Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
82. Makan malam yang berantakan


Pukul tujuh malam Aaron dan Fredy keluar dari kantor.


Sebuah mobil menunggu untuk di naiki oleh mereka.


Ketika dekat dengan mobil,Fredy berlari kecil dan membukakan pintu untuk Aaron,begitu mereka masuk ke dalam,mobil berjalan pelan keluar dari halaman gedung.


Jacky mengemudikan mobil dengan kencang ketika berada di jalan raya,suasana di dalam mobil begitu hening dan mereka tenggelam dalam pemikiran mereka sendiri.


Leon yang duduk di sebelah Jacky hanya tertuju pada jalanan yang ada di depan.


...


Mobil sudah memasuki halaman restoran.


"Tunggu sebentar." Leon memberi komando untuk Jacky agar tak menurunkan Aaron di depan pintu masuk.


"Sebaiknya anda turun di area parkir."


"Anda lihat dua orang yang sedang merokok itu." Ucap Leon sambil memberi kode pada matanya.


"Siapa mereka?" Tanya Aaron.


Leon memberitahu dengan wajah serius.


"Salah satu dari mereka dulu adalah anak buahku."


Aaron melonggarkan dasinya setelah mendengar perkataan Leon.


"Tuan muda sepertinya tuan Justo mengalami masalah di dalam." Ucap Fredy.


Setelah mobil berhenti di area parkir,Jacky dan Leon keluar terlebih dahulu,kemudian di susul oleh Fredy dan Aaron.


Mereka masuk lewat pintu belakang dan berjalan ke ruangan yang sudah di pesan tuan Justo.


Terlihat ada dua orang pria yang menjaga di depan pintu,Leon dan Jacky berjalan ke arah dua pria itu dan memulai perkelahian. Dengan singkat mereka melumpuhkan dua pria itu,lalu Jacky masuk terlebih dahulu ke dalam dan tiba tiba seseorang memukulnya,dengan reflek Jacky menggeser tubuhnya dan membalas dengan tendangan.


"Braakk."


Orang itu terpental membentur meja hingga kursi yang tertata dengan rapi menjadi berantakan.


Setelah itu Leon,Aaron dan Fredy masuk ke dalam.


"Kalian siapa." Tanya bos mereka.


Terlihat seseorang sedang mengunci pergelangan tangan tuan Justo dan menekan kepalanya di atas meja,sedang bos mereka duduk dengan menyilangkan kakinya sambil merokok.


"Hei pak tua,hebat sekali kau,makan malam denganku tanpa membawa pengawalmu satupun."


"Apa kau tak takut mati?" Teriak Aaron dengan tangan yang di silangkan di dadanya.


Tuan Justo hanya tersenyum dengan satu ujung bibirnya yang terangkat.


Jacky berjalan mendekati bos mereka dan dengan cepat menarik kerah bajunya lalu mengancamnya.


"Jika kau masih ingin hidup kau bisa tinggalkan tempat ini."


Hanya evil smirknya yang dia perlihatkan saat Jacky mengancamnya,dan memberi kode pada orangnya untuk melepaskan tuan Justo.


Namun orang itu hanya melepaskannya sesaat,dia mengambil kesempatan untuk menyambar pisau yang ada di meja dan mendarat di leher tuan Justo.


"Kau ingin orang tua itu hidup kan."


"Maka kau harus membiarkan kami keluar dari sini." Ucap bos mereka.


Lalu mereka berjalan pelan ke arah pintu dengan menyandera tuan Justo.


Aaron mengikuti pergerakan mereka sembari mengambil gelas saat melewati meja,dan menyembunyikan di belakang tubuhnya.


Jacky yang akan bergerak menyerang tertahan oleh tangan Aaron yang mencengkeram lengannya.


"Phakk."


"Bhukk."


Seorang wanita memukul salah satu dari mereka yang keluar terlebih dahulu.


Pria yang akan melukai tuan Justo dengan pisau masih berdiri di pintu,perhatiannya teralihkan ketika temannya tumbang,di saat itulah Aaron melempar gelas ke arah kepala orang itu.


"Dhuak."


Saat itulah Jacky beraksi mengambil pisau orang itu dan menghajarnya sampai tak sadarkan diri.


Leon dan Fredy berlari keluar membantu wanita itu menghajar dua preman yang keluar terlebih dahulu.


Aaron memapah tuan Justo ke kursi dan dengan lembut mendudukkannya,setelah itu Aaron duduk di sebelahnya.


Wanita itu masuk dan berlari menghampiri tuan Justo.


"Kek kau tak apa apakan?" Tanya seorang wanita cantik yang berpenampilan sedikit tomboi.


"Aku tak apa apa." Jawab tuan Justo.


Wanita itu adalah cucu dari tuan Justo.


"Rey,di mana pengawalmu?" Tanya Aaron.


"Kau tau kakek kan Ron,dia bersikeras tak ingin di kawal."


"Dasar orang tua keras kepala."


"Apa perlu aku sendiri yang menjagamu." Aaron memarahi orang tua itu.


"Hei bocah,kenapa kau tak bilang jika berurusan denganmu akan mengancam nyawaku."


"Pak tua maafkan aku untuk hal itu."


"Namun aku sudah menyelamatkanmu dan itupun untuk kesekian kali harusnya kau berterimakasih padaku kan." Aaron tak mau kalah dengan ucapan tuan Justo.


"Sudah sudah,kalian ini kenapa sih setiap ketemu tak pernah mau mengalah satu sama lain." Ucap Reyna menengahi.


Tuan Justo dan Aaron menutup mulut mereka tak melanjutkan pembicaraan lagi.


Aaron meminta Reyna untuk membawanya kembali ke hotel.


Namun saat Aaron berjalan keluar...


"Hei bocah kau yang harus mengantarku pulang." Teriak tuan Justo.


Namun Aaron mengabaikannya dan tetap melangkahkan kakinya.


"Ok,baik,jangan harap aku akan menjual saham itu padamu."


Begitu mendengar ucapan tuan Justo,Aaron menghentikan langkahnya.


"Sial,orang tua itu mengancamku." Batin Aaron,dia meremas tangannya dengan ekspresi yang jengkel.


Aaron memutar tubuhnya dan merubah ekspresi wajahnya dengan senyuman.


"Baik aku akan mengantarmu setelah itu aku akan pulang." Ucap Aaron.


"Fredy,aku akan mengantar pak tua itu,kau bantu Jacky dan Leon mengurus para preman itu."


"Baik tuan muda."


...


Aaron mengemudi kan mobil Reyna.


Selama perjalanan,berulang kali dia melirik jam yang ada di tangannya.


Aaron teringat ucapan Sora agar pulang pukul sembilan,dengan laju mobil yang sangat kencang,berharap Aaron bisa sampai di hotel lebih cepat.


"Ron,kau kenapa sih,apa ada yang kamu pikirin?" Tanya Reyna yang duduk di sebelahnya.


Aaron tak menjawabnya.


"Ooh kau pasti mikirin istrimu ya?" Tebak Reyna yang berpura pura ramah.


Aaron tetap tak menjawab pertanyaan Reyna,hal itu membuat emosi Reyna terpancing.


"Hei!"


Teriak Reyna dan mencoba memukul kepala Aaron,namun Aaron menangkap tangannya terlebih dahulu sebelum mendarat di kepalanya.


"Rey,kau ini seorang wanita apa pantas jika kau memukul seorang pria." Ucap Aaron.


"Wanita?"


"Apa kau menganggap aku wanita Ron?" Ucap Reyna ketus sambil menarik tangannya dari Aaron dan menyilangkan di dadanya.


"Hei kalian ini,bisa tidak tenang sedikit."


Ucap tuan Justo menengahi mereka.


"Ron sudah dua tahun kau tak bertemu dengan Reyna,apa begini sikap mu padanya."


"Ron,kau dulu pernah berjanji padaku akan menikahi Reyna,tapi apa yang kau lakukan,kau malah menikahi gadis lain."


"Pak tua...,aku berjanji seperti itu untuk menyelamatkanmu,apa kau tak mengerti." Aaron mencari alasan karna tak mau kalah dengan pak tua itu.


"Kek..,udah..,kakek udah tau kan jika aku yang minta tolong Aaron berjanji sama kakek,saat itukan kakek lagi sakit." Sela Reyna.


Tuan Justo bersungut sungut masih belum terima dengan alasan Reyna dan Aaron.


Saat ini bahkan dia masih berharap jika Aaron menikah dengan Reyna.


Bahkan saat pesta pernikahan Aaron,tuan Justo tak mau datang untuk memberikan restu dan tak memberitahu Reyna tentang pernikahan Aaron.


Reyna adalah satu satunya wanita yang dekat dengan Aaron semenjak pindah ke negara M.


Kedekatan mereka dikarenakan tuan Justo adalah teman dari nenek Aaron.


Aaron lebih menganggap Reyna sebagai seorang pria daripada seorang wanita,karena sejak kecil Reyna bersikap seperti seorang anak laki laki dan selalu mengajak Aaron berkelahi.


...


Sesampainya di hotel...


Aaron menghentikan mobilnya di depan pintu masuk hotel,dan dia turun membukakan pintu mobil untuk tuan Justo.


"Ron makasih ya." Ucap Reyna.


Aaron hanya mengangguk,setelah itu dia kembali ke dalam mobil dan meninggalkan hotel.


Reyna dan tuan Justo berjalan masuk ke arah lift.


Di dalam mobil..


Aaron melihat kembali jam tangannya.


"Sial,dasar pak tua itu kenapa memilih hotel yang sangat jauh sih."


Jam menunjukkan pukul delapan lebih empat puluh menit,dengan kecepatan seratus meter perjam Aaron melajukan mobilnya,mencoba agar cepat sampai di kediaman Rassam.