Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Tegang.


Di rumah Gabriel.


Gabriel kini tengah memeriksa hasil kerja dari Razka. Ia mengamati keuntungan yang semakin meningkat semenjak Razka memimpin perusahaan.


Drrrrttt


Drrrrttt


Ponsel Gabriel bergetar, Gabriel melihat nama si pemanggil. Ternyata dari Vano.


"Assalamualaikum, tuan." Gabriel menjauhkan ponselnya dari telinga ketika mendengar teriakan Vano.


"Wa'alaikumusalam, mengapa kau berteriak!"


"Maaf tuan, tapi ini keadaan darurat."


"Apa maksud mu?" tanya Gabriel berdiri dari duduknya.


"Kami bertugas menjaga nona muda dan mengawasinya dari jauh, hari ini nona datang ke rumah sakit lalu ketika perjalanan pulang mobil kami di hadang oleh segerombolan orang tak dikenal," jelas Vano.


"Lalu dimana Keyla?" tanya Gabriel.


"Kami kehilangan nona muda, tuan. Mobil kami di hadang sehingga mobil nona sudah melaju menjauh dari kami, tapi kami tidak tau entah nona sudah sampai apa belum."


Mendengar itu Gabriel langsung berlari ke ruang kerjanya dan membuka pintu rahasia yang ada di sana.


"Lawan sebisa kalian, aku akan datang. Jangan hubungi Rafka!"


"Baik, tuan." Gabriel mengeluarkan sebuah senapan dan juga pistol yang ia simpan dalam jaketnya sedangkan senapan ia pegang di tangannya.


Dengan cepat Gabriel melangkah keluar rumah menuju garasi. Untungnya Razka dan Aria berada di luar untuk belanja bulanan sehingga ia bisa keluar dengan membawa senjata.


Tak ada yang tau tentang pekerjaan Gabriel di masa lalu. Bahkan sampai saat ini, Gabriel tak memberi tau rahasia itu pada Aria. Biarlah menjadi rahasia saja.


Gabriel melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, diikuti anak buahnya dari belakang. Ia tak akan membiarkan siapapun melukai keluarganya walau itu hanya sebatas menantu.


******


Di sisi lain.


"Keluar!" titah laki-laki itu memukul kaca mobil Keyla.


Keyla tak bisa hanya diam saja, ia harus keluar dari mobil itu sebelum kaca mobilnya pecah.


Karena pria asing itu berada di sisi kiri mobil, Keyla pun mengambil kesempatan keluar dari sisi kana mobil.


Keyla berlari lurus sekencang mungkin, jalanan sangat sepi entah mengapa itu bisa terjadi. Keyla terus berlari dengan masih di kejar pria asing itu.


Hingga langkahnya terhenti ketika segerombolan laki-laki menghadang jalannya.


"Honey," kata salah satu dari mereka.


"A-Alan?"


"Apa kau merindukanku?" tanya Alan sembari tersenyum lebar ke arah Keyla.


"Apa ini semua rencana mu?" tanya Keyla tak habis pikir mantannya ini mengikutinya hingga ke negara orang.


"Iya, sayang. Ini semua rencana ku, sekarang tak ada yang bisa menolong mu." Alan melangkah mendekati Keyla, namun Keyla langsung melangkah mundur.


Terlihat pria yang mengejarnya tadi sudah bergabung di rombongan Alan.


"Kemari lah, honey. Aku tidak akan melukaimu. Akan aku beri dua pilihan untuk mu, datang lah kemari dan jadi milikku serta gugurkan kandungan itu atau lari lah sekencang mungkin hingga aku tak bisa menangkap mu. Jika aku bisa menangkap mu maka kau harus menghilang bersama anak yang ada di dalam kandungan mu." Alan tersenyum lebar ketika melihat Keyla berhenti melangkah.


Dengan kesempatan yang ada Keyla meraih batu yang ada di kakinya lalu melempar batu itu tepat di wajah Alan membuat laki-laki itu langsung memegang hidungnya yang berdarah.


"Kau sudah menentukan pilihan mu," geram Alan tanpa basa basi langsung mengejar Keyla. Tak membuang waktu lagi, Keyla berlari sekencang-kencangnya menghindar dari Alan yang ternyata lebih cepat dari nya.


"Ayo Key, ayo." Keyla mencoba menyemangati dirinya sendiri ketika merasa sudah sangat lelah berlari, apalagi dengan keadaan hamil besar.


"Aku tak sanggup lagi," lirih Keyla tak sanggup lagi berlari. Tapi ia takut berhenti karena Alan dan komplotannya terus mengejar Keyla.


Tak ada pilihan lain, Keyla kembali masuk kedalam mobil. Ia hanya akan pasrah saja akan keadaan. Ia tak sanggup lagi berlari, biarlah Tuhan saja yang menentukan takdirnya.


Keyla mengunci mobil lalu mengambil ponselnya. Dengan cepat ia menghubungi suaminya berharap Rafka akan cepat datang dan menolongnya. Setidaknya biarkan anaknya selamat, biarkan buah cintanya dengan sang suami hidup.


"Assalamualaikum, sayang."


"Wa'alaikumusalam, tolong aku. Alan mengejar ku dan membunuh pak supir, lalu..lalu.. ia..ia akan membunuh ku," tangis Keyla sangat takut melihat Alan dan komplotannya berjalan mendekat sembari tersenyum sinis.


"Kau dimana sekarang, Key?" tanya Rafka panik dan langsung meninggalkan pekerjaannya lalu berlari ke parkiran rumah sakit.


"Aku masih ada di mobil, mereka sudah mendekat sayang. Aku takut," lirih Keyla pelan.


"Tetap di dalam mobil! Jangan keluar!" titah Rafka mengendarai mobilnya menembus jalanan. Rafka melacak keberadaan Keyla melalui sinyal ponsel Keyla. Dengan kecepatan penuh, Rafka mengemudikan mobilnya.


"Iya, sayang." Keyla memegang perutnya yang tiba-tiba bergerak, ia tersenyum kecut. Mungkin ia tak bisa melihat anak-anak nya nanti, tapi biarkan suaminya yang melihat anak-anak mereka. Itu saja sudah cukup.


"Keluarlah, honey." Alan mencoba membuka pintu, tapi pintu mobil terkunci dengan rapat. Mobil yang di desain anti peluru juga sedikit menguntungkan Keyla. Namun, sekuat apapun mobil itu jika terus di hantam maka akan rusak juga.


"Ya Allah," lirih Keyla benar-benar takut saat kaca mobil di lempar dan di pukul.


"Cepatlah datang, sayang."


*****


Pip


Pip


Suara klakson mobil membuat Gabriel membalikkan badannya, matanya memicing melihat siapa yang keluar dari dalam mobil.


"Abi," panggil Rafka. Gabriel langsung menatap tajam Vano yang tak tau apa-apa.


"Kenapa kau berada di sini?" tanya Gabriel dengan tatapan tajamnya.


"Keyla, Abi. Keyla sedang dalam bahaya, Rafka ingin membantu Keyla," jawab Rafka membuat Gabriel menghela nafas kasar.


Gabriel mengkode ke arah Vano. Laki-laki itu langsung mengangguk dan mengambil sesuatu dari dalam mobil.


"Biarkan Abi saja yang pergi, kau tetaplah di sini! Abi tak mau kau terluka atau melukai orang lain!" tegas Gabriel.


"Tapi, Abi. Keyla sedang dalam bahaya! Mengapa Abi melarang Rafka untuk menyelamatkan Keyla!" bentak Rafka tak terima jika Gabriel terlalu meremehkan nya.


"Abi tak meremehkan mu atau melarang mu, Rafka! Kau tak paham maksud Abi!" tekan Gabriel.


"Lakukan,Vano!" titah Gabriel.


Dengan cepat Vano mendekati Rafka bersama dua orang lainnya lalu memegangi Rafka dengan kuat.


"Apa yang ingin Abi lakukan!"


"Menjauhkan mu dari dosa," jawab Gabriel mengkode Vano agar segera bertindak. Vano pun menyuntikkan obat bius pada Rafka membuat laki-laki itu yang tadinya memberontak langsung tak sadarkan diri.


"Maafkan, Abi. Tapi, kau tak boleh mengotori tangan mu dengan darah. Abi tak ingin anak mu akan menjadi haus darah nantinya," gumam Gabriel merasa bersalah pada putranya.


"Masukkan ke dalam mobil lalu ikuti mobil ku!" titah Gabriel masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Vano membawa masuk Rafka ke dalam mobil satunya lagi.


Mobil pun melaju melindas orang-orang yang sudah terkapar. Dengan cepat Gabriel melajukan mobil, berharap menantunya akan baik-baik saja.


****


Alan dan komplotannya masih berusaha memecahkan kaca mobil. Sedangkan Keyla hanya bisa berdoa saja, apalagi panggilan nya dengan Rafka sudah terputus dan Rafka tak menjawab panggilan berikutnya.


Tiba-tiba saja, Keyla merasakan sakit di area perutnya. sepertinya ia kontraksi karena terlalu panik, namun ini bisa berbahaya untuknya maupun untuk janinnya.


Doorr


Doorr


Terdengar suara tembakan membuat Keyla terkejut, darah mengalir deras di ************ nya. Sayup-sayup ia mendengar suara tembakan berikutnya lalu suara teriakan dan suara orang yang berusaha membuka mobil.


"Anak ku, Ya Allah. Tolong selamatkan anak ku," lirih Keyla pelan.


"Keyla! Keyla buka pintunya!"


Keyla mendengar itu, ayah mertuanya berteriak memanggil namanya. Perlahan tangannya membuka pintu mobil lalu perlahan pula kesadaran Keyla menghilang.


_


_


_


_


_


_


_


_


Eum🥺


Kekmana yah selanjutnya 🥺


Yang nanya kenapa Rafka gak ikut serta dalam penyelamatan, itu karena author tak ingin mengotori tangan Rafka. Ingat, ini bukan cerita laki-laki kejam maupun sadis yah😌


Author nulisnya antara tega dan tak tega dah🥺


Jangan lupa beri semangat untuk author yah, sebab belakang ini author kurang semangat melihat view yang semakin naik, tapi yang like nya jarang😔


Yang mau masuk GC author, perlu di ketahui harus menggunakan kata kunci "Assalamualaikum Author." Kalau tidak seperti itu tak akan author terima yah🤭


Jangan lupa juga follow Ig pembaca yng author buat secara khusus untuk novel author.


Little.rii5120


Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah


tbc.