Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Aku mau ikut.


22.00


Benar saja, Rafka sudah bangun di jam 10 malam dan kini sudah berada di dapur. Laki-laki itu sudah terbiasanya makan di jam 10 malam kalau sedang banyak kerjaan.


Tampak di sana Rafka meletakkan telur balado di piringnya yang sudah terisi nasi. Tak lupa pula sebuah ponsel yang akan merekam ia makan.


Rafka pun langsung memakan makanan nya setelah berdoa. Kepalanya refleks mengangguk karena merasa masakan Keyla enak.


Tak terasa nasi maupun lauknya sudah habis. Piring terlihat bersih karena Rafka tak menyisakan sebutir nasi pun. Setelah itu, ia mencuci piring bekas makannya lalu menyusunnya di rak piring.


Setelah selesai mencuci piring, Rafka membawa ponselnya lalu masuk kembali ke dalam kamar. Ia melirik Keyla yang tidur dengan posisi terlentang seperti mayat.


Rafka menggeleng-gelengkan kepalanya lalu memilih duduk di sofa. Ia harus duduk setelah makan baru kembali tidur.


Setelah beberapa menit duduk, Rafka kembali ke ranjang. Matanya masih mengantuk, ia ingin tidur dan bangun di jam 3 nanti.


03.00


Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, Rafka sudah lebih dulu bangun dan shalat Sunnah..Ia berjalan menuju ranjang lalu membangunkan Keyla.


"Bangun." Rafka mencubit kecil tangan Keyla.


"Hm." Keyla tampak terganggu lalu merubah posisi tidurnya.


"Bangun," ucap Rafka kembali mencubit tangan Keyla. Kali ini lebih keras membuat wanita itu langsung terbangun.


"Apa?" Keyla terbangun sembari mengucek matanya.


"Bangun dan pergi shalat."


"Tak bisakah malam ini tidak shalat, kan bukan shalat wajib." Keyla kembali membaringkan tubuhnya.


"Boleh," jawab Rafka berjalan menuju sudut pintu. Sudah ada sapu menganggur di sana.


Melihat itu Keyla langsung bangun dari tidurnya dan berlari menuju kamar mandi.


"Tidak jadi," teriak Keyla.


Keyla langsung menutup pintu kamar mandi dan menghela nafas lega. Ia segera membersihkan wajah dan mulutnya, lalu segera berwudhu.


Setelah berwudhu, Keyla keluar dari kamar mandi dan mencari keberadaan Rafka. Ternyata laki-laki itu tak ada di kamar, ia pun langsung mengambil mukenah dan melaksanakan shalat Sunnah.


Sedangkan Rafka kini sedang berada di ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Ia tak akan bisa tidur lagi sampai waktu shalat subuh tiba.


*******


07.00


Rafka dan Keyla sudah selesai sarapan. Pagi ini Keyla juga memasak, ia sangat senang saat tau bahwa masakannya semalam di habiskan suaminya.


"Hari ini kau pergi bekerja?" tanya Keyla mengikuti Rafka kemana pun Rafka berjalan.


"Iya."


"Aku ikut yah," pinta Keyla.


"Untuk apa?" tanya Rafka membuka lemari lalu mengeluarkan pakaian yang akan ia kenakan hari ini.


"Aku bosan di sini, tidak ada ponsel atau apapun itu. Aku ingin ikut, aku janji akan tetap berada di sampingmu." Keyla mengangkat jari kelingkingnya sembari menatap penuh harap.


Rafka tampak terdiam lalu menatap mata Keyla yang membuat wanita itu salah tingkah.


"Kau juga akan bosan di sana," ucap Rafka.


"Tidak apa-apa, yang penting aku bisa keluar."


"Hm, baiklah. Bersiap-siaplah," kata Rafka membuat Keyla bersorak riang.


"Pakai baju apa yah hari ini?" tanya Keyla memperhatikan satu persatu pakaian miliknya yang di belikan mertuanya.


"Ini saja," serunya lalu pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian.


Rafka sudah berada di ruang tamu menunggu Keyla yang masih bersiap-siap. Tak lama kemudian Keyla keluar dari kamar lalu berjalan mendekati suaminya.


"Taraaa, cantik tidak?" tanya Keyla berputar-putar di depan Rafka.


"Berhentilah berputar." Keyla menghentikan putarannya lalu menatap suaminya.


"Sayangnya tidak ada make up. Jadi, wajahku terlalu natural," gerutu Keyla.


Ketika mereka keluar dari apartemen, Rafka langsung menarik ujung lengan baju Keyla seperti menarik anak kecil.


"Kau bekerja dimana?" tanya Keyla yang sudah masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Rafka. Mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


"Di rumah sakit," jawab Rafka santai. Keyla tampak mengangguk lalu membenarkan jilbabnya yang tiba-tiba berantakan.


"Sebagai apa?" tanya Keyla lagi.


"Dokter mata," jawab Rafka.


"Oh, kalau begitu coba periksa mataku." Keyla menghadapkan wajahnya ke arah Rafka.


"Aku sedang mengemudi. Memangnya mata mu kenapa?" tanya Rafka fokus mengemudi.


"Tidak kenapa-kenapa sih. Aku hanya ingin memeriksa mata ku saja, soalnya kau terlihat tampan setiap hari," jawab Keyla membuat Rafka tertawa kecil.


Hal itu membuat Keyla ikut tertawa juga, bisa-bisanya ia menggombal laki-laki.


Selang beberapa menit, mobil pun sampai di parkiran rumah sakit. Rafka langsung keluar dari mobil begitu juga dengan Keyla. Tak lupa sebelum pergi ke dalam, Rafka menarik lengan baju Keyla.


"Kenapa ditarik-tarik baju ku? Tak bisakah tangan ku saja yang di pegang, lagi pula kita sudah suami istri kan." Keyla merasa bahwa ia seperti anak kecil yang harus di bimbing berjalan. Banyak pasang mata yang menatap mereka, lebih tepatnya menatap Rafka. Kebanyakan para perawat wanita.


Keyla pun melihat itu langsung menggandeng tangan Rafka. Enak saja main tatap-tatap. Rafka kan suaminya. Melihat tingkah Keyla, Rafka hanya diam dan terus berjalan sembari sesekali membalas sapaan dari orang-orang.


Sampailah di ruangan Rafka. Bukan ruangan kerja melainkan ruangan istirahat nya. Di sana ada tempat tidur beserta kamar mandi.


"Kau tunggulah di sini, aku akan pergi bekerja." Rafka membawa masuk Keyla ke dalam ruangan pribadi nya.


"Tidak mau! Aku mau ikut," tolak Keyla memeluk tangan Rafka.


"Untuk apa ikut? Aku ingin memeriksa pasien ku, aku tak ingin di ganggu."


"Tetap saja tidak! Aku akan ikut," ucap Keyla bersikeras ingin ikut.


"Kalau kau mau menunggu di sini, nanti sore aku akan mengajakmu jalan-jalan," tawar Rafka sembari mengelus kepala Keyla seperti anak kecil. Hal itu membuat Keyla langsung tertarik dan berjalan menuju tempat tidur lalu duduk manis di sana.


"Aku siap menunggu." Rafka tersenyum manis membuat Keyla ikut tersenyum juga.


"Kunci pintunya dari dalam," titah Rafka menutup pintu. Dengan cepat Keyla mengunci pintu lalu merebahkan tubuhnya.


Nanti sore ia akan jalan-jalan, bukankah itu adalah momen yang pas untuk kabur.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu di ketuk membuat Keyla langsung berjalan menuju pintu dan membukanya.


Tampak di depan pintu seorang perawat wanita berdiri sembari memegang berkas.


"Oh, anda siapa?" tanya perawat itu.


"Kau yang siapa?" tanya Keyla balik.


"Saya ingin mengantarkan berkas ini pada Pak Rafka, ia meminta saya memberikan berkas ini pagi-pagi padanya," jawab perawat itu tampak ingin melihat ke dalam ruangan.


"Suamiku sudah berada di ruang pemeriksaan," ketus Keyla tak suka melihat perawat itu yang tampak begitu penasaran dengan isi ruangan suaminya.


"Oh, anda istri pak Rafka?" tanya perawat itu.


"Sudah sana! Antar saja berkas itu dan jangan banyak tanya! Itu bukan urusan mu!" ketus Keyla menutup pintu. Perawat itu tampak menatap tak suka dengan tingkah Keyla yang aneh. Ia pun pergi dari depan pintu menuju ruangan Rafka untuk mengantarkan berkas yang di minta.


"Istri pak Rafka sangat sombong."


_


_


_


_


_


typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.