Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
88. Kedatangan Calista


Aaron dan Sora turun dari mobil,mereka berjalan ke arah lift menuju ruangan Aaron,banyak mata memandang dan takjub akan mereka, "pasangan yang serasi" begitu guman mereka.


Aaron merasa bangga,dan menggenggam erat tangan Sora.


Di dalam lift...


"Sayang gak usah gini deh,banyak yang liatin." Ucap Sora.


"Kenapa?"


"Kamu malu?"


Sora hanya diam,berusaha mencari alasan.


"Enggak sih,karna udah biasa di liatin orang." Guman Sora.


"Ting."


Suara pintu lift terbuka.


Sora pasrah akan kemauan Aaron yang tak melepaskannya.


Setelah sampai di ruangan,Aaron menarik pergelangan Sora dan memintanya duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Aaron,setelah itu dia duduk di kursi kerjanya.


Sora masih kebingungan dengan perlakuan Aaron.


"Sayang di mana meja kerjaku?"


Aaron menunjuk ke arah Sora duduk.


"Sini." Ucap Sora dengan nada bingung dengan menunjuk dirinya sendiri di mana dia duduk.


Aaron tersenyum dan mengangguk.


"Maksud kamu... aku jadi asisten?"


Ucap Sora yang bersiap akan menentang keputusan Aaron.


Aaron tersenyum dan menggeleng.


"Aku tak pernah mempunyai asisten" "Sayang jika kamu mau akan ku jadikan kamu asistenku." Goda Aaron.


"Jadi kamu bolehin aku kerja buat jadi..."


"Ssstt."


Aaron menghentikan omelan Sora dengan jari nya yang menempel di bibir Sora.


"Sayang,gak usah marah dulu."


"Aku akan jadikan kamu kepala desain utama."


"Aku tau itu keahlianmu."


"Aku hanya memindahkan mejamu dalam ruanganku." Terang Aaron yang memperlihatkan senyum usilnya.


Sora terbengong dan tak dapat membalas perkataan Aaron. Dia teringat kata kata Aaron jika dia ingin bekerja harus menuruti apapun keinginan Aaron.


"Tapi.. Sayang."


"Apa kata pegawai yang lain,nanti mereka pasti membicarakanku."


Sora mencari alasan agar Aaron mau mengubah kemaunnya.


"Sayang denger aku."


Aaron memegang kedua bahu Sora,untuk meyakinkannya.


"Mereka tak akan berani,dari awal aku sudah memperingatkan mereka."


"Jika kamu gak menurut,kamu boleh kembali ke rumah."


"Selama di kantor kamu harus terlihat olehku."


"Dan kemanapun kamu harus ijin padaku."


Ucap Aaron.


"Baik,baik."


"Tapi inget,aku gak mau ada hak istimewa untukku,perlakukan aku seperti pegawai lainnya."


Aaron menghela nafasnya.


"Baiklah,jika itu mau mu."


Setelah mendengar ucapan Aaron,Sora berdiri dan ingin berjalan keluar.


Aaron buru buru menahan Sora.


"Sayang kamu mau ke mana?"


"Aku mau mencari Jean."


"Apa hal itu aku harus meminta ijin dari mu,dan mengajakmu juga?"


Ucap Sora.


Aaron melepaskannya dengan berat hati.


"Baiklah,jangan lama lama,kamu juga harus segera mengerjakan tugasmu." Terang Aaron.


...


"Soraaaaa."


Teriak Jean yang senang dengan kedatangan Sora di ruangannya dan memeluknya.


"Kamu beneran kerja kan?"


Sora hanya menepuk pelan bahu Sora.


"Iya,aku akan bekerja lagi."


"Aku tau kamu pasti bisa meyakinkan Aaron."


"Gimana critanya Ra,kamu bisa bujukin Aaron."


"Kamu mau tau?"


Jean mengangguk dengan serius mendengarkan ucapan yang keluar dari Sora.


Sora mendekat dan berbisik di telinga Jean.


"Aku cuma ambil kesempatan saat dia kepergok dengan Reyna dan mengancamnya."


"Ih gila,kamu emang temenku yang paling pinter." Jean mengacungkan jempol nya,mereka saling memandang dan berteriak bersamaan.


"Udah udah Jean,aku balik ke ruangan dulu."


"Entar Aaron ngambek."


"Ya udah sana." Balas Jean.


****


Eric dan Calista Alves berjalan keluar bandara ke arah mobil.


Dua orang sudah menunggu mereka,seorang bodyguard dan sopir pribadi,mereka berdua membukakan pintu belakang untuk Eric dan Calista secara bersamaan.


Setelah duduk di dalam mobil Eric dan Calista melepaskan kacamata mereka.


"Antar ke perusahaan M." Perintah Calista.


"Apa maksudmu?"


"Apa kamu ingin merusak rencanamu sendiri?" Ucap Eric.


"Kaak.. Udah deh,percaya saja denganku."


"Aku punya rencanaku sendiri."


"Tenang saja,oke."


"Oke terserah kamu."


"Untuk saat ini papa belom tau,kita gak akan bisa menyembunyikan hal ini selamanya."


"Pasti papa akan senang dengan hal ini."


"Aku tak akan melepaskan Aaron kak."


"Aku hanya ingin membiarkan dia sedikit senang." Terang Calista dengan senyum liciknya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang ke arah perusahaan.


****


"Bener kan...,hiks."


"Apa yang aku pikirkan terjadi." Batin Sora.


Sora hanya duduk di mejanya dan tak melakukan apapun,hanya memandang Aaron yang serius menatap lembaran dokumen yang ada di depannya.


"Aah,dasar deh suamiku ini."


"Ini namanya gak kerja,cuma nemenin dia kerja."


"Huft."


Sora memonyongkan bibirkan,merasa Aaron mempermainkan dirinya.


"Sayang." Teriak Sora dengan manja.


Aaron teralihkan begitu mendengar Sora memanggilnya.


"Kau tadi bilang kan jika aku akan menjadi kepala desain."


"Trus.. aku ngapain di sini,aku gak lakuin apa apa." Protes Sora.


Aaron berdiri dan menghampiri Sora.


"Sayang kau seharusnya senang kan."


"Kau tak akan pusing dengan pekerjaan yang tiada habisnya."


"Aku kan sudah bilang perlakukan aku seperti pegawai lainnya."


"Jika aku masih tak melakukan apapun,aku akan mencari pekerjaan di perusahaan lain." Ancam Sora.


"Baik baik."


"Kamu gak usah marah." Pinta Aaron.


"Aku akan memberikan pekerjaan untukmu setelah rapat."


"Tok tok tok."


"Masuk." Perintah Aaron.


Fredy masuk setelah Aaron mengijinkannya.


"Tuan muda,rapat akan di mulai."


"Baik siapkan kursi untuk istriku." Pinta Aaron.


"Baik tuan muda." Setelah menjawabnya Fredy keluar dari ruangan Aaron.


Sora berdiri dan mengikuti Aaron menuju ruang rapat.


...


Semua pegawai duduk menanti kedatangan Aaron.


Di saat Aaron dan Sora memasuki ruangan semua pegawai terpana,dalam hati mereka tak menyangka jika nona Rara yang mereka kenal menjadi secantik itu dan ternyata Rara adalah seorang nona besar dari keluarga Rassam. Dalam pikiran mereka banyak sekali pertanyaan,namun mereka hanya bisa menyimpannya.


Aaron duduk dan memandangi para manajer dan kepala bagian dengan dingin.


Sora merasakan aura ketakutan dan keseganan dari para pegawai.


Sora lebih mengerti apa yang di rasakan para pegawai saat ini.


Fredy memulai dengan membagikan dokumen satu persatu.


"Ini adalah nama nama yang bertanggung jawab pada bagiannya masing masing." Ucap Fredy memulai pembicaraannya.


"Perkenalkan ini adalah nona Reyna."


"Nona Reyna akan memegang jabatan sebagai manajer."


"Dan ini adalah nyonya Sora,kalian sudah mengenalnya,dulu nyonya Sora bernama Rara sebagai kepala desain tim satu." Terang Fredy.


"Nyonya Sora akan menjabat sebagai kepala utama desain."


Semua mendengarkan perkataan Fredy dengan serius dan memandang Sora dan Reyna bergantian.


Tanpa mengetuk pintu seseorang menerobos masuk ke dalam rapat.


Semua pegawai memandang seorang wanita yang tiba tiba masuk tanpa ijin.


Aaron dan Sora sedikit kaget setelah melihat wanita itu adalah calista,namun Sora dengan tenang menatap Calista.


Wajah Aaron menjadi masam dan menatap Fredy untuk mendengar penjelasan darinya tentang kedatangan Calista yang tak di harapkan.