.


"Cepat,sana mandi"


"Aku masih mau lagi Sayang" jawab Rangga.


"Jangan macam-macam deh,ini saja aku masih sakit" kata Bintang.


"Maaf.aku janji,lain kali aku tidak akan kasar lagi" ucap Rangga lembut


"Sudah sana mandi,habis itu kita sholat subuh bareng" suruh Bintang.


Rangga mengecup bibir istrinya itu sekilas kemudian masuk ke kamar mandi.


#Beberapa hari kemudian


Hari ini adalah hari terakhir Bintang menjalani hukumannya membantu Pak Rendi di klinik.


Usai bertugas seperti hari-hari sebelumnya dia akan memesan taksi online untuk mengantarnya pulang.


"Kamu nggak usah pesen taksi online, biar malam ini aku mengantarmu pulang.Anggap sebagai ucapan terimakasih karena kamu sudah membantuku selama seminggu" kata Rendi.


"seharusnya aku yang berterimakasih pada Pak Rendi karena Bapak menyuruh ku membantu di klinik ini aku jadi tahu banyak hal tentang medis.Terimakasih ya Pak" ucap Bintang.


"Yuk,kita pulang ini sudah jam 10,biar perawat lain yang menutup kliniknya"


"Aku bisa pulang sendiri Pak,sungguh" kata Bintang.


"Jangan menolak,inikan hari terakhir kita bertemu selain sebagai mahasiswa dan dosen di kampus"


"Baiklah" jawab Bintang yang akhirnya setuju di antar oleh Rendi.


Rendi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Diam-diam dia selalu memperhatikan Bintang,sementara Bintang sendiri sibuk dengan hpnya.


Namun di tengah perjalanan hp Rendi berdering.


"apa!!! Ibu kena serangan jantung"


Bintang melihat ke arah Rendi dan menanyakan apa yang terjadi dengan isyarat mata.


"iya,aku ke rumah sakit sekarang", Rendi Kemudian menutup ponselnya.


" Siapa Pak yang kena serangan jantung?"tanya Bintang ingin tahu.


"ibuku" jawab Rendi panik


"Bintang Sepertinya kamu harus ikut ke rumah sakit dulu,setelah aku mengetahui keadaan ibuku,aku akan langsung mengantarmu pulang" kata Rendi.


"tapi.."


"Aku tidak mungkin membiarkanmu pulang sendiri.Aku janji begitu aku tahu keadaan ibu aku akan langsung mengantarmu"


"Baiklah" jawab Bintang, Bintang segera mengirim pesan untuk suaminya memberitahu kalau dia akan pulang terlambat.


Begitu sampai di rumah sakit,Rendi segara berlari menuju ruang rawat ibunya.


Seorang Dokter dan perawat baru saja keluar dari ruang rawat ibunya.


"Dok,bagaimana keadaan ibuku?" tanya Rendi.


"Tadi sempat koleps,tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Tapi Saya sarankan jauhkan dia dari berita buruk atau hal apa saja yang akan membuatnya stres" Dokter itu memberi tahu.


"Anda juga seorang dokter, pasti Anda tahukan apa akibatnya jika itu di lakukan?",tambah sang dokter.


Rendi mengangguk mengerti,dia segera mendekati ibunya yang sedang berbaring.


Dokter itu melirik ke arah Bintang,demikian juga Bintang.Karena kebetulan dokter yang menangani ibunya Rendi adalah Alex.


" Dokter... "panggil ibunya Rendi dengan suara lemah.


Alex segera menghampiri ibunya Rendi.


" Iya,ada apa?apa ada yang sakit?"tanya Alex.


"Tolong usir dia,Dok" kata ibunya Rendi sambil menunjuk ke arah Rendi.


"Bu..." panggil Rendi


"Aku tidak punya anak pembohong,kamu bilang kamu akan segera membawa calon tunanganmu.Tapi mana?"


Rendi hanya diam bingung harus mengatakan apa.


"usir dia Dok" pinta ibunya Rendi lagi.


"Bu,aku...aku sudah membawanya Bu.Aku sudah membawa calon tunanganku" kata Rendi berbohong,dia tidak ingin ibunya sedih.


"Dimana dia?ibu ingin mengenalnya" pinta ibunya lagi.


Tiba-tiba saja Rendi menarik tangan Bintang dan membawanya ke hadapan ibunya.


Bintang bingung dengan sikap Rendi.


"apa dia?" tanya ibunya lagi.


Rendi mengangguk, sementara Bintang masih tidak mengerti maksud perkataan Rendi pada ibunya.


"iya Bu,dia Bintang calon tunangan Rendi", jawaban Rendi tidak hanya membuat Alex terkejut tetapi juga Bintang. Bintang masih diam tak bergeming sambil mencerna maksud ucapan Rendi barusan