Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 80


Sejak pagi Rangga beserta istri dan kedua anaknya sudah bersiap untuk kembali ke kekediaman keluarga Wijaya.


Setelah berpamitan dengan Pak Naryo dan Bi Nani,mereka segera masuk ke dalam mobil.


Rangga mulai menghidupkan mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.


Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan mereka sampai juga di kediaman keluarga Wijaya.


Mia dan Ratih sudah menyambutnya di depan pintu.


"Grandma, nenek", panggil Mikha dan Tama seraya turun dari mobil,mereka langsung memeluk kedua neneknya.Diikuti Bintang dan Rangga di belakangnya.


" Nenek senang kalian baik-baik saja "


"Grandma juga senang bisa melihat kalian lagi"


"Bintang, bagaimana keadaanmu Nak?apa kamu baik-baik saja?" tanya Ratih kepada putrinya.


"Iya,Mama khawatir saat tahu kalian di culik",imbuh Mia sang mertua.


" Alhamdulillah baik Bu,Ma.Mas Rangga dan Nando datang tepat waktu "


"Syukurlah.Nando juga sudah memberitahu kami kalau penjahatnya sudah di penjara.Tapi...kok bisa dia menculik kalian?Memang kalian punya salah apa?" tanya Mia.


"Sudahlah,Ma.Yang terpenting sekarang Bintang dan anak-anak sudah kembali dengan selamat.Dan aku janji ini pertama dan terakhir kalinya mereka di culik,lain kali tidak akan aku biarkan ini terulang lagi"


"Tama Mikha, apa liburan kalian menyenangkan?" tanya Mia


" of course,liburan kami sangat menyenangkan.Kami jalan-jalan ke pantai dan juga ke puncak,grandma"jawab Tama antusias.


"Ya sudah sekarang kalian makan dulu,inikan sudah jam makan siang"suruh Ratih.


Tama dan Mikha sudah mengikuti kedua neneknya menuju ruang makan.


Sementara Rangga,dia sedikit menjauh tidak lama setelah hpnya berdering.Beberapa saat kemudian dia kembali mendekati istrinya.


" Sayang sepertinya aku harus langsung ke kantor,ada hal yang harus aku seleseikan "pamit Rangga kepada sang istri.


" Tidak makan dulu,Mas?"


"Nanti saja di kantor, soalnya aku buru-buru" jawab Rangga.


Rangga mencium kening istrinya,setelah itu dia segera masuk ke dalm mobil miliknya.


"Bye Sayang" ucapnya dari dalam mobil seraya melambaikan tangannya.


Bintang masuk ke dalam rumah,dia ikut bergabung dengan kedua anaknya yang sedang makan.


"Rangga langsung pergi Sayang?" tanya Mia saat melihat menantunya itu masuk seorang diri.


"Iya,Ma.katanya ada pekerjaan yang harus dia selesaikan" jawab Bintang.


"Anak itu, kalau sudah menyangkut pekerjaan lupa dengan segalanya" Mia merutuki kebiasaan buruk anaknya.


"Bintang, sebaiknya kamu bawakan makan siang untuk suamimu.Mama yakin dia akan melupakan makan siangnya saat pekerjaan di kantornya menumpuk"


"Iya ,Ma"


Setelah selesei makan siang bersama anaknya,Bintang segera menyiapkan makanan yang akan dia bawa ke kantor suaminya. Dia memasukan beberapa lauk kesuakaan suaminya ke dalam rantang.


Tidak lupa juga dia membawakan jus lemon.Karena Rangga menyuakai jus tersebut.


"Ma,Ibu titip anak-anak ya.Bintang mau ke kantornya Mas Rangga" pamit Bintang.


"Hati-hati ya Sayang, minta Pak Mun buat nganterin kamu ke kantor."


Bintang mengangguk, dengan di antar Pak Mun Bintang segera meluncur ke kantor suaminya.


#Di depan kantor Wijaya Grup


Begitu turun dari mobil, Bintang berjalan masuk ke dalam gedung Wijaya Grup.


Semua karyawan yang berpapasan dengan Bintang,membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada istri dari pemilik perusahaan Wijaya Grup.


Bintang tidak langsung ke ruangan suaminya,dia lebih memilih ke meja resepsionis terlebih dulu.


"E...maaf Mbak,apa Pak Rangga ada di ruangannya?" tanya Bintang kepada karyawan yang berada di belakang meja resepsionis.


Dari name tag yang terpasang di dada sebelah kanan karyawan tersebut tertulis nama FIFA.


"Maaf, Bu.Sudah beberapa hari yang lalu Pak Rangga belum datang ke kantor" jawab Fifa dengan sopan.


"Tapi tadi Mas Rangga bilang mau ke kantornya. Ohya Mbak Fifa kalau Pak Nando apa dia ada di dalam kantornya?"


"Pak Nando baru saja keluar, mungkin Pak Rangga dan Pak Nando ada janji di luar sama client.Kadang mereka akan meeting dengan client di luar kantor,Bu"


"Oh.."


"Apa Anda ingin menitipkan sesuatu buat Pak Rangga Bu?" tanya Fifa lagi.


"Tidak usah,biar aku telpon sendiri saja nanti.Permisi" Jawab Bintang seraya meninggalkan kantor suaminya.


Dia merogoh tasnya untuk mengambil ponsel yang dia taruh di dalam tas jinjing miliknya.


Bintang membuka ponsel miliknya dan mencari nama suaminya.Dia menghubungi nomor tersebut. Tidak berapa lama terdengar suara suaminya dari seberang sana.


"Hallo Sayang"


"Mas,kamu dimana sekarang?"


"Aku di kantor, ada apa?"


'DEG' tiba-tiba hati Bintang jadi tak karuan mendapati suaminya berbohong.


Jelas-jelas saat ini suaminya tidak berada di kantor, tapi kenapa dia bilang ada di kantor. Bintang bertanya dalam hati.


"Sayang, ada apa?" tanya Rangga dari seberang sana.


"Ti...tidak,apa kamu sibuk Mas?"


"lumayan"


Bintang terdiam, hatinya mendadak terasa sakit.


"Sayang, sudah dulu ya.Ini aku sedang meeting,nanti begitu selesei aku akan menelponmu", Rangga langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak.


Tanpa terasa air mata mengalir di kedua pipinya.Bintang menaruh kembali ponselnya ke dalam tas.


" Kenapa kamu berbohong, Mas?",batin Bintang menjerit.


"Non,kita mau pulang atau ..?"


"Pulang saja Pak" jawab Bintang dengan cepat.


Pikirannya saat ini sangat kacau,dia hanya ingin pulang dan menenangkan diri.


#Di tempat lain..


"Kamu tidak memberi tahu Bintang,Ngga?" tanya Nando, setelah melihat Rangga menutup telponnya.


"Belum waktunya,aku takut kalau aku memberitahunya dia malah akan salah paham. Apalagi akhir-akhir ini dia sedikit lebih sensitif" jawab Rangga.


"Tapi kalau menurutku lebih baik kamu jujur sekarang dari pada nanti dia tahu dari orang lain,atau tanpa sengaja dia memergokimu.Itu malah bahaya" Nando memperingaatkan


"Selama kamu diam,dia tidak akan tahu"


"Terserah deh.Tapi awas saja kalau sampai yang aku bilang barusan beneran terjadi,jangan bilang aku tidak memperingatkanmu.Kamu tanggung sendiri akibatnya"


"iya-iya, lama-lama kamu sudah seperti cewek tahu nggak CEREWET" jawab Rangga dengan santai.


"Kita temui Dokter,


sekarang setelah itu kita langsung balik ke kantor"


Rangga dan Nando meninggalkan tempat itu setelah bertemu dengan dokter sebelumnya.


# Malam harinya...


Rangga tiba di rumahnya sekitar pukul 9 malam.


Bintang sudah menunggunya di dalam kamar,dia berharap kalau suaminya akan bicara jujur padanya kemana dia pergi siang tadi.


"Apa anak-anak sudah tudur,Sayang?" tanya Rangga begitu keluar dari kamar mandi.


"Sudah"


Rangga mendekati istrinya dan menarik pinggang sang istri agar mendekat padanya.


"Mas,aku capek.Aku mau langsung tidur", tolak Bintang saat tahu maksud suaminya memeluknya.


Sebenarnya Bintang tidak bermaksud menolak keinginan Rangga untuk bercinta,tapi dia masih kesal karena sampai sekarang suaminya itu belum jujur padanya soal kepergiannya tadi siang.


Berbeda dengan Rangga, dia beranggapan kalau Bintang beneran capek setelah melakukan perjalanan jauh tadi pagi.


"Ya sudah Sayang, kita langsung tidur saja.Aku juga capek" kata Rangga sambil melepaskan pelukannya.


"Mas,tidak makan dulu?"


"Tadi aku sudah makan bareng Nando di kantor"


"o.."


"Ayo tidur" ajak Rangga.


Bintang dan Rangga naik ke ranjang mereka.Keduanya sama-sama memejamkan matanya, walau pun sebenarnya keduanya sama-sama masih terjaga dengan pikiran mereka masing-masing.


**Hy reader semuanya, Author minta maaf neh karena baru up.Maklum akhir pekan,waktunya buat keluarga he...he..he..


Semoga masih setia ya sama kisahnya Babang Rangga dan Bintang 🌹🌹🌹


Jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian,Ok**!