Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Suami mu, imam mu.


03.00


Rafka menggeliat ketika merasakan tubuhnya di peluk erat. Perlahan matanya terbuka, ia pun mengucek-ngucek matanya untuk menetralkan penglihatannya.


Di lihatnya sang istri yang masih tertidur dengan memeluknya erat. Ia bahkan sedikit sulit bergerak.


"Bangunlah," ucap Rafka pelan mengelus kepala Keyla.


"Keyla." Bisa di bilang ini adalah pertama kali Rafka menyebut nama Keyla selain di akad nikah.


"Hei, bangunlah." Rafka mengguncang tubuh Keyla membuat wanita itu terkejut dan langsung duduk. Tampak nafas Keyla terputus-putus karena terkejut dengan guncangan tadi.


"Apa ada gempa?" tanya Keyla menatap suaminya yang memasang wajah tak berdosa.


"Tidak, aku hanya membangunkan mu saja. Kau itu susah sekali di bangunkan," jawab Rafka bangun dari tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi.


Melihat itu Keyla kembali membaringkan tubuhnya, ia akan ke kamar mandi kalau suaminya sudah keluar.


Beberapa menit kemudian, shalat Sunnah sudah selesai. Tampak Rafka membuka kitab suci Al-Qur'an, sedangkan Keyla berniat membuka mukenah nya.


"Jangan di buka dulu, mengaji lah sebentar," pinta Rafka. Keyla pun memilih menurut saja lalu duduk di hadapan suaminya.


"Kita mulai dari Alfatihah yah," lanjut Rafka.


Keyla tampak gugup, entah ia masih ingat bagaimana cara membaca Al-Qur'an dengan benar. Keyla pun memulai bacaannya dan benar saja ia mendapatkan teguran dari Rafka berkali-kali karena bacaannya yang tidak tepat.


Karena banyaknya bacaan yang salah, Keyla bahkan tak berpindah-pindah dari surah Al-fatihah.


"Coba bacaan shalat mu," pinta Rafka membuat Keyla mati kutu.


"Sebenarnya kemarin sudah bisa, tapi aku sudah lupa." Keyla merasa malu dengan dirinya sendiri.


"Aku adalah suamimu, aku adalah imam mu. Aku akan mengajarimu, tanyakan saja apa yang membuat mu ragu, bukankah belajar itu lebih baik dari pada diam dan terus melakukan kesalahan." Keyla mengangguk lalu menyudahi bacaan Al-Qur'an nya. Setelah itu ia memulai melafalkan bacaan shalat dan benar saja Rafka banyak menegurnya.


Tak terasa mata Keyla sudah memerah dan berair karena merasa malu.


"Kenapa menangis?" tanya Rafka bingung melihat Keyla yang sudah sesegukan.


"Bacaan ku banyak yang salah, shalat ku pasti tak di terima. Aku manusia penuh dosa," lirih Keyla mencoba menghapus air matanya.


Mendengar itu Rafka tersenyum lalu mengelus kepala Keyla.


"Kau hanya perlu berdoa dan terus berusaha. Semoga Allah melembutkan hati mu untuk bisa menerima semua pelajaran Islam," tutur Rafka lembut.


"Aku akan membelikan buku untuk mu nanti sepulang kerja hari ini. Selama aku pergi bekerja, kau bisa belajar membaca Alqur'an dengan benar. Boleh kan?"


"Iya, boleh." Keyla mengangguk sembari menghapus sisa-sisa air matanya.


Sangat bahagia karena bisa memiliki suami seperti Rafka, rasanya Keyla seperti sedang bermimpi.


"Terimakasih Ya Allah, Kau berikan hamba suami yang bisa membimbing hamba menuju jalan Mu."


******


Setelah shalat subuh, Keyla sudah berkutat di dapur untuk memasak sarapan.


Sedangkan Rafka kini masih belum pulang dari masjid.


"Assalamualaikum," ucap Rafka memberi salam ketika masuk ke apartemen.


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, sudah pulang?" Keyla membalas salam Rafka lalu mencium tangan suaminya.


"Sudah. Masak apa?" tanya Rafka mencium aroma masakan dari dapur.


"Ah, nasi goreng."


"Mau di bantu?" tanya Rafka. Keyla langsung menggelengkan kepalanya.


"Pakaian kerjamu sudah ada di atas kasur," ucap Keyla kembali ke dapur.


"Kau menyiapkan nya?" tanya Rafka tertawa kecil.


"Iya."


Rafka langsung masuk ke dalam kamar lalu membuka pakaian yang ia gunakan untuk shalat. Ia pun pergi ke kamar mandi karena tiba-tiba perutnya sakit.


Sarapan sudah siap dan kini hanya menunggu di santap saja. Rafka dan Keyla sudah berada di meja makan.


"Bagaimana?" tanya Keyla menatap suaminya yang baru saja memasukkan satu sendok nasi goreng ke mulut.


"Enak," jawab Rafka sembari mengangguk membuat Keyla senang.


"Habiskan yah," ucap Keyla.


"Iya."


Setelah selesai sarapan, Rafka kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas kerja nya sedangkan Keyla bergegas mencuci piring bekas makan mereka tadi.


"Aku pergi yah," ucap Rafka keluar dari kamar.


"Tunggu," cegah Keyla membersihkan tangannya lalu berjalan mendekati suaminya.


"Kan belum cium," lanjut Keyla memegang tangan suaminya lalu mengecup punggung tangan Rafka.


"Hati-hati yah, suamiku. Jangan lupa makan, jangan lupa shalat. Jangan senyum pada wanita lain, jangan bicara dengan wanita lain."


Cup.


Satu kecupan singkat di bibir Rafka membuat laki-laki itu membeku.


"Kau selalu saja terlihat tampan, nanti banyak wanita yang naksir bagaimana? Mereka itu wanita yang baik-baik sedangkan aku," ucap Keyla memelankan suaranya.


"Aku tak mau kau menyukai salah satu dari mereka, kalau kau suka dan berpaling aku bagaimana?" lirih Keyla menunduk.


Rafka tampak tertawa kecil memecahkan kecanggungan. "Aku tidak akan berpaling, lelaki sejati tidak akan berpaling ke wanita lain karena ia tau apa yang di miliki wanita lain pastinya di miliki oleh wanitanya." Rafka mengelus kepala Keyla dengan lembut.


"Eum, terharu. Mana jam tangannya?"


Rafka memperlihatkan pergelangan tangannya yang memakai jam tangan pemberian Keyla.


"Ah, senangnya." Keyla kembali memeluk sang suami.


"Yasudah, hati-hati yah. Sampai jumpa nanti sore," ucap Keyla melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa lagi, assalamualaikum."


"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh."


Rafka pun keluar dari apartemen sembari memegang bibirnya, ada rasa aneh yang belum pernah ia rasakan.


"Agresif sekali," gumam Rafka tertawa kecil.


_


_


_


_


_


_


_


Thor kok datar-datar aja alurnya?


Sabar yah bund, Kalau mau baku hantam agak lama lagi sih. Karena kalau di cepat kan kesannya meraton😂


Kita buat dulu Rafka dan Keyla jadi saling suka dan belah ketupat yah.😂


Setelah itu marilah kita iris bawang agar air hidung menetes secara berjamaah😍😅


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.