
Mereka saling menatap dan hanyut dalam kerinduan satu sama lain.
Sora menciumnya,Aaronpun membalas ciuman Sora dengan liar.
Aaron tak bisa menahan hasratnya lagi.
Mereka berciuman dan berpelukan dengan erat,berjalan dengan pelan ke arah tempat tidur dan saling melepaskan baju mereka satu persatu.
"Aku mencintaimu Sora."
"Aku juga Aaron."
Mereka kembali berciuman.
Aaron menggendong Sora yang sudah tak memakai sehelai baju satupun dan merebahkan tubuhnya secara perlahan.
Aaron menyusuri leher Sora dengan bibirnya,tangan nya mulai meraba di antara kedua paha Sora.
"Sayang pelan pelan ya,takut kalo Arsa kenapa napa." Pinta Sora.
Aaron menganggukkan kepalanya,lalu mulai melakukannya.
"Aah."
Aaron merasakan kenikmatan setelah melepaskan jutaan juniornya keluar.
Setelah mereka saling beradu dan melepaskan rasa rindu,Aaron memeluk sora dan merebahkan tubuhnya di samping Sora.
"Sayang kemaren kamu bilang akan pulang besok." Tanya Sora.
"Sudah ku bilang kan,aku kangen kamu."
"Kamu marah,karna hari ini aku gak hubungi kamu sama sekali."
"Iyalah aku sedikit marah."
"Tapi sekarang..." Ucap Aaron.
"Udah enggak." Jawab Sora.
Sora turun dari tempat tidur,tapi tangannya di tahan oleh Aaron.
"Kamu mau kemana?"
"Sayang aku mau mandi, satu jam lagi kan makan malam."
Tanpa berkata kata Aaron ikutan turun dan masuk ke kamar mandi.
Sora diam dan tersenyum melihat Aaron yang seperti itu.
"Kok malah diem cuman liatin, ayo aku mandiin." Ucap Aaron.
Sorapun berjalan menuju kamar mandi mendahului Aaron.
"Hehehe sayang mending aku mandi sendiri aja deh."
"Kamu di luar aja sana." Ucap Sora sambil menutup pintu
"Brak."
Aaron memukul pintu sambil menahannya.
"Kau mempermainkan aku ya?"
Seperti peribahasa habis manis sepah di buang itu yang sedang di pikirkan oleh Aaron saat ini.
"Enggak kok sayang,janji ya gak akan ngapa apain aku."
Aaron hanya tersenyum lalu mendorong pintu dengan paksa.
***
Di kota Maine...
Jacky dan lima anak buahnya yang handal masuk ke sebuah bar, di dalam bar mata Jacky menyusuri setiap sudut ruangan mencari sosok yang ia cari.
"Itu dia."
Jacky dan lainnya berjalan ke arah orang yang mereka cari.
"Tuan anda tidak bisa masuk,hanya anggota yang bisa masuk ke dalam."
Tanpa banyak bicara Jacky memukul penjaga itu sampai pingsan,mereka masuk menyusuri lorong yang sedikit cahaya,dan berjalan menaiki tangga.
"Kak mereka berada di ruangan itu."
"Kalian berdua tunggu di sini,sisanya ikut denganku ke dalam." Perintah Jacky.
"Braakk." Salah satu anak buah jacky menendang pintu secara paksa.
Ada lima orang di dalam ruangan itu. Satu pria yang di ikat di kursi dengan tubuh yang penuh luka dan empat lainnya sedang bermain kartu.
Empat orang itu mengarahkan pandangannya pada Jacky mereka berdiri dan langsung menyerang Jacky dan anak buahnya.
"Bhak.. Bhuk..Prang.."
Mereka saling memukul,menendang,dan menahan serangan.
"Braakk.. "
Salah satu dari mereka terkena tendangan Jacky dan terlempar mendarat di meja hingga membuat meja itu menjadi hancur.
"Kak Jack semua sudah beres."
"Kalian tidak apa apa?"
Mereka mengangguk.
"Panggil tiga dan enam masuk."
"Baik kak."
Lalu dua orang anak buah Jacky yang berjaga di luar masuk ke dalam.
"Kalian bawa pria itu."
"Iya kak."
Misi mereka untuk menyelamatkan pria yang di tawan itu berhasil,mereka membawanya ke kota Oregon,sesuai perintah dari Aaron.
***
Malam hari di kediaman Rassam.
Aaron dan Sora berjalan menuju ruang makan. Di sana mereka sudah di sambut oleh kakek,ayah dan ibu Sora.
Aaron dan Sora duduk, tak ada pembicaraan ketika mereka makan.
Setelah mereka menghabiskan makanan mereka,kakek memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Iya kek,minggu depan nenek akan datang kemari."
"Baiklah."
"Setelah makan datang ke ruang kerja,kakek ingin bicara denganmu."
"Baik kek."
Sora merasa jika ada suatu hal yang di sembunyikan oleh kakek.
Mereka menyelesaikan makan malam dengan tenang.
Setelah selesai makan Aaron berdiri mengikuti kakek untuk datang ke ruang kerja.
"Kau mau kemana?" Tanya Aaron pada Sora yang mengikutinya.
"Aku mau nemuin kakek."
Aaron menyentil dahi Sora.
"Apa kamu tadi gak denger,kakek tadi bilang mau ngomong berdua sama aku."
"Mungkin kakek lupa kalau mau ngomong ama aku juga." Jawab Sora.
Aaron memutar tubuh Sora dan mendorongnya ke arah kamar mereka.
"Kamu tunggu aku di kamar aja."
Sora cemberut merasa berat jika harus sendirian.
"Udah gak usah merajuk."
Aaron mendorong Sora masuk ke kamar dan menutup pintu kamar,lalu dia berjalan ke ruang kerja.
Di dalam ruangan Aaron melihat kakek mengeluarkan sebuah kotak dari lemari.
Lalu kakek menyodorkan kotak itu kepada Aaron.
"Kek apa ini?"
"Bukalah." Pinta kakek.
Aaron membuka kotak itu,kotak itu berisi beberapa lembar foto dan sebuah cincin giok berbentuk naga.
Aaron melihat foto itu satu persatu.
"Itu adalah foto aku dan kakekmu."
"Kami dulu adalah teman dekat."
"Apa kau ingat saat kejadian kau di culik?"
Aaron menggelengkan kepalanya.
Kakek menghela nafas.
"Apa aku harus memberitahukan apa yang terjadi saat kejadian itu pada Aaron ya?" Batin kakek.
"Aaron kakek ingin menyampaikan bahwa kau dan Sora dari lahir sudah di jodohkan."
Aaron yang mendengarnya terkejut.
"Ternyata...ini semua sudah di takdirkan oleh Tuhan." Batin Aaron.
"Kakek gak mengira ternyata kalian sendiri yang mengikat takdir itu menjadi nyata."
"Kek boleh Aaron bertanya?"
"Katakan."
"Apa ada suatu hal yang terjadi antara keluarga Rassam dan keluarga Markle?"
Kakek tak mengatakan apapun,membuat Aaron semakin penasaran.
"Baik jika kakek tidak bisa mengatakannya Aaron akan mencari sendiri jawabannya."
"Aaron kakek tak akan membicarakan hal ini kepadamu,sebaiknya biarlah nenekmu yang mengatakan sendiri."
Aaron hanya diam mendengar perkataan kakek.
"Kakek harap kamu akan selalu mencintai Sora apapun yang terjadi di masa depan."
"Kau mencintai Sora kan?"
"Kakek gak usah khawatir,Aaron akan selalu berada di sisi Sora apapun yang terjadi."
"Baik kakek percaya padamu."
"Ada yang lain kek,kalau gak ada Aaron pamit."
"Tidak ada."
Aaron berjalan ke arah pintu dan meninggalkan kakek sendirian di ruangan itu.
Di kamar Sora menunggu Aaron dengan tidak sabar,dia berdiri di depan pintu kamar menunggu Aaron kembali.
"Cekleeek."
Suara pintu yang di buka oleh Aaron,Sora tidak sabar dengan penjelasan Aaron dia memulai pertanyaan dengan posisi Aaron masih menutup pintu.
"Sayang kakek bilang apa ke kamu?"
Aaron mengabaikan pertanyaan Sora.
Dia memeluk Sora dan menciumi bibirnya.
"Kenapa kamu gak tidur?"
"Aku belum ngantuk."
"Kok pertanyaanku belum di jawab sih."
"Apa kakek meminta suatu hal ama kamu?"
"Enggak,kakek gak minta apa apa kok,cuma nyuruh jagain kamu sampai akhir hayatku."
"Beneran gak bohong kan?"
"He'em"
"Ini udah malam baiknya kita tidur,ibu hamil gak baik kalo tidur larut malam."
"Yaah,baik pak bos...,siap laksanakan." Ucap Sora.
Aaron hanya melotot mendengar ucapan Sora,lalu mengangkat tubuh Sora dan menciumnya,Aaron berjalan ke arah tempat tidur dan menurunkan tubuh Sora secara perlahan di atas tempat tidur.