
1 Minggu kemudian.
Keyla sudah di perbolehkan pulang dengan syarat harus kontrol seminggu sekali. Kaki wanita itu terlihat masih kaku jadi masih menggunakan kursi roda untuk bergerak kesana-kemari.
Pagi ini setelah sarapan, Keyla melihat Rafka yang tengah memandikan Azzam. Sedangkan Zura belum bangun, terlihat Rafka sudah telaten membuat Keyla kagum.
Keyla belum bisa ikut serta memandikan anaknya karena kesulitan bergerak.
"Wah, anteng na anak umi." Keyla terlihat sangat senang ketika Azzam begitu aktif sehingga Rafka harus menyediakan stok sabar yang banyak.
"Ya Allah, macam belut," tawa Keyla geli melihat Azzam yang begitu lincah dengan busa sabun masih ada di tubuh mungilnya.
"Padahal waktu hamil kau tak pernah makan belut, tapi mereka ini licin sekali." Rafka pun ikut berkomentar.
"Hahahahaha," tawa Keyla lepas.
Tak terasa Azzam sudah selesai mandi, Rafka menggendong bayi kecilnya lalu meletakkannya di atas tempat tidur. Keyla pun mengelap tubuh Azzam dengan handuk kecil. Putranya itu sangat tampan dengan dua lesung pipi yang dalam.
"Pakai baju," seru Keyla semangat. Ia pun memberikan minyak telon terlebih dahulu, agar Azzam merasa hangat dan terjaga dari nyamuk.
"Buyung na ketil kayi," ucap Keyla mencolek buyung Azzam. Melihat itu Rafka membulat kan matanya, ia saja geli melihat tindakan Keyla.
Tak terasa Azzam pun sudah memakai pakaian lengkap, tak lupa bedak baby menambah kesan segar pada Azzam.
"Wangi na," ucap Keyla memeluk sang buah hati.
Azzam tampak ingin membuka kancing baju Keyla. Itu pertanda Azzam lapar, Keyla pun dengan lembut menyusui anaknya. Suatu kebahagiaan karena bisa menyusui anaknya walau sudah terlambat enam bulan.
Tangisan Azzura terdengar, Rafka dengan sigap menggendong anak perempuan nya itu.
"Udah bangun, sayang. Anak perempuan kok bangun nya lambat," ucap Rafka mencium putri kecil nya itu.
"Mandi kita yah, setelah itu baru minum susu." Rafka pun membawa Zura ke kamar mandi, sedangkan Keyla masih menyusui Azzam.
******
09.40
Setelah selesai mandi dan minum susu, Azzam dan Azzura di bawa keluar dari kamar dan duduk-duduk di halaman depan.
Kebetulan sekali di halaman depan ada pohon jambu madu dan kini tengah berbuah.
Tampak di bawah pohon rindang itu, Rafka kini tengah mengambil buah jambu dengan jaring sedangkan Keyla duduk di kursi roda sembari memangku kedua anaknya.
"Perutnya besar sekali," gumam Keyla mengelus perut kedua anaknya.
"Perut besar tanda anak sehat, sayang." Rafka menjawab gumaman Keyla.
"Hei cucu kakek, apa kabar sayang? Sudah mamam?" sapa Gabriel yang baru saja datang dari luar. Laki-laki itu tadi pergi membeli buah atas perintah dari istri tercinta.
"Hai juga kakek, kami sudah mamam tadi. Kakek dari mana!" Keyla menjawab mewakilkan anaknya yang tersenyum lebar.
"Beli buah," jawab Gabriel mengangkat satu kantong plastik besar berisikan buah alpukat. Ingat, hanya buah alpukat saja.
"Satu buah nya," pinta Keyla sembari memegang tangan anaknya agar meminta satu buah alpukat dari Gabriel.
Gabriel mengelus kepala kedua cucu nya itu sembari tersenyum senang.
"Nanti kakek kasih kalau sudah di bersihkan yah, kakek masuk dulu. Tata," ucap Gabriel melambaikan tangannya.
"Tata juga."
"Aduh." Terlihat Rafka memegangi kepalanya yang sudah di timpa beberapa jambu.
"Sayang, kau tak apa-apa?" tanya Keyla tertawa melihat suaminya yang kebingungan. Tampak Rafka mengangguk lalu memungut jambu yang sudah jatuh ke tanah.
"Mau," tawar Rafka memberikan jambu yang sudah jatuh ke tanah.
"Kejam nya dirimu, baby. Kau memberikan ku jambu yang sudah kotor," ucap Keyla merajuk.
"Belum kotor, sayang. Belum lima menit," sahut Rafka tampak membersihkan jambu itu dengan mengelapkan nya di baju. Lalu memakan jambu madu yang tampak sudah retak.
"Enak?" tanya Keyla.
"Enak," jawab Rafka duduk di samping Keyla.
"Mau jambu," tawar Rafka pada kedua anaknya. Yah namanya anak kecil apapun itu pasti di terima, racun pun di makan.
Tampak Azzam ingin mengambil jambu itu namun Rafka langsung menarik kembali tangannya lalu kembali memakan jambu nya sampai habis.
"Dasar tukang php," gumam Keyla mengelus kepala Azzam yang memasang wajah bingung dengan mulut terbuka.
"Mau lagi lah," ucap Rafka kembali mengambil jambu dengan jaring.
Selang beberapa menit, Keyla dan dua anaknya sudah kembali masuk ke dalam rumah. Cuaca semakin panas, ia takut anaknya akan sakit.
Keyla dengan senang hati menjaga anak-anak nya yang bermain di atas karpet di dekat kolam renang. Ia pun ikut duduk di atas karpet.
"Sayang," panggil Rafka dengan membawa sekeranjang jambu yang sudah ia bersihkan.
"Mau?" tawar Rafka. Keyla pun mengangguk dan mengambil jambu nya satu. Saat ia ingin memakan jambu, anak-anaknya langsung mendekati dan merengek ingin mengambil jambu itu.
"Mau juga yah. Nanti yah, umi makan dulu baru nanti anak-anak Umi yang makan," ucap Keyla mengelus kepala anaknya. Yang dimaksud Keyla adalah jika ia makan jambu otomatis itu akan menjadi air asi, jadi anak-anak nya juga bisa makan jambu lewat air susunya.
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh," jawab Rafka dan Keyla bersamaan.
"Ada apa dengan wajah mu?" tanya Rafka menatap wajah adiknya itu.
"Anak paman." Bukannya menjawab, Razka malah menggendong kedua keponakan nya lalu memeluk seolah-olah akan berpisah.
Namun, keponakan nya itu memberontak ingin di lepaskan. Sebab, Razka terlalu erat memeluk mereka. Razka pun menurunkan dua keponakan nya itu.
"Ada apa?" tanya Rafka bingung.
"Aku akan pergi, bang." Kening Rafka berkerut mendengar penuturan Razka.
"Pergi kemana?" tanya Rafka.
"Ada proyek di luar negeri, bang. Aku harus pergi ke sana sebagai pengganti Abi. Aku tak mau, aku tak sanggup berpisah dari keponakan ku. Bagaimana aku bisa hidup tanpa mereka dan bagaimana mereka bisa hidup tanpa ku," papar Razka penuh drama sembari menggendong Azzura membuat Rafka dan Keyla menatap satu sama lain.
"Berapa lama?" tanya Rafka terkekeh.
"Dua Minggu," jawab Razka mencium pipi Zura bertubi-tubi hingga bayi kecil itu merengek.
"Dua Minggu kan tidak lama, setelah itu pulang dan beres kan? Apa masalah nya?"
"Masalah nya aku tak bisa bertemu dengan dua bocah ini, kan aku rindu nanti." Razka menjawab dengan ketus.
"Makanya cepat nikah," ledek Keyla bersembunyi di belakang Rafka sembari terkekeh.
"Iya betul itu, umur mu kan sudah 28 tahun. Masa belum mau nikah, nanti jadi perjaka tua loh," sambung Rafka.
"Cih, bicara memang gampang tapi praktek nya susah," sahut Razka tak terima jika di ejek.
"Hahahahaha, kapan berangkat nya?" tanya Rafka tertawa lepas.
"Besok siang," jawab Razka tak semangat.
"Padahal aku ingin menjadi pengacara terkenal tapi Abi tak mengizinkan nya. Kata Abi tak ada yang mengurus perusahaan, Abi kan sudah tua. Katanya Abi ingin menghabiskan masa tua nya bersama Umi," lanjut Razka curhat.
"Lah, memang benar kan? Abi dan umi sudah berumur, jika Abi masih memikirkan perusahaan lalu kapan mereka menikmati masa senja mereka. Kau kan anak yang baik dan berbakti, makanya Abi memilih mu," sahut Rafka tertawa kecil.
"Iyalah, aku memang anak yang berbakti." Razka menggelitik perut Zura berharap keponakan nya tertawa, namun Zura tak merasa geli.
"Dimana Abi? Aku ingin meminta belas kasih agar tak memisahkan ku dari dua keponakan ku," tanya Razka masih tak rela untuk pergi besok.
"Entah, kami tak melihat Abi setelah tadi pulang membeli buah. Mungkin di kamar bersama umi," jawab Rafka santai.
Razka pun hanya bisa menghela nafas panjang, ia sudah terlanjur sayang dengan dua keponakan nya. Merawat keponakan nya dari bayi dan selalu membersihkan **k mereka, bahkan Razka sering menyuci pakaian si kembar.
Di sisi lain, Gabriel dan Aria berada di dalam kamar dan kini sedang main kode-kode.
"Apa sih?" tanya Aria mengerti maksud Gabriel yang mengedipkan sebelah matanya.
Gabriel memanyunkan bibirnya pertanda ia merajuk.
"Kita sudah tua, jangan mesum," kata Aria.
"Tua-tua begini masih kuat loh, sayang."
"Dasar genit," ucap Aria terkekeh geli melihat tingkah laku suaminya. Walau sudah mempunyai cucu, namun kemesraan sejak masih muda tetap bertahan bahkan bertambah seiring pergantian waktu.
_
_
_
_
_
_
_
_
Wah, Razka udah mau pergi nih. Berarti kisahnya akan segera di mulai di negara orang.
Kenapa harus di luar negeri, karena jodohnya memang ada di sana.
Siapa kah dia? Pasti kalian kenal😂
gak lama lagi bang Daniel bakalan muncul😳
Cerita Razka sudah author revisi untuk alurnya atau author ganti yah. 🤭
Pokoknya di tunggu aja dah, nanti author jelasin kenapa bisa gitu.
Kalau author telat update, itu bukan berarti author gak up. Masalah nya review di NT sudah mulai agak lama, bisa berjam-jam.
Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.