Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
75. Perkelahian


"Dasar bodoh."


Evil smirk Sarah setelah menutup telponnya.


"Klik bheg."


Suara pintu mobil yang terbuka dan di tutup oleh Vian setelah masuk ke dalam,Sarah berada di dalam mobil,menunggu Vian sedari tadi untuk pulang bersama.


...


Saat Sora di bungkam dia memberontak,berusaha untuk melepaskan diri,namun kekuatannya tak sebanding.


Lalu Sora menggigit tangan pria yang membungkamnya,dan mengambil kesempatan untuk memanggil Jean.


"Jean!!"


Namun pria satunya mengeluarkan sapu tangan yang sudah di beri anesthetic dan membius Sora.


...


Setelah mengijinkan Sora keluar,Jean berjalan ke arah Sofa untuk merapikan gaun pengantin Sora,Jean tak menyadari apa yang terjadi dengan Sora hingga dia mendengar teriakan Sora dan bergegas berlari keluar,saat membuka pintu dan melangkah keluar Jean melihat pengawal yang menjaga mereka sudah tergeletak di lantai,dan Sora sudah menghilang.


Jean berlari mengejar,sedikit kesulitan karna dia masih memakai gaun mermaid yang mengembang bagian roknya.


Jean kehilangan jejak,namun dia terus berlari di lorong.


Saat melewati pintu darurat dia menoleh karna pintu itu bergerak sendiri.


Jean berpikir cepat dan dia berlari memasuki pintu darurat itu.


Benar juga dugaan Jean,saat dia melihat ke bawah tangga,ada dua orang berpakain pegawai hotel menuruni tangga,salah satu dari mereka mengangkat Sora yang di letakkan di bahu.


"Sial ponselku tak terbawa." Maki Jean.


"Sekarang aku harus nyelamatin Sora dulu."


"Semoga Aaron secepatnya datang ke kamar." Harap Jean.


Jean melepas sepatunya dan meninggalkannya,lalu mengangkat roknya agar bisa mengejar mereka.


Saat mendekati pintu basement Jean mendengar seseorang berkelahi lalu mempercepat jalannya untuk segera membuka pintu itu.


Jean kaget melihat dua orang berkelahi, seorang pria memakai pakaian serba hitam dan menutup sebagian wajahnya dengan masker hitam sedang berkelahi melawan pegawai hotel.


Jean melihat Sora dan juga satu orang berpakain pegawai hotel itu tergeletak tak sadarkan diri.


Jean berlari untuk menyelamatkan Sora.


"Selagi mereka sibuk berkelahi aku harus segera bawa Sora dari sini." Batin Jean.


Namun saat Jean akan mengangkat Sora tiba tiba seseorang memukul lehernya dan membuat Jean tak sadarkan diri.


Ternyata pria berbaju hitam yang telah memukul Jean,dan dua pria yang membius Sora sudah di lumpuhkannya,melalui perkelahian tadi.


***


"Seven."


"Halo seven,bagaimana keadaan nyonya."


"Halo seven."


Pengawal Aaron yang lain berusaha menghubungi seven yaitu pengawal yang menjaga Sora.


Karna tak ada balasan dari seven,pengawal itu berlari mencari Fredy


dan melaporkan hal itu.


"Pak seven tak menjawab." Bisik pengawal itu pada Fredy.


"Apa?" Fredy terlihat marah.


"Kalian berdua periksa kamar nyonya,dan dua lainnya ke ruang kamera."


"Baik." Jawab mereka serentak


Fredy berlari mencari Aaron,namun tak dapat menemukannya.


"Di mana tuan muda...,bukankah tadi dia berbincang dengan tuan Steve." Batin Fredy.


"Pak,seven di lumpuhkan,nyonya dan nona Jean menghilang." Terang pengawal pada Fredy melalui headset yang mengecek kamar Sora.


Fredy menyusuri setiap orang yang masih berada di hall room tempat pesta berlangsung.


"Itu dia."


Lalu dia menghampiri Aaron dan berbisik.


"Tuan muda,nyonya menghilang."


"Apa?" Aaron menahan kemarahannya,karena ayah dan ibu Sora masih berada di situ.


Tanpa berbasa basi Aaron pamit untuk meninggalkan mereka.


Dan juga tanpa banyak bicara Aaron berjalan meninggalkan hall room, setelah sampai di lift Aaron memerintahkan Fredy untuk mengerahkan semua pengawal secara tenang dan diam agar keluarga Sora tak mengetahui perihal menghilangnya Sora.


Kabar menghilangnya Sora membuat sekitar Aaron bergidik karna aura membunuh yang terpancar dari wajah Aaron.


***


Di basement,sisi yang lain dalam waktu bersamaan.


"Zain!"


Panggil pak Davin saat mereka akan berpisah.


"Jangan lupa besok berangkat lebih pagi,hanya kita berdua yang datang ke sana." Teriak pak Davin yang berdiri dekat mobilnya sambil membuka pintu.


"Siap pak." Balas Zain dengan berteriak, yang juga berdiri di samping mobilnya.


Setelah itu pak Davin masuk ke mobil,menyalakannya dan melaju dengan pelan keluar dari basement.


Zain masih berdiri bersandar di samping mobilnya lalu mengeluarkan sebatang rokok dari dalam kotak yang di kantonginya, menyalakannya dan menghisap dengan perlahan.


Hanya dua hisapan Zain mematikan rokoknya lalu memfokuskan pendengarannya dengan wajah yang serius karena dia mendengar suara perkelahian yang samar samar.


"Jean."


Zain melihat Jean yang berusaha memapah seseorang.


Tanpa pikir panjang Zain bergegas menghampiri,namun pria berbaju hitam itu muncul dan memukul leher Jean hingga membuatnya tak sadarkan diri.


Pria berbaju hitam itu mengangkat Sora untuk di masukkan ke mobil.


"Kau!"


"Lepaskan wanita itu." Perintah Zain.


Pria berbaju hitam itu meletakkan Sora di kursi belakang mobil,dan berbalik untuk menghadapi Zain.


Tanpa aba aba pria berbaju hitam itu menyerang Zain.


Perkelahian tak terelakkan,mereka sama sama kuat,dan mempunyai killing skills yang sama.


Di saat mereka berkelahi dua pria yang membius Sora terbangun,mereka perlahan bangkit,setelah mereka menyadari keadaan di sekitar,salah satu dari mereka memberi kode untuk meninggalkan tempat itu dan melarikan diri.


Tak lama kemudian Jean tersadar,saat membuka matanya dia melihat Zain berkelahi dengan pria berbaju hitam itu.


Dia bangkit berdiri dan berjalan dengan terhuyung huyung sambil memegang lehernya yang tadi terkena pukulan.


Jean mendekat dan memfokuskan pandangannya,dia melihat pintu mobil yang terbuka dan di dalamnya tergeletak Sora yang belum sadarkan diri.


Perlahan lahan Jean mendekati mobil itu dan masuk ke dalamnya.


"Sora..." Panggil Jean dengan mengoyang goyangkan badan Sora.


"Sora bangun."


Akhirnya Sora terbangun dengan memegang kepalanya,karna efek obat bius tadi dia merasakan pusing.


Jean perlahan lahan membantu Sora untuk duduk,memintanya untuk segera keluar dari mobil itu.


***


Di ruang kamera...


"Tuan muda,nyonya terlihat di basement." Ucap Fredy setelah dia memantau kamera cctv.


"Perintahkan sebagian pengawal ke basement,dan sebagian di depan."


"Jack kau ikut denganku."


Jacky mengangguk.


"Leon kau tetap di sini untuk memberi kabar keberadaan istriku."


"Baik."


Aaron bergegas berlari menuju lift dan turun ke lantai area basement,di ikuti oleh Fredy,Jacky dan sebagian pengawal.


***


"Dhueng."


Suara seseorang jatuh terhantam kap mobil yang di dalamnya ada Jean dan Sora.


Pria berbaju hitam itu terpental setelah terkena tendangan dari Zain dan mendarat di kap mobil,melihat Sora yang keluar dari mobil dan akan melarikan diri,pria berbaju hitam itu turun lalu mengejar Sora,setelah tepat di belakang Sora,pria itu menarik Sora dengan tangan kirinya melingkarkan tangannya di dada adapun tangan satunya mengancam mencekik Sora.


Sora menahan dengan memegang tangan pria itu.


Melihat kejadian itu Zain menghentikan aksinya.


"Siapa lagi orang ini."


"Tadi yang ingin menculikku bukan orang ini." Batin Sora.


"Hei kau lepaskan wanita itu."


"Ku beritahu ya wanita yang kau sandera itu adalah cucu tuan Ramush Rassam,dan dia adalah istri dari tuan Aaron Markle.


Terang Jean."


"Jika kau menyakitinya kau tak akan hidup." Ancam Jean.


Namun ucapan Jean tak membuat pria berbaju hitam itu bergeming,dia menyeret Sora dan melangkah mundur secara perlahan.


Saat itu Aaron dan pengawalnya sampai di basement dan mengitari untuk mencari Sora.


"Aaron!!"


Teriak Sora Saat melihat Aaron berada tak jauh darinya.


Aaron menoleh dan bergegas berlari mendekati Sora.


Saat itu juga Sora menarik keatas tangan pria itu yang berada di lehernya lalu menggigitnya dengan keras hingga berdarah.


Reflek pria itu mendorong dengan keras hingga membuat tubuh Sora membentur body mobil yang ada di depannya.


Dorongannya yang kuat menyebabkan Sora tak sadarkan diri.


Dan pria berbaju hitam mengambil kesempatan untuk melarikan diri.


"Aaaah."


"Soraaa."


Teriakan Jean saat melihat Sora yang terpental jatuh terbentur body mobil.


Aaron datang terlambat,melihat pria yang menyakiti Sora kabur,dia meminta Leon untuk memberinya pistol dan menembak pria itu dari kejauhan.


"Dorr."


Pria itu tumbang setelah terkena tembakan di punggung menembus dadanya.


Jacky segera mendekati pria itu untuk memeriksanya,lalu memberitahukan kondisi pria itu pada Aaron.


"Kak pria itu sudah mati." Jelas Jacky.


"Kau tau yang harus kau lakukan." Ucap Aaron.