Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
53. Kebocoran dokumen


Setelah Aaron dari villa dia langsung ke kantor.


Di ruangan Aaron.


"Tuan muda ada email dari perusahan Phelps,mereka memberitahu jika dokumen penawaran kita sama dengan perusahaan Alveshine."


"Mereka memberi kita kesempatan untuk membuat lagi,tapi..."ucap Fredy.


"Apa,katakan." Ucap Aaron.


"Mereka memberi waktu untuk kita cuma sehari."


Aaron terkejut.


"s**l." Umpat Aaron.


"Cepat sekali mereka bertindak."


"kau cari siapa mata mata yang mereka taruh di perusahaan." Perintah Aaron


"Baik tuan muda."


Aaron menelepon pak Davin.


"Pak Davin siapa yang bertanggung jawab untuk dokumen penawaran tender phelps?"


"Jean,pak Aaron."


"Suruh dia ke ruanganku,anda juga."


Di ruangan pak Davin...


"Ada masalah apa ya?"


"Sepertinya pak Aaron marah." Guman pak Davin.


Lalu pak Davin menelpon Jean.


"Jean ke ruangan pak Aaron sekarang!"


"Iya pak." Jawab Jean.


Jean dan pak Davin sudah berada di ruangan Aaron.


Mereka duduk dan saling berpandanagan tidak tau untuk apa mereka di panggil.


Aaron menggenggam tangannya di atas meja.


"Jean siapa saja yang menyelesaikan dokumen ini." Tanya Aaron.


"Tim satu pak,saat saya masih menjadi ketua tim satu dan bu Rara sebagai penanggung jawabnya."


"Emm ada apa ya pak Aaron?"


Aaron mengetuk ketuk meja dengan penanya.


"Ada kebocoran pada dokumen itu."


"Semua penawaran yang kita buat,sama persis dengan perusahaan Alveshine."


"Kalian cari tau secara diam diam siapa yang membocorkannya."


"Phelps memberi waktu sehari untuk kita merevisi dokumen ini."


"Iya pak."


Jean dan pak Davin keluar dari ruangan Aaron.


"Jean apa kamu tau?"


"Tau apa ya pak?"


"Kamu tadi apa gak lihat cincin yang di pake pak Aaron sama seperti yang di pake ama bu Rara."


"Astaga aku kirain mau ngomong soal dokumen yang udah bocor." Batin Jean.


"Oo itu,emang napa pak?"


"Apa jangan jangan bu Rara menikah dengan pak Aaron ya?"


"Kemaren saat makan malam perpisahan dia kan bilang kalau udah nikah."


"Kamu kan deket ama bu Rara,pasti tau dong dia nikah ama siapa."


Jean tersenyum.


"Bapak ternyata selama ini penasaran ya?"


"Hehehe,aku kasih tau ya pak..."


Jean mendekatkan bibirnya ke telinga pak Davin dan membisikkan jawaban untuk pak Davin.


"Bu Rara adalah istri pak Aaron."


"Ha beneran? Kamu gak bohong kan?"


Jean menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Wah aku gak nyangka,ternyata bu Rara bisa merayu pak Aaron."


"Pak Davin... kalau kamu tau Rara adalah putri dari keluarga Rassam tambah terkejut lagi deh." Batin Jean.


"Pak."


"Pak Davin." Panggil Jean.


Davin tersadar dari pikirannya yang masih kaget dengan info yang di ucapkan oleh Jean.


"Apa Jean?"


"Pak kita sebaiknya adakan rapat saat ini."


"Oke,kau kasih tau tim satu untuk rapat sekarang."


"Baik pak."


Jean masuk ke ruangannya dan memberitahu tim satu untuk rapat melalui chat grup kantor.


Di ruangan pegawai terlihat berisik dengan agenda rapat yang mendadak.


"Ada apaan ya?"


"Bukannya proyek yang kita kerjakan udah hampir selesai."


"Gak tau nih,anak anak pada heboh."


"Kayaknya ada masalah deh."


"Udah udah,yuk buruan kesana,udah di tunggu ama pak Davin juga kak Jean."


Mereka bertujuh datang ke ruang rapat.


Setelah mereka duduk Jean membagikan dua lembar pada masing masing orang.


"Kalian baca dokumen itu,satu dokumen dari perusahaan kita dan satunya dari perusahaan Alveshine."


"Kak Jean kok penawarannya persis dengan yang kita ajukan,bahkan desainnya pun hampir mirip,mereka hanya menambahkan sedikit tempat."


"Ada yang membocorkan dokumen yang kita buat."


"Kita punya waktu sehari untuk merevisi semua penawaran."


"Kak Jean tau kan dokumen ini kita buat selama dua minggu."


"Satu hari,gimana caranya kak?"


"Juga... yang mendesain kan bu Rara,bu Rara juga udah mengundurkan diri."


"Kak apa dari Phelps tidak menyelidiki dulu,siapa yang curang."


"Kita tidak bisa mengajukan hal itu."


"Karna Alveshine lebih dulu mengirimkan dokumen itu,walau hanya terpaut satu jam."


"Phelps masih memandang perusahaan kita,kita di beri sehari untuk merevisi semua."


"Kalian cari lagi informasi untuk tender ini,mungkin ada yang kita lewatkan."


"Untuk desain aku dan pak Davin yang akan memikirkan."


"Aku beri waktu satu jam,setelah itu kalian kembali ke sini."


"Huft..." Beberapa dari mereka menghela nafas.


Mereka keluar dari ruang rapat dan kembali ke meja untuk mengumpulkan informasi data data yang dapat memberi ide untuk mereka.


Di ruang rapat tertinggal Jean dan pak Davin.


"Pak Davin aku akan menelepon bu Rara untuk meminta bantuan tentang desainnya."


"Iya lakukan saja."


"Jean,bu Rara kan tau dengan jelas tentang desain proyek ini."


"Suruh dia datang ke kantor saja."


"Emm,saya... takut pak sama pak Aaron."


"Kenapa? Inikan darurat." Ucap pak Davin


"Kan bu Rara istrinya pak Aaron."


"Apa boleh ama pak Aaron jika bu Rara datang ke kantor?"Jawab Jean.


"Benar juga,kau rayu bu Rara agar dia datang ke kantor,terserah bagaimana caramu,dia bisa bantu untuk cari jalan keluarnya."


"Huft,oke deh pak aku coba dulu."


Jean kembali ke ruangannya.


Sekarang dia menjabat sebagai kepala bagian desain menggantikan Sora.


Dia menekan layar ponsel untuk menelepon Sora.


"Tuuuuut... tuuuuut."


"Hallo Jean ada apa?" Tanya Sora dari seberang telpon.


"Sora...."


"Ihik ihik."


"Kamu kenapa?" Tanya Sora.


"Tolongin aku..."


"Emang ada apaan sih sampe nangis segala,kamu di tolak ama laki laki?" Tanya Sora.


"Apaan sih gak ada yang namanya laki laki yang bisa naklukin hatiku saat ini." Terang Jean.


"Trus ada apa??"


"Kamu masih inget gak desain yang kamu buat untuk tender Phelps?"


"Hu'um,emangnya ada apa?"


"Ada yang bocorin dokumen itu."


"Sekarang kita sedang berusaha merivisinya."


"Maksud kamu,kalian bikin ulang lagi dengan penawaran yang berbeda."


"Iya Sora..."


"Ihik ihik,di kasih waktu sehari doang."


"Plis dong kamu datang ke kantor bantuin aku...,desainnya kan kamu yang bikin."


"Kamu juga yang lebih ngerti desain tender itu."


"Dengan kejadian ini aku gak berani bilang ke pak Aaron untuk manggil kamu ke kantor.


"Semua sedang di awasi."


"Oke deh aku akan telpon Aaron. Ucap Sora.


"Ah syukurlah."


"Makasih sayangku...aku cinta kamu."


Mereka menutup telponnya.


Di ruangan Aaron...


"Trililit trililit."


"Ada apa sayang?" Tanya Aaron.


"Sayang,barusan Jean telpon aku, kalau ada masalah dengan dokumen Phelps."


"Iya."


"Kamu tau kan aku yang bertanggung jawab untuk dokumen itu."


"Boleh gak aku ke kantor bantuin mereka."


"Kamu gak perlu ke kantor,mereka pasti bisa mengatasinya."


"Tapi sayang...,Apa Kamu gak kasian ama mereka."


"Gambar itu yang desain aku,aku juga yang paling ngerti keinginan dari perusahaan Phelps."


"Plis dong sayang..." rengek Sora.


"Oke hanya sekali ini."


"Tunggu pak chow menjemputmu."


"Oke suamiku,muach."


Aaron tersenyum mendengar kecupan Sora walau hanya lewat telpon.


Aaron menelepon pak Chow.


"Pak Chow kau jemput istriku bawa dia ke kantor."


"Baik pak Aaron."


Pak chow segera bergegas melaksanakan perintah Aaron untuk menjemput Sora.