Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
44. Undangan


Esok harinya di kantor Aaron.


"Tuan muda,keluarga Rassam memberi anda sebuah undangan."


Aaron yang masih memeriksa dokumen langsung berhenti begitu mendengar perkataan fredy.


"Undangan?"


Aaron langsung menyobek plastik yang membungkus undangan itu.


"Apa apaan ini bukankah hanya makan malam kenapa jadi acara pesta."


"Maafkan saya tuan,info yang saya dapat, pesta itu di gelar untuk perayaan pemberitahuan tentang pernikahan nona Sora."


"Kenapa Sora tidak memberitahuku saat ditelepon tadi malam."


"Apa karna itu dia menangis."


Batin Aaron.


"S**l!" Ucap Aaron dengan menggebrak meja kerjanya.


"Apa sih maunya kakek Sora,dia pasti tau jika aku dan Sora sudah nikah."


"Kenapa tetap memaksakan hal seperti itu." Teriak Aaron.


"Fredy pesankan tiket pesawat ke negara M malam ini,aku harus mengambil sesuatu di rumah."


"Baik tuan muda."


"Tuan muda apakah kita akan memberitahukan nyonya besar tentang masalah tuan dan nona sora?"


"Tidak perlu,nenek tidak perlu mengetahui hal ini."


"Setelah semua beres,aku akan perkenalkan Sora secara resmi pada nenek."


"Baik tuan muda."


Fredy keluar ruangan meninggalkan Aaron sendirian di dalam.


Aaron meremas remas tangannya sendiri,menahan kemarahan dalam hatinya.


"Tuan Ramush aku gak akan biarkan anda menikahkan Sora dengan pria lain."


"Aku juga gak akan biarkan anakku memanggil pria lain dengan sebutan ayah."


***


Di kediaman keluarga Rassam.


Ramush,steve,dan olivia sedang berbicara di ruang keluarga.


"Jhon,panggilkan Sora kemari."


"Baik tuan besar."


"Ayah kami pamit, kami akan mengurus pesta besok." Ucap olivia.


"Baik" jawab kakek.


Steve dan olivia meninggalkan Ramush.


Jhon adalah kepala pelayan di keluarga Rassam.


"Kakek." Sapa Sora.


"Papa mu sudah cerita pada kakek."


"Kemarin kakek terlalu emosi."


"Kakek tidak mengerti bagaimana cara kalian berdua menikah,kakek sudah selidiki,kalian memang benar sudah menikah."


"Kakek akan lihat apa yang akan dia lakukan untuk mengambilmu dari kami."


"Kakek juga lega karna kau hamil bukan di luar nikah."


"Kakek...." Dengan suara manjanya Sora memanggil nama kakeknya.


"Maafin Sora kek,dari awal Sora gak terus terang."


"Sora hanya ingin menyelesaikan masalah Sora sendiri." Ucap Sora dengan air matanya yang bergelinangan di pipinya.


"Sudah jangan menangis."


"Kakek tidak mau cicit kakek nantinya akan jadi anak cengeng."


"Iya kek."


"Sora hari ini sampai acara nanti,Kau jangan hubungi Aaron sama sekali." Perintah kakek.


"Tapi kek kenapa?


"Aku..."


"Jika kau ingin hidup bersama dengan Aaron,ikuti perintah kakek."


"Berikan ponselmu pada Jhon."


Jhon mendekat ke Sora menyodorkan telapak tangannya untuk meminta ponsel Sora.


Dengan setengah hati Sora menyerahkan ponselnya.


"Ihik ihik,kakek jahat...,kalo aku kangen gimana..?" Batin sora.


Kakek memberi kode pada Jhon untuk meninggalkan mereka berdua.


Jhon memberi hormat dan pergi meninggalkan Ramush dan Sora.


"Sudah,kau tak usah sedih,kali ini keputusan kakek tak akan salah."


"Apa kakek tetap akan menikahkan Sora dengan putra keluarga Torres?"


"Kenapa kek,Kakek kan tau anak yang Sora kandung adalah anaknya Aaron."


" Apa keluarga Torres juga tau dengan keadaan Sora kek?"


"Mereka akan bepikiran kita mempermainkan keluarga mereka,itukan malah akan merugikan keluarga kita kek."


"Kau tak usah khawatir."


"Dari awal kakek sudah mengatakan pada mereka."


"Kau persiapkan dirimu,karna pesta besok pasti akan membuat kamu lelah.


"Pesta?"


"Itu pesta untukmu,sekalian untuk mengumumkan pasanganmu."


Sora langsung berdiri,terkejut dengan perkataan kakek.


"Kek Sora kan sudah bilang gak akan menikah dengan putra keluarga Torres."


"Sora!"


"Apa kamu bisa menuruti kakek kali ini."


Ucap kakek setengah berteriak.


"Pesta besok..."


Sora berkaca kaca matanya mendengar kakek berteriak padanya.


Belum selesai kakek berbicara Sora melangkahkan kakinya meninggalkan kakek sendirian.


"Dasar anak ini,kenapa tidak dengerin kakek bicara sampai selesai." Guman kakek.


Di dalam kamar Sora kembali menangisi dirinya.


"Aaron maafin aku,aku gak tau harus ngapain."


"Aku gak bisa ngasi tau kamu,ihik ihik."


Sora menangis dan menenggelamkan mukanya di bantal.


***


Malam harinya di kediaman keluarga Markle.


Aaron yang baru sampai di rumah sudah di sambut neneknya.


"Malam nek." Ucap Aaron sambil mencium pipi neneknya.


"Aaron kenapa ada luka di kepalamu."


"Oh ini,luka ini Aaron dapatkan saat olahraga nek,nenek tau kan Aaron ikut olahraga tinju."


"Nenek gak usah khawatir."


"Kau hati hatilah ke depannya."


"Kali ini ada masalah apa?"


"Kenapa kau pulang tanpa memberitahu nenek?"


"Jika bukan fredy yang beritahu,nenek tidak tau kau akan pulang."


"Aaron di sini hanya semalam nek besok pagi akan kembali ke Oregon lagi."


"Aaron mau mengambil sesuatu nek,ada barang yang tertinggal." Ucap Aaron sambil tersenyum.


"Kenapa istrimu tidak kau ajak,apa kalian bertengkar?"


"Enggak kok nek,dia di rumah orang tuanya."


"Nanti kapan kapan Aaron akan kenalkan dengan nenek."


"Aaron,nenek senang jika memang kau sudah menikah."


"Tapi nenek harap keluarga dari istrimu sesuai dengan harapan nenek."


Aaron hanya tersenyum menanggapi perkataan nenek.


"Nenek percaya aja dengan Aaron." Ucap Aaron sambil menggenggam kedua tangan neneknya.


"Aaron ke kamar dulu nek."


"Baiklah,setelah kau selesai kita makan malam."


"Iya nek."


Sebelum masuk ke kamarnya Aaron berjalan masuk ke ruang kerjanya.


Aaron berjalan ke arah meja dan membuka laci paling atas,mencari sebuah kotak dan mengeluarkannya,kotak itu adalah peninggalan dari ayahnya.


Aaron membuka kotak itu ada sepucuk surat yang di tulis oleh kakeknya,kotak itu berisi giok putih yang berbentuk naga.


"Dengan benda ini pasti tuan Ramush Rassam akan merestui hubunganku dengan Sora." Batin Aaron.


Aaron keluar dan membawa kotak itu,dia menyimpannya di dalam kantong mantelnya.


Selesai membersihkan dirinya,Aaron keluar kamarnya untuk makan malam dengan neneknya.


Di ruang makan...


"Nek Aaron sudah selesai,Aaron mau tidur dulu."


Nenek memegang pergelangan tangan Aaron.


"Aaron apa kau sedang ada masalah,nenek lihat kau tak bersemangat,kau juga tak menghabiskan makananmu."


Aaron berbalik menggenggam tangan nenek.


"Aaron hanya capek nek,banyak pekerjaan yang harus Aaron selesaikan."


Nenek menghela nafasnya tak tau harus bertanya apa lagi.


Nenek mengganggukan kepalanya mempersilakan Aaron untuk pergi ke kamarnya.


Di kamar Aaron


"Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi atau berada di luar jangkauan..."


"S**l"


Aaron melempar ponselnya di atas kasur dan dia terduduk di pinggiran tempat tidur.


"Sora..."


"Aku kangen sama kamu."


"Aku pasti bisa meyakinkan keluargamu untuk bisa merestui pernikahan kita.


"Apapun itu akan aku lakukan untuk kamu."


Aaron melewati malam ini dengan kerinduan dan kesedihan yang mendalam,membuat dia tidak bisa tidur memikirkan Sora.


Aaron mengambil kotak berisi giok putih itu dan memandangnya dengan dingin.