
Rangga menemui Juan di ruangannya. "Sekali lagi aku minta maaf untuk yang tadi," ucap Rangga.
"Bukan masalah, aku seneng akhirnya kamu bisa hidup bahagia dengan orang yang kamu cintai," jawab Juan.
"Apa kamu masih memikirkan Mentari?" tanya Rangga saat melihat wajah Juan berubah muram.
"Andai saja aku tidak ikut taruhan bodoh itu, mungkin aku dan Mentari sudah hidup bahagia," kata Juan merutuki kebodohannya dulu.
"Sudahlah. Mungkin kalian tidak berjodoh," kata Rangga.
"Ayo, kita temui Bintang!" ajak Rangga.
"Untuk apa?" tanya Juan.
"Aku rasa, jika kamu sudah mendengar kabar Mentari yang sudah hidup bahagia dengan suaminya kamu juga bisa membuka hatimu untuk orang lain," jawab Rangga. "Mungkin menurutmu caraku ini kejam, tapi aku yakin jika kamu tahu Mentari sudah bahagia dengan suaminya kamu akan menyerah dengan perasaanmu."
Rangga dan Juan kembali menemui Bintang di ruang rawatnya. Saat itu Dokter Lisa baru selesai memeriksa kandungan Bintang.
"Bagaimana kondisi istri saya, Dok?" tanya Rangga.
"Sudah semakin baik, besok juga sudah boleh pulang," jawab Dokter Lisa.
"Sebaiknya untuk sementara kalian tidak melakukan hubungan intim dulu karena tidak baik bagi janin istri anda," tambah Dokter Lisa.
"Baik, Dok," jawab Rangga. Dokter Lisa pun segera keluar dari ruang rawat Bintang.
"Bintang, bagaimana kabar Mentari?" tanya Juan.
"Sebenarnya sudah setahun ini, aku dan ibu tidak pernah tahu kabar kakak. Setiap aku telpon, kakak tidak pernah menjawabnya," jawab Bintang. Kemudian dia menghela napasnya. "Jadi aku dan ibu berpikir selama tidak ada kabar buruk tentang kakak, kami akan menganggap keadaannya baik-baik saja."
"Kak Juan, lebih baik kakak lupakan saja kak Mentari. Mulailah hidup kakak yang baru," kata Bintang.
"Sebelum aku benar-benar tahu keaadaan Mentari, aku tidak bisa melakukan itu. Aku pasti melanjutkan hidupku setelah memastika dia dalam keadaan baik."
Bintang hanya bisa mengehela napasnya pasrah. Dia dan ibunya juga sebenarnya ingin mengetahui keadaan Mentari sekarang. Tetapi, mereka bingung harus mencari Mentari di mana.
"Aku pasti akan menemukan Mentari. Saat aku bertemu dengannya, aku akan membawanya untuk menemui kalian," ujar Juan.
"Terima kasih, Kak. Semoga Kakak bisa segera menemukan Kak Tari. Setidaknya aku dan Ibu bisa lebih tenang jika sudah mengetahui nasibnya.
*****
Sementara itu jauh di sudut kota, di sebuah tempat hiburan malam yang ada di hotel bintang lima, seorang wanita berparas cantik, bertubuh putih dengan rambut sebahu sedang melayani pria hidung belang. Setelah selesai pria itu melemparkan uang seratus ribuan ke wajahnya. Dengan langkah gontai wanita itu memunguti uang tadi. Entah sudah berapa pria hidung belang yang dia layani dan setiap selesai dia masuk ke kamar mandi berjam-jam berharap tubuhnya akan kembali suci. Dia selalu menangisi takdirnya saat ini. "Juan" nama itulah yang selalu keluar dari mulutnya. Ya, wanita itu adalah Mentari, entah apa yang terjadi padanya setelah menikah. Tapi yang pasti dia terjerumus ke dalam dunia malam.
###maaf ya mungkin besok nggak up,Soalnya aku lagi sakit typus dan harus istirahat total.kalau sudah sehat aku bakalan up lagi.Maaf 🙏🙏🙏###
Jangan lupa mampir di ISTRI UNTUK SUAMIKU
Ini adalah kisah rumah tangga Kiara dan Tama yang penuh perjuangan dalam mendapatkan anak.