Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
71. I hate you,Aaron


Di kediaman Rassam..


Aaron duduk di pinggiran tempat tidur memandang Sora penuh kecemasan,menggenggam tangganya dan tak ingin meninggalkan Sora.


"Sayang aku dah gak apa apa,kamu ke kantor aja dulu sana." Pinta Sora.


Aaron menghela nafasnya.


"Baik,aku akan ke kantor."


Lalu Aaron melepaskan genggamannya.


"Jean kau tetap di sini temani Sora sampai aku pulang."


"Iya,pak."


"Jean mulai sekarang jika kita di luar kantor panggil aku Aaron,oke."


"Tapi pak."


Jean yang berdiri tak jauh dari tempat tidur merasa kaget,tidak pernah membayangkan harus memanggil bosnya dengan namanya.


"Jean!" Aaron memanggil dengan menekan ucapannya.


"O oke Aaron." Ucap Jean canggung.


"Aku akan nemenin Sora sampai kau pulang."


Sora yang mendengarnya tersenyum,melihat Jean yang canggung karna tak terbiasa memanggil langsung nama Aaron.


Setelah Aaron keluar kamar Jean melotot melihat Sora yang menertawakan dirinya,Jean mengambil bantal yang ada di sebelahnya dan memukul pelan punggung Sora.


"Auch,aduh,perutku..."


"Kenapa Sora?"


"Maaf..,maafin aku,aku gak sengaja."


"Mana yang sakit Ra."


Jean panik karna pukulannya menyebabkan Sora kesakitan.


"Ini..." Jawab Jean.


"Ini,perut kamu?"


"Aduuuh,gimana nih.."


"Tapi Jean..."


"Tapi apaan Ra..."


"Aku panggilan mama kamu ya."


"Tapi...Bo'ong."


"Hahaha." Goda Sora.


"Hah,apaan sih kamu nih,hisszz sialan."


"Bikin aku jantungan,tau gak."


"Hihihi jangan marah dong..."


Rayu Sora sambil merangkul Jean.


Jean hanya melirik dengan wajah yang cemberut.


"Aku cium nih kalo gak maafin aku."


"Iih jijik,apaan sih aku masih normal."


Sora tetap merangkul Jean dan berusaha mencium telinga Jean.


Jean berusaha melepaskan rangkulan Sora dan berteriak.


"Hahaha iya iya aku maafin."


Setelah tertawa,bercanda mereka merebahkan tubuh mereka secara bersamaan di atas tempat tidur.


"Jean makasih ya,kamu selama ini selalu nemenin aku."


"Aku yang harusnya berterimakasih ama kamu Ra."


"Kalo saat itu kamu gak nyelamatin aku,mungkin aku gak ada sampai saat ini."


Mereka saling menggenggam,mempererat rasa sayang pada diri mereka.


"Sora,apa Sarah ada dendam ama kamu?"


"Entahlah."


"Yang ku tau sih dia sangat sangat ingin mendapatkan Aaron."


"Hah,yang bener?"


"Dia kan adik sepupu Aaron."


"Kalo Aaron cerita sih,hanya sepupu angkat."


"Sebenarnya Aaron udah peringatin,agar aku gak deket deket ama Sarah."


"Makanya tadi aku minta ma kamu agar gak bilang kalo Sarah ikut."


"Gila juga tuh,sampai segitunya dia."


"Cekleeek"


Thian langsung membuka pintu kamar Sora tanpa mengetuknya,dan menanyai Sora.


"Sora tadi aku liat Aaron di rumah sakit,kamu sudah periksa kan?"


"Iya kak,dan aku udah gak apa apa,dokter cuma menyuruh agar gak boleh terlalu capek."


"Syukurlah."


"Apa tante tau,apa yang terjadi ama kamu?"


"Enggak kak,dan aku minta tolong ama kak Thian jangan sampai mama,papa ataupun kakek tau tentang kejadian ini." Pinta Sora.


Thian menghela nafasnya,sedikit tak setuju dengan permintaan Sora.


Melihat Sarah yang berusaha mencelakai Sora,ingin sekali menghabisi wanita itu.


"Apa yang ku pikir tentang wanita itu benar,dia wanita jahat."


"Sora kau harus hati hati ke depannya ya."


"Tiga hari lagi adalah pesta pernikahanmu,kau harus waspada padanya."


"Dan selama kakak di sini,kakak akan selalu menjagamu."


"Tenang kak Thian,aku juga akan menjaga Sora."


"Di pesta pernikahan Sora nanti aku yang akan selalu di sampingnya saat Aaron gak ada." Ucap Jean.


Thian tersenyum,mengangguk pelan.


"Apa Aaron tadi benar benar gak tau kejadian tadi?" Tanya Thian.


Sora menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Jangan sampai dia tau kak."


"Aku hanya merasa tidak enak dengan neneknya Aaron,pasti hal itu akan membuat mereka bermusuhan."


"Ingat ya kak,Jean,jangan sampai Aaron tau."


"Aku gak jamin deh." Jawab Thian.


"Kaaak."Ucap Sora manja.


Sora sedikit marah karna Thian tak menurutinya.


"Iya gak usah marah,kakak gak akan bilang,tapi kakak gak janji buat balas perbuatan Sarah." Ucap Thian menegaskan pada Sora,setelah itu dia keluar dari kamar Sora.


Sora dan Jean saling berpandangan setelah mendengar perkataan kak Thian.


"Kamu dengarkan,kak Thian tadi bilang akan membalas perbuatan Sarah."


Jean menganggukkan kepalanya.


"Dia memang pantas mendapatkan balasan." Bisik Jean.


Jean menemani Sora sampai malam,bahkan Jean ikut makan malam bersama keluarga Sora.


Setelah makan malam mereka berdua kembali ke kamar Sora.


"Jean kalau kamu mau pulang,pulang aja."


"Eemm enggak enggak,no..no..."


"Sora tadi kan kamu denger sendiri,Aaron minta aku buat nemenin kamu sampe dia pulang."


"Apa kamu udah gak butuh aku ya,pengen ngusir aku nih." Lirik Jean menatap dengan penuh selidik.


"Coba bilang lagi." Ucap Sora sambil mencubit perut Jean.


"Hahaha geli ra."


"Udah udah,aku..."


"Cekleek."


Pintu terbuka,Aaron terkejut melihat situasi di mana Sora di atas tubuh Jean.


"Apa aku mengganggu kalian?"


"Enggak enggak,tadi kami cuma bercanda."


"Maaf,karna anda udah pulang,maka saya juga akan pulang." Pamit Jean sambil turun dari tempat tidur.


"Jean,aku menyuruh Fredy untuk mengantarmu pulang."


"Oh,trimakasih."


"Sora aku pulang dulu ya." Ucap Jean melambaikan tangannya,dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


Sora turun dari tempat tidur dan membantu Aaron melepaskan jas dan rompi yang di pakai Aaron.


Sora memutari Aaron dan memeluk dari belakang.


"Kau kenapa?


"Tumben mau meluk aku yang belum mandi." Goda Aaron sambil melepas satu persatu kancing bajunya.


"Gak boleh,aku meluk suamiku sendiri."


"Apa aku harus meluk pria lain."


Aaron memutar tubuhnya,terprovokasi mendengar ucapan Sora,dan menyentil keningnya.


"Cetak."


"Auw."


"Coba kamu bilang lagi."


"Pengen meluk pria lain?"


"Awas ya kalau kamu coba coba."


Ancam Aaron.


"Apa kalau aku meluk papa,kakek,ama kak Thian juga gak boleh?" Ucap Sora dengan nada yang tidak mau kalah dari Aaron sambil melipat tangannya di bawah dadanya.


"Kalau ayah ama kakek gak papa,tapi ama Thian gak boleh!"


"Kenapa gak boleh,kak Thian kan kakakku,bahkan kami dulu sering tidur bersama."


"Tidur bersama?" Aaron terlihat kesal.


"Ya...." Sora tersadar dengan perkataannya,dan berusaha menjelaskan pada Aaron.


"Itu..saat kami masih kecil dulu sering tidur di kasur yang sama." Terangnya dengan terbata bata.


Aaron menarik kedua lengan Sora dan menatapnya dengan dingin,lalu menciumnya dengan paksa.


Sora yang kaget dengan kuat mendorong Aaron lalu meninggalkan Aaron,dan dengan ekspresi marah Sora berjalan menuju tempat tidur.


"Kalo mau nyium kan gak usah maksa gitu, I hate you,Aaron."


"Hiks..."


Guman Sora mengingat perlakuan Aaron tadi,Sora benci jika Aaron memperlakukannya seperti itu.