
Pesawat sudah mendarat dengan selamat, Rafka dan Keyla segera turun dan naik ke dalam mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Di dalam mobil, tampak Rafka menutup matanya karena lelah sedangkan Keyla sibuk menatap pemandangan malam di negara yang baru saja ia jejaki.
"Wah, keren sekali." Keyla memandang takjub pemandangan malam di kota yang besar. Lampu-lampu yang berkelap-kelip serta kendaraan yang melintas di jalan.
"Sayang." Keyla menoel-noel pipi Rafka. Laki-laki itu langsung membuka matanya dan menggerak-gerakkan alisnya turun kebawah.
"Nanti sesekali ajak aku jalan-jalan yah," pinta Keyla.
"Dua kali, tiga kali, empat kali, berkali-kali pun boleh," sahut Rafka membuat Keyla langsung memeluk suaminya.
"Sayang."
"Hm?"
"Nanti kita tinggal dimana?" tanya Keyla menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Untuk beberapa hari di rumah Abi dan Umi, setelah resepsi nanti baru langsung pindah ke rumah pribadi kita," jawab Rafka mengelus kepala istrinya yang berbalutkan jilbab.
Mereka terlihat sangat romantis membuat pak supir senyum-senyum sendiri.
"Apa ada resepsi lagi?" tanya Keyla mendongakkan kepalanya menatap mata Rafka.
"Iya, ini permintaan Umi."
"Oh, baiklah. Tapi, sayang. Apa keluarga mu mau menerima ku? Secara kan aku....
"Shuutttt, diam lah, Key. Aku tak ingin mendengar kata-kata tak berguna itu," sela Rafka dengan nada pelan.
"Hm, baiklah."
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil masuk ke pekarangan keluarga Gabriel. Tampak di teras rumah sudah ada Keluarga kecil Gabriel yang akan menyambut kedatangan Rafka beserta Keyla.
Keyla menatap keluar jendela, ia menatap kagum dengan istana yang ada di depan matanya. Sangat elegan dan juga indah, tidak terlihat norak dengan kesan pamer seperti orang-orang kaya lainnya.
"Ayo, Key. Kita masuk," ajak Rafka. Keyla pun mengangguk lalu keluar dari mobil.
Mereka langsung di sambut oleh Gabriel, Aria dan Razka beserta pelayan lainnya.
"Assalamualaikum," ucap Rafka dan Keyla serentak.
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, selamat datang di rumah."
Rafka pun menyalim Umi nya lalu sang Abi dan kemudian memeluk Razka. Begitu juga dengan Keyla yang menyalim Aria lalu Gabriel dan memberikan salam jarak jauh pada Razka.
"Ayo masuk, nak. Kalian pasti lelah, Umi sudah siapkan makanan untuk kalian."
Rafka pun menggenggam tangan Keyla lalu mengajak istrinya masuk ke dalam rumah. Rafka dan Keyla memilih ke kamar terlebih dahulu untuk membersihkan diri, sedangkan Aria dan yang lainnya menunggu di bawah.
Di dalam kamar Rafka, Keyla tampak menganga kagum melihat interior kamar yang elegan. Ukuran kamar yang luas dan warna yang dominan putih membuat Keyla terkagum-kagum.
"Hap, nanti masuk lalat." Rafka menutup mulut Keyla yang terbuka sembari tertawa melihat tingkah istrinya.
"Kamar nya cantik dan rapi," puji Keyla sangat suka.
"Oh ya? Terimakasih, aku memang suka kamar yang rapi dan juga bersih." Rafka menarik Keyla masuk ke kamar mandi.
"Ayo kita mandi, sayang. Badanku terasa sangat lengket dan tak nyaman," ajak Rafka membuka satu persatu kancing kemejanya.
"Dingin, aku cuci muka saja."
"Ada air hangat." Keyla pun mau tak mau ikut mandi bersama sang suami, kalau sudah mandi berdua waktu pun akan terasa sangat singkat bagi mereka dan akan terasa sangat lama bagi orang yang menunggu.
Di lantai bawah. Tampak Aria menata rapi makanan yang ada di atas meja, ia tak henti-hentinya tersenyum karena putra nya sudah pulang dan ia tak perlu menahan rindu lagi.
"Kenapa bang Rafka lama sekali?" tanya Razka tak sabar. Ia tak boleh makan sedari sore tadi karena menunggu abangnya datang.
"Mungkin sedang mandi," jawab Gabriel yang juga tak sabar ingin makan. Hari ini Aria turun tangan memasak dan menu nya sangat banyak membuat ayah dan anak itu tak sabar untuk makan.
"Mandinya lama, hampir satu jam ini," gerutu Razka.
Oh, laki-laki ini tak tau bagaimana rasanya mandi berdua dengan istri. Maklum jomblo wkwkwkwkwk, author aja kagak tau wkwkwkwk.
"Namanya juga suami istri mandi, yah memang lama lah. Kan main air dulu baru mandi betul-betul," sela Aria sembari tersenyum geli melihat ekspresi putra bungsu nya itu.
"Mandi yah mandi, Umi. Kenapa harus main-main? Seperti anak kecil saja," sahut Razka.
Owalah Razka, dirimu mana paham wkwkwkwk.
"Nanti kau akan merasakan mandi dua jam bersama istrimu, setelah itu barulah kau menarik kata-kata mu hari ini," ucap Gabriel menepuk pundak Razka.
Di saat mereka sedang asyik mengobrol, Rafka pun datang bersama Keyla. Mereka sudah terlihat lebih segar.
Perubahan posisi. Dulu Rafka akan duduk di samping Razka, sedangkan Gabriel akan duduk di kursi tengah letaknya pemimpin dan Aria duduk berhadapan dengan kedua putranya.
Namun, sekarang Rafka duduk berdampingan dengan Keyla sedangkan Razka berdampingan dengan Umi-nya. Lalu Gabriel? Duduk menjomblo di tengah.
"Tidak apa-apa, sayang."
"Yasudah, mari makan. Jangan lupa baca doa yah," ucap Gabriel. Mereka pun memulai makan malamnya dengan tenang, Gabriel dan Razka yang sudah kelaparan sedari sore pun tak pikir-pikir mengambil makanan.
Tampak Rafka sesekali menyuapi Keyla begitu juga sebaliknya. Mereka sudah seperti hidup berdua saja di dunia ini, yang lain cuma ngontrak.
"Abi, suap juga," pinta Aria membuka mulutnya. Gabriel pun dengan senang hati menyuapi istrinya. Ia tak mau kalah dengan putranya yang baru menikah.
Melihat adegan itu, Razka yang tadinya lahap menjadi tidak berselera. Bagaimana bisa kedua pasangan ini bersikap manis di depannya, hati nya kan merasa jengkel dan tertekan.
Makanya nikah, bang. Sama author pun jadi wkwkwkwkwk
_
_
_
_
_
_
_
Maaf yah baru up, sebab kemarin author kurang sehat, suka pusing-pusing dan gak selera makan. Jadi kurang semangat, kurang mood, kurang energi.
Yang takut konflik pelakor, berarti baru baca satu novel author aja nih๐
kan author ini anti pelakor, memang bibitnya ada tapi author yang badas ini langsung membasmi hingga ke akar-akarnya ๐
Soalnya gedek aja dengan hal-hal berbau pelakor dan suami yang gak punya harga diri, taunya selingkuh aja๐ช author dah sering baca cerita kekgitu dan alhasil author takut nikah๐
Takut dapat mertua yang dzalim dan suami yang tak bisa jaga pandangan ๐
Lah kan jadi curhat ๐
Yang nanya cerita Angga dan Ren Ada apa enggak.
Auth jawab yah.
Sebenarnya ada, hanya saja tidak author publish.
Lah kenapa thor?
Nah, ini dia. Author susah jelaskan. Cerita kedua laki-laki itu seharusnya setelah cerita bang gami, hanya saja karena gak banyak yang minta jadi author duluan kan cerita anak-anak mereka.
Nah, pas udah cerita bang Rafka banyak pula yang minta cerita mereka๐
Nah, itu satu alasannya.
Yang kedua, itu karena cerita Angga sama Ren itu full kesadisan dan juga kekejaman. Takutnya kalian gak kuat, rencana akan author perhalus lagi alurnya, terus pas nanti author publish akan author ganti nama pemeran nya.
Yang jelas pemerannya tidak berhubungan dengan cerita Gabriel lagi. Atau sudah masuk ke generasi berbeda.
Pokoknya liat aja lah nanti, tetap setia aja jadi pembaca author maka author akan suguhkan cerita yang menarik๐
Wokeh, itu dulu yah penjelasannya.
Fokus dulu sama, Rafka, Razka, Zia, Delisa dan Rafandra.
Ada yang mau up lagi hari ini๐
Sengaja author kasih di ujung tulisannya, pengen liat kalian baca gak catatan author ๐
Like 200, komen 50 author akan up jam 10 atau 12.
Kenapa di patok? pengen liat aja antusias nya๐
kalau gak ada juga gak apa-apa, besok aja๐
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc