Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
69. Terjatuh


Esoknya..


Sora merapikan dasi yang di pakai Aaron,dengan ujung dasi yang sudah tertutup rompi,dan dengan rambut yang tertata rapi ke belakang,dengan wajah yang tampan namun terlihat dingin membuat Sora tersenyum puas.


"Kau milikku." Ucap Sora menatap Aaron dan memperlihatkan senyumnya yang manis.


"Bukan,kau yang milikku." Balas Aaron.


"Kau milikku,aku milikku."


"Hihihi,apaan sih pagi pagi udah sok romantis."


Sora geli dengan perkataannya sendiri.


Aaron meletakkan kedua tangannya di pinggang Sora,seperti tak ingin berpisah dengan Sora.


"Udah sana berangkat kerja dulu."


Aaron menghela nafasnya.


"Aku pengen terus meluk kamu." Aaron menatap Sora dan menempelkan dahinya di kening Sora.


Sora menikmati setiap perlakuan lembut Aaron,dan membiarkannya memeluknya.


"Sayang kau udah terlambat,kita bisa lanjutkan pelukan ini setelah kamu pulang kerja,ok." Bujuk Sora.


Dengan berat hati Aaron melepas pelukannya dan perlahan berjalan keluar kamar untuk bekerja.


Sora segera bersiap diri karna dua jam lagi dia akan pergi.


Satu jam sudah berlalu,Sora sedang memoles liptiknya yang berwarna pink soft di depan kaca.


"Tok tok tok."


"Sora." Suara kak Thian memanggil di luar pintu.


"Masuk kak."


Thian membuka pintu kamar setelah di ijinkan oleh Sora.


"Kau udah siap?"


"Iya kak." Setelah menjawab Sora melihat jam di tangannya.


"Kita tunggu Sarah datang kak."


"Jam segini katanya dia akan ke sini."


"Kesini?"


"Apa dia ikut?"


Sora menghela nafasnya,dan menjawab pertanyaan Thian dengan malas.


"Iya."


"Napa sih dia harus ikut." Thian berkata dengan ketus.


"Dia memohon sih,minta di temenin belanja."


"Karna dia maksa,dan aku juga gak tega,ya udah deh sekalian."


"Hehehe aku ajak kak Thian sebenernya buat ngawasi dia." Ucap Sora sambil nyengir.


Di tengah pembicaraan mereka,pak Thomas datang dan memberitahu jika Sarah sudah datang.


Sora turun dari tangga sambil menelepon Jean.


"Jean sebentar lagi aku akan datang menjemputmu."


"Oke,aku udah selesai kok dengan urusanku,kau bisa datang menjemputku." Jelas Jean di seberang telpon.


"Kak Sora,apa kita akan pergi dengan teman kakak juga." Tanya Sarah sambil menggandeng lengan Sora.


"Iya,kita juga akan pergi bersama dengan kak Thian." Jelas Sora yang masih sibuk membalas pesan masuk pada ponselnya.


Thian sebenarnya malas jika ada Sarah,entah kenapa Thian tidak suka sejak awal perkenalan mereka.


Melihat tingkah Sarah aja terlihat seperti seorang drama quen.


Mereka masuk ke dalam mobil,yang di kemudikan oleh Thian,sedang Sarah memaksa Sora untuk duduk di belakang bersamanya.


Dari kediaman Rassam sampai ke rumah Jean,Sarah terus mengoceh membahas hal yang tidak penting,hingga Sora sering memijit dahinya.


"Kak kau kenapa?"


"Apa kau sakit?"


Sarah bertanya seakan akan peduli dengan Sora.


Sora hanya menggeleng dan mengangkat tangan kanannya,menandakan jika dia baik baik saja.


Thian menghentikan mobilnya tepat di depan Jean yang berdiri menunggu kedatangan mereka di depan rumahnya.


Sora meminta Sarah untuk membuka jendela mobil yang di sampingnya karna Sarah yang lebih dekat dengan Jean berdiri dan setelah jendela terbuka Sora berbicara ke arah Jean dengan memiringkan kepalanya agar terlihat oleh Jean.


"Jean masuklah."


Jean mengangguk dan berjalan memutari depan mobil,membuka pintu depan samping kemudi,lalu masuk ke dalamnya.


"Jean kenapa kau duduk di depan?" Tanya Sora.


"Apa kau gak kasian ama pak sopir ini,kau sudah ditemani oleh temanmu,apa salahnya aku duduk di depan menemani pak sopir."


Sora yang mendengarnya menahan tawanya.


"Jean,kenalin pak sopir ini kakak sepupuku,dia tinggal di negara M."


"Ooh Jadi kau kak Thian?"


"Kak Thian cowok??" Ucap Jean dengan kagetnya.


"Trus foto yang pernah kamu tunjukin, bukankah sepupumu seorang anak gadis." Tanya Jean yang kebingungan.


"Hahaha maaf kak,aku masih menyimpan foto itu,dan ku tunjukkan pada Jean."


Thian yang mendengar menjadi malu,diam dan tak bisa berkata kata,hanya bisa mengomel dalam hatinya.


"Dasar nih anak,jailnya gak ilang ilang."


Bukan hanya Aaron yang menjadi sasaran kejahilan Sora,namun Thian tak luput dari kejahilan Sora waktu kecil.


"Kak Thian ni Jean,teman Sora waktu SMA dan waktu kuliah." Terang Sora.


"Mm." Jawab Thian singkat tanpa menoleh pada Jean.


Mendengar cerita itu Jean tertawa pelan dan menutup nya dengan telapak tangan.


Sarah yang merasa di abaikan meraih tangan Sora,agar di perhatikan kembali.


"Oh hampir lupa,Jean kenalin ni Sarah,dia sepupu Aaron,dia juga tinggal di negara M."


Mereka bersalaman tanpa mengucapkan sepatah kata.


Tanpa terasa mobil sudah memasuki area parkir di dalam mall.


Setelah mobil terparkir dengan sempurna mereka turun bersama sama.


"Kak,apa kak Sora juga akan membeli sesuatu?" Tanya Sarah.


"Iya,aku akan menemanimu dulu membeli keperluanmu,setelah itu baru aku membeli keperluanku." Terang Sora.


"Oo baiklah." Jawab Sarah.


Dari pintu masuk hingga ke toko yang di tuju Sarah menempel pada Sora.


Walau berusaha berjalan bersama dengan Jean namun Sarah kembali mendekat pada Sora.


"Ni anak ngapain sih,lama lama jadi risih deh." Batin Sora.


Di dalam toko pakaian dalam Sora duduk bersama dengan kak Thian di sofa,menunggu Sarah dan Jean memilih milih pakaian dalam.


"Sora kakak keluar aja deh,kakak tungguin di sana." Ucap Thian sambil menunjuk cafe yang tak jauh dari toko tersebut,karna agak risih melihat orang orang yang lewat tersenyum padanya karna berada di toko pakaian dalam wanita.


"Udah,kak Thian gak usah kemana mana,di sini aja gak usah jauh jauh dari aku." Pinta Sora dengan berbicara pelan.


Sudah setengah jam mereka sibuk memilih pakaian dalam yang sesuai ukuran dan keinginan mereka.


Thian menyibukkan diri dengan bermain game di ponselnya.


Sedang Sora membuka mensos di ponselnya.


Akhirnya mereka terlihat di kasir membayar belanjaan mereka,Sarah terlihat senang dan berjalan ke arah Sora.


"Kak aku dah selesai."


"Sekarang gantian kak Sora yang belanja."


Sora mematikan ponselnya,dan berdiri.


Melihat kak Thian yang masih asik dengan game nya,Sora menarik paksa agar Thian segera berdiri.


"Kak Thian ayo berdiri." Pinta Sora.


"Iya bentar,aku matiin dulu ponselku."


Dengan tergesa gesa Thian mematikan ponselnya dan memasukkan ke dalam kantong celananya.


Mereka berjalan melewati bazar,membuat Jean tertarik untuk membeli baju yang di jual karna ada diskon.


"Sora jiwa miskuenku berontak,aku beli baju di situ dulu ya." Bujuk Jean.


"Iya sana."


Thian sedikit tertarik untuk melihat lihat.


Namun tidak untuk Sarah,dia tak tertarik sama sekali,melipat tangannya di dada dan memperlihatkan statusnya bahwa baju yang dia beli sangat mahal.


"Trililit trililit."


Ponsel Sora berbunyi.


"Vicall?"


"Aduh napa mesti vicall sih."


"Kalau Aaron liat ada Sarah,pasti dia marah deh." Batin Sora.


Buru buru Sora berjalan menjauh dari Sarah,agar saat menerima vicall,Aaron tak mengetahui adanya Sarah.


"Hai sayang."


"Tumben vicall."


Aaron tersenyum.


"Di mana Jean?"


"Dia lagi milih milih baju."


Di belakang Sora ada dua anak laki laki yang sedang bercanda dan berlarian ke sana kemari,mereka sedang bermain petak umpet,anak itu berumur sekitar enam tahun,dan satunya berumur delapan tahun,mereka adalah kakak beradik,salah satu anak laki laki itu bersembunyi di belakang patung manekin.


Patung manekin itu terlihat tinggi karna di taruh di atas panggung kotak yang hanya seukuran patung manekin itu berdiri.


Karena saudaranya menemukannya,anak itu tiba tiba berlari dan menyenggol patung manekin itu,hingga membuat patung itu jatuh ke arah Sora.


Aaron yang melihatnya terkejut dan berteriak.


"Sayang awas di belakangmu!!"


Bersamaan waktu itu,Sarah yang melihatnya juga berteriak dan berlari menyelamatkan Sora.


"Kak Sora awas!!"


Setelah Sarah berteriak secara reflek dia mendorong dengan kuat hingga membuat Sora jatuh ke samping dan ponsel yang di pegang Sora terlempar dengan keras.


Thian dan Jean kaget mendengar teriakan Sarah,dan berlari ke arah Sora.