Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Ke air terjun.


1 Minggu kemudian.


Kehamilan Keyla semakin terlihat, dengan itu pula tingkah wanita itu semakin manja. Bahkan Rafka tak bisa pergi ke rumah sakit dalam beberapa hari karena istrinya demam dan manja.


"Sayang," panggil Keyla yang ada di atas ranjang. Rambutnya basah karena baru saja mandi.


"Iya sayang?" Rafka yang berada di ruang ganti langsung berjalan mendekati istrinya.


"Mau jalan-jalan," pinta Keyla manja.


"Kemana?" tanya Rafka naik ke atas ranjang lalu memeluk istrinya yang terlihat lebih berisi dari sebelumnya.


"Ke hati mu," jawab Keyla tertawa sembari memasukkan tangannya ke dalam baju Rafka untuk meraba dada bidang suaminya.


"Hati ku kecil, mana bisa kau jalan-jalan di sana." Rafka menciumi pipi istrinya dan juga mengelus perut Keyla dengan pelan.


"Aku ingin melihat air terjun, sayang. Aku ingin berfoto di air terjun," pinta Keyla.


"Sekarang?" tanya Rafka tak henti-hentinya mengelus perut Keyla.


"Nanti kalau aku sudah mati," kesal Keyla membalikkan badannya membelakangi Rafka. Melihat istrinya yang merajuk, Rafka pun hanya bisa tertawa geli saja. Cepat sekali mood istrinya berubah.


"Yasudah, ayo sayang. Aku akan membawa mu ke air terjun yang paling cantik di kota ini," ucap Rafka memeluk istrinya dari belakang.


Keyla pun membalikkan tubuhnya menghadap Rafka.


"Ayo," sahut Keyla memberikan satu kecupan singkat di bibir suaminya.


*******


Air Terjun.


Rafka dan Keyla sudah berada di lokasi air terjun yang sangat terkenal di kota itu. Perjalanan ke air terjun pun tidak memakan waktu yang banyak karena jalan nya yang bagus.


"Sayang, fotokan aku." Keyla sangat senang ketika melihat air-air yang jatuh ke bawah dan membentuk kolam. Ia ingin mengabadikan momen bahagia ini.


Rafka pun mengeluarkan kamera yang sudah ia wanti-wanti karena istrinya ingin berfoto.


"Satu, dua, tiga...


Rafka memotret istrinya dengan banyak gaya, dan hasilnya bagus semua. Selain background nya yang cantik, modelnya pun tak kalah cantik.


"Pak, boleh minta tolong." Rafka mendekati seorang petugas yang bekerja untuk memantau sekitar air terjun.


"Boleh, nak."


"Tolong fotokan saya dengan istri saya boleh pak?" tanya Rafka.


"Boleh, nak." Rafka pun memberikan kamera yang ia pegang pada bapak itu lalu mendekati istrinya.


"Suah siap? Satu, dua, tiga."


Cekrek


Cekrek


*****


"Hahahahahah," tawa Keyla melihat foto yang ada di kamera. Kini mereka sedang berada di tempat makan yang ada di sekitaran air terjun.


"Eum, aku cantik sekali di sini." Keyla memuji foto nya sendiri dan memang benar ia terlihat sangat cantik.


"Kau memang cantik, sayang." Rafka mengelus kepala istrinya yang masih asyik melihat hasil foto hari ini.


"Terimakasih, sayang ku."


Pesanan pun datang, Keyla dengan semangat menyantap makanan yang sudah ia pesan. Keyla memesan mie goreng seafood sedangkan Rafka memesan dessert dan jus saja.


"Eum, enak nya. Mau sepiring lagi," pinta Keyla. Padahal mie gorengnya belum habis, tapi sudah minta sepiring lagi.


"Habiskan dulu, Key. Baru minta lagi," ucap Rafka. Takutnya Keyla hanya selera mata saja, nanti tidak di makan.


"Eum, mau lagi." Keyla meletakkan sendok nya di piring lalu memasang wajah cemberut.


Keyla langsung tersenyum manis dan memakan kembali mie gorengnya.


"Setelah ini kita mau kemana?" tanya Rafka menatap Keyla yang sangat menikmati makanan nya.


"Eum, ke rumah sakit yah. Kita periksa dedek bayi nya dulu, apa dia sehat-sehat saja," jawab Keyla masih lahap memakan mie goreng yang ada di piringnya.


"Setelah itu, mau kemana lagi?" tanya Rafka terkekeh melihat Keyla yang begitu lahap. Sangking lahapnya wanita itu tak minum-minum.


"Eum, aku mau beli baju. Belanja yang lainnya juga," jawab Keyla mengambil tisu lalu membersihkan bekas makanan yang ada di bibirnya.


Satu porsi mie goreng sudah habis, dan porsi selanjutnya pun datang.


Keyla kembali menyantap mie goreng yang baru saja datang.


"Apa masih sanggup?" tanya Rafka bergidik melihat porsi makan Keyla.


"Masih, seperti nya anak kita kembar. Kalau makan harus dua porsi," jawab Keyla membuat Rafka tertawa kecil.


"Aamiin."


Di sisi lain, seseorang kini tengah mengamati gerak-gerik Rafka dan Keyla sembari tersenyum kecil. Matanya yang tajam dan rahangnya yang kokoh membuat aura tak bersahabat itu bisa dirasakan orang-orang sekitar.


"Bos." Seorang pria mendekatinya.


"Ada apa?" tanya nya.


"Apa kita akan membiarkan mereka lebih lama lagi? Kapan kita bergerak?" tanya pria itu


"Untuk sekarang biarkan mereka menikmati masa-masa indah mereka. Setelah itu barulah kita akan merebut kebahagiaan mereka seperti mereka yang merebut kebahagiaan ku," jawab nya sembari tersenyum menyeringai.


"Memangnya apa yang akan kita lakukan pada mereka, bos?"


"Mungkin mengeluarkan organ-organ dari tubuh salah satu dari mereka lalu menjualnya," jawabnya sembari menunjuk Rafka lalu beralih ke Keyla lalu ke Rafka lagi.


"Mengapa hanya salah satu, bos? Mengapa tidak dua-duanya?" tanya pria itu.


"Karena diantara mereka harus ada yang menderita akibat kehilangan," jawab nya tersenyum kecil.


"Wah, sepertinya bos dendam sekali yah pada mereka."


"Aku membenci dua orang itu! Mereka tersenyum di atas penderitaan ku. Aku benci dengan seorang perebut dan penghianat," ucapnya menatap tajam ke arah Rafka dan Keyla yang sedang asyik mengobrol.


"Akan ku buat mereka merasakan bagaimana rasanya di tinggal oleh orang yang di cintai!"


_


_


_


_


_


_


Hm, kamu tak tau ayah nya bang Rafka seperti apa boy😂 sekali senggol langsung di begal😂


Hm, sudah mulai konflik yah. 🙂


Konfliknya gak berat-berat kok. Gak ada adegan kekerasan yang kayak kalian pikirkan, hanya saja yah hanya saja lah😂


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


jangan lupa like komen dan juga vote serta hadiah nya. Agar author makin semangat untuk update nya.


Maaf yh kalau kurang seru atau alurnya monoton 🤧


Terimakasih.


Tbc.