Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Firasat buruk


Beberapa bulan kemudian.


Kehamilan Keyla sudah semakin membesar dan kini sudah memasuki waktu yang dekat dengan persalinan. Hanya tunggu beberapa Minggu saja.


Pagi ini Rafka memiliki jadwal operasi katarak di rumah sakit. Dengan berat hati ia meninggalkan Keyla yang sedang manja-manja nya.


"Hati-hati yah, jangan genit sama wanita lain,"ucap Keyla memperingati suaminya.


"Sejak kapan aku genit dengan wanita lain? Aku ini laki-laki setia, sayang." Rafka mengecup kening Keyla lalu beralih ke pipi kanan dan kiri dan berakhir pada bibir Keyla.


"Pakai masker, sayang. Biar wajah tampan mu tertutupi, mana tau pasiennya genit." Keyla memasang wajah cemberut membuat Rafka tersenyum geli lalu melahap bibir mungil istrinya yang sedang manyun.


"Ah, nanti aku tak mengizinkan mu kerja kalau seperti ini." Keyla menghentikan ciuman suaminya karena memang ia tak rela Rafka bekerja. Apalagi di tambah perlakuan manis dan juga ciuman Rafka yang membuat Keyla semakin tak rela kalau suaminya pergi kerja.


"Hahahahaha, jangan begitu sayang. Nanti malam kita lanjut yah," tawa Rafka sembari mengacak-acak rambut Keyla.


"Sayang, cepat pulang yah," pinta Keyla kembali memeluk Rafka.


"Iya sayang, assalamualaikum." Rafka pun akhirnya pergi ke tempat kerja meninggalkan Keyla yang akan menahan rindu hingga petang menjelang.


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh," jawab Keyla melambaikan tangannya pada mobil yang sudah menjauh dari halaman rumah.


"Entah mengapa aku tak rela kau pergi, rasanya ini seperti sebuah kata perpisahan. Aku tak tau, tapi firasat ku mengatakan bahwa aku tak akan bisa melihat mu setelah ini," gumam Keyla meneteskan air mata.


"Astaghfirullah, Key. Apa yang kau pikirkan? Semua pasti akan baik-baik saja." Keyla pun memilih menghapus air matanya lalu kembali masuk kedalam kamar.


******


11.00


Keyla tak bisa diam di kamar, ia ingin bergerak dan bertemu suaminya.


"Aku akan memasak," gumam Keyla pergi ke dapur. Ia berniat memaksakan makan siang untuk suaminya, kebetulan Rafka tidak bawa bekal.


Beberapa menit kemudian, Keyla sudah selesai masak dan kembali ke kamar untuk mandi serta berganti pakaian. Setelah itu ia meminta supir untuk mengantarkan nya ke rumah sakit tempat Rafka bekerja.


Sesampainya di rumah sakit, Keyla langsung turun dari mobil dan bergegas pergi ke ruangan pribadi Rafka. Namun, ternyata Rafka tidak ada di sana, laki-laki itu sedang melakukan operasi kata perawat.


Keyla pun memilih menunggu di depan ruang pribadi Rafka karena memang ruangan itu terkunci dan Keyla tak bisa masuk.


Hampir satu jam Keyla menunggu membuat wanita itu merasa bosan dan pinggang nya menjadi nyeri karena kelamaan duduk.


"Kapan dia datang?" gumam Keyla sudah sangat bosan dan lelah. Ia ingin berbaring merilekskan pinggangnya.


"Sayang," panggil Rafka berjalan setengah berlari mendekati Keyla.


"Apa yang kau lakukan di sini, sayang? Kapan datang? Mengapa tak menghubungi ku dulu?" tanya Rafka bertubi-tubi.


"Aku ingin berbaring, sayang. Pinggang ku pegal sekali," ucap Keyla tak menjawab semua pertanyaan Rafka. Dengan cepat Rafka membuka pintu lalu mengajak istrinya masuk ke dalam.


"Ah, akhirnya." Keyla membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk.


"Sayang jawab semua pernyataan ku tadi," tagih Rafka merasa belum tenang.


"Ah, aku kemari untuk mengantarkan makan siang untuk suamiku yang tampan dan juga seksi. Aku sudah hampir satu jam di sini, mengenai izin aku sengaja datang tanpa memberitahu mu karena aku ingin memberi kejutan," jelas Keyla.


Rafka menghela nafas panjang. Ia kira ada apa istrinya datang, ia pikir Keyla merasakan sakit hingga datang ke rumah sakit.


"Kenapa menghela nafas? Tidak suka yah aku kemari?" tanya Keyla melotot ke arah Rafka.


"Hah, mana mungkin aku tak suka istriku datang. Aku hanya khawatir saja padamu, kau jangan sampai kelelahan, sayang." Rafka duduk di tepi ranjang lalu mengecup pipi Keyla.


Terdengar suara adzan dhuhur berkumandang. Rafka pun pamit untuk shalat di masjid yang ada di rumah sakit. Keyla pun mengangguk mengerti dan memilih shalat di dalam ruangan Rafka saja.


Selesai makan. Rafka mengantarkan Keyla ke parkiran. Rafka meminta agar Keyla pulang saja dan beristirahat di rumah, ia tak ingin Keyla merasa jenuh atau tertular virus dari pasien lainnya. Apalagi kondisi Keyla yang hamil tua membuat kesehatannya rentan akan penyakit.


"Istirahatlah dan jangan lupa makan buah yah," ucap Rafka mengecup kening Keyla.


"Iya, semangat kerja nya. Assalamualaikum," balas Keyla menutup pintu mobil.


"Iya sayang, hati-hati. Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh."


Mobil Keyla pun melaju meninggalkan rumah sakit. Rafka menghela nafas panjang semoga ia dan keluarganya selalu baik-baik saja. Semoga tak ada bahaya yang mengintai mereka.


Entah mengapa ada rasa nyeri di hatinya.


Di perjalanan pulang, Keyla tampak menatap keluar jendela mobil. Mereka melewati jalan yang terbilang sepi, Keyla hanya diam karena memang mereka tadi lewat dari sini ketika pergi ke rumah sakit.


Chiittttt!!!


Tiba-tiba pak supir menginjak rem secara mendadak membuat tubuh Keyla sedikit maju ke depan.


"Ada apa, pak?" tanya Keyla.


"Ada orang pingsan di depan, nona." Keyla tak bisa melihat orang yang dimaksud pak supir.


"Coba lihat, pak. Mana tau salah satu warga menjadi korban tabrak lari," titah Keyla.


Pak supir pun keluar dari mobil untuk melihat orang yang terbaring di depan mobil mereka.


"Tidak ada luka," gumam pak supir melihat dengan teliti.


Jleb!


Satu tusukan tepat di dada pak supir membuat laki-laki tua itu seketika terbelalak kaget dan akhirnya tumbang. Orang yang tadinya pingsan kini bangun dengan masih memegang belati berlumuran darah. Ia menatap ke arah mobil.


Di dalam mobil Keyla membelalakkan matanya, apalagi melihat belati yang ada darahnya seketika ia merasa mual. Mungkin saja mereka sedang di jebak. Bisa saja ini trik dari para tukang begal.


"Ya Allah, lindungi hamba dan anak hamba."


_


_


_


_


_


_


Waduhhhh 😳 bagaimana ini permisah?


Author akan double up langsung untuk kalian hari ini tanpa embel-embel. Tapi jangan lupa like dan komen di part ini juga, karena kebiasaan kalau author langsung double up pasti part pertama gak di like dan di tinggalkan komen🥺


Author kan jadi kurang mau double up Karena gak semangat.


Jangan lupa tinggalkan jejak juga di part ini yah, jangan di part satunya aja🥺🥺🤧


Terimakasih


Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.