
Malam harinya tepatnya pukul 21.00.
Rafka dan Keyla belum kunjung tidur, yah memang begitu rencananya. Mereka akan melakukan malam pertama yang tertunda.
Tampak Rafka duduk di atas ranjang sembari membaca buku. Entah buku apa yang ia baca tapi terlihat sangat serius. Sedangkan Keyla berada di kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Keyla keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan kimono putih transparan. Hal itu menambahkan kesan seksi pada Keyla.
"Ehem." Keyla mencoba membuat suaminya menatap dirinya, tapi Rafka masih fokus pada buku nya.
Keyla pun tak habis akal, ia berjalan mendekati suaminya lalu duduk di depan Rafka.
"Sayang," bisik Keyla sembari menutup buku Rafka.
Laki-laki itu tampak terkekeh dan masih tak mau menatap istrinya.
"Jadikan?" tanya Keyla menggenggam tangan Rafka.
"Hm," Jawab Rafka malu-malu membuat Keyla ikut malu-malu meong juga.
"Tatap aku," bisik Keyla. Rafka pun mengangkat kepala dan menatap Keyla yang sudah siap dengan pakaian nya yang menggoda.
"Kau benar-benar menginginkan nya?" tanya Rafka memastikan.
Keyla tampak mengangguk lalu mengedipkan sebelah matanya. Sebenarnya ia cukup gugup karena berani menggoda suaminya. Tapi, ia tak mau terus merasa sedih karena suaminya tak kunjung menyentuhnya.
Lebih baik ia bersikap agresif sedikit karena suaminya bukan tipe laki-laki penggoda atau mudah tergoda.
"Aku ke kamar mandi dulu," ucap Rafka langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi. Keyla pun naik ke atas ranjang lalu duduk menyandarkan punggungnya. Tangannya sudah dingin karena gugup.
"Apa nanti akan sakit yah? Sesakit apasih? Apanya juga yang enak?"
Beragam pertanyaan muncul di benak Keyla. Ia sangat penasaran sekaligus takut.
Beberapa menit kemudian. Rafka keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk kecil yang melilit di pinggang.
Mata Keyla langsung melotot melihat tampilan suaminya yang bertelanjang dada.
"Seksi," gumam Keyla.
Rafka berjalan mendekat ke ranjang lalu naik ke atas ranjang. Ia menatap istrinya yang terlihat grogi, ia sendiri sebenarnya cukup grogi juga.
"Kita mulai," bisik Rafka sensual di telinga Keyla membuat wanita itu merinding. Kenapa jadi Keyla yang takut sekarang.
Keyla mengangguk, dengan pelan Rafka melakukan pemanasan seperti memberikan kecupan singkat lalu beralih ke durasi lama.
Lalu terjadilah yang seharusnya terjadi. Malam terlewatkan dengan suasana yang hangat, menuntaskan rasa penasaran dan juga benih-benih cinta yang belum terungkap kan.
*******
Keesokan paginya.
Keyla menatap malu dirinya di depan cermin. Melihat tanda kemerahan yang memenuhi area dada dan lehernya.
Mengingat kejadian semalam membuat Keyla menggigit bibir bawahnya. Sangat membekas di jiwa. Suaminya yang polos dan kaku bersikap seperti seorang pria yang tangguh dalam hal permainan panas itu.
Keyla berjalan tertatih-tatih menuju dapur. Rafka belum pulang dari masjid, ia akan memasak sarapan. Walau bagian ************ nya masih perih, namun Keyla tetap ingin memasak dan melayani suaminya dengan baik.
Ceklek.
"Assalamualaikum," ucap Rafka memberikan salam lalu masuk ke dalam.
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, sayang." Keyla tersenyum ke arah suaminya yang tampak membawa satu kantong plastik.
"Ingin melakukan apa?" tanya Rafka memeluk Keyla dari belakang.
"Masak sarapan," jawab Keyla masih tersenyum.
"Tak perlu memasak, sayang. Aku membelikan sarapan di perjalanan pulang tadi," ucap Rafka memberikan kantong plastik itu pada Keyla.
"Ngoghey," sahut Keyla memberikan dua jempol membuat Rafka tertawa kecil.
"Masih sakit?" tanya Rafka mengelus kepala Keyla.
"Sedikit," jawab Keyla malu-malu. "Sudah sana pergi ganti baju lalu sarapan," lanjutnya semakin salah tingkah karena Rafka terus menatapnya.
"Hehehehe, ada yang malu-malu meong." Rafka mengecup pucuk kepala Keyla lalu masuk ke dalam kamar untuk mengganti bajunya. Ia akan pergi bekerja hari ini. Semakin lama menunda maka semakin lama pula ia bisa pulang ke negaranya.
Ia ingin cepat-cepat pulang dan tinggal di rumah sendiri bersama Keyla nantinya.
******
Selesai sarapan. Rafka sudah ada di depan pintu. Ia akan segera pergi bekerja, hanya menunggu istrinya sebentar yang sedang ke kamar mandi.
"Hati-hati di jalan yah," ucap Keyla datang lalu memeluk suaminya.
"Iya, sayang. Kau juga di sini jangan banyak gerak atau melakukan aktivitas berat. Cukup tidur, membaca, main ponsel atau makan. Kalau mau makan cemilan nanti hubungi saja Vano yah," ucap Rafka mengecup pipi Keyla kanan dan kiri.
"Iya, suamiku. Jangan senyum-senyum dengan wanita lain, aku tidak ridho." Keyla memanyunkan bibirnya membuat Rafka menjadi gemas.
"Iya, sayang."
"Yasudah, aku pergi yah. Sampai jumpa nanti sore," lanjut Rafka melambaikan tangannya.
"Iya, hati-hati sayang ku."
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh," jawab Keyla.
Ada apa dengan dunia Maya sekarang, Keyla tak tau.
****
16.30
Rafka kini sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke apartemen. Sebelum pulang Rafka menyempatkan diri untuk membeli keperluan dapur.
Tampak Rafka fokus dengan jalanan yang ramai.
Drrrrttt
Drrrrttt
Ponsel Rafka bergetar, laki-laki itu langsung mengangkat panggilan dari Vano.
"Assalamualaikum, tuan."
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, ada apa?" tanya Rafka.
"Seseorang mengikuti anda dari belakang," ucap Vano. Rafka melirik ke arah spion dan benar saja ada sebuah mobil berwarna putih yang mengekori nya.
"Siapa itu?" tanya Rafka penasaran.
"Mantan kekasih nona muda, tuan." Rafka tampak mengangguk mengerti, sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi.
"Tetap awasi saja, sepertinya dia ingin berbuat sesuatu."
Panggilan pun berakhir, Rafka terus melajukan mobilnya menuju apartemen tanpa memperdulikan mobil yang mengikutinya.
Sesampainya di parkiran, Rafka turun dari mobil. Terlihat seseorang turun dari mobil putih itu juga.
Rafka tak merespon keberadaan pria itu yang tak lain adalah Alan. Ia membuka bagasi lalu mengeluarkan kantong belanjaannya.
"Kau apakan Keyla?" tanya Alan mendekat dengan aura tak bersahabat.
"Aku nikahi," jawab Rafka santai sembari masih mengeluarkan belanjaannya yang banyak.
"Kau tak bisa memiliki Keyla. Dia adalah kekasih ku, lepaskan dia dan jangan mempengaruhi nya!" tegas Alan.
"Dia kekasih mu?" tanya Rafka pura-pura terkejut.
"He, Kau belum tau yah. Apa Keyla tak memberitahu mu?" ejek Alan.
"Ck, ck, ternyata ini kekasih Keyla yah, tapi sayang kau hanya kekasih saja sedangkan aku adalah suaminya," sahut Rafka tersenyum manis semanis madu.
Jika di minta sopan dan ramah, Rafka akan melakukan itu dengan baik. Namun, jika bermain kasar ia juga akan menyanggupi nya.
Tapi bukan Rafka namanya kalau tidak meladeni orang dengan ramah serta senyuman sejuta Watt nya.
"Cih, kau memaksanya menikah dengan mu lalu merubah karakter Keyla. Aku tak akan membiarkan mu terus mempengaruhi Keyla. Aku akan merebut Keyla apapun itu caranya, walau harus menghilangkan nyawa mu!" tekan Alan lalu membalikkan badannya ingin berjalan menuju mobilnya kembali.
"Tunggu," cegah Rafka.
Alan membalikkan tubuhnya lalu tersenyum sinis.
"Kenapa? Apa kau takut?" ejek Alan.
Rafka membuka kantong belanjaan nya lalu mengeluarkan satu buah pisang. Rafka melempar buah pisang itu pada Alan dan di tangkap oleh Alan.
"Makanlah itu agar kau kuat melawan ku," ucap Rafka tersenyum manis lalu mengambil belanjaan nya dan masuk ke dalam apartemen.
Alan melempar buah pisang yang ada di tangannya lalu meludah dengan suara kasar.
"Lihat saja nanti, kau akan ku buat menyesal dan Keyla akan kembali seperti dulu! Jika aku tak bisa membunuh mu maka aku bisa membunuh Keyla saja. Jika aku tak bisa memiliki Keyla maka kau juga tak boleh memiliki nya," ucapnya sembari tersenyum licik.
_
_
_
_
_
_
_
Note:
Jangan protes karena author skip adegan di atas.
Mohon di maklumi author baru masuk 19 tahun. Jangan paksa author untuk mengetahui hal belum layak author ketahui.😥
Jika author menulis adegan itu dengan detail, maka akan menjadi Dosa jariyah bagi author nanti sampai author meninggal.
Mohon di maklumi yah. Bagi yang sudah menikah pasti tau adegan apa yang akan terjadi, bagi yang belum menikah kayak author dan masih di bawah umur gak usah di pikirkan hal-hal yang seperti itu.
Memikirkan hal-hal yang tidak semestinya akan merusak pola pikir kita. Karena nanti jika sudah menguasai pikiran maka semua objek yang di lihat akan menghasilkan persepsi hal yang tidak wajar.
Terimakasih atas support nya. Jangan bosan-bosan baca novel author walau tidak hot dan vulgar seperti novel yang lain😘
typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc.