
Malam harinya di kediaman Rassam...
Sampai di garasi Aaron terburu buru keluar dari mobil,dia berjalan tanpa menoleh ke kanan ataupun ke kiri,dia juga tau saat ini pasti para penghuni rumah sudah berada di kamar masing-masing.
Aaron memasuki kamarnya dan melihat Sora sudah berada di atas tempat tidur,mendekatinya dan duduk di sebelahnya lalu mengintip apakah Sora sudah tidur.
"Fiuh.. untunglah dia udah tidur,kalo enggak mungkin dia akan marah."
Aaron berdiri lalu berjalan menjauh ke arah ruangan baju,sesampai di sana dia melepaskan sepatunya,jam tangan dan satu persatu baju yang di pakai.
Sekarang Aaron hanya memakai celana pendek.
Sora yang sebenarnya belum tertidur segera turun dari tempat tidur dan beranjak mengikuti Aaron tanpa bersuara.
Sora berada di sampingnya hanya diam tanpa berkata kata mengambil baju yang di lepas oleh Aaron dan memasukan ke dalam tempat baju kotor.
"Aaa.." Aaron berteriak karna terkejut.
"Sayang kamu belum tidur?"
"Bukannya tadi kamu.."
Sora tak menjawabnya,menyilangkan tangannya di dada,menundukkan pandangannya dan mengacuhkan Aaron.
Aaron memutari Sora lalu memeluknya dari belakang.
"Sayang kamu kok diem sih?" Tanya Aaron.
Sora menutup rapat mulutnya,tidak menjawab pertanyaan Sora.
Saat Sora melangkahkan kakinya tubuhnya berat karena di peluk oleh Aaron.
"Sayang..,kamu marah?" Tanya Aaron sekali lagi.
"Huek huek."
Melihat hal itu lagi Aaron segera melepaskan pelukannya dan mengikuti Sora berlari menuju kamar mandi.
Aaron mengelus elus punggung Sora.
"Sayang kok kamu masih muntah muntah,kan gak ada bau sup."
"Inikan bau badan kamu.." Batin Sora
Sora tetap diam,menutup rapat mulutnya.
Saat Sora akan membuka pintu,Aaron segera menutup pintu itu dengan paksa.
"Ok,aku salah."
"Maafin aku ya."
"Seharian di kantor banyak sekali pekerjaan,tadi siang ada rapat jadi ponselnya aku matiin." Ucap Aaron setengah merajuk.
Sora hanya diam dan menatap wajah Aaron dengan kesal.
Melihat wajah Sora yang kesal membuat Aaron gemas di buatnya.
Tanpa pikir panjang Aaron mencium bibir Sora dan menahan kepala sora dengan telapak tangan kanannya,dan tangan satunya memeluk pinggang Sora.
"Mm mm..,evafin hak!"
Sora memukul dada Aaron,meminta untuk melepaskannya. Karna mulutnya di cium oleh Aaron maka suara Sora yang terdengar tidak begitu jelas.
Dan akhirnya Aaron menghentikan ciumannya dan pelukannya setelah puas melakukannya.
Sora mundur selangkah dan terlihat tersengal sengal karna hampir tak bisa bernafas.
"Apaan sih kamu itu." Ucap sora.
Aaron mendekati Sora dan memeluknya dari depan.
"Sayang... jangan marah ya?"
Ucap Aaron sambil menggoyang goyangkan badan Sora.
"Ah udah,sana mandi dulu,rasanya aku mual nyium bau badan kamu."
Sora melepaskan tangan Aaron yang masih memeluknya secara paksa,dan keluar dari kamar mandi.
"Emang aku sebau itu?" Batin Aaron dan menciumi ketiaknya sendiri.
"Enggak bau kok."
"Bawaan bayi tuh pasti."
Paginya...
Sora bangun lebih dahulu,menoleh ke samping dan melihat Aaron memeluknya dari belakang,lalu meraih jam yang ada di meja.
"Jam delapan!"
"Sayang bangun,kamu gak berangkat kerja?" Ucap Sora sambil tangannya menyentuh pipi Aaron dengan lembut.
"Aku ke kantor siang,kamu tau kan tadi malam aku pulang larut,aku mau tidur beberapa jam lagi." Ucap Aaron yang masih menutup matanya.
"Ya udah kamu tidur lagi, aku mau mandi."
Ucap Sora dan perlahan turun dari atas tempat tidur.
"Gak usah mandi,ntar aja."
Aaron menarik pergelangan tangan Sora dan memeluknya kembali.
"Kamu tidur lagi aja,tadi malam kan kamu juga tidur larut banget."
Sora diam dan memutar tubuhnya ke samping lalu menatap wajah Aaron, Sora menyentuh kening Aaron dan menyusuri turun ke ujung hidungnya yang mancung dengan jari telunjuknya,memegang kedua pipi Aaron dan mencium bibir Aaron.
Aaron membuka matanya dan tersenyum.
Sora mengangguk pelan.
Aaronpun membalas ciuman Sora,mengangkat tubuhnya ke atas tubuh Sora dan menciuminya dengan liar,lalu melepas kaosnya yang berwarna putih.
Mereka tenggelam dalam kebahagian,melakukan dengan pelan dan pasti.
***
Di perusahaan Aaron...
"Perkenalkan ini pak Zain Ernest,dia yang akan menggantikan pak Lee." Terang Fredy di hadapan para pegawai bagian perencanaan.
"Oh God tampan,bisa cuci mata nih tiap hari." Bisik salah satu pegawai.
"Iya tampan,tapi lebih tampan pak Aaron." Timpal yang lain.
"Iya iya lebih tampan pak Aaron,tapi pak Aaron kan udah nikah, kalau pak Zain kan belum,hehehe sapa tau dia entar yang jadi jodohku."
"Idih mengharap banget sih."
"Kenapa?gak boleh?"
....
"Untuk ke depannya,semoga hubungan saya dengan kalian lancar." Ucap Zain menutup perkenalannya.
"Baiklah perkenalannya sudah cukup,kalian kembali bekerja." Perintah pak Davin.
Semua pegawai kembali ke tempat duduknya masing masing,hanya pak Davin,Jean,Fredy,tiga orang lainnya,berikut Zain,yang masih berdiri untuk mendengar penjelasan dari Fredy.
"Jean kau temani pak Zain berkeliling." Perintah Fredy.
"Baik pak."
"Mari pak Zain saya akan menunjukkan beberapa tempat di perusahaan ini agar anda bisa mengingatnya."
Mereka yang masih berdiri berpamitan pada Fredy,untuk melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
***
Di kediaman keluarga Rassam.
Di ruang makan..
"Apa Aaron dan Sora tidak turun untuk sarapan?" Tanya kakek kepada pak Thomas kepala pelayan keluarga Rassam.
"Maaf tuan besar, tidak ada jawaban dari tuan dan nona muda,sepertinya mereka masih tidur."
"Kau tau jam brapa Aaron pulang?" Tanya kakek.
"Jam setengah dua belas tuan."
"Bi Kana tolong kau siapkan sarapan untuk Aaron dan Sora saat mereka nanti turun." Ucap Olivia.
"Iya Nyonya."
Kakek,ayah dan ibu Sora menyantap makanan mereka tanpa berbicara satu sama lain,menghabiskan makanan yang ada di piring.
Setelah selesai makan mereka baru berbicara.
"Steve apa kau sudah mengurus semua daftar tamu yang akan kita undang?" Tanya kakek.
"Untuk tamu dari pihak kita sudah ayah,tapi dari pihak Aaron belum." Terang Steve.
"Secepatnya kau urus,ingat undangan kau bagi tiga hari sebelum pesta berlangsung."
"Biar saja jika mereka berpikiran pergelaran pesta ini di selenggarakan dengan mendadak,sebenarnya itu menjadi keuntungan untuk kita."
"Dengan itu akan memperkecil kejadian yang ingin mencelakai kita."
"Untuk keamanan baiknya keluarga Rassam dan Markle bekerja sama."
"Baik ayah." Jawab Steve.
"Sayang untuk gedung kau sudah mengurusnya kan?" Tanya steve pada Olivia.
"Tenang aja sayang,aku menyerahkan semua pada event organizer,mereka akan mengurusnya."
"Kita hanya mengurusi para tamu tamu kita aja." Terang Olivia.
"Baiklah jika begitu sekarang aku pamit ke kantor dulu." Ucap Steve.
Di kamar Aaron dan Sora...
Mereka masih tidak beranjak dari tempat tidur,tubuh mereka yang tidak memakai sehelai pakaian satupun hanya tertutupi oleh selimut,saling berpelukan dan menutup mata mereka lagi.
"Sayang kau akan tidur lagi?" Tanya Sora.
"Mm, aku mau tidur beberapa menit lagi."
"Kamu gak usah ngapa ngapain,di sini aja,aku masih pengen meluk kamu." Ucap Aaron.
Sora tersenyum mendengar perkataan Aaron,membuat Sora mempererat pelukannya.
"Apa kamu mau aku berhenti bernafas?"
"Kau terlalu erat memelukku."
Sora segera melepaskan pelukannya,namun gantian Aaron yang memeluk erat Sora dengan lembut tanpa menyakiti Sora.
Pukul sepuluh mereka keluar dari kamar dan turun ke bawah menuju ruang makan.
Bi kana terlihat terburu buru menyiapkan makanan untuk mereka berdua.
Setelah makanan mereka habiskan,Aaron bersiap diri untuk pergi ke kantor.