Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Kecewa dan berakhir bahagia.


Di dalam kamar.


Keyla mencoba mengontrol emosinya, biasanya ibu yang masih menyusui itu gampang tersulut emosi dan sering menjadi wadah bisikan syetan.


Rafka masuk ke dalam kamar sembari mencari sang istri yang ternyata sedang duduk di karpet bulu bersama dua anaknya.


"Key." Rafka berjalan mendekat ke arah istrinya yang terlihat melamun dan membiarkan kedua anaknya bermain.


"Sayang....


"Aku kecewa, aku kecewa karena kau hanya diam disaat mereka mengatakan itu. Aku yakin kau pasti tak akan menerima permintaan mereka ,hanya saja aku kecewa karena kau hanya diam. Kau seperti laki-laki plin-plan," sela Keyla memotong ucapan Rafka.


"Aku diam karena aku menghormati orang tua, Key. Tak mungkin aku langsung mencercanya, itu tak sopan."


"Yah, aku tau pasti itu jawaban mu. Aku tak meminta mu mencercanya atau memaki nya. Aku hanya minta kau bertindak tegas saja. Jika kau plin-plan seperti itu maka akan semakin banyak wanita yang ingin terus mengajukan diri untuk menjadi istri kedua mu," sahut Keyla menatap kosong ke arah depan.


"Maafkan aku, Key. Aku salah, maafkan aku. Jangan marah yah," ucap Rafka mengalah. Memang ia harus mengalah agar semua nya baik-baik saja.


"Untuk apa?" Tanya Keyla.


"Untuk semuanya yang terjadi hari ini, maafkan aku karena sudah membuat mu marah. Sungguh aku tak punya niat secuil pun untuk menikah lagi, wanita ku cukup satu saja yaitu dirimu," jawab Rafka tersenyum manis ke arah Keyla.


"Hm."


"Sayang, jangan seperti ini. Jangan marah terus, tak baik."


"Aku tak marah, aku hanya kecewa saja." Keyla memegang tangan putrinya sembari mengelus pipi Zura.


"Aku minta maaf," lirih Rafka merasa sangat bersalah.


"Aku hampir saja berniat ingin membunuh diriku sendiri, aku kecewa. Pikiran buruk ku selalu menghantuiku, bahwa seorang yang katanya taat pasti akan berpoligami dengan alasan menjalankan Sunnah. Aku tak menyalahkan Sunnah, tapi yang di maksud perbuatan Sunnah juga ada kriterianya. Laki-laki sekarang selalu mengatasnamakan Sunnah demi menutupi syahwat semata. Katanya ingin membagi harta serta kebahagiaan agar mendapat pahala, tapi yang di nikahi gadis perawan yang molek-molek. Aku takut kau seperti itu, suamiku. Aku tak ingin berbagi dengan siapapun." Keyla mengeluarkan semua unek-unek di kepalanya. Ia sangat tak suka dengan laki-laki seperti itu.


"Sayang, aku bukan laki-laki seperti itu. Kami di didik oleh Abi untuk cukup memiliki satu wanita saja. Aku tak akan menikah dengan siapapun, sayang. Aku mencintaimu," lirih Rafka berharap Keyla mau mendengarkan nya.


"Apa?" Tanya Keyla menatap Rafka.


"Aku mencintaimu," ulang Rafka dengan nada bergetar menahan tangis melihat sang istri yang marah padanya.


"Kenapa kau mencintaiku?" Tanya Keyla dengan mata sudah berair.


"Apa aku perlu alasan untuk mencintai mu? Aku mencintaimu apa adanya, aku mencintaimu dengan tulus. Kau adalah wanita yang tercantik kedua setelah Umi. Aku tak mau kau marah lagi, kalau kau marah aku bagaimana? Bagaimana aku bisa bernafas kalau kau marah, sayang. Maafkan aku karena tidak tegas, maafkan aku. Aku mohon, sayang."


Keyla memegang dadanya yang sesak, tangis nya tak bisa ia tahan lagi. Bukan tangis sedih, melainkan tangis bahagia. Ia bahagia karena mendengar pernyataan cinta dari suaminya. Selama ini ia tampak gundah karena suaminya tak kunjung mengatakan cinta padanya. Ia kira ia hanyalah wanita yang tak pantas di cintai. Ia hanyalah wanita hina yang di pungut oleh laki-laki sebaik Rafka.


Melihat sang istri yang menangis, Rafka pun memeluk Keyla berusaha menenangkan istrinya.


"Aku yang seharusnya berterimakasih karena kau mau menikah dengan ku dan bertahan dengan pernikahan yang tak kau inginkan ini."


"Jangan marah lagi yah," bujuk Rafka.


Keyla pun mengangguk lalu tertawa kecil. Ia menghapus air matanya lalu membalas pelukan sang suami.


"Terimakasih, sayang." Rafka sangat senang karena Keyla mau memaafkan nya. Ia tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Ia akan lebih tegas agar keluarga nya baik-baik saja.


"Tadi kau garang sekali, sayang." Rafka menoel hidung Keyla yang memerah akibat menangis.


"Hehehehe, iyalah. Seseorang ingin mengusik milik ku, maka aku harus garang." Keyla membalas mencolek hidung Rafka.


"Kalau kau ada di posisi ku, apa yang akan kau lakukan?" tanya Keyla.


"Mungkin aku akan melempari mereka dengan batu, lalu menjambak rambut suamiku dan akan marah lebih seminggu," jawab Rafka asal.


"Oh, kalau begitu aku akan marah lebih seminggu lah, mengikuti saran mu." Keyla melipat kedua tangannya di dada lalu memalingkan wajahnya.


"Yah, jangan lah. Sayang, aku kan bercanda. Jangan begitu, sayang. Sayang, sayang," rengek Rafka memeluk Keyla dengan manja. Keyla pun hanya tertawa kecil saja. Tadinya ia begitu kecewa dan sedih, namun sekarang ia sudah membaik dan sangat bahagia. Terlebih ungkapan cinta sang suami menambah mood nya.


_


_


_


_


_


_


_


Author nulis nya ini pagi-pagi kali, masih ngantuk. yah mau bagaimana lagi, author gak ada paket, semalam paket author habis tiba-tiba buat jantungan aja. Untung ada paket malam yang harganya murah kali, jadi masih bisa nulis walau harus subuh-subuh.


Jangan lupa beri semangat yah. Author udah rela ngetik padahal belum jelas ngeliat tulisan.


Like, komen, dan juga vote nya author tunggu


Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.-