Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
96. Kekhawatiran Sora


Aaron dan Sora mempersiapkan keberangkatan mereka untuk datang ke negara M,merayakan pernikahan mereka dalam keluarga Aaron.


Dengan kecepatan sedang mobil yang mereka kendarai meluncur dengan lancar sampai ke bandara.


Hanya Olivia Rassam,mama dari Sora yang pergi bersama Sora ke rumah besar milik keluarga Markle. Sedang kakek dan ayah harus mengurusi perusahan yang mulai berkembang di beberapa negara lain.


Pesawat yang hanya di tumpangi oleh Aaron,Sora,Olivia,satu pilot,satu pramugari,dan dua pengawal mendarat dengan mulus,Sora menatap sekilas dan menghela nafasnya.


Ada perasaan yang sedikit mengganjal di hatinya dan rasa khawatir yang terlihat jelas di wajah cantiknya.


Aaron yang menatap Sora seakan merasakan kekhawatiran itu.


"Sayang,kamu gak apa apa kan?" Tanya Aaron.


Sora menggeleng pelan.


"Kamu gak usah khawatir,aku akan selalu berada di sampingngmu."


Ucap Aaron sambil meraih tangan Sora dan menggenggamnya dengan erat lalu menciumnya.


Mereka turun dari pesawat dan di kawal oleh Jacky dan beberapa anak buahnya.


Tanpa banyak bicara Jacky mengikuti Aaron dan mempersilahkan mereka menaiki mobil.


"Jack,kau yang kemudikan,biarkan yang lain kembali ke tempatnya." Perintah Aaron.


"Tapi kak?" Ucap Jacky dengan nada khawatir.


Aaron tak memperdulikan ucapan Jacky dan meminta ibu mertua dan istrinya untuk masuk ke mobil terlebih dahulu.


Jacky memberi kode pada anak buahnya,dan berucap "Lakukan rencana B." Mereka mengangguk tanda mengerti.


Aaron duduk di sebelah Jacky,hanya ada kesunyian yang tersebar di dalamnya dan Sora memandangi setiap jalanan yang mereka lalui,sedang Olivia hanya terfokus pada ponselnya.


Sebuah mobil hitam keluar dari tikungan dan mulai mengikuti mobil Aaron ketika melewatinya.


Jacky melirik kaca samping dan kemudian melihat kaca depan,untuk memastikan mobil itu mengikutinya.


Terlihat mobil lain yang asing bagi Jacky mengikuti mereka.


Jacky segera menelepon anak buahnya untuk segera membereskan mobil itu.


"Nyonya besar,kakak ipar,tolong pasang sabuk pengaman anda." Pinta Jacky.


Tanpa bertanya Sora dan mamanya memasang sabuk pengaman mereka.


Sora memejamkan matanya dan ingatannya akan mimpi buruk beberapa hari lalu kembali membuatnya takut.


"Dreeet."


Jacky menekan tombol terima pada earphonenya.


"Kak mobil itu berbelok,kakak tak perlu khawatir."


Di saat Jacky fokus dengan jalanan dan mendengarkan earphone di telinganya,tiba tiba...


"Ciiit..."


Suara rem mobil yang di injak Jacky agar tak tertabrak mobil di depannya.


Namun di luar dugaan mobil di depannya mundur dengan kecepatan tinggi hingga gesekan ban pada aspal mengeluarkan asap putih.


Dengan sigap Jacky mengimbangi nya dengan kecepatan tinggi.


Sora terlihat tegang dengan situasi yang terjadi.


Berpikir dengan cepat Aaron mengambil pistol yang ada di dalam dashboard lalu membuka jendela mobil.


"Dorr."


Satu tembakan jitu mengenai ban belakang mobil mereka dan menyusul satu tembakan lagi dari Jacky yang juga mengenai satu ban lainnya.


Hingga akhirnya mobil itu oleng dan melewati pembatas jalan hingga terbang bebas lalu jatuh terbalik.


Jacky dengan cekatan mengganti gigi kopling dan memutar stirnya untuk berpindah jalur ke arah yang berlawanan.


"Sayang kau gak apa apa kan?" Tanya Aaron pada Sora.


"Iya." Jawab Sora pelan sambil memegang perutnya.


"Ibu bagaimana denganmu,ibu juga tidak apa apakan?"


"Iya,aku baik baik saja." Ucap Olivia dengan memandang Sora dan kemudian memegang perut Sora.


Setelah itu terlihat dua mobil memutar stirnya dan mengikuti Jacky untuk mengawal mobil mereka dengan posisi di depan dan di belakang.


"Sialan...,apa mereka orang yang sama?"


"Akan ku hancurkan mereka."


Batin Aaron menahan kemarahan.


Dengan diam Jacky terus melajukan mobilnya menuju rumah besar.


****


"Ya Tuhan,perasaanku gak tenang ada apa ya?" Batin Sora saat pesawat yang mereka tumpangi mendarat.


"Sayang,kamu gak apa apakan?" Tanya Aaron.


Suara Aaron menyadarkan Sora dari pikirannya yang tak tenang,dan dia pun menggeleng pelan dengan jawabannya.


"Kamu gak usah khawatir,aku akan selalu berada di sampingmu." Ucap Aaron menenangkan Sora.


Sora berusaha melupakan mimpi buruknya yang terlintas dalam pikirannya dengan menggenggam tangan Aaron.


....


Setelah di dalam mobil Sora merasakan ketegangan,berharap tak akan terjadi sesuatu.


Harapannya buyar ketika mobil berhenti dengan tiba tiba.


Sora membelalakkan matanya,merasa kaget dengan situasi yang sedang terjadi dan di saat yang sama mobil yang berada di depan mundur dengan kecepatan tinggi untuk menabrak mobil yang mereka tumpangi.


Batin Sora dengan memejamkan matanya dan menggenggam erat pegangan yang berada di atasnya,sedang tangan yang lainnya memegang perutnya.


"God...,jangan biarkan mimpi itu terjadi,aku masih ingin bersama dengan suamiku dan anakku."


"Dorr."


Suara tembakan membuat Sora membuka matanya.


"Apa yang terjadi?"


"Siapa yang tertembak?"


Batin Sora dengan perasaan yang takut jika sesuatu takut terjadi pada salah satu dari mereka.


"Dorr."


Suara tembakan yang kedua yang berasal dari Jacky membuat Sora bersyukur dengan apa yang dia lihat.


"What??"


"Gila...,baru kali ini aku mengalami kejadian seperti gini."


"Ini sih terasa jadi pemain fast to furious."


Batin Sora.


"Sayang kau gak apa apa kan?" Tanya Aaron.


"Iya." Jawab Sora singkat sambil memegang perutnya.


....


Perjalanan yang sangat mendebarkan membuat Sora bertanya tanya dalam hatinya.


"Sebenarnya mereka siapa sih?"


"Siapa yang mereka incar?"


Sora menyimpan pertanyaan itu selama perjalanan menuju rumah besar.


Sesekali Sora melirik mamanya dan Aaron.


"Mereka kok tenang banget sih,apa mereka gak ada takut takutnya dengan kejadian tadi?"


"Tapi Aaron keliatan sedikit tegang,mungkin dia mengkhawatirkanku dan anaknya."


"Kalau mama..."


"Kok mama terlihat tenang,seperti sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini."


"Huft...,mamaku keliatan keren..."


Batin Sora.


....


Sampai sekarang Sora tak pernah tau jika keluarga Rassam keluarga yang pernah memimpin para keluarga teratas di negara A.


Karna hal itulah kakek,ayah dan ibunya selalu berada di situasi yang berbahaya.


Setelah kelahiran Sora,kakek melepas kepemimpinannya agar Sora tidak mengalami situasi yang mereka alami.


Hingga sekarang keluarga Rassam masih menjadi keluarga yang di segani di negara A.


Selepas kepemimpinan kakek,keluarga Markle yang menggantikannya,itulah awal yang membuat keluarga Markle harus kehilangan anggota keluarga mereka,sehingga terjadi dua kali penculikan pada Aaron saat berumur 8 dan 11 tahun.


****


"Tuan besar,telah terjadi sesuatu pada nyonya kecil dan nona."


"Namun sekarang mereka baik baik saja."


Bisik Simon orang kepercayaan Ramush.


Ramush meletakkan penanya dan berbicara.


"Perintah mereka untuk menjaga keluargaku secara terang terangan."


"Baik." Jawab Simon.


"Tuan cara kerja mereka seperti keluarga,-


"Mereka sudah ku hancurkan." Potong Ramush saat simon berbicara.


"Tapi tuan,apakah anda masih ingat mereka menyembunyikan anak mereka yang paling kecil dengan sangat rapat,hingga membuat kita terkecoh."


"Apakah semua ini..."


Ramush memikirkan perkataan Simon.


"Kau temukan anak itu."


"Baik tuan." Jawab Simon.


"Simon!" Panggil Ramush ketika Simon hendak keluar.


Simon berbalik dan mendekati Ramush.


"Kau adalah orang kepercayaanku,sudah banyak yang kau alami saat bersamaku."


"Sekarang aku sudah tak muda lagi,dan aku sudah tak berurusan dengan mereka."


Ucap Ramush sambil mengambil sebuah kotak kecil yang berada di laci meja.


"Namun pada akhirnya giok harimau ini kembali kepadaku." Ucap Ramush sambil membuka kotak itu.


"Jika sesuatu terjadi padaku serahkan kembali giok ini pada Aaron." Pinta Ramush pada Simon.


Simon menunduk dengan rasa sedih ketika mendengar ucapan Ramush.


"Baik tuan."