Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
50. Kangen kamu


Pagi harinya di negara M...


Aaron telah sampai di kediaman Markle.


Saat ini sedang duduk bersama neneknya di meja makan menikmati sarapan yang di masak oleh neneknya.


Setelah menghabiskan sarapannya Aaron bersama dengan nenek menuju teras samping rumah dan mengobrol.


"Nek beberapa hari ke depan Aaron akan bawa istri Aaron kemari nek."


"Dan juga Aaron ingin sampaikan ke nenek keluarga Sora ingin bertemu dengan nenek."


"Sora?"


"Bukankah nama istrimu Rara Gwen?"


Ucap nenek dan setelah itu mengambil cangkir yang berisi teh yang ada di atas meja dan meniup niupnya untuk di minum.


Aaron terdiam dan berfikir menyusun kata kata untuk di sampaikan kepada neneknya.


"Nek sebenarnya istri Aaron namanya Sora Rassam."


"Rassam?" Guman nenek,lalu nenek menghentikan minumnya dan meletakkan cangkir itu ke atas cawan.


"Apa istrimu cucu dari Ramush Rassam?"


"Eemm iya nek."


"Apa nenek mengenalnya."


"Aaron."


"Bisakah kau menceraikan istrimu dan cari wanita lain."


"Nek."


"Kenapa nenek berkata seperti itu?"


"Aaron hanya cinta sama Sora nek,Sora sekarang sedang hamil anakku."


"Hamil?" Nenek hanya bisa menghela nafas.


Nenek diam memandang Aaron,merasa jika Tuhan sedang memainkan takdir dalam keluarganya.


"Apa kau benar benar mencintainya Aaron?"


"Iya nek,dia satu satunya wanita yang bisa membuatku bagaimana itu rasanya mencintai."


"Nek apa ini berhubungan dengan penculikanku dulu?"


"Apa kau sudah mengingat sesuatu?" Tanya nenek.


"Tidak nek." Ucap Aaron sambil menundukkan kepalanya.


"Apa keluarga Rassam ada kaitannya dengan kejadian itu nek?"


Nenek tidak bisa menjawab pertanyaan Aaron.


"Baiklah Aaron,Nenek akan menemui keluarganya."


"Kau beritahu keluarga istrimu minggu depan nenek akan datang ke rumahnya."


"Trimakasih nek." Aaron merasa senang dan memeluk neneknya


"Siang ini Aaron akan kembali ke Oregon nek,maaf Aaron tidak bisa berlama lama di sini."


"Baiklah."


"Bagaimana dengan cabang perusahaan di sana?"


"Tidak ada masalah nek."


"Nenek dengar kau memberikan saham lima persen pada vian?"


"Kau sudah baikan dengannya?"


"Iya nek,itu hanya ucapan trimakasih aja."


"Aaron ingin lupain masalah yang dulu nek,melihat kesungguhan vian Aaron sudah maafin."


"Nenek sekarang bisa tenang."


Nenek tersenyum dan menggenggam erat tangan Aaron.


***


Di kediaman Rassam...


Saat ini keluarga Rassam sedang sarapan bersama.


Di meja makan Sora hanya memandang makanan yang ada di depannya dan sesekali melirik ponselnya.


"Pagi ini dia kok sama sekali gak telpon aku sih." Batin Sora.


Tanpa dia sadari dia hanya menusuk nusuk makanannya dengan garpu.


Semua yang ada di meja makan hanya saling memandang.


"Sayang kau kenapa?"


"Kau sedang marah?"


"Apa Aaron yang buat kamu marah?" Tanya mama.


"Enggak ma,Sora lagi gak semangat."


"Oo.. kapan Aaron pulang?" Tanya mama.


"Katanya sih besok pagi."


"Kamu marah karna Aaron pergi ya?" Goda mama.


"Huft keliatan ya ma."


Semua tersenyum melihat kelakuan Sora.


"Kamu ini, suamimu pergi juga ada urusan dengan pekerjaannya."


"Kamu juga harus belajar jika dia pergi lebih lama dari ini." Ucap kakek.


"Iya kek."


"Sudah sayang habisin makananmu,kasian anakmu,pasti dia kelaparan."


"Iya ma."


***


"Tuan muda kita ke kantor atau ke kediaman Rassam?"


"Aku ingin bertemu dengan istriku."


"Baik tuan muda."


Fredy melajukan mobilnya menuju ke kediaman Rassam dengan kecepatan penuh.


Hanya dua puluh menit untuk fredy sampai di kediaman Rassam.


Ada rasa tidak sabar terlihat di wajah Aaron.


Aaron turun dari mobil langsung menuju kamar tidur.


"Di mana dia?" Batin Aaron.


Aaron pun keluar lagi mencari Sora,namun tak menemukan Sora.


"Huft,aku gak nyangka kalo kediaman Rassam seluas ini,bahkan aku mencari istriku aja gak ketemu dari tadi." Batin Aaron.


"Ada apa tuan muda,apa anda mencari nona?" Tanya bi kana.


"Eh iya bi,Sora di mana ya dari tadi aku udah nyari kemana mana gak ketemu."


"Nona sekarang di rumah kaca tuan bersama dengan nyonya."


"Oo ya dah bi,aku akan tunggu dia di kamar aja."


"Bi jangan bilang kalo aku udah pulang ya."


"Iya tuan."


Aaron kembali ke kamar, dia masuk ke kamar mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya,selesai mandi dia keluar dan masuk ke ruangan lemari memakai baju santai.


"Dari tadi sampai aku selesai mandi kok dia gak datang ke kamar ya."


Aaron duduk dengan meluruskan kakinya di atas sofa dan mengambil beberapa dokumen lalu membacanya,sudah tiga jam berlalu dia menunggu Sora sambil mengerjakan pekerjaannya tapi tak kunjung datang ke kamar.


Di saat lama Aaron menunggu Sora,ponselnya berbunyi.


"Trililit trililit."


"Tuan muda ada pergerakan dari kalajengking hitam,pria itu ada di tangan mereka sekarang." Terang fredy.


"Keluarganya sudah kau amankan?"


"Iya tuan muda."


"Kau selamatkan dia,jadikan dia orang kita."


"Baik tuan muda."


***


Sora selesai merangkai bunga di rumah kaca bersama dengan mamanya.


"Pak Jhon bunga bunga yang sudah di rangkai tolong bawa ke rumah utama ya ajak bi kana untuk mengambilnya." Perintah olivia.


"Baik nyonya."


"Bi yang mawar putih bawa ke kamarku ya." Ucap Sora.


"Iya non,non tadi di cari tuan...." Bi Kana menghentikan bicaranya.


"Aduh lupa,tadi kan gak boleh di sampaiin ama non Sora." Batin bi Kana.


"Di cari siapa bi?"


"Enggak non,bibi lupa."


Ada rasa penasaran dalam benak Sora.


"Bi tolong dong cepetan mawarnya di ambil,satu taruh kamar mandi sama d taruh meja kamar ya bi."


"Iya non."


Bi kana dan Jhon bergegas menuju rumah kaca untuk mengambil mawar putih yang sudah di rangkai oleh Sora dan mamanya.


Sora berjalan ke arah kamarnya.


Setelah masuk ke kamar,Sora duduk di sofa lalu menatap ponselnya.


"Apa apaan sih kok seharian gak telpon sama sekali."


"Harusnya kan dia tanya,udah makan belom,lagi ngapain."


"Udah tau istrinya hamil,gak ngasih kabar sama sekali."


"Awas ya ntar kalau udah pulang."


Omel Sora.


"Cekleeek.."


"Nona muda ini mawarnya."


"Loh mana bi kana?"


"Tadi di panggil nyonya muda."


"Oo.., taruh sini aja paman Jhon."


"Iya nona."


Setelah Jhon meletakkan mawar itu dia meninggalkan kamar Sora.


Sora berdiri mengambil mawar itu dan menaruhnya di meja dekat jendela.


Aaron yang berada di ruangan baju mengintip keluar,dengan pelan membuka pintu dan mengendap endap berjalan mendekati Sora lalu memeluknya dari belakang.


Sora terkaget saat Aaron memeluknya,jantungnya berdebar dengan kencang.


"Sayang aku kangen kamu." Bisik Aaron di telinga Sora.


Sora memutar tubuhnya memastikan apa yang dia dengar dan dia rasakan.


"Kamu sudah pulang?" Ucap Sora dengan pelan.


Sora terlihat senang dengan kepulangan Aaron,tangannya menyentuh wajah Aaron,dan Aaron memeluknya dengan erat.