Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
58. Gaun pengantin


Karna hari pergelaran pesta pernikahan sebentar lagi,Aaron dan Sora melakukan fiting baju pengantin.


"Sayang aku perjalanan ke butik."


"Apa kau sudah keluar dari kantor?" Tanya Sora pada Aaron melalui telepon.


"Sebentar lagi aku akan sampai."


Saat bertelepon mereka berada di mobil yang berbeda,dari tempat yang berbeda menuju tempat yang sama yaitu di butik gaun pengantin.


Hari ini mereka akan melakukan fiting gaun pengantin.


Mereka berdua sekarang telah sampai di butik yang di tuju.


Tersirat kebahagian di wajah mereka.


Seorang pegawai butik menyambut kedatangan mereka.


"Silakan tuan,nyonya."


"Tuan mike sudah menantikan kedatangan anda."


"Hai Aaron... ha ha ha..."


"Kau masih tetap tampan."


"Ya Tuhan cantik sekali,ini istrimu ya?"


Mike yang terkesima melihat kecantikan Sora ingin sekali menyentuh wajah Sora.


Aaron yang melihatnya menghentikan tangan mike,memegang pergelangan mike dan meremasnya dengan kemarahan.


"Jauhkan tanganmu dari istriku,jangan pernah sekalipun untuk menyentuhnya."


"Hahaha tak ku sangka tuan Aaron,sangat mencintai istrinya." Ucap mike.


"Baiklah baiklah lupakan yang ku lakukan,kalian cobalah gaun dan jas nya."


"Aku sudah menyiapkan yang kau pesan."


Aaron dan Sora mengikuti Mike.


Mike menunjukkan gaun yang sudah di pesan oleh Aaron.


"Sayang inikan..." Ucap Sora yang merasa terharu.


"Kau gak nyangka kan."


"Aku minta ama mike untuk nyariin gaun yang dulu pernah kita pakai saat pertama kita ketemu." Ucap Aaron sambil tersenyum.


Sora memeluk erat Aaron,dalam pikirannya teringat awal pertemuannya dengan Aaron,merasa berterima kasih dengan Tuhan telah di pertemukan dengan Aaron.


"Kau cantik memakainya." Puji Aaron.


"Apapun yang ku pakai aku pasti cantik kan?" Ucap Sora yang membanggakan dirinya sendiri.


"Jika anak kita perempuan dia pasti secantik kamu deh." Ucap Aaron sambil memencet hidung Sora.


"Aku ingin anak laki laki,agar dia ntar setampan kamu."


"Hihihi kamu jatuh cinta ama aku karna ketampananku?"


"Tuhan pasti akan beri kita dua duanya,anak laki laki dan perempuan."


Sora melepaskan pelukannya.


"Amin."


"Sayang bukankah kamu yang jatuh cinta dengan kecantikanku?"


"Kalau gak,mana mungkin kamu mau aku ajakin nikah."


"Hihihi kamu pasti gak ingat,saat di bar dulu kamu bilang ke aku karna aku tampan dan kaya kamu ingin nikah ma aku."


"Apaan sih,saat itu kan aku gak nyadar."


Karna gemas Aaron memeluk sora.


"Kamu tau aku bersyukur kamu udah ngajakin nikah aku."


"Bisa ngerasain rasa yang belum pernah aku rasain sebelumnya."


Sora yang mendengarnya merasa bahagia,ternyata kesalahan yang dia buat tidak sia sia.


Pria yang di pilihnya pun sesuai kriteria kakek.


"Sayang,aku masih menyimpan foto saat pertama kita melakukan pemotretan dulu."


"Aku akan cetak foto itu,akan ku perbesar,foto itu jadi saksi pertemuan kita dulu."


"Mmm boleh aku akan ku tunggu hasilnya."


"Iiih.. kalian bagai dewa dan dewi,boleh aku peluk kalian?" Ucap Mike dengan lebay.


"Enggak boleh." Jawab Aaron dengan ketus.


"Ck ck kau ini,baiklah kita berfoto aja." Pinta mike.


"Aaron kau akan mengundangku kan di acara pernikahan kalian?"


"Tentu saja,kau tak usah khawatir."


Mereka mencoba tiga baju yang akan mereka pakai saat acara pernikahan.


Selesai melakukan fiting baju Aaron harus kembali ke kantor.


"Sayang aku akan kembali ke kantor,karna ada rapat."


"Baik,setelah ini aku akan berbelanja ke mall."


"Tunggu kamu gak boleh sendirian,aku akan tempatkan pengawal di sisimu."


"Udah ah,gak usah lebay deh,cukup pak Chow aja yang jagain aku."


"Kamu nurut ama aku."


"Aku gak mau kejadian di kota Portland terulang lagi."


"Huft." Sora mendengus.


"Iya iya,terserah kamu aja."


Aaron menghubungi seseorang melalui telepon.


"Leon datanglah ke sini."


"Akan ku kirim lokasinya."


"Kau akan mulai bertugas hari ini dan mengawal istriku."


"Baik tuan." Jawab Leon di seberang telepon.


Mereka menunggu kedatangan Leon,sudah hampir setengah jam Leon belum datang,karna jarak villa dengan kota lumayan jauh.


"Maaf tuan Aaron,anda sudah menunggu saya lama." Ucap Leon.


Aaron dan Sora berdiri dari duduknya.


"Sayang ini Leon,dia yang akan jadi pengawalmu."


"Baiklah,ayo kita berangkat sekarang." Ucap Sora


"Aku pergi dulu sayang." Pamit Sora sambil mencium bibir Aaron.


Mereka meninggalkan butik itu dan berpisah pergi dengan tujuan masing masing.


Di dalam mobil yang di naiki oleh Aaron.


"Tuan muda apa kita perlu menambah pengawal lagi untuk nyonya?"


"Jacky memberitahuku jika mereka sudah mulai mengawasi kita."


"Sepertinya mereka tidak tau siapa yang mereka hadapi."


"Tambah beberapa orang untuk mengikuti istriku."


"Baik tuan muda." Jawab Fredy


***


Sudah satu jam Sora berada di mall.


"Dari tadi ada beberapa orang yang mengikuti kami,apa itu orang dari tuan Aaron?"


"Jika itu dari KH,mereka tak akan bergerak secara teratur seperti itu."


Sora berada di toko perhiasan.


"Aah sudah lama aku tidak menikmati saat saat ini." Batin Sora.


"Nona ini perhiasan yang baru saja datang." Ucap karyawan di toko perhiasan itu dan menyusun kotak perhiasan secara berjejer di atas meja agar dapat di lihat oleh Sora.


Sora mencoba satu persatu cincin dan mengangkat jarinya ke atas.


"Leon kau sudah berapa lama ikut dengan pak Aaron?"


"Belum lama nyonya."


"Ini hari pertama saya bekerja."


Sora terdiam dan mengalihkan pandangannya pada Leon.


"Maaf nyonya apa ada masalah?" Tanya Leon.


"Tidak aku hanya memikirkan sesuatu." Ucap sora


"Nona tolong bungkus yang aku coba tadi."


"Semua nyonya?"


"Iya?"


"Baik nyonya kami akan membungkusnya."


Saat itu ada seorang wanita yang barusan datang dan di persilakan oleh karyawan toko untuk duduk dan jaraknya tak jauh dari Sora.


"Itukan..." Batin Leon.


"Pasti dia tak mengenaliku kan,aku sudah menghilangkan tatto di seluruh tubuhku,bahkan aku juga mewarnai rambutku menjadi putih,aksesoris yang dulu aku pakai juga sudah aku lepas."


Tak menunggu lama pegawai memberikan bingkisan yang di beli sora.


Sora beranjak pergi,langkahnya terhenti karna melihat Leon tak beranjak dari tempatnya berdiri.


"Leon!"


"Apa kau masih ingin berada di sini?"


Leon tersadar dari pikirannya.


"Maafkan saya nyonya." Leon bergegas mengikuti Sora keluar dari toko tersebut.


"Apa sih yang di pikirin ni orang?"


"Mencurigakan deh." Batin Sora.


Leon menyalakan mobil dan melaju dengan pelan.


"Nyonya kita akan kemana?"


"Pulang aja,aku udah capek."


"Maaf nyonya,rumah yang mana ya?"


"Oiya dia kan baru hari ini bekerja." Batin Sora.


"Ke kediaman Rassam." Jawab Sora.


"Apa kau tau tempatnya?"


"Iya nyonya."


"Tadi aku sempat melihat jika Leon memperhatikan wanita itu,apa dia mengenalnya ya." Batin Sora.