Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 94


"Mas,mas Rangga.Kita harus bicara!"


"Mas"


Bintang mencoba untuk mengejar suaminya itu, namun usahanya sia-sia.


Rangga sudah mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.


"Tenanglah Bintang, Rangga pasti akan pulang setelah emosinya reda." Juan berusaha menenangkan adik iparnya itu.


"Ada apa ini?"tanya Mia yang baru saja keluar dari kamarnya.


" Juan,apa yang terjadi dengan Bintang?",tanya Ratih yang juga keluar dari kamarnya.


Mia dan Ratih sangat mengkhawatirkan Bintang.


Juan menceritakan semuanya kepada Ratih dan juga Mia.


Ratih dan Mia sangat bahagia ketika mendengar ingatan Bintang sudah kembali.


"Jangan khawatir Bintang, mama yakin Rangga akan kembali ketika amarahnya reda.Dia itu sangat mencintai kamu jadi mana mungkin dia betah lama-lama marah sama kamu" kata Mia.


"Mommy, ada apa?"


Mikha dan Tama juga ikut terbangun,Mereka berjalan mendekati mommy nya.


"Sayang, maafin mommy ya karena mommy sempet lupa sama kalian", ucap Bintang sembari memeluk kedua anaknya.


" Apa mommy sudah tidak sakit lagi?"


"Mommy beneran sudah ingat sama kami?"


"Mommy nggak akan lupa sama Tama dan Mikha lagi kan?"


Tanya dua anak kembarnya bergatian.Bintang mengangguk.


"Mommy akan selalu Ingat sama anak-anak mommy" jawab Bintang.


"Kami sayang sama Mommy" ucap keduanya.


"Mommy juga sayang sama kalian".


Bintang mencium wajah kedua anaknya bergantian.


" Bintang,lebih baik kamu temani anak-anakmu main dulu gih! Kamu tidak perlu pikirkan Rangga, dia hanya butuh waktu untuk sendiri."Kata Mia lagi.


Akhirnya Bintang menemani anak-anaknya bermain di ruang tengah.


*****


Rangga sudah pergi sejak siang tadi dan hingga hari sudah beranjak malam masih belum juga ada kabar darinya.


Bintang mengambil hp miliknya dan mencoba menghubungi Rangga.Dan seperti sebelumnya lagi-lagi sang operator yang menjawabnya.


"Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif atau di luar jangkauan silahkan hubungi setelah beberapa saat lagi"


"kamu kemana sih Mas? Aku sangat mengkhawatirkan mu" gumam Bintang.


Bintang meletakkan ponsel miliknya di atas nakas.


"Mommy kenapa?" tanya Mikha yang baru saja terbangun dari tidurnya.


Bintang mendekati putri kecilnya itu.


"Mommy ganggu tidur Mikha ya?Maafin mommy ya Sayang".


Bintang memeluk putrinya itu.


" Mommy mikirin Daddy ya?"tanya Mikha.


Bintang menatap mata putri kecilnya itu,kemudian mengangguk.


"Daddy juga pasti sedang mikirin mommy, karena waktu mommy sakit Mikha sering lihat Daddy lihatin foto mommy. Bahkan Mikha pernah lihat Daddy menangis", kata Mikha.


" Benarkah?"tanya Bintang.


"Iya,tapi ini rahasia soalnya Daddy nggak tahu kalau Mikha lihat Daddy nangis" jawab Mikha lagi.


"Jika cintamu begitu besar untukku, kenapa kamu tidak bisa maafin aku Mas" batin Bintang.


"Mikha,Sayang. Sekarang tidur lagi yuk,ini masih malam.Besok pagikan Mikha sekolah,jangan sampai bangun kesiangan.Ok"


"Tapi bolehkah Mikha minta di bacain dongeng sama mommy?"


"Tentu saja,Sayang. Mikha mau mommy bacain buku cerita apa?" tanya Bintang.


"Cinderela"


"Tama juga mau di bacain cerita Hulk".


pinta Tama yang baru saja bangun.


" Tama,kamu terbangun karena mommy dan Mikha berisik ya?"


Sejak bayi Tama memang sangat dekat dengan Daddy nya.Anak itu baru akan tidur jika sudah di peluk sama Daddy nya.


"Sekarang mommy yang akan peluk Tama. Tama bobok lagi ya"


Bintang tidur ditangah-tengah di antara kedua anak kembarnya sambil membacakan dongeng kesukaan mereka.


Karena terlalu lelah Bintang akhirnya juga ketiduran.


Malam itu Bintang bermimpi melihat suaminya pulang. Dia melihat Rangga tidur di sebelah Tama sambil menepuk bokong anaknya itu pelan seperti yang biasa dia lakukan.


Bahkan dia merasa kalau suaminya itu mengecup keningnya cukup lama.


"Mas aku sangat mencintaimu" kata Bintang di dalam mimpinya.


Dia juga merasa kalau suaminya itu mencium bibirnya sekilas.


"Aku juga mencintaimu", kata Rangga sebelum akhirnya samar-samar dia melihat Rangga keluar dari kamarnya.


*****


Jam 5 pagi,Bintang bangun dari tidurnya.


Dia ingat kalau semalam suaminya itu pulang. Bintang segera bangkit dari tidurnya dan mencari keberadaan suaminya.


" Ma,apa semalam Mas Rangga pulang?" tanya Bintang kepada mertuanya yang sedang berada di dapur membantu Mbok Jum menyiapkan sarapan.


Bintang mengambil pisau dan membantu mertuanya itu mengiris bawang.


"Maaf Sayang, mungkin kamu berharap Rangga pulang.Tapi sayangnya tidak.Sampai sekarang dia belum pulang", jawab sang mertua.


Mia menatap menantunya itu, dia tahu kalau menantunya saat ini sedang sedih.


Mia menghampiri menantunya dan menyuruhnya untuk duduk.


" Bintang, kamu jangan sedih ya Sayang. Rangga pasti akan segera pulang".


"iya Ma,Bintang berharap Mas Rangga akan secepatnya pulang".


" Kamu, duduk saja biar Mama dan Mbok Jum yang menyeleseikan ini"suruh ibu mertuanya.


"iya"


"Ohya,nanti malam ada resepsi pernikahan anak temen mama.Kamu temenin mama ke sana ya.Soalnya sudah lama temen mama ingin mengenal menantu mama."


"iya Ma" jawab Bintang tidak bersemangat.


"Tadinya mereka juga ingin ketemu sama Rangga,tapi sepertinya hal itu tidak mungkin karena sampai sekarang saja telpon milik Rangga belum bisa di hubungi", Mia menghela napasnya.


" Bintang, ke kamar ya Ma.Mau bangunin anak-anak buat mandi",Pamit Bintang kepada mertuanya.


"iya,Sayang".


Mia menatap menantunya penuh arti.


Bintang sudah berada di kamar anak-anaknya.Di mengambil ponsel miliknya untuk kembali menelpon suaminya.


Tapi lagi-lagi operator yang menjawab panggilannya.


" Kamu kemana sih,Mas?Kenapa telpon mu juga tidak aktif "


Bintang kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.


"Tama, Mikha bangun sayang! saatnya kalian mandi,sarapan terus berangkat sekolah", Bintang membangunkan kedua anaknya.


Tama dan Mikha bangun sambil mengucek matanya.


" Mom,semalam Tama bermimpi kalau Daddy pulang dan tidur di sebelah Tama. Apa semalam Daddy beneran pulang Mom?"tanya Tama.


Bintang kembali bersedih mendengar pertanyaan anaknya.Tanpa dia sadari air matanya sudah membasahi kedua pipinya.


Tiba-tiba kedua anaknya itu memeluknya.


"Mommy jangan sedih,Daddy pasti akan segera pulang" kata Mikha sambil mengusap air mata mommy nya.


"Iya,Mom.Daddy kan sayang sama kita" kini giliran Tama yang bicara.


"Iya,Mommy tidak akan sedih lagi kok. Kalian benar kalau Daddy pasti akan pulang,Daddy kan sayang sama Tama dan Mikha. Kalian berdua adalah kesayangan Daddy".


" Mommy juga kesayangan Daddy ", kata Mikha dan Tama bersamaan.


" Iya,Mommy juga kesayangan Daddy",kata Bintang lirih.


"Ayo sekarang saatnya kalian mandi" suruh Bintang.


"Ok,Bos" jawab keduanya bersamaan dengan gerakan tangan yang memberi hormat.


Keduanya kemudian masuk ke kamar mandi.


Bintang tersenyum melihat tingkah keduanya. Saat ini yang bisa menghibur hatinya adalah anak-anaknya.Dia begitu bersyukur bisa mendapatkan keduanya.