
POV Rafka.
Siang tadi Keyla di pindahkan ke ruangan ku agar kami satu ruang. Aku ingin melihatnya dari dekat, dia wanita ceroboh dan nakal itu kini sudah membuat aku merasa bersalah.
Ku tatap wajahnya yang teduh ketika tertidur, rasanya aku ingin tidur di sampingnya. Tapi, apalah daya umi tak mengizinkan karena takut aku bergerak bebas lalu melukai Keyla.
Entah apa yang dipikirkan Keyla hingga mau mendonorkan ginjal nya padaku, apa dia mencintai ku? Aku rasa itu tak mungkin, dia masih mencintai kekasihnya itu. Siapa namanya? Yah, Alan namanya.
Hah, memikirkan itu membuat tubuh ku gerah saja.
"Keyla," panggilku melihat nya yang menggeliat. Ia menoleh ke arah ku lalu tersenyum, seperti tak ada beban saja.
"Iya, sayang." Dia selalu memanggil ku sayang, suamiku. Aku kan jadi grogi.
"Apa ada yang sakit?" tanya ku. Aku takut ia memendam rasa sakit sendiri. Ku lihat dia itu masih sedikit canggung dengan keluarga ku.
"Tidak ada," jawab Keyla tersenyum padaku.
Apa semua wanita seperti ini? Berpura-pura baik-baik saja walau mereka merasa sakit. Kalian hebat para wanita.
"Kemari lah," panggilnya. Aku tau dia ingin bermanja-manja seperti induk kucing. Tapi, aku tetap menurutinya. Aku berusaha bangun berhati-hati agar luka operasi ku tidak robek atau apalah itu yang penting tidak sakit.
Aku berjalan perlahan menuju istriku. Yah, istriku. Istri mendadak atau mendadak memperistri anak orang.
Aku sudah seperti orang terkena penyakit rematik saja. Perlahan aku berjalan mendekatinya lalu aku naik ke ranjang tempat ia berbaring. Semoga ranjangnya tidak roboh.
"Kapan kita pulang?" tanya nya.
"Kita bahkan baru dua hari di sini, bahkan luka operasi nya belum kering dan kau sudah meminta pulang," ucap ku dengan nada lembut. Aku tak bisa kasar-kasar pada wanita, karena ketika aku ingin mengkasari mereka, maka bayangan Umi jika di kasari Abi terlintas di benak ku.
Bagaimana jika Umi di kasari Abi? Itulah mengapa aku selalu menjaga tangan ku agar tak memukul wanita.
Tapi kan aku pernah mencubit Keyla bahkan memegang sapu.
Nah, itu demi kebaikan istriku. Lagi pula mana berani aku memukulnya kuat-kuat, aku memukulnya dengan segenap jiwa dan jantung ku.
"Ck, aku bosan di sini." Dia berdecak kesal. Istriku ini cantik dan seksi. Waduh, aku hampir saja berpikir mesum. Astaghfirullah.
Mungkin orang-orang akan berpikir kalau aku ini adalah orang yang kalem dan juga sopan. Tapi, mereka tak tau bahwa otak ku sering mengajak aku berbincang seperti ini.
"Bosan kenapa?" tanya ku basa basi.
"Kita hanya berbaring, makan, berbaring tidak jelas," jawab nya sembari mengerucutkan bibir mungilnya itu.
Ingin aku sentil bibirnya itu, bibir yang mengajarkan aku hal mesum. Tapi aku suka, hehehehehe.
"Bukannya di apartemen kau juga makan, berbaring, makan, berbaring?" ledek ku. Ia langsung menatap mataku, aku pun menatapnya. Bola mata cokelat yang indah.
"Sayang," ucapnya menyentuh hidungku.
"Apa? Mau upil?" ledek ku. Ia tampak tertawa kecil lalu mencongkel lubang hidungku. Benar-benar di luar dugaan ternyata dia suka mencongkel upil.
"Masa sih kau punya upil," tanya nya tak percaya. Memangnya aku ini tak punya lubang hidung dan tak menghirup udara. Aku ini manusia, Istriku.
"Coba periksa," pinta ku. Keyla pun mulai mencongkel hidungku, menggerak-gerakkan jarinya. Apa ia tak jijik ? Apa ketampanan ku menghilangkan rasa jijiknya.
"Kau tidak jijik?" tanya ku.
"Tidak, aku hanya penasaran apa benar orang tampan ada upilnya," jawab nya.
"Key," panggilku menyentuh wajahnya.
Keyla menarik jarinya dari lubang hidungku lalu mencium jari bekas mencari upil di lubang hidungku. Benar-benar Istriku ini, jorok sekali.
Aku pun mengambil tisu lalu air yang ada dalam botol minum. Aku membasahi tisu dengan air mineral lalu mengelap jari tangan Keyla.
"Banyak upil nya?" tanya ku sembari membersihkan jari Keyla.
"Hm, tidak ada." Aku terkekeh melihat wajahnya yang benar-benar bosan.
"Sayang," rengek nya manja.
"Iya," jawab ku. Aku masih malu-malu meong memanggil sayang atau sebutan lainnya. Butuh proses untuk ke jenjang itu.
"Bosan." Itu lagi yang di bahas. Lalu aku harus apa, Istriku?
"Jadi?" tanya ku.
"Kita pulang," rengek nya.
Aku menghela nafas panjang. Aku memilih diam dan menutup mataku, aku juga bosan. Aku ingin bekerja, tapi kondisi tidak memungkinkan.
"Sayang," panggil nya manja. Tak bisa aku banyangkan jika ia memanggil kekasihnya seperti ini. Astaghfirullah, apa yang aku pikirkan. Itu adalah masa lalu, semua manusia tak pernah luput akan dosa.
"Sayang," bisik nya di telingaku. Hal itu membuat aku merinding, dia selalu menggoda ku. Aku kan masih polos sedangkan dia agresif.
Aku belajar mesum saja darinya.
Lihat itu, apa yang dilakukan istriku. Dia menggigit daun telinga ku. Aku refleks membuka mata dan benar saja Istriku sudah memandangi ku dengan tatapan mesumnya.
"Kenapa di gigit?" tanya ku polos. Memang aku polos, istriku saja yang mesum.
"Karena kau tak menjawab panggilan ku," jawab nya sembari mengedipkan sebelah matanya.
Aku menatapnya, kurasakan tangannya itu turun dari dada ke perut. Aku langsung menangkap tangannya yang nakal itu. Aku belum siap di nodai, aku tak rela jika istriku yang bertindak duluan. Aku ingin akulah yang duluan, bukan dia.
"Kau genit," ucap ku memegang tangannya.
"Kan genit nya sama suami sendiri bukan suami orang," jawabnya tersenyum mesum.
Pakai baju pasien saja dia terlihat seksi, apalagi senyuman nya itu semakin menambah kesan seksi.
Aku tak munafik, aku adalah laki-laki normal. Walau aku kaku akan hal seperti itu, tapi naluri laki-laki ku bergejolak jika seperti ini terus.
Apalagi dia sering sekali menggoda ku dengan pakaian jaring-jaring nya. Itu semakin menguji iman. Untung aku masih kuat.
"Aku ingin tidur, peluk aku." Aku langsung memeluk nya dengan tangan ku, bukan dengan tubuh ku. Bisa terbuka jahitan luka ku nanti.
Tak lupa satu kaki ku menghimpit kakinya agar ia merasa nyaman.
"Tidurlah." Aku mengecup kepalanya dengan lembut. Ini sudah menjadi sebuah candu untuk ku.
Dia tak menjawab apapun, terdengar hembusan nafas yang teratur. Sepertinya Keyla sudah tidur. Cepat sekali dia tidur, sekali tutup mata langsung hilang kesadaran nya.
Aku mengelus rambutnya yang halus sembari terus bersyukur. Aku bersyukur karena Allah menitipkan Keyla pada ku, ada sensasi unik yang ku rasakan ketika menyuruhnya shalat, memintanya mengaji, mengurungnya setiap hari hingga saat ini. Aku terus bersyukur.
Awalnya aku pikir entah bagaimana keadaan pernikahan tak terduga ini. Tapi, ternyata pilihan Sang Maha Pencipta adalah pilihan yang terbaik daripada pilihan kita.
Aku sungguh bersyukur.
_
_
_
_
_
_
_
TAMAT.
Wkwkwkwk.
Canda permisah πππ
Garing Lo Thorπππ
Nah yang mau lihat pikiran Rafka. Nih, si Rafka itu pikiran nya berbeda sama tingkah lakunya.
Kalau tingkah laku nya itu malu-malu, sedangkan pikirannya tidak tau maluπ
Ada yang mau lagi?
Author lagi baik ini.
Author tunggu 30 komentarnya dan 150 like nya. Akan author update antara jam 10 atau 12 nanti.
Kenapa di patok?
Author cuma mau lihat aja, banyak gak yang mau author up aja. Gak di paksa kokππ
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc.