Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
Resepsi.


Selesai makan malam.


Gabriel meminta agar Rafka dan Keyla berbincang sebentar di ruang keluarga. Mereka akan membicarakan tentang resepsi pernikahan.


"Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian mau nya seperti apa?" tanya Aria.


"Hm, bagaimana?" tanya Rafka pada Keyla yang tampak fokus menonton TV dengan acara kungfu panda.


"Sayang," bisik Rafka menoel-noel pipi Keyla. Wanita itu langsung menatap sang suami dengan wajah kebingungan.


"Iya, sayang?"


"Kau ingin resepsi nya seperti apa?" tanya Rafka lembut.


"Hm, tidak tau. Terserah Umi saja," jawab Keyla benar-benar tak memikirkan tentang resepsi.


"Baiklah, berarti semua ikut kemauan umi yah."


"Iya, Umi."


"Resepsi nya akan dilakukan Minggu depan, jadi persiapkan lah diri kalian."


"Baik, Umi."


"Kalau begitu kalian berdua sudah bisa istirahat, masalah resepsi serahkan saja pada Umi," ucap Gabriel.


Rafka pun mengangguk lalu berdiri begitu juga dengan Keyla.


"Rafka dan Keyla masuk kamar yah, assalamualaikum."


"Iya, istirahatlah. Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh."


Di dalam kamar.


"Filmnya tadi bagus," ucap Keyla masih mau menonton.


"Kau suka?" tanya Rafka.


"Iya, suka. Aku mau menonton lagi, sayang."


"Yasudah, menonton di kamar saja yah."


"Iya," jawab Keyla mengangguk lalu menyalakan televisi dan kembali menonton film kartun yang belum habis ia tonton.


Melihat istrinya fokus menonton, Rafka pun pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Beberapa menit kemudian, Rafka keluar dari kamar mandi dan memilih duduk di samping istrinya. Keyla memilih duduk di atas karpet bulu-bulu daripada di atas ranjang.


Rafka membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di pangkuan Keyla.


"Sesuka itukah kau dengan film kartun ini? Lihatlah mulut yang terbuka ini," gumam Rafka menutup mulut Keyla.


"Seru saja, apalagi pemerannya adalah panda yang gemoy. Aku suka panda," jawab Keyla tertawa kecil.


"Mana yang paling kau suka, aku apa panda?" tanya Rafka membuat Keyla langsung menatap sang suami.


"Wah, ada yang cemburu." Keyla tertawa lepas melihat ekspresi Rafka yang menggemaskan.


"Jawab, sayang. Siapa yang paling kau suka?" tanya Rafka mengulangi pertanyaannya.


"Suamiku yang tampan dan baik ini lah," jawab Keyla mencubit kedua pipi suaminya.


"Tapi katanya tadi suka panda."


"Yah kan hanya sekedar suka saja, kalau dengan mu itu suka, sayang, cinta dan lain-lain." Keyla menjawab semua rengekan suaminya dengan tertawa kecil.


"Aku mengantuk, Key. Ayo tidur," ajak Rafka memang sangat lelah.


"Aku tidak mengantuk, tidurlah dulu, sayang. Nanti kalau sudah mengantuk baru aku tidur," balas Keyla.


"Tapi, aku mau tidur sambil di peluk-peluk," rengek Rafka manja.


Keyla sekali lagi tak tahan untuk tertawa dan mencubit pipi suaminya. Ini sudah menjadi suatu kebiasaan baru, suaminya sekarang sangat manja dan juga tidak malu-malu lagi.


"Yasudah, ayo kita tidur."


Rafka dan Keyla pun naik ke atas ranjang lalu saling berpelukan menghangatkan satu sama lain.


"Sayang, bagaimana kalau kita olahraga dulu," pinta Rafka berbisik pelan di telinga Keyla.


"Tadi katanya lelah dan mengantuk, sekarang malah minta olahraga." Keyla tersenyum geli melihat ekspresi suaminya.


"Kalau olahraga dulu kantuknya hilang, sayang. Boleh yah," rayu Rafka.


"Eum, suamiku ini sudah pintar menggoda yah," ledek Keyla tertawa.


"Kan kau sendiri yang mengajarkan aku jadi begini," sahut Rafka ikut tertawa.


"Iyalah tuh."


"Jadi bagaimana? Apa boleh?" tanya Rafka dengan wajah memohon.


"Eum, boleh tidak yah?"


"Boleh lah, boleh lah," rengek Rafka manja.


Malam ini kembali mereka menghangatkan diri dan menyatukan cinta yang baru sepihak terungkap kan.


******


1 Minggu kemudian.


Hari resepsi pernikahan pun tiba. Resepsi diadakan di mansion Gabriel karena yang datang hanya orang-orang terpilih saja.


Walau hanya orang terpilih, tapi jumlahnya sangat banyak. Sudah seperti satu kampung yang datang ke resepsi pernikahan Rafka dan Keyla.


"Selamat yah, anak paman sudah menikah. Sudah besar ternyata," ucap Gamian memberi selamat pada Rafka dan Keyla.


"Terimakasih, paman."


"Semoga diberikan kebahagiaan dan lekas diberikan momongan yah," sambung Lana sembari memegang tangan Keyla.


"Terimakasih atas doa nya," balas Keyla sangat bahagia ketika keluarga suaminya begitu menerimanya dengan baik.


"Paman, dimana Rafandra?" tanya Rafka tak melihat batang hidung anak Gamian itu.


"Ah, jangan kau cari dia itu. Dia pasti ada di dapur," jawab Gamian enteng.


"Kau kan juga dulu suka ke dapur kalau ada acara pesta, jadi anak mu juga sama seperti mu," sela Gabriel.


"Hah, kau bisa saja Gabriel."


Di saat mereka sedang asyik mengobrol dan memberi selamat. Seorang gadis dengan memakai celana panjang berwarna hitam dan kemeja maroon. Dengan menenteng tas ransel nya mendekat ke arah Rafka dan Keyla.


Hal itu membuat orang-orang menatap sang gadis dengan tatapan penasaran. Siapakah gadis itu? Lain halnya dengan Daren dan Alisa yang menatap tak percaya pada gadis yang berjalan dengan santai mendekati Rafka dan Keyla.


"Kak, putri mu." Gamian mengkode Daren yang tampak syok melihat penampilan anaknya.


"Memang tak tau tempat," gumam Daren.


"Selamat yah, paman tampan dan juga bibi cantik. Kalian sangat serasi, yang satunya tampan dan ramah, yang satunya lagi cantik dan..


Gadis itu mendekatkan wajahnya pada Keyla.


...Seksi," lanjut gadis itu sembari berbisik.


Wajah Keyla langsung memerah mendengar perkataan gadis itu.


"Terimakasih," ucap Keyla tersenyum manis.


"Mengapa pakaian mu seperti itu, Delisa?" tanya Rafka menatap aneh pada keponakan nya itu.


"Delisa," panggil Daren berjalan mendekati ketiga orang itu.


"Kan Daddy sudah bilang pakai gaun mu, mengapa kau datang dengan pakaian seperti ini?" kesal Daren melihat putri semata wayangnya itu.


Delisa pun hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal lalu memasang wajah sok imutnya.


"Daddy tidak akan tergoda, pergi ganti bajumu sekarang. Kita akan berfoto sebentar lagi," ketus Daren tau maksud dari tatapan maut anaknya.


"Ini style ku, Dad." Delisa hanya bisa memasang wajah cemberut ketika Daddy yang tak mau mendengar alasan dari nya. Mau tak mau ia pun mengganti pakaiannya yang sangat ia sukai dengan gaun yang feminim.


Beberapa menit kemudian.


"Waktunya berfoto."


Keluarga besar itu pun langsung mengambil posisi untuk segera berfoto dengan dua mempelai.


Cekrek


Cekrek.


"Happy wedding Rafka dan Keyla," ucap mereka serentak sembari tersenyum ke arah kamera.


_


_


_


_


_


_


Maaf yah karena kalian gak author undang, sebab kita beda kasta dengan mereka bunda²😥


author aja datang untuk cuci piring doang, gak bisa lihat acaranya yang megah itu😥


yang sabar yah Bun😁😅


Jangan lupa like komen dan juga vote serta hadiahnya. Dukungan dari kawan-kawan akan menambah semangat menulis author 😍


typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah..


tbc.