Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Gagal.


Malam harinya.


Setelah selesai makan malam Keyla dan Rafka kembali ke kamar. Di perjalanan menuju kamar ada saja yang membuat mereka tertawa, meski tak lucu namun dengan hanya saling tatap saja membuat mereka langsung tertawa.


Melihat itu Aria dan Gabriel pun menyimpulkan bahwa anak dan menantunya sudah berbaikan. Mereka bisa bernafas dengan tenang dan menikmati malam dengan kehangatan.


Rafka dan Keyla memang belum di izinkan pulang ke rumah pribadi mereka. Alasannya karena Keyla masih sakit dan juga Gabriel serta Aria tak mau jauh-jauh dari cucu mereka.


Di dalam kamar.


Rafka tengah menyisir rambut panjang Keyla, tak lupa di beri vitamin rambut agar selalu sehat dan juga berkilat.


Malam ini Azzam dan Azzura tidur dengan cepat, baru selesai Maghrib saja mereka sudah terlelap. Kini tinggal lah dua insan yang saling senyum-senyum di depan kaca rias.


"Wangi," ucap Rafka mencium rambut Keyla.


"Nanti kalau bau kau bisa lari ke wanita lain," ledek Keyla. Mungkin wanita itu masih sensitif dengan masalah tadi.


"Hahaha, kau bisa saja sayang ku." Rafka memeluk Keyla dari belakang sembari mengelus-elus paha Keyla.


"Sayang, aku pernah berkutu loh," ucap Keyla membuat Rafka terkekeh.


"Kapan?" tanya Rafka.


"Waktu SD, dulu rambut ku tak sepanjang ini. Aku jarang keramas jadinya berkutu," jawab Keyla tertawa kecil.


"Lalu bagaimana cara mu membersihkan kutu nya?" tanya Rafka. Kutu menjadi perbincangan hangat di antara dua insan itu.


Yuk yang berkutu, kita gabung wkwkwkwkwk.


"Aku tak keramas selama hampir satu bulan, aku keramas ketika mandi wajib setelah selesai haid saja. Karena aku tak keramas selama itu, kutu nya tiba-tiba hilang" jawab Keyla. Ia tak bercanda, memang kutu itu hilang ketika ia keramas satu bulan sekali.


"Bukan nya kutu suka yang kotor, sayang. Kenapa jadi hilang karena tak keramas?" tanya Rafka bingung.


"Aku pun tak tau, sayang. Dia hilang begitu saja, mungkin karena rambut ku bau, hahahahahaha." Keyla tertawa lepas mengingat ia ketika kecil banyak kutu bahkan kulit kepalanya sering benjol-benjol.


"Kalau sekarang aku berkutu bagaimana, sayang?" tanya Keyla menangkap tangan Rafka yang mulai merajalela.


"Tak apa, walau kau berkutu cinta ku tak akan hilang, malah semakin bertambah sebanyak kutu mu yang semakin banyak," jawab Rafka membuat Keyla mencubit pelan tangan Rafka.


"Gombal," gumam Keyla mengelus bekas cubitan nya.


"Sayang," rengek Rafka manja.


"Hm?"


"Kok hm? Harusnya, apa sayang." Rafka mengerucutkan bibirnya pertanda ia merajuk.


"Apa sayang?" Keyla memperagakan dengan nada manja.


"Mau itu," pinta Rafka manja.


"Itu apa?"


"Yang itu loh."


"Boleh kan kalau aku membuat rambut mu berantakan malam ini," pinta Rafka penuh arti.


"Lah kalau di buat berantakan, untuk. apa di sisir tadi?" goda Keyla pura-pura tak paham.


"Sayang," rengek Rafka. Keyla pun hanya bisa tertawa kecil saja. Ia tak menyangka suaminya bisa se-manja dan juga se-mesum ini.


"Iya sayang ku," balas Keyla ikut-ikutan manja.


"Aku mau itu," pinta Rafka masih mengkode.


"Hm, kalau tak boleh, bagaimana?" tanya Keyla.


"Boleh lah, aku mau. Kita buat adik lagi buat Azzam dan Zura yah," pinta Rafka.


"Dua saja sudah repot, apalagi tiga," jawab Keyla.


"Tak repot sayang, sepuluh pun tak repot kalau kau ibu nya." Rafka masih berusaha.


"Tapi pelan-pelan yah," bisik Keyla manja.


"Iya sayang," balas Rafka ikut manja sembari tersenyum genit.


Rafka mendekatkan wajahnya pertanda pemanasan akan segera di mulai. Malam ini Keyla akan mengikuti permainan suaminya yang dulunya kaku serta malu-malu, kini menjadi mesum dan nakal.


Namun, belum juga menyatukan dan melakukan pemanasan. Suara tangisan Azzura terdengar keras. Dengan sigap Rafka berjalan menuju tempat tidur bayi mereka lalu menggendong putri kecilnya.


"Adek pipis yah." Rafka pun dengan cekatan mengganti celana Zura berharap setelah itu putri kecilnya akan kembali tidur. Namun, itu semua hanyalah harapan. Nyatanya mata Zura terbuka lebar dan tak kunjung terlelap di tambah putri kecilnya itu tak mau lepas dari Keyla. Rafka hanya bisa menghela nafas berat saja, terlebih lagi melihat Keyla yang tertawa meledek dirinya.


Sepertinya Rafka harus mengubur dalam-dalam niat memperbanyak anak malam ini.


Sabar.


_


_


_


_


_


_


...Selamat Hari Raya Idul Adha Kawan-kawan 🙏...


...Mohon Maaf Lahir Dan Batin....


...semoga kita di beri umur panjang dan rezeki yang mengalir bagai air agar tahun depan bisa ikut berqurban 🌹 Aamiin 🌹...


Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.