
Cahaya matahari masuk melalui kaca jendela bak lukisan yang sangat indah saat cahaya matahari terpantul pada wajah dan tubuh mereka.
Aaron membuka matanya,melihat Sora masih berada dalam pelukannya dia tersenyum ada kebahagian yang tersirat dalam wajahnya.
Pelan pelan dia menarik tangannya dari pinggang Sora.
"Auw...." Aaron berteriak namum tak bersuara, tangannya terasa kebas.
Pelan pelan dia membuka dan menutup telapak tangannya agar darah dapat mengalir kembali.
"Kenapa malam tadi jadi kayak gini sih."
Batin Aaron menoleh dan menatap Sora.
"Huft."
Aaron melepas jas nya lalu mengambil ponselnya di dalam kantong celana untuk menelepon fredy.
"Fredy bawakan aku beberapa pakaian,untuk kerja dan di rumah."
"Antar ke kediaman Rassam." Perintah Aaron.
"Baik tuan muda."
Aaron masuk ke kamar mandi dan melepaskan semua baju yang dia pakai.
Lalu dia menyalakan shower untuk mandi agar dia tersadar dari rasa kantuk yang masih terasa.
Sora terbangun,membuka matanya lalu menutup matanya lagi.
Dia bangun perlahan mendudukan tubuhnya dengan mata yang masih tertutup.
Turun dari tempat tidur dia berjalan ke kamar mandi.
Menyalakan kran di wastafel lalu mencuci wajahnya agar tersadar dari rasa kantuknya,Sora menatap wajahnya di cermin.
"Apa itu ya?"
Sora mendekatkan dirinya lebih dekat ke cermin,membuka matanya lebih lebar.
"Omg..."
"Aaaaaa..."
Aaron yang mendengar teriakan Sora langsung mematikan air shower,dan buru buru mendekati Sora.
"Apaan sih napa teriak teriak?" Aaron bertanya pada Sora sambil memegang tangan Sora.
"Nih jidatku."
"Emang napa sama jidatmu?"
"Apa gak keliatan?"
"Kamu liat kan ada benjolan di atas alisku."
"Aah aku kirain apaan sih."
"Sayang itukan cuman jerawat."
"Aku tuh gak pernah jerawatan selama hidup aku."
"Gara gara kamu nih,tadi malam aku gak sempat cuci muka."
"Oke aku minta maaf...,udahan marahnya?"
Sora tersadar ketika melihat kebawah ternyata Aaron tidak menutup tubuhnya dengan apapun.
Sora tersentak dan langsung menutup matanya.
Aaron melihat tubuhnya sendiri dan tertawa melihat kelakuan Sora.
"Kamu napa sih,akukan suamimu."
"Kamu harus terbiasa melihatku yang seperti ini.
Sora menutup mulutnya dengan mata yang masih terpejam,sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Buka gak matanya,kalo gak aku cium nih."
Sora masih tak mau membuka matanya,dia belum terbiasa dengan keadaan yang seperti ini.
"Oke,baik!" Ucap Aaron.
Aaron langsung mencium bibir Sora.
Sora yang kaget langsung membuka matanya.
Namun rasa mual datang dalam perut Sora.
Sora memukul mukul bahu Aaron agar segera menghentikan ciumannya.
"Haah."
"Apaan sih kamu ini,kenapa muntah gak bilang ke aku.
"Huek huek."
"Huek huek. "
Aaron dan Sora muntah bersamaan.
Sora mengalami morning sickness,sedangkan Aaron muntah karna terkena muntahan Sora saat tadi menciumnya.
Setelah membersihkan mulutnya Sora menatap Aaron dan menertawainya.
"Makanya dong sayang jangan maksa nyium kayak gitu."
"Kena kan sekarang."
"Puff puff."
Sora memalingkan mukanya lalu menyodorkan handuk pada Aaron.
"Nih,cepetan pake suamiku... ntar masuk angin loh."
"S**l seumur hidup baru kali ini aku di muntahin." Batin Aaron yang mencuci mulutnya dengan sabun,setelah itu mengambil handuk dari tangan Sora.
Aaron keluar dari kamar mandi.
"Tok tok tok tok."
Aaron membukanya.
"Tuan muda ini beberapa pakaian yang di antar sekretaris anda."
"Dan juga anda dan nona Sora sudah di tunggu untuk sarapan."
Ucap jhon kepala pelayan di kediaman Rassam.
"Trimakasih,kami akan segera ke sana."
Aaron segera memakai celana,kemeja,dasi,dan jas nya.
Lalu memakai sepatu.
"Lama banget sih gak keluar keluar."
"Di dalam ngapain aja sih." Batin Aaron.
Aaron berdiri mendekati kamar mandi,membuka pintu kamar mandi namun di kunci Sora di dalam.
"Tok tok tok."
"Sayang kamu ngapain aja di dalam,kok lama banget." Ucap Aaron sambil melihat jam tangannya.
"Cekleeek."
Suara pintu yang di buka Sora dari dalam.
"Udah di tunggu untuk sarapan."
"Aku akan ganti baju dulu."
Sora berjalan ke ruangan khusus pakaian dan Aaron mengikutinya dari belakang.
Sora terkejut karna Aaron tiba tiba memeluknya dari belakang.
"Sayang aku ganti baju dulu ya..kamu keluar dulu."
"Aku cuma mau bilang malam ini aku gak pulang aku akan ke rumah nenekku."
Sora mengernyitkan alisnya.
"Pulang?"
"Hu'um."
"Aku dua hari di sana."
"Kau tunggu aku di sini."
"Dia kok gak ngajak aku ya?" Batin Sora.
Sora mendengar perkataan Aaron menjadi tak bersemangat.
"Baik,Aku akan nungguin kamu."
"Aku mau ganti baju kamu keluarlah."
Aaron melangkah keluar.
"Sayang ijinin aku kerja hari ini ya,aku mau pamitan dengan teman teman yang ada di kantor." Ucap Sora.
"Iya,terserah kamu."
Aaronpun keluar dari ruangan itu.
"Kok aku sedih sih."
"Dia kan cuma pergi dua hari,kemaren kemaren juga gak papa." Batin Sora.
***
Siangnya di kantor Aaron...
Saat ini di pantry kantor.
Sora sedang membuat susu ibu hamil untuk dirinya.
"Sora...!" Teriak jean yang berlari untuk memeluk Sora.
"Apaan sih Jean?"
"Tadi ketemu juga gak gini banget deh."
"Tadi kan ada pak Aaron,mana beranilah aku meluk meluk kamu."
"Eh gimana setelah hidup bersama ama pak Aaron?"
Sora hanya menghela nafas dan melirik Jean yang ada di sampingnya.
"Kok cuman gitu doang."
Jean mendekatkan dirinya ke tubuh Jean dan berbisik.
"Kamu nyesel nikah ama pak Aaron?kok muka mu gitu banget."
"Apaan sih,inikan bawaan ibu hamil."
Sora menatap minumannya dengan tatapan kosong,seperti gak rela kalo hari ini di tinggal pergi oleh Aaron.
"Dari tadi Aaron kok gak telpon aku ya?"
"Trililit trililit"
Jean ikutan memandang layar ponsel Sora,ingin tau siapa yang menelepon sora.
"Panjang umur deh,barusan di omongin." Ucap Jean.
"He he he."
"Udah sana Jean kamu balik kerja aja." Ucap Sora sambil mendorong tubuh Jean.
"Iya sayang."
"Sayang kamu makan siang di ruanganku ya." Pinta Aaron.
"Mmm oke."
Lalu Sora menutup telponnya,dia melihat jam di tangannya,ternyata sudah menunjukkan pukul dua belas siang.
Dia bergegas menuju lift dan berjalan ke arah ruangan Aaron.
"Kau udah datang,cepetan ke sini."
"Nih aku udah siapin makanan kesukaanmu,khusus untuk ibu hamil." Ucap Aaron.
"Siapa yang masak?"
"Tadi aku minta tolong ama pembantu yang di rumahmu buat masakin."
"Ooh."
Sora menghabiskan semua makanan yang di meja,semenjak hamil dia seperti orang yang rakus akan makanan.
"Sora."
"Setelah ini aku akan berangkat,nanti pulang kerja kau akan di antar ama pak chow."
"Hah sekarang?"
"Enggak nanti malam?"
Aaron tersenyum dengan pertanyaan Sora.
"Kamu gak mau jauh jauh dari aku ya?" Goda Aaron.
"Apaan sih?"
"Kalau pergi,pergi aja."
"Siapa juga yang pengen deket kamu..."
"Trililit trililit."
Ponsel Aaron berbunyi.
"Tuan muda helikopter di atas gedung sudah siap."
"Baik aku akan ke atas." Jawab Aaron.
"Sayang aku pergi dulu ya."
Sora hanya menganggukkan kepalanya.
"Udah gak usah sedih."
Setelah Aaron mencium kening Sora,dia berjalan meninggalkan Sora sendirian di ruangannya.
Di atap gedung sebelum menaiki helikopter.
"Tuan muda,orang itu kami pindahkan di kota Maine."
"Setelah kami menemukannya kami beri obat bius,agar dia tidak melakukan sesuatu,ada tato tulisan china Hēi xiēzi di pergelangan tangannya,info dari Jacky arti tulisan itu adalah tanda anggota geng kalajengking hitam."
Aaron mendengarkan fredy dengan serius,Setelah itu dia berjalan ke arah helikopter dan menaikinya bersama dengan fredy.