Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
57. Nenek datang


Hari di mana nenek datang ke kota Oregon telah tiba,Aaron sudah tidak sabar datang bersama dengan neneknya ke rumah Sora. Dari bandara nenek langsung menuju rumah Aaron,beristirahat beberapa jam karna nanti malam nenek akan menemui keluarga Sora untuk membicarakan pergelaran acara pesta pernikahan Aaron dan Sora.


Waktu berlalu.


Jam sudah menunjukan pukul tujuh.


"Nek,nenek sudah siap?"


Aaron menyentuh bahu neneknya yang sedang duduk merias wajahnya.


Nenek menggangguk sambil membalas sentuhan Aaron.


"Baiklah nek kita berangkat sekarang."


Nenek dan Aaron keluar dari rumah, menuju mobil yang sudah menunggu untuk mengantar ke kediaman Rassam.


Di dalam mobil nenek hanya memandangi jalanan yang di lalui,sedangkan Aaron sibuk membalas pesan yang masuk dari Sora.


Mobil yang di kendarai sampai di kediaman Rassam.


Kedatangan mereka sudah di nantikan oleh keluarga Rassam.


"Akhirnya,setelah beberapa tahun aku datang ke rumah ini lagi." Batin nenek.


Ada rasa gelisah dalam hati dan pikiran Aaron,memikirkan nenek yang pada awalnya tak merestui pernikahannya dengan Sora.


Ramush,Steve,dan olivia berdiri menyambut kedatangan mereka.


Ramush yang sudah lama tidak bertemu merasa senang.


"Hallo Emily apa kabar mu?"


"Aku baik saja."


"Trimakasih untuk perhatianmu."


Mereka mempersilakan Emily Markle untuk masuk dan duduk di ruang tamu.


"Tak ku sangka kau masih tetap cantik." Ucap kakek.


Emily tersenyum dengan pujian Ramush.


"Bibi saya senang bisa bertemu lagi." Ucap Olivia Rassam.


"Sudahlah,tidak perlu basa basi,kita bahas apa yang perlu kita bahas." Ucap Emily.


"Aku sudah mendengar semua dari Aaron."


"Karna cucumu sekarang sudah mengandung tak perlu berlama lama untuk mengadakan pesta pernikahan."


"Bagaimana jika minggu depan pelaksanaan pestanya."


"Tidak masalah bagi kami." Jawab Ramush.


"Nenek,kakek, aku dan Sora sepakat untuk tidak mengundang terlalu banyak tamu."


"Hanya teman dan keluarga terdekat yang akan kita undang." Terang Aaron.


Mereka yang berada di situ hanya diam akan keputusan Aaron dan Sora.


"Sayang,mama tak setuju dengan hal itu,kita harus perlihatkan pada dunia jika putri kami satu satunya sudah menikah." Ucap olivia.


"Ma jika kita mengundang satu media pasti seluruh dunia akan mengetahuinya kan." Ucap Sora.


"Aku setuju dengan Aaron dan Sora,mereka berdua pasti punya alasan mengambil keputusan itu." Ucap kakek.


"Kakek akan menyetujui apapun keputusan kalian."


"Bagaimana dengan dirimu Emily?"


"Apa kau menyetujuinya?"


"Apapun yang diinginkan cucuku aku akan menyetujuinya."


"Baiklah sudah di putuskan minggu depan pada hari Jumat pestanya akan di adakan."


Ucap Ramush.


Aaron merasa lega karna pertemuan keluarga berjalan dengan lancar.


Pertemuan keluarga malam itu di akhiri dengan makan bersama. Emily Markle tidak terlalu banyak bicara karena dalam hatinya menahan kemarahan apa yang terjadi di masa lalu.


Setelah itu Aaron dan neneknya berpamitan untuk pulang.


"Lily." Panggil Ramush.


Emily Markle menghentikan langkahnya tanpa mengeluarkan kata kata,karna panggilan itu yang sering Ramush ucapkan dulu waktu suaminya masih hidup.


"Maukah kau meluangkan waktu untuk berbicara denganku sebentar." Pinta Ramush.


Emily Markle kemudian membalikkan badannya untuk menjawab permintaan Ramush.


"Maaf tuan Ramush ini sudah larut malam."


"Saya tidak bisa mengabulkan keinginan anda,karna besok pagi saya sudah harus kembali ke negara M."


"Kita akan bertemu saat pesta pernikahan di selenggarakan."


"Saya pamit."


Aaron dan Sora saat ini di luar rumah berbicara berdua,sekalian menunggu nenek keluar dari rumah utama.


"Sayang apa malam ini kau menemani nenek lagi di rumahmu?"


Aaron tersenyum.


"Kenapa? Apa kau udah kangen ama aku?"


"Enggak sih,cuman dikit."


"Ooh gitu beneran."


"Mungkin aku akan ikut nenek pulang ke negara M."


"Tiga hari aku di sana."


"Loh kok ikutan pulang ama nenek?"


"Bukannya hanya pulang ke rumahmu yang ada di sini?"


"Kan gak ada yang kangen ma aku." Goda Aaron.


"Apaan sih,ya udah sana pulang aja,lama juga gak apa apa kok."


Aaron memeluk sora dan menggoyang goyangkan tubuhnya.


"Udah ah,lepasin gak!"


"Ih gitu aja marah."


"Oke deh gak jadi ikut nenek,besok pagi abis nganter nenek aku akan mampir ke sini."


"Apa kamu gak kerja?"


"Aku berangkat siangan kok."


"Karna aku udah kangen ama istriku,maka besok pagi aku pengen berduaan aja ama istriku tercinta."


Wajah Sora memerah mendengar rayuan Aaron,saat itu juga nenek berjalan keluar melewati mereka berdua.


Sora seperti tidak rela jika Aaron pergi,dia menggenggam erat tangan Aaron.


Setelah Sora melepaskan genggamannya,Aaron dan nenek masuk ke mobil,yang di kemudikan oleh Fredy.


Mobil mereka melaju pelan dan meninggalkan kediaman Rassam.


***


Paginya di bandara.


"Nek jangan lupa untuk mengabari Aaron jika sudah sampai di sana."


Nenek hanya mengangguk.


"Nona Aiko ku percayakan nenek padamu."


"Jaga nenek sampai di rumah."


Perintah Aaron pada pengawal nenek.


"Baik tuan muda."


Nenek dan Aiko berjalan masuk,setelah tak terlihat dalam pandangan Aaron,dia keluar dari bandara dan masuk ke mobil.


"Fredy mampir ke kediaman Rassam.


"Iya tuan muda."


Sesampai di kediaman Rassam,Aaron turun dari mobil dan masuk ke rumah, melihat Sora dan keluarganya sedang menikmati sarapan,dia mendekati mereka,dan duduk di sebelah Sora.


"Bi kana tolong ambilkan perlengkapan makan satu lagi."


"Iya nona."


"Selamat pagi kakek,ayah ibu." Sapa Aaron.


"Apa nenekmu sudah pulang?" Tanya kakek.


"Iya kek,setelah mengantar nenek,Aaron langsung datang ke sini."


"Aaron,Sora setelah ini datang ke ruangan kakek,ada hal yang ingin kakek bicarakan. "


"Iya kek."


"Steve Olivia kau juga."


"Iya ayah."


***


Di ruangan kakek...


Mereka duduk di sofa yang saling berhadapan.


"Apa kalian tau kenapa kakek memanggil kalian di sini."


"Kami tidak tau ayah." Jawab Steve.


"Baik sebelumnya kakek ingin bertanya padamu Aaron."


"Aaron kakek ingin dengar penjelasanmu,ketika ada orang yang ingin menculik Sora."


Aaron dan Sora saling memandang,tak mengira jika kakek mengetahuinya.


"Sora apa maksud perkataan kakek." Tanya Steve.


"Kenapa kalian tidak pernah memberitahukan hal itu pada kami." Sela Olivia.


"Maafkan kami pa ma,kami gak bermaksud merahasiakan hal itu."


"Kami gak mau semua khawatir."


Terang Sora.


"Maafkan saya ayah ibu,tidak bisa menjaga Sora."


"Saat ini tak perlu saling menyalahkan."


"Aaron apa kau sudah tau siapa dalangnya?" Tanya kakek.


"Aaron sudah selidiki kek,semua mengarah pada keluarga Alves."


"Alves?"


"Bukankah keluarga mereka bos dari *KH."


"Iya kek." Jawab Aaron.


"Kakek sudah tau apa hubunganmu dengan keluarga Alves."


"Bisa jadi mereka tidak terima dengan pembatalan pernikahan putri mereka."


"Mereka pikir bisa hidup setelah melakukan hal itu pada cucuku."


"Mereka akan merasakan akibat karna sudah mengganggu keluarga Rassam."


"Kakek,biar kami yang mengurusnya." Ucap Sora.


"Apa kalian bisa melakukan,apa yang bisa kakek lakukan."


"Kakek tak perlu kuatir,Aaron punya rencana untuk keluarga mereka."





"Baik kakek ingin lihat bagaimana kau akan mengatasinya."













*Kalajengking Hitam


HALLO SEMUA, JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YA


BIAR AUTHORNYA SELALU SEMANGAT


MAKASIH...