
Musik mengalun merdu mengiringi mereka berdansa.
Aaron dan Sora terlihat bahagia.
"Sayang aku gak tau gimana cara mu bicara sama kakek."
"Kamu tau aku seneng banget liat kamu." Ucap Sora.
"Sudah ku bilang kan,aku akan buat kakek merestui pernikahan kita."
"Lagian keluargamu kan gak bisa nikahin kamu ama orang lain."
"Karna sekarang kamu sedang hamil anakku."
Ucap Aaron sambil mencium pipi Sora.
"Apaan sih,malu kan di liatin banyak orang."
"Kamu malu ma orang orang?"
"Ya udah aku pulang aja,karna kamu kan malu." Ucap Aaron melepaskan tangannya dari Sora dan akan beranjak pergi.
"Ee..ee kok gitu..." Sora menarik tangan Aaron dan mengembalikan posisi di mana tadi Aaron memeluk pinggangnya.
Aaron melotot di depan wajah Sora.
"Kamu tuh kayak wanita aja deh,gitu aja marah."
"Barusan kamu bilang apa?" Aaron menekan suaranya,agar tidak terdengar para tamu yang hadir.
"Iya iya aku salah."
"Suamiku maafkan aku,aku gak malu kok."
Aaron tersenyum dengan perkataan sora.
Kejadian tadi dia sengaja menggoda Sora.
"Sayang inikan acara kita,trus gimana ama keluarga Torres?"
Aaron mengernyit.
"Kamu mikirin keluarga Torres?"
"Kamu tau kan semua orang mengira kalau aku akan menikah dengan putra keluarga Torres."
"Hmm."
"Kamu gak tau kalau kakek udah bicara sama mereka."
Sora menggelengkan kepalanya.
"Setelah aku denger keluarga Torres melamarmu,aku menemui mereka, aku bilang kalau kamu tuh wanitaku." Ucap Aaron dengan bangga.
Satu putaran lagu selesai.
Para tamu juga Aaron menghentikan dansa mereka.
Aaron dan Sora berjalan menuju meja yang ada kakek dan orang tuanya,dan mereka duduk semeja.
"Kakek,ayah ibu,saya ingin membawa Sora ke rumah saya." Aaron memulai percakapan.
"Kenapa secepat itu?" Tanya olivia Rassam.
"Nak Aaron,Sora satu satunya anak kami,kami ingin menghabiskan beberapa hari bersamanya." Ucap Steve Rassam.
"Maafkan saya,selama beberapa hari saya sudah merindukan istri saya." Ucap Aaron.
"Sudah sudah kalian anggap apa Sora?"
"Aaron selama beberapa hari kau harus tinggal di kediaman Rassam."
"Aku tidak ingin dengar alasanmu."
"Setelah ini pertemukan kami dengan nenekmu." Ucap kakek.
"Baik Trimakasih kek." Ucap Aaron.
"Kalian lanjutkan saja pesta ini,tubuh kakek sudah tidak kuat berlama lama dalam acara pesta seperti ini."
Setelah berkata kakek berdiri dan meninggalkan mereka.
"Sayang aku juga udah capek,pulang aja yuk."
Aaron mengiyakan ajakan Sora.
"Pa ma,Sora ama Aaron pulang dulu ya."
"Iya, kalian hati hati ya." Ucap olivia.
***
"Sora kemana ya,kok udah gak keliatan?"
"Keluarganya juga udah gak ada."
Jean berkeliling ruangan mencari keberadaan Sora.
"Yaah aku di lupain deh."
"Terpaksa pulang naik taksi."
Nasib Jean tak jauh beda dengan fredy,mereka di lupakan bahkan di tinggal sendirian di pesta itu.
Fredy segera kembali ke rumah ketika sadar Aaron sudah meninggalkan pesta itu.
sedangkan Jean masih ingin menikmati pesta itu,mencicipi makanan minuman yang di sediakan oleh tuan rumah.
***
"Sayang perasaan ada yang aku lupain deh."
"Apa ya?"
Sora berpikir keras sesuatu yang dia lupakan.
"Astaga..."
"Aku lupain Jean."
"Udah gak usah khawatir biar temenku yang nganter Jean pulang." Ucap Aaron.
***
"Trililit trililit."
Ponsel Sean berbunyi.
"Hei Ron ada apa?"
"Setelah pengumuman itu kau cepat sekali menghilang."
"Sorry Sean tadi aku gak sempat nyamperin kamu."
"Aku mau minta tolong nih."
"Oke ngomong aja kamu mau minta tolong apa?"
"Aku gak tau yang mana orangnya."
"Aku akan kirimkan fotonya."
"Oke." jawab Sean.
Aaron mematikan ponselnya dan mengirim foto Jean lewat ponsel Sora.
***
Di kediaman Rassam...
Aaron dan Sora telah sampai di rumah dan langsung berjalan menuju kamar Sora.
Di dalam kamar Sora.
Setelah masuk ke dalam kamar Sora,Aaron berkeliling memandang setiap potret Sora,dari saat dia masih kecil sampai dewasa.
"Udah gak usah di liatin trus." Ucap Sora.
"Kenapa gak boleh?"
"Aku mau nyari ada gak foto diriku di dalam fotomu?"
Ada kebingungan di raut wajah Sora.
"Emang kita pernah ketemu?"
Aaron menjitak dahi Sora.
"Auw sakit."
"Kau ini napa sih suka banget jitak aku?"
"Apa kau gak pernah inget saat kecil kamu pernah maksa orang."
"Trus napa? Kan mereka sendiri mau di paksa ama aku."
Sora mengakui waktu kecil dia memang sedikit dominan terhadap teman temannya.
"Eh jangan jangan dulu aku pernah ngerjain kamu ya?"
"Udah inget sekarang." Ucap Aaron.
Sora menatap Aaron tanpa berkedip mengingat saat dia masih kecil dulu,membuka memori siapa saja yang kena imbas dari kenakalannya dulu.
"Kamu...gadis kecil itu ya?"
"Aku gak akan lupa sorot mata kamu saat itu."
"Dan juga gara gara kamu aku di hukum sama kakek,padahal kakek gak pernah ngapa ngapain aku kalo aku ngelakuin kenakalan."
"Gadis apaan?"
"Kamu main keroyokan menyeret aku ke kamarmu dan mendandani aku seperti seorang gadis."
"Abis itu kamu bahkan maksa aku pake baju perempuan juga."
"Gara gara kamu tau,aku trauma yang namanya wanita."
"Ha ha ha."
"Aku gak tau kalo kamu tuh seorang anak laki laki."
"Abis kamu cantik banget,juga saat itu rambut mu panjang."
"Sayang...,aku punya fotomu saat kamu aku dandani jadi gadis kecil yang cantik lho.., hi hi hi."
Sora membuka lacinya dan mengambil satu album yang berisi foto foto saat dia masih kecil.
"Ketemu."
Sora memperlihatkan foto itu pada Aaron.
"Nih."
"Kamu beneran punya fotoku?"
"Kasih ke aku gak?" Perintah Aaron."
"Kenapa juga kamu nyimpen foto memalukan itu sih."
"Enggak,ini kan punyaku." Sora berlari menjauhi Aaron.
"Awas ya kalau ketangkap aku habisi kau malam ini."
"Week..." Sora mengulurkan lidahnya
Mereka berlarian kejar kejaran seperti anak kecil yang berebut mainan.
"Dapat." Teriak Aaron.
"Bruk."
Mereka terjatuh bersamaan di atas tempat tidur.
"Aduh,sayang perutku..."
"Sora kenapa perutmu?"
"Maafkan aku,aku lupa kalau kamu sedang hamil."
Sora duduk di bantu oleh Aaron.
Sora mengatur pernafasannya,agar perutnya tidak terasa kencang lagi.
Sora melirik Aaron dengan tajam.
"Kamu tidur di luar aja."
"Aku gak mau liat kamu." Ucap Sora dengan sedikit emosi.
"Loh loh kok gitu sih?"
"Sayang aku pengen tidur sama kamu." Ucap Aaron.
"Enggak!"
Aaron lalu memeluk sora dengan paksa dan menyuruh dia tidur.
"Lepasin gak." Perintah Sora.
"Enggak,sampai kapanpun aku gak mau tidur di luar."
"Kamu istriku,harus bersamaku setiap malam."
"Apaan sih."
"Haah dasar..."
"Terserah kamu aja deh." Guman Sora.
Akhirnya merekapun tertidur, Aaron tak melepaskan pelukannya sampai pagi.
Mereka bahkan belum melepas pakaian masing masing masih memakai baju yang mereka pakai saat pesta.