
Waktu menginjak malam,keadaan sepi setelah para karyawan grup M sudah pulang.
Terlihat Zain berdiri mengamati sebuah mobil yang terparkir di seberang gedung hampir dua jam lamanya.
Sambil menyesap secangkir kopi,Zain bertanya tanya dalam hatinya.
"Siapa mereka,dan siapa yang mereka awasi?"
Seorang pria dari dalam gedung berjalan ke arah mobil itu di ikuti beberapa orang berbaju hitam.
Sesampainya di mobil,pria itu menggedor gedor kaca samping mobil dengan keras.
Zain yang melihatnya segera mengambil ponselnya dan merekam kejadian tersebut.
Dengan perlahan Zain memperbesar jarak pandang kameranya,dan saat itulah terjadi perkelahian.
"Smith?"
"Itu Smith."
Wajah Zain terlihat senang dan segera berlari keluar ruangan menuju tempat Smith.
Dengan tergesa gesa Zain menekan tombol lift.
"Ting."
Pintu lift terbuka.
Dengan tak sabar Zain keluar lift karna ingin sekali bertemu dengan Smith.
Setelah sampai di lantai bawah Zain berlari keluar,namun yang ada hanya serpihan kaca mobil yang tercecer.
"Sial."
"Aku terlambat lagi."
"Kemana mereka?"
Zain mengepalkan tangannya,menahan kekecewaannya dan kemarahannya.
****
"Tuan muda ada sebuah mobil yang terparkir di seberang gedung,lebih dari dua jam." Bisik Fredy.
"Gerak gerik mereka mencurigakan."
Imbuh Fredy.
"Apa Sora sudah sampai ke kediaman?" Tanya Aaron.
"Sudah tuan muda."
"Pak Chow baru saja mengabari jika nyonya sudah sampai di kediaman Rassam."
"Suruh Leon untuk mengurus mereka."
Perintah Aaron.
"Baik tuan muda."
Fredy meninggalkan Aaron dan menghubungi Leon yang berada di ruang keamanan.
Setelah mendapat perintah dari Fredy,Leon membawa beberapa anak buahnya dan mendatangi mobil yang mencurigakan itu.
Sesampainya di mobil...
"DHUK,DHUK,DHUK!!"
Dengan keras Leon menggedor kaca samping mobil.
Dua orang yang di dalam mobil mengindahkannya dan berusaha menyalakan mesin mobil untuk melarikan diri dari Leon.
Mendengar mesin mobil menyala,tanpa pikir panjang Leon memukul kaca mobil hingga pecah berkeping keping,lalu meraih pengemudi itu dan menariknya keluar,hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.
Seorang lainnya yang masih di dalam mobil keluar dan berlari.
Beberapa anak buah Leon mengejarnya dan terjadi perkelahian.
"Bhukk,bhakk,thakk."
Mereka saling memukul dan menangkis.
Orang itu terdiam seketika di saat Leon menodongkan pistol di dahinya.
"Jika kau tak ingin mati,berhentilah melawan!" Ucap Leon mengancam.
Lalu Leon memukul kepala orang itu hingga tak sadarkan diri,dan membawa mereka ke dalam gedung beserta mobil mereka.
"Mereka sudah kami beres kan."
"Kami akan membawanya ke gedung."
Ucap Leon pada Fredy melalui telepon.
****
Zain duduk di kursinya dan berpikir dengan keras perihal kejadian yang baru saja terjadi,dengan jari tangannya yang mengelus elus bibir bawahnya dengan perlahan,dan memperlihatkan ekspresi yang sangat serius.
"Secepat itu mereka menghilang?"
"Apa jangan jangan mereka berada di gedung ini?" Guman Zain.
Secara tiba tiba Zain mengeluarkan jurusnya...
"Auw... sakit,lepasin aku gak."
Tangan Jean terkunci di belakang dan tubuhnya yang terduduk di paha Zain.
Menyadari itu adalah Jean,Zain segera melepaskannya.
"Maaf...,sakit ya..."
"Ya iyalah sakit,gila ya kamu!" Ucap Jean dengan kemarahan.
"Sorry Jean,aku kirain pencuri." Ucap Zain mencari alasan.
Jean meraba pergelangan tangannya yang terlihat merah karna cengkeraman tangan Zain.
Melihat hal itu Zain menarik lengan Jean dan menyuruhnya duduk di kursi kerjanya.
Zain membuka laci mejanya dan mengambil minyak urut untuk mengobati pergelangan tangan Jean.
Mereka saling diam,Zain terlihat serius memijit tangan Jean.
"Gila,ternyata pak Zain ganteng juga ya,apalagi kalo dia serius gini." Batin Jean yang tanpa sadar tersenyum.
Menyadari Jean memandangnya dengan senyuman,Zain membalas dengan memandangnya dan di ikuti senyuman manisnya.
Hingga Jean tersadar dan menarik tangannya,lalu dia berdiri.
"Oiya pak,aku kesini cuma mau sampaikan perintah pak Aaron,kalau kita di suruh pulang." Ucap Jean dan setelah itu dia tergesa gesa meninggalkan ruangan Zain dengan rasa malu.
Jean menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan Zain.
"Aku antar kamu pulang ya!" Ucap Zain yang sedikit berteriak.
Jean tak menjawabnya dan melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan Zain.
...
Zain keluar dari basement gedung grup M.
Tak lama berkendara Zain menepikan mobilnya ketika melihat Jean yang berjalan di trotoar jalan.
"Din."
Suara klakson mobil membuat Jean menoleh.
Zain membuka kaca jendelanya.
"Jean!"
"Bukankah udah aku bilang,aku akan mengantarmu pulang!" Ucap Zain.
"Makasih pak,tapi aku ada janji dengan temanku." Jawab Jean beralasan sambil tersenyum.
"Udah masuk aja,biar aku antar."
"Aku gak tega Jean lihat kamu pulang sendiri malam malam gini."
Jean hanya berdiri dan terdiam,berusaha tak terbujuk oleh tawaran Zain.
"Apa perlu aku gendong kamu agar masuk ke mobil." Ucap Zain.
"Hehehe tak perlu pak,aku akan masuk sendiri."
Dan akhirnya Jean masuk ke mobil.
Selama perjalanan di dalam mobil,Jean berusaha menutupi rasa malunya saat dia mengingat kejadian tadi.
"Kruyuk kruyuk."
Suara perut Jean yang kelaparan menambah rasa malunya.
"Sial,ihik ihik,napa sih hari ini aku malu maluin..." Batin Jean sambil menggaruk dahinya.
Zain yang mendengarnya tak berkomentar dan tanpa memberitahu Jean,mobilnya melaju ke arah restoran yang masih buka.
...
Di restoran...
"Jean kamu kenapa?"
Jean memalingkan wajahnya agar tak terlihat oleh Zain.
"Jean,kamu gak perlu malu padaku."
"Biasanya kan kamu cuek."
"Apa hari ini kamu ada masalah."
Tanya Zain yang penasaran.
"Apaan sih nih cowok,gak peka banget deh."
"Gara gara kamu kan aku jadi gini."
"Rasanya pengen aku jitak deh kepalanya."
Batin Jean.
Jean menatap Zain dan tersenyum dengan terpaksa.
"Hehehe,enggak kok pak hari ini cuma sedikit capek aja."
"Oo aku kirain ada hal lain."
Mendengar jawaban Zain,Jean terlihat melampiaskan kekesalannya pada makanan yang akan di santapnya.
****
Saat menunggu Aaron pulang,Sora tertidur di sofa kamarnya.
Dan tiba tiba..
"Aah..." Teriak Sora.
Sora terbangun dari mimpi buruknya dengan tangan yang meraih sesuatu di depannya.
Dengan mengatur nafasnya pelan Sora melihat jam dinding yang tertempel di dinding kamarnya.
"Udah jam segini?"
"Kenapa Aaron belom pulang?"
Sora meraba samping tubuhnya dan mencari ponselnya untuk menelpon Aaron.
"Tut....tut...."
"Kok gak di angkat angkat sih?"
"Inikan udah malam banget,dia kemana?"
Sora terlihat khawatir,dan mencoba menelepon kembali.
"Cekleek."
Suara pintu terbuka dan membuat Sora memutar kepalanya untuk melihat siapa yang masuk ke kamarnya.
"Sayang?"
"Kamu belom tidur?"
Tanya Aaron yang kaget melihat Sora masih menunggunya.
Sora bergegas mendekati Aaron,memeluknya dan menangis dalam pelukan Aaron.
"Sayang kamu kenapa nangis?"
Aaron bertanya pada Sora sambil memeluk dan membelai kepala Sora.
Sora hanya menggeleng sambil menangis dan membasahi baju Aaron.
"Hiks,hiks,aku baru aja ngimpiin kamu."
"Dalam mimpiku kamu terjebak di dalam mobil dan mobil itu meledak."
Aaron tak dapat berkata kata,hanya bisa menenangkan Sora dengan pelukan.