
Keesokan harinya di keluarga Rassam.
Sesudah sarapan kakek menyuruh steve untuk ke ruang kerja.
"Apa hari ini Sora kembali dari portland?"
Tanya kakek.
"Iya ayah, katanya hari ini dia pulang."
"Kemaren kau mengatakan jika Sora sedang dekat dengan seorang pria?"
"Kau sudah menyelidikinya siapa pria itu?"
"Tok tok tok"
"Tuan besar,Tuan muda..."
Seorang pelayan mengetuk pintu sambil berteriak.
Kakek dan steve saling berpandangan,lalu steve bergegas membuka pintu.
"Ada apa bi kana?" Tanya steve.
"Nyonya muda tuan,nyonya muda...."
"Kenapa? Ada apa?"
"Nyonya pingsan,tidak tau kenapa,saat nyonya membaca kertas di dalam kamar nona Sora,nyonya muda pingsan."
Kakek dan steve di ikuti bi kana berlari ke kamar sora untuk melihat keadaan olivia mamanya Sora.
Setiba di sana olivia masih tidak sadarkan diri.
"Panggil dokter." Perintah kakek.
Steve segera menelepon dokter keluarga untuk segera datang.
Beberapa menit kemudian dokter datang.
Sampai di kamar dokter segera memeriksa keadaan olivia.
"Nyonya olivia sudah tidak apa apa."
"Nyonya hanya shock dengan sesuatu hingga membuat nyonya olivia tidak sadarkan diri." Terang dokter.
"Besok saya akan datang lagi untuk mengontrol nyonya olivia.
"Ini obatnya,harus minum secara teratur."
"Sebisa mungkin harus menjaga hal hal yang bisa membuat nyonya olivia kaget.
"Trimakasih dokter." Ucap steve.
"Antar dokter ken keluar." Perintah steve pada kepala pelayan.
Kepala pelayan hanya membungkuk dan berlalu untuk mengantar dokter ken keluar.
"Bi kana,tadi kau bilang nyonya membaca kertas,berikan padaku kertas itu." Tanya kakek.
"Ini tuan." Bi kana menyerahkan kertas itu.
Setelah melihat dan membaca tulisan di kertas itu kakek terlihat marah,meremas kertas itu lalu membuangnya.
Steve yang penasaran memungutnya lalu membacanya.
"Apa apaan ini kenapa Sora menyembunyikan hal ini."
"Ayah apa yang harus kita lakukan dengan Sora."
"Suruh dia pulang ke rumah sekarang juga,jika dia tidak mau seret saja dia." Ucap kakek penuh kemarahan dan beranjak keluar.
"Ayah tunggu,aku akan ke sana sendiri untuk menjemputnya."
"Terserah apa cara mu,aku mau anak itu hari ini pulang ke rumah." Ucap kakek.
"Sora kenapa kamu melakukan ini..."
Batin ayah dengan perasaan tidak tenang.
***
Sora membuka matanya dan melihat saat ini Aaron sedang memeluknya.
Dia menyentuh alis,mata,hidung,dan bibir Aaron.
Mencium Aaron dengan hangat.
"Ternyata pernikahan tidak semenakutkan yang aku pikirkan." Batin Sora.
Masih menutup matanya Aaron tersenyum merasakan sentuhan Sora.
"Kenapa berhenti?" Ucap Aaron sambil membuka matanya.
Sora membalas dengan senyuman,tidak berkata kata dan langsung memeluk tubuh Aaron.
"Apa kau sudah lapar?" Tanya Aaron.
"Ntar aja aku hanya ingin meluk kamu."
"Kau kan bisa meluk aku kapan aja."
Sora merenggangkan pelukannya dan memandang wajah Aaron.
"Sayang hari ini kita pulang ya." Pinta Sora
"Enggak boleh,Kau dengar kata dokter,tidak boleh melakukan perjalanan dulu."
"Dokter bilang kan untuk perjalanan jauh."
"Portland ke Oregon kan hanya satu setengah jam perjalanan sayang..."
"Tetep gak boleh."
"Plis dong sayang." Sora merayu Aaron dengan manja.
"Aku bilang ke ayah kalo hari ini aku akan pulang."
"Jika hari ini aku gak pulang,ntar kakekku akan langsung menikahkan aku."
Aaron menatap mata Sora,tidak tahan dengan rengekan Sora yang manja.
"Oke,baik kita pulang sesuai jadwal." Jawab Aaron.
Mendengar jawaban Aaron,Sora memeluk tubuh Aaron dengan erat.
Setelah itu mereka bersiap siap meninggalkan hotel menuju bandara untuk pulang ke Oregon.
Sora memakai baju yang atasan berwarna putih dan bawahan yang roknya mengembang berwarna biru muda,terlihat cantik dan menawan dengan rambut panjang yang di urai.
Sedangkan Aaron memakai kemeja dan jas,terlihat tampan dan misterius.
"Pasangan yang indah,membuat mataku tidak bisa berkedip." Batin fredy.
Di tengah perjalanan menuju bandara di dalam mobil Sora mengirim sms kepada papanya.
"Papa Sora pulang hari ini
Tolong paman simon jangan menjemputku
Aku akan di antar oleh bos ku ke rumah."
***
"Dret dret."
Ayah membuka pesan masuk yang di kirimkan Sora.
"Huft untung aja aku belum berangkat ke sana." Guman steve Rassam.
Steve lalu menelpon untuk membatalkan penerbangan ke portland setelah itu menemui ayahnya Ramush Rassam.
"Ayah,Sora pulang hari ini,ayah tak perlu khawatir."
"Ayah juga tak perlu keras terhadap Sora."
"katakan pada ayah siapa pria itu." tanya Ramush Rassam.
"Saat ini Sora dekat dengan bosnya,dia presdir dari M grup."
"M grup?"
"Iya ayah."
"Apa pria itu yang menghamili Sora?"
"Hal itu aku tak tau ayah,biar Sora yang bicara sendiri."
"Saat ini juga Sora juga di antar oleh bosnya, ayah bisa langsung bertanya pada mereka berdua."
"Aku akan menunggu,setelah sampai bawa mereka padaku."
"Baik ayah."
***
Selama perjalanan pulang Aaron dan Sora seperti amplop dan perangko yang selalu menempel tidak bisa di pisahkan.
Sesampai di bandara Oregon mereka keluar dan berjalan menuju mobil rolls royce yang sudah menunggu sedari tadi.
"Aku akan menemui keluargamu sekarang." Ucap Aaron.
"Sayang jangan sekarang,kakek mengatakan untuk datang tiga hari lagi."
"Karna hari itu keluarga Torres datang untuk makan malam di rumah."
Aaron mengangkat satu alisnya.
"Baik,kalo itu maunya kakekmu."
"Sepertinya kakekmu ingin aku bersaing dengan keluarga Torres untuk mendapatkanmu."
"He he he,kau sudah tau hal itu ya."
"Kau pikir aku pria bodoh ya."
"Udah aku gak pernah mikir kamu seperti itu."
"Kamu itu..."
Belum selesai berkata Sora langsung mencium pipi Aaron.
Aaron tersenyum dengan perlakuan sora barusan.
"Tuan sudah sampai di kediaman nyonya."
"Buka jendelanya biar aku bicara." Ucap Sora.
Sebelum memasuki gerbang ada cctv yang terhubungkan dengan ruang keamanan di dalam rumah.
"Buka pintunya."
"Oh nona Sora,Baik."
Mobil Aaron memasuki gerbang kediaman keluarga Rassam.
Jalan yang di lalui lumayan jauh,melewati pohon pohon besar dan taman bunga.
Sesampai di depan rumah utama,Sora sudah di sambut beberapa pelayan dan papanya.
"Papa?"
"Kenapa suasana hari ini terasa tidak enak ya." Batin sora.
Kepala pelayan mendekati mobil Aaron membukakan pintu untuk sora.
Steve memberi kode pelayan lain untuk membuka pintu satunya agar Aaron turun dari mobil.
"Tuan, tuan kami ingin berbicara dengan anda."
Aaron turun ada kebingungan dalam raut wajahnya.
Begitu juga dengan Sora.
"Ada apa ini,apa kakek dan papa tau sesuatu tentang hubunganku ama Aaron?" Batin sora.
Steve berjalan duluan di ikuti Aaron dan Sora yang ada di belakangnya untuk menuju ruang kerja.
Fredy keluar dari mobil dan hanya berdiri, bertanya tanya dalam hatinya akan situasi yang sedang terjadi.