
Setelah rapat Aaron hanya terdiam di dalam mobil,masih memikirkan kerja sama antara perusahaannya dengan Alveshine.
Aaron mengambil ponselnya,dan menekan tombol menelepon Fredy.
"Iya tuan muda." Ucap Fredy memulainya.
"Fredy mulai sekarang kau yang akan mengurus proyek Phelps."
"Kau yang akan mengambil penuh proyek ini." Terang Aaron.
"Baik."
"Tuan muda apa ada yang terjadi?"
"Iya ada,para dewan direksi Phelps Star menginginkan penggabungan desain kita dengan Alveshine."
"Apa tadi anda bertemu dengan Calista Alves?"
"Iya."
"Fredy dari sini aku akan langsung pulang,tunda semua rapat nanti."
"Baiklah saya mengerti." Jawab Fredy.
Leon tanpa bertanya mengerti dengan pembicaraan Aaron barusan,dia mengemudikan mobil ke arah kediaman Rassam.
Di ruang keluarga,Sora dan Thian asik dengan candaan mereka hingga tak menyadari jika Aaron datang.
Suara ponsel Aaron yang berbunyi mengalihkan mereka.
"Aaron? Kenapa sih akhir akhir ini sering tiba tiba nongol,gak ngabarin lagi." Batin Sora.
"Aku kan jadi kaget."
"Kak Thian aku samperin Aaron dulu ya,maaf." Ucap Sora pelan dan bergegas menghampiri Aaron yang berada di teras menerima telpon,Thian menjawab dengan anggukan.
Sora berdiri di samping belakang Aaron,menunggu Aaron sampai selesai bertelepon.
Setelah melihat Aaron mematikan telponnya,Sora bertanya.
"Sayang,kau pulang?"
"Kenapa gak kasih kabar?"
Aaron hanya tersenyum dengan jawabannya,menggenggam tangan Sora dan menggandengnya untuk masuk ke kamar.
"Ada apaan sih,kok gak di jawab."
"Apa ada kejadian ya." Batin Sora.
Setelah Aaron menutup pintu kamar,Aaron memeluk erat Sora.
Dan Sora membalas erat pelukan Aaron.
"Sayang,apa ada yang terjadi?"
Aaron mengangguk hingga dagunya bergesekan dengan bahu Sora.
"Hari ini aku bertemu dengan Calista."
"Mantan istri kamu?"
Aaron menarik bahu Sora.
"Mantan istri?" Tanya balik Aaron.
"Eh maksudku mantan calon istri." Jelas Sora.
"Bukankah dia tinggal di negara M?"
Aaron menggelengkan kepalanya,dengan kedua tangannya masih memegang bahu Sora.
"Dia di kota ini sekarang."
"Proyek yang kita menangkan mau tak mau harus bekerja sama dengan perusahaannya."
"Perusahaan Phelps Star tertarik menggabung desain yang kau buat."
"Berarti kau akan sering ketemu dengan Calista?" Ucap Sora dengan nada yang tidak suka.
"Kenapa?Kau tak suka?" Aaron balik bertanya,dalam hatinya ada rasa senang ketika melihat kecemburuan Sora.
Sora mengalihkan pandangannya,memutar matanya tanpa menjawab pertanyaan Aaron.
"Kau tenang aja sayang."
"Proyek itu sudah ku serahkan pada Fredy,aku tak ingin berurusan dengan wanita itu." Jelas Aaron dan mendekap Sora ke dalam dadanya.
"Aku mau mandi,kau mau kan mandiin aku?" Bisik Aaron.
"Enggak mau ah." Sora merasa malu dengan perkataan Aaron,dan bergegas melangkah pergi namun Aaron segera meraih pergelangan tangan Sora,memeluknya dari belakang dan menyeret tubuh Sora masuk ke dalam kamar mandi.
"Iih lepasin gak." Teriak Sora sambil memukul mukul tangan Aaron yang berada di bawah dadanya.
"Enggak akan ku lepasin,hari ini aku mau di manjain ma kamu." Jawab Aaron di dekat telinga sora.
Aaron menutup pintu kamar mandi dan segera menguncinya.
Beberapa jam berlalu.
Sora bersungut sungut di depan kaca sambil menyisir rambutnya yang masih basah.
Memonyongkan bibirnya sambil sesekali melirik Aaron.
Aaron dengan santainya duduk meluruskan kedua kakinya di atas sofa dekat jendela yang tak jauh dari Sora.
Memakai kaos putih berlengan panjang,dan celana panjang berbahan kain berwarna cream,dengan rambut yang setengah basah,membolak balikkan majalah yang di bacanya.
Saat di pandang seperti malaikat,terlihat bersinar di sekitarnya.
"Ih nyebelin,kalo udah minta ujung ujungnya maksa." Omel Sora dalam hati.
"Dret dret dret."
Sora menghentikan aktivitasnya, meletakkan sisirnya dan mengambil ponselnya yang bergetar karna ada pesan masuk.
"*Sora besok kita pergi jam sepuluh ya,jam sembilan aku ada keperluan."
"Okey,aku akan menjemputmu jam sepuluh*."
"Siapa yang mengirimmu pesan?"
Jiwa kekepoan Aaron muncul,jika mengenai Sora.
"Jean."
"Apa ada yang terjadi?"
"Enggak sih,dia cuma ngasih tau besok ketemu jam sepuluh." Ucap Sora tanpa menatap Aaron.
Aaron mendekati Sora yang masih duduk di meja rias,dan memeluknya dari belakang.
"Kau masih marah?" Bisik Aaron.
Sora pura pura tak mendengarnya dan mengabaikan Aaron.
"Beneran kamu masih marah?"
Karna Sora tak menjawab,Aaron tiba tiba mengangkat tubuh Sora,dan menggendongnya menuju tempat tidur.
"Aaah." Sora sontak menjerit.
"Turunin gak!"
Aaron mengabaikan permintaan Sora dan meletakkan tubuh Sora perlahan di atas tempat tidur,mengunci tubuh Sora di bawahnya dan mencengkeram kedua tangan Sora di atas kepalanya,lalu menciumi bibir Sora,namun Sora memalingkan wajahnya ke samping menghindari ciuman Aaron,dan berbicara pelan.
"Dasar mesum."
"Kamu masih ngatain aku gitu?"
"Bukannya kamu sendiri yang godain aku?"
Mendengar ucapan Aaron Sora dengan cepat menatap mata Aaron dan kembali bersungut.
"Lihat,dengan muka yang gemesin gini kamu udah goda aku buat ku cium." Jelas Aaron.
Sora yang mendengarnya tersipu malu,melihat wajah sora yang memerah membuat Aaron mencium bibir Sora dengan lembut,Sora membalas ciuman Aaron dan menutup matanya.
"Tok tok tok."
"Tuan muda,nona muda,makan malam sudah siap."
Suara ketukan dan suara Pak Thomas menghentikan aktivitas Aaron dan Sora,lalu mereka turun dari tempat tidur,merapikan baju mereka yang sedikit berantakan dan keluar untuk makan malam.
Di meja makan,
"Mmm enak banget nih baunya." Ucap Sora saat sudah berada di dekat meja makan.
"Paman,kak Thian mana?" Sora tak melihat Thian makan bersama dengan mereka.
"Seseorang menelepon kakakmu,setelah itu dia pamit makan di luar." Terang paman Vano.
"Ooo" jawab Sora.
Mereka memulai makan malam.
"Sayang mama tau kau sedang hamil,tapi kan gak gitu banget makannya."
"Itu terlalu banyak sayang,kau sudah makan dua kali,dan sekarang tambah lagi." Ucap Olivia menggelengkan kepalanya dengan terheran heran.
"Kemarin kamu makan selalu tambah mama diem,tapi ni udah over sayang.
Aaron dan Sora saling berpandangan,dan saling berbisik.
"Sayang baiknya kita beritahu semua tentang kehamilannku." Bisik Sora.
"Iya baiklah aku akan memberitahu mereka." Ucap Aaron.
Sora mengangguk dan berkata,"iya."
"Apaan sih kalian ini pake bisik bisik segala." Olivia di bikin penasaran oleh mereka.
Aaron dan Sora meletakkan sendok dan garpu mereka di atas piring.
"Mm..kakek,paman,ayah,ibu."
"Kami ingin menyampaikan berita pada kalian." Ucap Aaron.
Segera semua meletakkan peralatan makan mereka ke atas piring.
"Kami sudah melakukan Usg dan dokter mengatakan pada kami,jika anak kami kembar."
"Kembar?"
"Bener sayang?" Tanya Olivia.
Sora mengangguk dan berkata
"Iya ma dan mereka kembar tiga."
"Ya Tuhan,trimakasih." Ucap Olivia yang terlihat bahagia.
"Gak nyangka jika penerus Rassam langsung ada tiga." Ucap paman Vano.
Ayah dan kakek tertawa bahagia mendengar berita ini.
Malam ini di kediaman Rassam mendapatkan kabar gembira dengan kehamilan Sora,cucu keluarga Rassam langsung ada tiga.