Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
101. Zero


Negara A


Kota Oregon,


Di dalam basement gedung perusahaan M.


Fredy melangkah dengan pasti menuju mobil setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor.


"Tut tut."


Suara mobil terbuka saat Fredy menekan remote mobilnya.


Zain yang sedari tadi berada di dalam mobil langsung menyembunyikan dirinya di saat Fredy berjalan melewati samping mobilnya.


Setelah Fredy memasuki mobil dan keluar dari area parkir,Zain segera menyalakan mesin mobil,melajukan dengan pelan dan mengikutinya.


...


Di dalam mobil Fredy sesekali melirik kaca depan,tersadar ada seseorang yang mengikuti,dia segera melaju dengan kecepatan tinggi untuk memastikannya.


"Akan ku tangkap kau kali ini." Batin Fredy.


Dengan cekatan Fredy menekan tombol telepon pada stir mobilnya untuk menghubungi Leon.


"Leon seseorang mengikutiku."


"Aku akan menggiringnya ke villa,setelah itu kau urus orang itu setelah dia masuk ke dalam."


"Baik pak." Jawab Leon.


Smirk evil Fredy terlihat dan dengan lihai memutar stir mobil dan berbelok ke arah yang berlawanan dengan sangat cepat untuk mempermainkan mobil yang mengikutinya.


"Akan kupermainkan kau." Batin Fredy.


Zain melakukan hal yang sama dan mengejar Fredy dengan kecepatan penuh,tanpa memperdulikan dirinya jika di ketahui oleh Fredy.


Selang beberapa lama,setelah puas mempermainkan dan menghilang dari kejaran,Fredy perlahan melambatkan laju mobilnya dan kembali ke arah sebelumnya untuk memancing mobil itu agar kembali mengikutinya ke jalur yang mengarah ke villa.


...


"Shit!" Teriak Zain dengan memukul stir mobil karna kehilangan jejak Fredy.


"Dia mempermainkanku."


"Tak kusangka orang orang Markle sehebat itu." Ucap Zain dengan kemarahan.


Zain melajukan mobil dengan pelan dan menyusuri jalanan yang dia lewati sebelumnya.


"Itu dia."


"Kali ini aku tak akan kehilangan." Batin Zain.


Fredy tersenyum setelah melirik kaca samping mobil saat mengetahui dia di ikuti kembali.


Dengan kecepatan sedang Fredy melajukan mobilnya menuju jalanan yang jauh dari kota dan terlihat memasuki sebuah villa.


Dari kejauhan Zain menghentikan mobilnya,mengelilingi pandangannya untuk mencari celah masuk ke dalam villa.


Setelah mesin mobil di matikan,Zain keluar dari mobil dengan percaya diri.


Zain dengan lincah melompat ke atas seperti kera dengan menapak pohon yang paling dekat dengan tembok,dan mendarat dengan mulus lalu Zain melanjutkan aksinya untuk memasuki halaman villa dengan perlahan.


Melihat ada penjaga yang mendekat,Zain tanpa pikir panjang bergegas memanjat ke atas dan masuk ruangan yang tak terkunci.


...


"Pak orang itu sudah masuk,dia naik ke lantai dua." Info dari anak buah Leon saat mendekati Zain.


Leon bersama dua anak buahnya bergegas menuju tangga menuju lokasi Zain saat ini.


Leon memberi kode anak buahnya untuk menyebar ke dua sisi.


Ruangan yang gelap menjadi sedikit terang karna sinar bulan dan membuat Zain menyadari ada seseorang di belakangnya,Zain memutar tubuhnya dan melakukan serangan dengan meninju. Dengan sigap Leon menghindari dan memberi celah anak buahnya untuk menyerang Zain dari belakang dengan alat setrum.


Seketika Zain roboh dan tak sadarkan diri.


Tanpa mengetahui bahwa pria itu adalah kakaknya,Leon memerintah anak buahnya untuk membawa ke ruangan bawah tanah dan menelepon Fredy.


"Pak pria itu sudah kami tangkap,kami memasukkannya ke dalam ruang bawah tanah." Ucap Leon pada Fredy di seberang telpon setelah itu mematikannya.


Fredy bergegas ke ruang bawah tanah setelah mendapat kabar dari Leon,dengan melewati beberapa ruangan dan sampailah di pintu masuk ruang bawah tanah.


Fredy menuruni beberapa anak tangga untuk sampai di tempat Zain di kurung.


"Kalian menemukan petunjuk,siapa pria ini?"


Mereka mengangguk dengan jawabannya dan salah satu anak buah Fredy menarik baju Zain dan menunjukan tatto angka nol dan satu yang saling menempel.


"Guyur dia!" Perintah Fredy.


"Byurr."


Seember air dingin menyiram tubuh Zain yang membuatnya tersadar.


Dengan pandangan yang sedikit kabur,Zain berusaha berdiri dan melihat satu persatu orang yang ada di depannya.


"Bhukk."


Begitu Zain berdiri tegak Fredy melayangkan tinjunya di kepalanya.


"Kau tau apa akibatnya jika berurusan dengan kami,Zander?" Bisik Fredy.


"Hah,hahaha."


Zain tertawa karna kebodohannya.


"Aku bodoh telah menganggap enteng kalian."


"Bhukk."


Fredy memukul perut Zain dan dia meringkuk menahan kesakitan.


Fredy berjongkok menarik baju Zain lalu berbisik di dekat telinganya.


"Jika bukan karna tattomu,aku tak kan pernah tau siapa dirimu."


"Zero,sang pembunuh nomor satu di negara M."


Setelah berkata,Fredy kemudian mendorong Zain.


"Aku akan segera tau hubunganmu dengan orang orang itu."


"Kau akan kecewa mendengarnya,karna aku tak tau siapa mereka."


"Kau harus tau,saat ini aku bekerja sendiri." Terang Zain.


"Benarkah?" Ucap Fredy singkat.


Lalu Fredy mengambil ponselnya dan menelpon Leon.


"Leon,kemarilah."


"Kau harus menemui seseorang."


"Leon?" Batin Zain.


"Apakah Leon adalah Smith?" Ucap Zain yang terlihat senang.


"Kau akan tau saat melihatnya." Jawab Fredy.


****


Negara M


Di kota Maine.


Jack berjalan bersama beberapa orang ke arah ruang kerja untuk menemui Aaron.


"Kak,mereka adalah orang orang yang tuan Ramush kirim."


"Tuan Ramush sendiri meminta mereka untuk berada di samping kakak ipar dan dirimu."


Ucap Jacky.


"Baiklah,kau atur posisi mereka."


"Kau beritahu mereka agar tak terlalu menonjol."


"Aku ingin Sora merasa nyaman saat pesta berlangsung."


Terang Aaron.


"Iya kak,aku mengerti."


"Jack,kau sudah selidiki orang yang ingin mencelakai kita?"


"Sudah kak,mereka orang yang sama dengan orang yang kita lepaskan dulu."


"Apa kau yakin?"


"Aku yakin,aku ingat saat mereka berbicara,mereka menggunakan bahasa yang sama."


"Sudah kau selidiki bahasa apa yang mereka gunakan?"


"Itu bahasa negara V."


"Aku mendengar mereka bicara bahasa Tiếng Việt."


"Apa sudah kau selidiki seseorang yang berhubungan denganku dari negara V?"


"Aku sudah menyelidiki orang orang yang bekerja sama dengan grup M,mereka semua bersih."


"Kak orang orang itu berasal dari negara ini,mereka menggunakan bahasa itu dalam hal tertentu."


"Aku rasa bahasa itu mereka gunakan sebagai kode satu sama lain."


"Bagaimana dengan dua orang yang sudah kita lepaskan."


"Maaf kak,orangku kehilangan jejak saat mengikuti mereka."


"Mereka kehilangan jejak di saat orang itu datang ke negara ini."


"Kak apa mungkin mereka berhubungan dengan paman kakak?"


Aaron diam dan berpikir sejenak.


"Kau selidiki diam diam pamanku."


"Baik kak."


"Jack,kau atur keamanan dengan hati hati saat pesta berlangsung " Perintah Aaron.


"Baik."


Jacky pergi dan meninggalkan Aaron sendiri di ruang kerja.


"Dret dret dret."


Ponsel Aaron bergetar.


"Tuan muda kami menangkap Zain Ernest saat menyelinap ke villa." Ucap Fredy.


"Zain Ernest bagian perencanaan?"


"Benar tuan."


"Saya baru saja mengetahui jika dia adalah Zero,sang pembunuh nomor satu."


"Hah,ternyata dia bisa mengelabuiku."


"Apakah Leon sudah tau?"


"Belum tuan muda,melalui Leon aku akan membuatnya bicara siapa orang yang mencelakai tuan muda." Terang Fredy.


"Tak perlu,lepaskan saja dia,biarkan dia dan Leon saling bicara."


"Tapi tuan muda." Ucap Fredy yang tak mengerti jalan pikiran Aaron.


Aaron hanya diam.


"Baiklah,saya akan melepaskannya." Ucap Fredy dengan berat hati.


"Hah."


Aaron menghela nafasnya setelah menutup telponnya.


"Jean apa yang akan kau lakukan jika suatu hari kau tau bahwa pacarmu adalah seorang pembunuh bayaran nomor satu di negara M." Guman Aaron.