Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
67. Bertemu Calista


Jean segera menghadap Aaron setelah pak Davin memberitahunya.


"Saya sudah datang pak."


"Duduklah."


Aaron memulai bicaranya,


"Jean saat pesta pernikahanku berlangsung aku akan menugaskanmu."


"Hah,tugas?" Jean kaget campur bingung dan sedih.


"Tugas apaan ya pak?"


"Apa nanti saat hari pernikahan pak Aaron saya harus bekerja?"


Aaron memegang keningnya.


"Apa aku salah ngomong ya,kok malah Jean mikirnya gitu." Batin Aaron.


"Begini Jean kau kan temen dekat Sora."


"Iya pak,saya satu satunya temen deket Sora,trus kenapa ya pak?" Jean menyela dengan polosnya.


"Jean bisa aku selesaiin dulu bicaraku?!"


"Oh iya pak Aaron maaf."


"Karna kau teman dekat istriku,aku menugaskanmu untuk selalu di sampingnya saat pesta pernikahan kami."


"Oo maksudnya gitu toh pak."


"Iya."


"Apapun yang di lakukan,ke manapun dia berjalan kau harus selalu di sampingnya."


"Kau paham Jean."


"Iya pak saya paham,saya akan mengikuti kemanapun dan apapun yang di lakukan Sora."


"Bagus."


"Besok kau kuijinkan untuk libur,tapi untuk menemani Sora."


"Bener pak?"


Aaron mengangguk pelan.


"Yes." Guman Jean.


"Makasih pak Aaron,saya juga sudah kangen sama Sora."


"Saya pamit pak." Jean membungkukkan badannya dan segera pergi dari ruangan Aaron dengan perasaan senang.


Seharian ini saat bekerja Jean terlihat bersemangat,bahkan lucy yang melakukan kesalahanpun tak ada omelan yang keluar dari mulutnya hingga semua yang bertemu dan bekerja dengannya terheran heran.


"Kak apa kau di lamar oleh pacarmu?" Tanya Lucy.


"Hah,napa?


"Hari ini kak Jean aneh,tadi kan laporan yang ku buat salah,anak anak yang lain aja pada ngomel ama aku,karna harus bikin ulang."


"Tapi kak Jean,marah aja nggak."


"Ooh apa kau ingin aku marahi?"


"Enggak enggak kak hehehe."


Setelah dokumen yang di serahkan lucy selesai di seleksi oleh Jean,Lucy terburu buru mengambilnya dan bergegas meninggalkan Jean.


"Hah aneh ni anak,enggak di marahi bingung,di omelin ntar pada nangis."


"Trililit trililit."


Jean mengalihkan pandangannya pada layar ponsel yang dia letakkan pada samping kanan keyboard komputer.


"Soraa!!"


"I miss u...,muach muach"


"Kangen ma kamu."


"Udah dong Jean gak usah lebay." Ucap Sora di seberang telpon.


"Akukan beneran kangen ma kamu Ra..."


"Apa kamu gak kangen ma aku?"


"Enggak tuh." Goda Sora dengan nada ketus.


"Beneran?Hikss."


"Ih apaan sih udah gede nangis."


"Nih di dengerin aku juga kangen." Terang Sora.


"Hahaha,ingin deh ku peluk kamu."


"Sora,gimana kamu ama ponakanku,sehatkan?"


"Iya,sehat semua."


"Syukur deh." Balas Jean.


"Jean,tadi Aaron udah bilang ke kamu kan, kalo besok kamu nemenin aku pergi."


"Hu'um."


"Besok jam sembilan ku jemput di rumahmu ya."


"Ok siap non."


Mereka menutup telepon mereka masing masing.


Hanya beberapa detik kemudian ponsel Sora berbunyi, terlihat nomor yang tak di kenal oleh Sora.


"Siapa ya?" Batin Sora.


"Hallo."


"Hallo kak Sora." Suara sapaan di seberang telpon.


"Kak ni aku Sarah."


"Oh kamu,ada apa Rah?" Tanya Sora.


"Aku hanya membawa sedikit pakaian dalam,aku gak ada temen nih yang nemenin."


"Mau kan kak temenin aku."


"Maaf Sarah aku gak bisa nemenin kamu hari ini."


"Gimana kalo besok kak?"


Sora terdiam,teringat kata kata Aaron yang tak memperbolehkannyanya dekat dengan Sarah.


"Besok aku juga gak bisa Rah."


"Plis dong kak..."


"Kakak besok ada waktu senggang jam brapa?"


"Aku akan nunggu sebisa kakak nemenin aku." Bujuk Sarah.


"Haduh ni anak maksa banget sih." Batin Sora.


"Ya udah besok,jam 9 aku akan pergi ke mall,skalian aja kamu ikut."


"Makasih kak Sora."


"Besok pagi aku akan datang ke rumahmu ya."


Sora tak menjawabnya,dan langsung menutup telponnya.


"Aku bilang gak ya ma Aaron kalo besok Sarah ikut."


"Udah deh gak usah bilang."


"Mm aku ajak kak Thian aja,buat jagain aku."


***


Di perusahaan M


Aaron keluar dari lift khusus direktur,bersamaan dengan saat itu pula Zain berjalan ke arah lift yang ada di depannya,melihat Aaron keluar dari lift dia segera memberi hormat,dia tidak menyadari jika Smith berjalan di belakang Aaron.


Setelah memberi hormat pada Aaron dia segera masuk ke dalam lift.


Selama ini tanpa mereka sadari mereka bekerja di dalam perusahaan yang sama.


Namun Smith tak setiap hari datang ke kantor,dia datang ke kantor jika Aaron memberi perintah untuknya.


Di dalam mobil yang di kemudikan oleh Leon.


"Leon,selama Sarah berada di kota ini kau awasi baik baik apa yang di lakukannya.


Leon hanya mengangguk.


Leon menyalakan mobil dan melajukan dengan pelan keluar dari basement menuju perusahaan Phelps Star.


Di perusahaan Phelps Star.


"Kau tunggu di sini." Perintah Aaron pada Leon.


Aaronpun masuk ke dalam ruangan yang di tunjuk oleh sekretaris tuan Joseph.


Seorang wanita duduk tak jauh dari tuan Josep dengan posisi membelakangi pintu masuk,saat Aaron mendekati meja dia merasa jika wanita itu familiar.


"Aaron kau sudah datang,duduklah."


"Kau pasti sudah kenal dengan Calista." Ucap tuan Joseph.


Calista mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Aaron,namun Aaron mengabaikannya dan langsung duduk di seberang Calista.


"Baiklah kita mulai saja." Ucap tuan Joseph.


"Desain perusahaan kalian telah memikat para dewan direksi Phelps Star,maka dari itu kami ingin menggabungkan desain kalian menjadi berkesinambungan."


"Kami akan membangunnya menjadi satu tempat."


"Jadi kami ingin kalian bekerja sama dalam hal ini."


"Bagaimana?"


"Tentu saja tuan Joseph,saya sangat senang mendengar kabar ini." Jawab Calista.


"S**l andaikan paman Joseph tidak pernah menyelamatkan nyawaku,aku akan menolak kerja sama ini." Batin Aaron.


"Bagaimana Aaron,kau setuju kan dengan rencana ini?"


"Baik paman."


"Mungkin kalian akan sering bertemu." Jelas tuan Joseph.


Calista yang mendengarnya terlihat senang,namun tidak bagi Aaron.


Aaron diam tanpa memperhatikan Calista.


Bahkan apapun yang di katakan ataupun di tanyakan Calista, Aaron hanya menjawab dengan singkat."


...


"Baiklah,trimakasih untuk kedatangan kalian berdua,kiranya kerjasama ini berjalan lancar." Tuan Joseph menjabat tangan Aaron dan Calista.


Aaron pamit selang kemudian di ikuti oleh Calista.


Sebelum Aaron masuk ke dalam lift Calista memanggil Aaron berulang kali,namun Aaron mengabaikannya.


Hingga Calista nekat untuk meraih lengan Aaron dan memaksanya untuk berbicara.


"Aaron apa kau masih marah padaku?"


Aaron melepaskan tangan Calista dengan paksa.


"Nona sepertinya anda salah paham."


"Anda harus mengerti,saya pria yang sudah menikah."


"Saya harap anda mengerti."


Aaron melanjutkan langkahnya lagi,namun Calista belum puas dan mengikutinya.


Leon dengan sigap menghalangi Calista berbicara dengan Aaron,sambil menahan lift.


"Nona sebaiknya anda menahan diri,tuan Aaron tidak ingin berbicara dengan anda."


Setelah Leon berkata pada Calista,dia bergegas masuk ke dalam lift.


Calista mengepalkan tangannya menahan kemarahan,hanya bisa berdiri memandang Aaron yang berlalu di dalam lift yang tertutup.