Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Sakit.


20.30


Keyla sudah duduk di atas ranjang menunggu sang suami yang ada di kamar mandi. Masih terbayang ingatan dimana Rafka menciumnya dengan kaku. Laki-laki itu malu-malu meong ternyata.


Dengan baju tidur seksinya, Keyla sudah siap untuk menggoda suaminya. Bukan karena gatal, tapi Keyla seperti mendapatkan sebuah kebahagiaan ketika mendapatkan perlakuan lembut suaminya yang malu-malu saat di goda.


Tampak Rafka keluar dari kamar mandi sembari memegang perutnya, wajahnya berkeringat membuat Keyla langsung berdiri dan menghampiri suaminya.


"Ada apa? Apa ada yang sakit?" tanya Keyla khawatir.


"Aku hanya mules saja," jawab Rafka memilih duduk di atas kasur lalu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


"Hah, baju mu itu. Sama saja tidak pakai baju itu namanya," ucap Rafka memalingkan wajahnya.


"Tapikan kata orang-orang kalau mau suami betah di rumah yah harus seksi, wangi dan cantik."


"Apa kau ingin melakukan malam pertama?" tanya Rafka spontan membuat Keyla terkejut.


"Memangnya boleh?" tanya Keyla membulatkan matanya.


"Hm, untuk sekarang aku belum siap. Aku...aku masih..


"Masih apa?" tanya Keyla. Ada rasa kecewa di hatinya ketika suaminya belum mau menyentuh nya.


"Aku.. aku hanya belum siap saja. Ah, sudahlah." Rafka memilih membaringkan tubuhnya lalu menutup matanya. Keyla pun menyandarkan kepalanya di dada sang suami mendengarkan detak jantung suaminya yang berpacu kencang.


"Apa karena aku bukan wanita yang baik?" tanya Keyla pelan. Keyla menutup matanya ketika tangan Rafka mengelus kepalanya.


"Memangnya ada apa dengan baik dan tidak baik? Apa aku akan meninggal karena beristrikan wanita yang tak baik?" tanya Rafka.


"Semua laki-laki menginginkan wanita yang bisa menjaga rasa malu dan harga dirinya, bukan seperti aku yang suka keluar malam-malam, main di club," lirih Keyla. Tak terasa matanya sudah berair.


"Wanita memang di wajibkan menjaga kehormatannya dan juga rasa malu nya. Jangan jadikan kalimat bahwa Allah maha penerima taubat menjadi alasan untuk selalu bermaksiat. Tapi, semua sudah berlalu. Kau tak bisa memutar waktu karena hanya setitik penyesalan dalam hati mu. Yang harus kau lakukan adalah bersyukur karena Allah memberikan umur panjang padamu agar kau bisa bertaubat," jelas Rafka membuat Keyla tak bisa menahan tangisnya. Wanita itu sudah sesegukan.


"Lagi pula aku bukan laki-laki yang sempurna akhlaknya hingga harus mendapatkan wanita bidadari, aku hanyalah manusia biasa yang tak luput akan dosa."


"Aku bukan tak ingin menyentuh mu, aku hanya belum siap saja. Pernikahan ini sangat mendadak, aku masih gugup bila berhadapan dengan wanita apalagi kau terus menggoda ku, aku semakin gugup." Rafka tampak terkekeh mengingat betapa gugupnya ia jika istrinya terus menggodanya.


"Jadi kau tak mau aku goda lagi?" tanya Keyla pelan menghapus air matanya.


"Goda saja tidak apa-apa," jawab Rafka dan akhirnya tertawa lepas. Ini adalah pertama kalinya Keyla mendengar Rafka tertawa dengan lepas. Tawanya seperti virus yang menular membuat Keyla ikut tertawa juga.


"Jadi, kalau sekarang aku goda tidak apa-apa?" tanya Keyla kembali duduk lalu menatap sang suami yang masih tertawa.


"Aku ingin tidur," Jawa Rafka langsung menutup matanya dan menghentikan tawanya.


Keyla memilih naik ke atas ranjang lalu memeluk suaminya. Lampu kamar di matikan menyisakan lampu tidur saja. Perlahan tangan Keyla masuk ke dalam kaos Rafka membuat laki-laki itu langsung mencubit tangan istrinya.


"Jangan nakal." Keyla tertawa kecil melihat tatapan suaminya.


"Aku hanya ingin memegang saja, aku belum pernah melihatnya. Kalau tak bisa di lihat ijinkan aku menyentuhnya," bisik Keyla.


"Aku ingin tidur," ucap Rafka kembali mencubit tangan Keyla.


"Yasudah tidur saja," sahut Keyla.


"Bagaimana aku bisa tidur kalau tanganmu merayap di perut ku? Aku geli."


"Yasudah tidak merayap, hanya menempel saja." Keyla menutup matanya meletakkan tangannya di atas perut Rafka yang terasa berotot.


"Kau pura-pura tidur," ucap Rafka mencubit pipi Keyla.


"Tidurlah, sayang." Keyla semakin mengeratkan pelukannya sembari masih menyentuh perut suaminya.


"Tangan mu itu nakal, aku bukan orang hamil yang harus di sentuh perutnya saat tidur," oceh Rafka.


"Ck, keras kepala." Rafka memilih tidur begitupun dengan Keyla. Malam ini mereka sangat mengantuk, terutama Rafka yang lelah.


*******


07.30


Rafka sudah rapi dan siap pergi bekerja, sedangkan Keyla mencuci piring bekas sarapan mereka tadi.


Di dalam kamar, tampak Rafka sedang memasang jam tangan nya namun tiba-tiba ia memegangi pinggangnya yang terasa sangat sakit.


"Akhhh." Rafka merasakan teramat sakit di bagian pinggang nya. Mendengar teriakan Rafka, Keyla langsung bergegas menuju kamar dan mendekati suaminya yang berjongkok.


"Ada apa?" tanya Keyla panik melihat wajah pucat Rafka.


Rafka tak menjawab pertanyaan Keyla karena merasa sangat sakit, hal itu semakin membuat Keyla khawatir.


Hingga tiba-tiba Rafka hilang kesadaran membuat Keyla semakin takut.


"Sayang!" Keyla menepuk pipi Rafka namun tak ada respon dari suaminya. Ia tak mungkin menggendong Rafka keluar dari apartemen, ia tak akan sanggup.


"Ambulance," gumam Keyla berlari menuju ponselnya. Ia bisa menelepon ambulance. Semoga saja ambulance nya cepat sampai. Ia sangat khawatir.


Hampir setengah jam Keyla menunggu, tiba-tiba bel pintu berbunyi. Keyla langsung bergegas membuka pintu.


"Apa anda menghubungi ambulance, nona?" tanya salah satu diantara mereka.


"Iya, suamiku sakit. Tolong bantu aku membawanya ke rumah sakit," jawab Keyla. Para petugas ambulance itu pun bergegas membawa Rafka menuju mobil. Sedangkan Keyla mengikuti dari belakang sembari memegang ponsel dan dompet suaminya.


*****


Sesampainya di rumah sakit.


Ruang UGD.


Keyla masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. Tangannya gemetar karena takut dan juga panik.


"Nona, ada apa ini?" tanya seorang pria pada Keyla.


Tampak Keyla menatap bingung pada pria itu.


"Saya suruhan Tuan Gabriel, ayahnya tuan Rafka." Mengerti kebingungan Keyla, pria itu pun menjelaskan siapa dirinya.


"Oh, suruhan bapak mertua yah."


"Apa yang terjadi pada Tuan muda?" tanya pria itu.


"Aku tidak tau, tiba-tiba saja ia mengeluh sakit pinggang lalu tak sadarkan diri." Keyla menunduk menyembunyikan air matanya. Hatinya sangat sakit melihat suaminya berteriak kesakitan tadi.


"Keluarga pasien," panggil perawat keluar dari ruang UGD.


"Saya istrinya." Keyla langsung berdiri.


"Dokter ingin berbicara dengan Anda," ucap perawat itu.


"Biarkan saya ikut nona." Keyla pun mengangguk dan memilih masuk ke ruangan. Tatapannya jatuh pada suaminya yang terbaring pucat di ranjang rumah sakit.


"Apa yang terjadi pada suami saya, Dokter?" tanya Keyla.


"Suami anda terkena penyakit ginjal kronis," jawab dokter itu membuat Keyla dan suruhan Gabriel syok.


"Apa?" tanya Keyla dengan suara bergetar.


"Apa tidak ada obatnya? Berapapun harganya akan kami bayar," sela suruhan Gabriel.


"Sampai saat ini, ginjal yang sudah mengalami kerusakan belum dapat dipulihkan dengan obat-obatan, hanya dapat digantikan kerjanya, salah satunya dengan prosedur transplantasi ginjal," jelas dokter itu.


"Seseorang dengan penyakit ginjal kronis memiliki dua pilihan utama pengobatan. Pertama, mereka bisa mendapatkan transplantasi untuk menerima ginjal yang sehat dari donor. Kedua, mereka bisa melakukan dialisis (cuci darah), yaitu perawatan saat darah disaring baik oleh mesin atau di perut dengan bantuan tabung khusus," lanjut dokter itu.


Mendengar itu air mata Keyla mengalir begitu saja. Perlahan kakinya berjalan mendekati suaminya, baru saja semalam mereka bercanda tapi pagi ini sudah tak ada senyuman lagi.


"Kalau begitu saya akan mencari pendonor nya," ucap suruhan Gabriel.


"Biarkan aku saja," sela Keyla memandangi wajah suaminya.


"Apa maksud anda, nona?" tanya suruhan Gabriel.


"Mencari pendonor tidaklah mudah, suamiku harus segera di operasi."


"Mendonorkan ginjal harus memenuhi semua persyaratan yang ada, baik sehat secara jasmani dan rohani, bebas dari segala penyakit darah, penyakit kronis, golongan darah yang sama, ginjal dalam keadaan sehat, tidak mempunyai riwayat merokok, HIV dan gula darah atau tekanan darah tidak terkontrol," papar dokter.


"Ginjal yang tinggal satu akan berkerja sangat keras untuk membuang semua racun di tubuh, membantu proses pembentukan sel darah merah, penyaringan air sehingga jika pola hidup yang dijalankan tidak sehat, maka ginjal akan segera rusak dan menimbulkan penyakit serius, gagal ginjal bahkan kematian," lanjut dokter.


"Saya tidak peduli apa resikonya. Yang terpenting suami saya baik-baik saja," tegas Keyla menatap sang dokter.


"Kalau begitu, mari ikuti saya. Kita akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu," ucap Dokter.


Keyla menatap sekali lagi wajah suaminya lalu mengecup kening Rafka.


"Kau adalah orang yang baik, kau layak untuk hidup dengan baik. Semoga semua persyaratan nya bisa ku penuhi, anggap saja ini salah satu cara ku membalas kebaikan mu."


"Nona, tuan muda tidak akan suka jika tau anda mendonorkan ginjal anda," sela suruhan Gabriel.


"Maka jangan beritahu," sahut Keyla.


Keyla pun pergi mengikuti dokter meninggalkan suaminya bersama orang kepercayaan Gabriel. Keyla berharap ia bisa mendonorkan ginjal nya untuk Rafka. Ia berharap semua persyaratan dapat terpenuhi.


"Ya Allah, sembuhkan lah suami hamba."


_


_


_


_


_


_


_


Hm😶


typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.