Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
52. Identitas baru


Pukul sebelas malam di kota Oregon.


"Trililit trililit."


Ponsel Aaron berbunyi.


Aaron terbangun dengan suara ponselnya yang sedikit nyaring,dia melepaskan tangannya yang sedang memeluk Sora dan meraih ponselnya yang berada di atas meja lampu hias.


"Ada apa Jack?"


"Kak kami sudah membawa pria itu ke Oregon."


"Kami sekarang berada di villa."


"Baik besok pagi aku akan kesana."


Aaron melanjutkan tidurnya dan memeluk Sora kembali.


***


Paginya Aaron bangun terlebih dahulu,dia berangkat sebelum Sora bangun.


Sora membuka matanya lalu mendudukan tubuhnya perlahan,melihat ke samping lalu melihat seluruh sudut kamarnya.


Dia meraih ponselnya yang di letakkan di atas meja.


"Masih pagi,Aaron kemana ya?"


"Apa dia sedang mandi." Batin Sora.


"Trililit trililit." Ponsel Sora berbunyi.


"Aaron?"


"Kok telpon?"


"Sayang kamu di mana?" Tanya Sora.


"Maaf ya sayang aku gak bangunin kamu,aku berangkat pagi ada hal yang harus aku urus."


"Nanti sampaikan permintaan maafku untuk keluargamu,tidak bisa sarapan bersama."


Sora mengernyit.


"Emang penting ya yang sedang kamu urus saat ini?"


"Gak usah marah,aku berangkat pagi biar bisa nyelesaiin kerjaan hari ini lebih awal,kalau aku gak lembur kan kita bisa ketemu lebih lama lagi."


"Iya iya terserah kamu aja."


"Sayang besok aku akan ke rumah sakit."


"Apa kau mau nganter aku."


"Besok?"


"Mmm..aku lihat dulu jadwalku."


"Apaan sih kok cuman gitu."


"Kan ke rumah sakit mau priksaiin kandungan."


"Ih dasar gak peka banget sih." Sora berbicara dalam hatinya,menahan kejengkelan.


"Sayang,hallo kamu masih denger aku ngomong kan?"


"Sora?"


Aaron menjauhkan ponselnya dari telinga untuk memastikan apakah teleponnya sudah di matikan apa belum.


"Sayang."


"Iya aku denger." Sahut Sora.


"Kalau kamu besok gak bisa ngantar,aku akan pergi sama Jean aja deh."


"Oh ya dah terserah kamu aja." Jawab Aaron.


Sora mematikan telponnya dengan menahan kekesalannya.


"Fuuuh... haaah..."


Sora mengatur nafasnya agar merasa tenang.


"Ya Tuhan kenapa suamiku gak peka banget sih." Guman Sora.


***


Mobil Aaron melaju menuju Villa milik keluarganya.


Sesampai di villa Aaron langsung menuju kamar yang di tempati pria itu.


Melihat pria itu belum sadarkan diri dengan tubuh penuh luka dan di balut perban,Aaron hanya menatapnya dengan dingin.


"Kak ron,aku sudah membawa anak dan istrinya ke sini." Ucap Jacky.


"Sebentar lagi pria ini akan siuman."


"Bawa keluarganya ke sini." Perintah Aaron.


Jacky menyuruh anak buahnya untuk membawa keluarga pria itu ke kamar.


Saat istri dari pria yang terluka itu masuk dia terkejut melihat suaminya di atas tempat tidur tubuhnya penuh dengan luka.


"Suamiku!"


"Tuan apa yang terjadi dengan suamiku?"


"Tenang lah nyonya,suamimu sudah melewati kematian."


"Tuan kami yang sudah menyelamatkannya." Terang Fredy.


Istri pria itu menangis,tidak tau harus berbuat apa.


"Tuan Trimakasih."


"Aku tau suamiku bekerja dalam dunia hitam."


"Aku juga tau konsekuensi nya dalam kehidupan kami."


"Anda tak perlu khawatir nyonya."


"Tuan punya rencana untuk suami nyonya,dan anak kalian." Ucap Fredy.


Pria itu sudah sadar,dia memegang kepalanya yang terbalut perban,pria itu merasakan sakit di kepalanya,dan memandang wanita di sisinya yang sedikit kabur.


"Istriku,kau di sini?"


"Kita ada di mana?"


"Jika sudah baikan kita akan bicara lagi."


Aaron,Fredy dan Jacky hanya diam dan memandang mereka.


***


Di negara M...


"S****n..."


"Hei buat apa kamu merusak perabotan rumah."


"Kau pikir itu semua sumbangan buat kamu hancurin doang."


"Kak rencanaku gagal."


"Pembunuh bayaran itu menghilang tanpa menyelesaikan tugasnya."


"Aku juga sudah kehilangan uang banyak."


"Aku di telpon papa jika Smith sekarang mati."


"Papa marah kak."


"Kau terlalu bodoh,ngerti gak?"


"Kamu tau kenapa Aaron menginginkan Smith?"


"Maksud kakak?"


"Aku kasih tau kamu ya,pembunuh bayaran yang kamu sewa itu kakaknya Smith,untung saja jika Smith mati."


"Kau sudah membuat kesalahan."


"Perselingkuhanmu dulu,Aaron gak ngapa apain kamu,harusnya kamu ngerti kamu masih beruntung."


"Kak trus aku harus gimana dong."


"Aku pengen Aaron jadi suamiku."


"Kalo gadis yang ada di dekatnya aku habisin kan aku ada peluang deketin lagi."


"Kamu nih kok gak ngerti ngerti sih."


"Kelakuan kamu tuh bisa bikin keluarga Alves hancur tau."


"Kamu gak usah ngapa apain aja dulu."


"Biar hal ini berlalu."


"Ntar papa sama kakak yang akan buat rencana biar Aaron jatuh ke tangan kita."


"Beneran ya kak."


"Udah,pokoknya kamu gak usah ngelakuin hal yang konyol lagi."


Calista terlihat senang dengan jawaban kakaknya.


***


Di villa..


"Kamu udah baikan?"


"Iya tuan Aaron,Trimakasih sudah menyelamatkan saya."


"Aku sudah menganti identitasmu,sekarang namamu Leon. "


"Aku juga mengganti identitas istri dan anakmu."


"Mereka aku kirim ke kota Idaho."


"Tuan kenapa kau membantuku?"


"Anda bukanlah orang yang mau membantu orang asing sepertiku."


"Jika kau dapat ku manfaatkan kenapa tidak."


"Maksud anda?"


"Kau sudah di buang,tapi bagiku kau berharga."


"Sekarang hidup matimu adalah milikku."


"Saya mengerti."


"Aku tau kau kepercayaan dari tuan Dickson Alves."


"Mereka selalu saja melakukan hal kotor."


"Untung saja aku tidak menikahi putrinya."


"Dia wanita yang menjijikkan." Ucap Aaron dengan wajah yang tidak suka.


"Tuan Aaron aku berjanji akan melakukan apapun perintahmu."


"Jika aku harus mati akan aku lakukan."


"Baik."


"Pertama yang harus kau lakukan sekarang hilangkan tatto itu dari tubuhmu,aku akan datangkan dokter untuk menghilangkannya."


"Dan ini adalah identitasmu yang baru,pelajari siapa kau sekarang ini."


"Aku sudah membuat kau mati."


"Tapi tuan Aaron,mereka tidak akan segampang itu percaya jika aku sudah mati tanpa mayat."


Aaron memberikan ponsel kepada Leon memperlihatkan sebuah video.


Di video itu terlihat jika mobil yang di naiki saat menyelamatkan Leon hanya melaju beberapa meter di tabrak oleh truk dan meledak.


"Tapi bagaimana bisa??"


Aaron hanya tersenyum,memberi kode pada fredy untuk menjelaskan pada Leon bagaimana hal itu bisa terjadi.


Dalam video itu satu anak buah jacky memasukan Leon ke dalam mobil lalu masuk dan mengendarainya,sisanya yaitu Jacky dan anak buahnya yang lain mengendarai mobil yang ada di depannya.


Ternyata mobil yang di naiki oleh Leon itu sudah di ubah bagian bawahnya bisa di buka agar mereka bisa keluar lewat bawah mobil.


Jacky menyalakan mobilnya lalu berbelok memutar arah,ada mobil lain berhenti menunggu mobil Jacky lewat.


Di saat itulah Leon di keluarkan oleh anak buah Jacky lalu berpindah ke mobil yang berhenti itu, mobil yang sudah kosong di masukkan dua anak buah dari kalajengking hitam yang tidak sadarkan diri lalu di kendalikan dari jauh agar melaju sendiri. Dan saat itulah ada truk yang melaju dengan kencang,truk itu di persiapkan untuk menabrak mobil itu hingga meledak.


"Ternyata keluarga Markle sesuai dengan rumor,mereka tidak bisa di remehkan." Batin Leon.