Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
100. Bertemu Elan


Jean meletakkan tasnya di meja dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,lalu dia meraih bantal dan memeluknya sambil tersenyum senyum sendiri,setelah itu menenggelamkan wajahnya di permukaan bantal.


"Gila,aku beneran pacaran ama Zain."


"Lalu saat aku berada di kantor dan bertemu dengannya,apa yang harus aku lakukan?" Guman Jean.


Jean mengangkat tubuhnya dan duduk di pinggiran tempat tidur,lalu mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya.


"Sora?"


"Banyak sekali dia meneleponku,ada apa ya?"


Jean menekan tombol layar pada ponselnya untuk menelepon Sora.


"Hallo,Sora ada apa?"


"Jean...,kamu kemana aja sih?" Ucap Sora di seberang telpon.


"Aku tadi..,ah aku tadi sedang makan malam,maaf ya aku gak tau jika kau menelfonku sebanyak itu."


"Kamu kenapa Sora,kamu sepertinya sedang khawatir."


"Apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Jean...,kamu tau gak?"


"Apa? Ada apa? Tau tentang apa?"


"Apaan sih Jean,aku kan belum selesai bicara."


"Ha ha ha,iya..,ada apa Ra?"


"Jean apa kau masih ingat dengan Elan?"


"Elan?"


Jean terdiam,ada sedikit rasa kaget yang menghinggapi saat Sora mengungkit nama Elan.


"Elan Norflox?"


"Kenapa dengan Elan Norflox?"


"Hari ini aku baru tau bahwa Elan adalah sepupu Aaron." Terang Sora.


"What?"


"Gak deh gak mungkin,nama keluarga mereka kan beda Ra."


"Aku udah tanya ama neneknya Aaron."


"Elan adalah putra dari adik kandung ayahnya Aaron."


"Gimana nih Jean."


"Aku khawatir jika Elan melakukan sesuatu."


"OMG barusan aja aku rasain bahagia,eeh kenapa Sora harus dapat berita gak bahagia." Batin Jean.


"Ra,lebih baik kamu cerita aja deh ama Aaron."


"Kamu juga gak mau kan jika dia nanti salah paham."


"Aku bingung untuk menyampaikan pada Aaron."


"Yang aku takutkan...,Aaron akan mencari Elan dan melakukan sesuatu."


"Jean,beberapa waktu yang lalu aku mimpi buruk,sesuatu terjadi pada Aaron."


"Aku takut jika..."


"Sora,percaya aja,gak akan ada hal buruk yang akan menimpa Aaron."


"Jean...,terakhir aku bertemu dengan Elan,dia bersikeras jika sesuatu terjadi antara aku dan dia."


"Tak ada yang terjadi antara aku dan dia,Jean."


"Aku tak terlalu mabuk saat itu,jadi aku masih ingat apa yang aku lakukan."


"Tapi dia mengatakan jika aku bersamanya saat malam perpisahan."


"Jean.."


"Jean kamu masih di situ kan?"


"Iya,aku mendengarmu."


"Sora..."


"Malam itu...,ada sesuatu yang terjadi."


"Maaf aku gak mengira jika Elan akan berpikir seperti itu."


****


"Sayang,kau berbicara dengan siapa?"


Sora terperanjat ketika Aaron sudah berada di sebelahnya.


"Aaron?" Batin Sora.


"Sayang,kau ini,aku kan kaget jika kau tiba tiba muncul di sebelah ku."


Aaron menyusupkan kedua tangannya di pinggang Sora dan memeluknya dari belakang lalu menyandarkan dagunya di bahu Sora.


"Kau terlihat serius tadi,hingga kau tak dengar saat aku datang,kau bicara dengan siapa?"


"Sst,bisa kau diam sebentar,aku sedang berbicara dengan Jean."


Sora segera menutup mulut Aaron dengan tangannya dan berjalan berpindah tempat untuk duduk di pinggiran tempat tidur,membuat Aaron mengekor mengikutinya,dan tetap memeluknya dari belakang.


"Jean maaf aku tak mendengarkan bicaramu,bisa kau katakan sekali lagi."


"Aku..,aku akan bicara lagi denganmu nanti." Jawab Jean di seberang telpon.


"Jean tunggu!"


"Katakan padaku! Apa yang kau kerjakan hingga kau tak menjawab telponku?"


"Sepenting apapun pekerjaanmu kau pasti akan menjawab telponku."


"Aku...."


"Aduh gimana nih,aku jujur apa gak ya,jika aku pacaran dengan Zain." Batin Jean.


"Jean,kau tak bisa membohongiku,katakan dengan jujur!"


"Aah,kenapa aku gak bisa nyembunyiin sesuatu dari kamu sih Sora..." Batin Jean.


"Maaf Ra,tadi sesuatu terjadi."


"Emm.. ada seorang pria yang ingin jadi pacarku." Ucap Jean dengan cepat.


"Pacar? Siapa?"


"Namanya Zain,baru saja aku jadian dengan Zain Ernest." Ucap Jean dengan malu.


"Kamu pacaran dengan Zain?"


"Hehehe,iya..."


"Maafkan aku Ra,di saat kamu khawatir,tapi aku..."


"Sudah,sudah,aku ikut senang kau sudah punya pacar."


"Jean sudah punya pacar,siapa pacarnya?" Bisik Aaron.


Sora terasa geli dan menggeliat,dia tak menjawab pertanyaan Aaron,membuat Aaron ingin menjahili Sora dengan menciumi daun telinga Sora.


"Hihihi,apaan sih sayang,geli tau." Sora berusaha menjauhkan mulut Aaron dari telinganya.


"Apa apaan sih mereka ini,gak perlu pamer kan?" Batin Jean di seberang telpon.


"Jean,udahan dulu deh."


"Selamat ya buat kamu."


"Ku tutup dulu telponnya."


Ucap Sora sebelum menutup telponnya.


"Sayang,udah dong."


"Hihihi,geli!"


Aaron terus menciumi telinga sora dan membuat tubuh Sora jatuh terlentang di bawah tubuh Aaron.


"Aku cinta kamu." Ucap Aaron.


Sora tersenyum lebar mendengar ucapan Aaron.


"Aku juga mencintaimu." Balas nya.


Aaron mencium dengan dalam,membuat mereka tenggelam dalam percintaan.


****


Pagi hari di rumah besar para pelayan berlalu lalang menyiapkan pesta yang akan di adakan nanti malam.


Nenek terlihat bersemangat sekali untuk mengatur segala sesuatunya.


Sora berjalan mendekati nenek yang duduk di Sofa.


"Nenek."


"Kita sarapan dulu."


"Baiklah."


Nenek berdiri dan berjalan bersama Sora ke arah meja makan.


Aaron sedang berdiri menunggu kedatangan nenek untuk sarapan bersama.


Setelah nenek tiba Aaron menarik kursi dan mempersilakan nenek untuk duduk,lalu para pelayan mulai melayani mereka.


...


"Hallo nek,aku tak terlambat kan untuk sarapan bersama?" Ucap Elan yang baru saja datang dan langsung mencium pipi nenek.


"Uhuk uhuk."


Sora tersedak di saat minum karna bersamaan dengan kedatangan Elan.


"Sayang kau tak apa apa?"


Aaron mengelus elus punggung Sora.


Sora hanya menggeleng dan Elan yang melihatnyapun hanya tersenyum.


Lalu mereka melanjutkan sarapan dengan tenang.


Selesai makan,Sora segera berpamitan untuk meninggalkan meja makan.


"Ron,apa kau tak akan memperkenalkan istrimu?" Tanya Elan.


Aaron terdiam sesaat dan kemudian menjawab pertanyaan Elan.


"Tentu saja."


"Sayang dia adalah sepupuku." Ucap Aaron dingin.


Sora hanya tersenyum menatapnya,namun Elan segera menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Sora.


Aaron yang melihatnya menatap dengan dingin,dan menarik tangan Sora yang akan menyalami Elan.


"Sayang bukankah setelah sarapan kau akan mencoba gaun yang akan kau pakai nanti malam."


"Iya."


"Nek Sora pamit." Ucap Sora dan segera berdiri meninggalkan meja makan.


Elan menatap Sora tak berkedip.


"Sora kau semakin cantik."


"Andai saja,aku yang lebih dulu..."


Batin Elan.


"Lan,sepertinya kau tak terlalu sibuk,hingga sarapan di sini." Ucap Aaron sinis.


"Benar,aku rindu saat saat kita berkumpul seperti ini."


"Aku juga rindu dengan nenek."


"Nenek juga pasti merindukanku."


"Benar kan nek?"


Ucap Elan sambil menggenggam tangan nenek yang berada di atas meja.


"Iya,iya,nenek merindukan kalian."


Nenek kembali menggenggam tangan Elan,kemudian menggenggam tangan Aaron sambil tersenyum.


"Aaron setelah ini ikutlah nenek untuk melakukan sesuatu."


"Baik nek." Jawab Aaron.


"Baiklah nek,Elan pamit,nanti malam Elan akan datang kembali ke sini." Ucap Elan lalu mencium pipi nenek.


Nenek menggangguk,dan menepuk pelan bahu Elan.


"Elan jangan datang terlambat ya,nenek menunggumu."


"Iya nek." Jawab Elan singkat lalu meninggalkan nenek dan Aaron.


Di dalam mobil Elan duduk untuk beberapa saat dan menatap lantai dua,dia terlihat bahagia setelah bertemu dengan Sora.


Elan mengambil sebuah Jaket,dan menciumnya dalam dalam.


Mencium jaket yang pernah di pakai oleh Sora.