Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
74. Pesta pernikahan


Pesta pernikahan tinggal sehari.


Keluarga Rassam sibuk mempersiapkan segala sesuatu.


Dan Aaron masih sibuk dengan pekerjaannya.


Sora dan mamanya berada di Zama massage therapeuthic spa,untuk memanjakan tubuh mereka.


Karna Sora sedang hamil dia tak kuat terlalu lama tengkurap dia meminta kaki dan tangannya saja yang di pijit.


"Tuuut..tuuut."


Sora menelepon seseorang.


"Jean."


"Apa kau bisa tinggalkan pekerjaanmu dan datang ke sini?"


"Hah." Jean menghela nafasnya.


"Ra.. kau pasti tau kan aku ingin sekali datang ke sana memanjakan tubuhku."


"Apa kau tau sejak tadi suamimu marah marah karna pekerjaan yang belum selesai."


"Bahkan dia juga memarahiku."


Cerita Jean yang menggebu gebu menahan kemarahan.


"Sudah sudah gak usah marah,biar aku nanti yang menggantikanmu memarahi Aaron."


Sora menenangkan perasaan Jean.


"Emm kau memang yang terbaik."


"Aku cinta kamu."


Ucap Jean dengan manja.


"Ingat besok kau datang pagi ke rumahku."


"Iya." Jawab Jean.


***


Esoknya...


Di WorldMark Seaside hotel.


Sora duduk di depan kaca bersiap untuk di make up.


Jean yang setia mendampingi Sora bahagia melihat sahabatnya menikah.


"Oh God.. kau semakin cantik saja."


Ucap Albert setelah merias Sora dengan gaya kemayunya.


"Aku tak mengira ternyata kau adalah nona besar keluarga Rassam.


"Ckckck,hm jika tau dulu itu anda,aku akan berfoto denganmu untuk kenang kenangan."


"Aku tak menyangka jika Mike mencari gaun ini untuk anda."


Sora tersenyum manis,mendengar pujian Albert.


"Iiih aku tak sabar ingin melihat pengantin prianya,dia pria yang paling tampan yang pernah ku temui." Ucap Albert berekspresi menggoda saat membicarakan Aaron.


"Ok,done."


"Hm.. you are so Beutifull."


"Nona kita berfoto dulu."


Pinta Albert,setelah itu dia berjalan keluar meninggalkan Sora dan Jean.


Jean geli melihat Albert yang bergaya kemayu.


"Mm.. kamu cantik banget." Ucap Jean dengan manja.


"Kau juga cantik." Balas Sora.


Jean memakai gaun pengantin mermaid,berwarna putih keatas dan biru ke bawah.


Sedang Sora memakai gaun pengantin berwarna putih yang di penuhi berlian di dada dan di bawah gaun.


Dengan rambut yang di sanggul sedikit berantakan,di hiasi bunga putih berukuran kecil dan berlian yang berkilau menambah keanggunan dan keindahan Sora,di tambah lagi dengan buket bunga mawar putih,benar benar terlihat Lux sekali.


"Kau siap?" Tanya Jean.


Sora hanya mengangguk penuh semangat.


Dia berdiri dari duduknya dan keluar perlahan di gandeng oleh Jean.


Aaron yang berdiri di depan pintu merasakan debaran,menunggu Sora keluar dari kamar rias.


"Cekleek..."


Suara pintu terbuka.


Sora tersenyum melihat Aaron yang berekspresi tegang dan serius.


Sora menghampiri Aaron yang sudah mengangkat tangannya untuk menggandeng Sora.


"Kau tampan sekali." Puji Sora


"Harusnya aku yang memuji, "kau cantik sekali." Bisik Aaron.


Sora tersipu malu.


Mereka berjalan bersama menuju tempat berlangsungnya pesta,di kawal oleh enam pria berbaju hitam. Kemeja,dasi dan sepatupun berwarna hitam.


***


Di ruangan yang berbeda dengan waktu yang sama.


Para tamu undangan sudah memenuhi meja menunggu kedatangan Aaron dan Sora.


Dua fotografer dari tabloid ternama,dari negara M dan negara A sudah bersiap untuk mengabadikan pesta pernikahan Aaron dan Sora.


Charles dari tabloid XXX sudah berada di posisinya,di temani Alice.


Tentu saja hanya tabloid milik pamannya yang bisa meliputnya.


Aaron dan Sora berpikir pestanya hanya di hadiri beberapa kerabat dan orang terdekat,namun tidak dengan keluarga Sora.


Tamu yang di undang sekitar lima ratus orang,kerabat dan kolega.


Hanya orang orang penting yang menghadirinya.


"Alice kau tak apa apa?" Tanya Charles.


"Entahlah aku sedikit berdebar."


"Mungkin ini pesta termewah yang kuhadiri."


"Kau nikmati aja pesta ini."


"Eh mereka sudah datang,aku akan mendekati mereka."


"Baik,kau pasti mendapatkan foto yang terbaik." Alice memberi semangat.


Charles bangkit dari duduknya meninggalkan Alice.


....


"Iiih keren banget,aku gak nyangka bisa menghadiri pernikahan kelas atas." Ucap vivi.


"Iya aku juga gak percaya,kau bisa cubit aku." Pinta Bella


"Auw,aku beneran gak mimpi."


Mereka histeris dalam hati mereka.


Atasan yang selama ini mereka pikir orang biasa ternyata adalah seorang nona besar.


Semua departemen yang pernah bekerja bersama Sora hadir di pesta.


Dan juga semua keluarga kedua mempelai juga hadir.


...


Alice terkejut saat Aaron dan Sora melewatinya.


Dia meminum air putih yang di sediakan di meja untuk menenangkannya.


"Dia kan pria yang dulu pernah aku tipu."


Alice tersedak saat mengingat hal itu.


"Apa setelah dia tau,aku akan di habisi."


"Enggak enggak,sampai sekarangpun aku masih baik baik saja."


"Pasti dia melupakan hal itu."


Alice berpikir dan menenangkan dirinya sendiri.


Semua berdecak kagum dengan ketampanan dan kecantikan Aaron dan Sora.


Apalagi dengan status keluarga mereka membuat tamu yang hadir semakin menghormati lebih lagi.


Penjagaan yang super ketat tak memberi ruang untuk mencelakai dan menghancurkan pesta yang di adakan keluarga Rassam dan Keluarga Markle.


Acara pesta berlangsung meriah dan tak ada gangguan.


Sarah mulai menjalankan aksinya dengan mendekati kakaknya Vian,meminjam ponsel kakaknya dan berpura pura menelepon seseorang setelah itu menekan power off dan mengembalikan pada kakaknya,namun Vian tak menyadarinya.


Di penghujung acara para tamu mengucapkan selamat untuk mempelai.


Tiba juga Calista memberi ucapan pada Aaron dan Sora.


Saat berhadapan dengan Sora calista memeluk dan berbisik.


"Kau pikir sudah menang,akan ku hancurkan kebahagianmu."


"Selamat ya atas pernikahanmu."


Secepat itu Calista berbicara sedikit keras saat melepas pelukannya pada Sora,berpura pura bahagia di hadapan Aaron.


Sora berterima kasih dengan ucapan Calista,dengan wajah yang sedikit tak suka.


Pesta berjalan dengan lancar,tak ada kejadian yang membuat mereka khawatir.


"Sayang aku akan kembali ke kamar untuk melepas gaunku." Ucap Sora.


"Oke,kau tetap di sana tunggu sampai aku datang."


"Aku akan menyapa beberapa kolegaku sebentar."


"Jean tetap berada di samping Sora sampai aku datang." Pinta Aaron.


"Oke,kau tak perlu khawatir aku akan menjaga istrimu." Jawab Jean.


Satu pengawal mengikuti Sora dan Jean,pengawal itu menjaga di depan pintu kamar hotel.


Jean membantu melepaskan gaun pengantin Sora dan mengganti pakaiannya dengan dress.


"Dret dret dret."


Ponsel Sora bergetar.


"Kak Sora tolong aku." Terdengar suara Sarah yang bergetar karna ketakutan.


"Sarah kenapa ada apa?"


"Seseorang berusaha menculikku,untungnya aku bisa kabur."


"Aku sudah menelepon kak Vian tapi tak bisa tersambung,juga kak Aaron ponselnya sibuk."


"Tolongin aku kak..."


"Sarah kamu harus tenang."


"Sekarang kamu di mana?"


"Aku di basement kak,cepetan kak orang itu hampir mendekati Sarah."


"Oke oke ku akan mengirim seseorang ke sana."


Ucap Sora yang sangat khawatir,jarinya menyusup ke dalam rambutnya sedang tangannya yang satu di atas pinggang.


"Ada apa Ra?"


"Ada seseorang yang ingin menculik sarah,sekarang dia bersembunyi di basement."


"Apa kamu akan datang sendiri menyelamatkannya?" Tanya Jean.


"Enggak lah aku akan kirim seseorang untuk menyelamatkannya."


"Sora sebaiknya kau telpon Aaron." Pinta jean.


"Iya."


Sora menekan tombol dan menelepon Aaron,namun ponsel Aaron masih sibuk.


Sora mencoba menelepon Vian namun tak tersambung.


"Kau mau kemana?"


Cegah Jean menahan lengan Sora agar tak pergi.


"Aku akan menyuruh pengawal di depan untuk menyelamatkan Sarah."


"Baiklah." Ucap Jean


Namun saat pintu di buka Sora kaget,ada dua pria tak di kenal berpakaian pegawai hotel tiba tiba menariknya keluar,dan membungkam mulutnya.