
Author POV.
6 Minggu Kemudian.
Rafka dan Keyla sudah kembali ke apartemen, mereka sudah bisa beraktivitas normal kembali. Gabriel dan Aria serta Razka pun sudah kembali seminggu yang lalu karena berpikir Rafka dan Keyla sudah baik-baik saja.
Rafka belum bisa ikut pulang karena tugasnya belum selesai. Seharusnya sudah, tapi karena perawatan yang memakan banyak waktu hingga ia pun memilih cuti satu bulan yang artinya ia akan kembali bekerja bulan depan.
"Sayang," panggil Keyla dari dapur. Rafka langsung keluar dari kamar dan mendekati istrinya yang tengah memasak. Padahal Rafka tak mengizinkan Keyla memasak, tapi Keyla tetap bersikeras untuk memasak.
"Apa sayang?" tanya Rafka memeluk Keyla dari belakang. Laki-laki itu sudah mulai berani rupanya, tidak malu-malu meong lagi.
"Coba cicipi," pinta Keyla memberikan sedikit masakan nya pada Rafka agar dapat di koreksi.
"Bagaimana?" tanya Keyla.
"Enak," jawab Rafka membuat Keyla tersenyum senang. Ia memasak gulai lobster dengan santan yang kental serta rempah-rempah yang banyak. Selama Ibu mertuanya ada di sini, Keyla belajar memasak masakan berkuah.
"Seenak apa?" tanya Keyla menatap sang suami yang terus memeluknya. Ia pun membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Rafka.
"Eum, apa yah? Tidak bisa diungkapkan sangking enak nya," jawab Rafka sembari menatap keatas.
"Kau tampan sekali," puji Keyla membelai wajah suaminya.
"Memang aku tampan," sahut Rafka. Mendengar itu Keyla tertawa kecil, ternyata suaminya begitu percaya diri.
Keyla menempelkan telinganya di dada bidang suaminya. Ia ingin mendengar suara detak jantung Rafka.
"Sudah tak berpacu kencang lagi," gumam Keyla.
"Itu karena aku sudah terbiasa, dulu kan tak biasa. Masih malu-malu," sahut Rafka mengelus kepala Keyla.
"Sayang, gulainya hangus nanti," ucap Rafka melihat gulai yang dimasak Keyla sudah mendidih.
Keyla pun tersadar lalu mengaduk kuah gulai agar tak menggumpal.
"Memangnya gulai bisa hangus yah?" tanya Keyla.
"Bisa, coba saja biarkan dia beberapa jam. Dijamin hangus beserta wajan nya," jawab Rafka terkekeh lalu duduk di meja makan.
"Sayang, apa kita tidak pergi honeymoon?" tanya Keyla mematikan kompor lalu menyalin gulainya ke dalam tempat gulai.
"Memangnya mau kemana?" tanya Rafka menatap Keyla yang masih fokus dengan gulai nya.
"Kemana saja boleh, yang penting bersama mu," jawab Keyla menoleh Rafka sekejap lalu mengedipkan matanya.
"Dasar genit," gumam Rafka terkekeh.
"Aku serius sayang," rengek Keyla berjalan mendekati Rafka setelah menyimpan masakan nya.
Keyla memilih duduk di pangkuan Rafka dengan posisi menghadap suaminya.
"Bau bawang tidak?" tanya Keyla mengendus badannya.
"Bau ketek," jawab Rafka membuat Keyla langsung mencium ketiaknya.
"Tidak bau tuh," ucap Keyla merajuk.
"Jadi kemana kita honeymoon nya, baby?" tanya Keyla mengalungkan tangannya di pundak Rafka.
"Kemana saja boleh," jawab Rafka menyandarkan kepalanya di dada Keyla. Ini merupakan suatu keberuntungan yang tak boleh disia-siakan.
"Empuk yah," ucap Rafka membuat Keyla tertawa kecil. Seperti sedang berbicara dengan anak kecil saja.
"Di kamar saja bagaimana?" tanya Keyla berbisik di telinga Rafka membuat laki-laki itu langsung menutup matanya.
"Memangnya apa yang bisa kita lakukan di kamar?" tanya Rafka. Keyla langsung tertawa, apa suaminya masih belum kepikiran ke arah sana. Maksud ke arah mesum.
"Buat anak contohnya," jawab Keyla tanpa beban.
Rafka mengangkat kepalanya lalu menatap Keyla yang masih tertawa malu.
"Kau ingin punya anak?" tanya Rafka.
"Iya, aku ingin punya anak. Anak perempuan yang imut-imut," jawab Keyla mengangguk.
"Eum, aku juga mau anak laki-laki. Bagaimana kalau anak laki-laki dan perempuan," jawab Keyla tampak bersemangat.
"Kembar?"
"Iya, kembar. Pasti sangat menyenangkan, membayangkan nya saja aku begitu bersemangat. Ayo kita buat anak, sayang." Rafka tertawa lepas melihat ekspresi wajah Keyla yang begitu bersemangat.
Rafka mengecup bibir Keyla dengan singkat membuat pipi wanita itu merona merah.
"Kapan kita mencetaknya?" tanya Keyla mencium pipi Rafka bertubi-tubi.
"Kapan yah? Kalau nanti malam bagaimana?" tanya Rafka membuat Keyla berteriak senang.
"Kau terlihat senang sekali, sayang." Rafka ikut tertawa melihat Keyla yang juga tertawa.
"Iyalah, aku senang karena suamiku sangat menggemaskan." Keyla mencubit kedua pipi Rafka sembari terus tertawa.
"Jadi, nanti malam kan?" tanya Keyla tersenyum genit.
"Apa kau tidak takut?" tanya Rafka.
"Hm, sebenarnya sedikit takut sih. Tapi, kata teman-teman ku dulu enak," jawab Keyla malu.
"Apa teman mu pernah melakukan itu juga?" tanya Rafka.
"Iya, mereka melakukan nya dengan pacar mereka. Tapi, tenang saja. Aku tak mengikuti jejak mereka, aku hanya suka keluar malam-malam saja, kalau yang seperti itu aku belum pernah." Keyla menjelaskan agar Rafka tak salah paham.
"Jadikan nanti malam?" tanya Keyla membuat Rafka tak bisa menahan tawanya.
"Kau sudah tak tahan yah?" ledek Rafka membuat pipi Keyla memerah.
"Iya," jawab Keyla malu-malu. Hal itu membuat Rafka tertawa lepas lalu menggendong istrinya ke kamar.
"Sayang, apa kita akan melakukan nya sekarang?" tanya Keyla penasaran karena Rafka menggendongnya ke kamar.
"Lah, tapi katanya nanti malam. Apa sudah benar-benar tak tahan kah?" goda Rafka membaringkan Keyla di atas ranjang.
"Aku kira mau sekarang, aku kan bau bawang." Keyla terkekeh geli lalu memeluk Rafka yang berbaring di sampingnya.
"Kalau setiap hari seperti ini aku betah di rumah," lanjut Keyla meraba perut Rafka yang tertutup baju.
"Mesum."
_
_
_
_
_
_
_
Ada yang salfok sama kata TAMAT yah😂😂
kan becanda permisah, mana mungkin tamat di 20 eps😂😂
Owahhhhhhhh😱
Ada yang mau belah ketupat ini.
Jangan salahkan atau protes ketika author men skip adegan nya. Karena author masih kecil yah dan belum berumah tangga.
Mana tau ada yang san*e nanti lalu melakukan hal yang salah. Nanti itu bisa jadi dosa author.
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.