Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
70. Rumah sakit


Aaron yang melihat dari layar ponsel bergegas berdiri dan berlari meninggalkan pekerjaannya dengan terburu buru.


Saat berjalan keluar dari ruangannya Aaron bertemu dengan Fredy dan memintanya untuk mengikutinya.


Ada ketakutan dan kecemasan yang terlihat dari wajah Aaron,membuat Fredy penasaran.


"Tuan muda apa yang terjadi?"


"Sora mengalami kecelakaan."


Fredy yang mendengarnya terkejut,dan mengikuti Aaron dengan terburu buru juga.


Di dalam mobil Fredy hanya diam dan tak bertanya tentang apapun soal kecelakaan Sora,takut jika Aaron akan bertambah cemas.


***


Di mall...


Thian dan Jean sontak berlari mendengar teriakan Sarah.


Untung saja saat Sora terdorong sampai ke lantai ada seorang pria yang berjalan di sebelah Sora,tanpa sengaja pria itu ikut terdorong sampai jatuh ke lantai,sehingga tidak membuat Sora terbentur lantai secara langsung.


"Nona kau tak apa apa?" Pria itu menanyakan keadaan Sora.


"Iya."


"Maaf membuat anda terkejut dan terjatuh,saya juga bertrimakasih,jika anda tidak berjalan di sebelah saya,kemungkinan saya akan terluka."


"Tidak apa apa nona,itu bukan masalah untuk saya."


"Kalau anda sudah tidak apa apa,saya pergi." Setelah menanyakan keadaan Sora pria itu pamit.


"Sora kau gak apa apakan?" Tanya Jean yang khawatir.


Sora hanya mengangguk pelan,Jean dan Thian membantu Sora untuk berdiri.


Sarah terduduk dan meringis sambil memegang pergelangan kakinya.


Maksud hati ingin mencelakakan Sora malah berbalik mendapat kesialan,saat berlari sepatu yang dia pakai terlalu tinggi menyebabkan terseok dan kakinya menjadi terkilir,tidak ada yang memperdulikan kesakitannya,hanya mendapatkan omelan dari Jean.


"Rah,kamu apa apaan sih sengaja dorong Sora sampai segitu banget,kamu tau kan dia lagi hamil." Omel Jean.


"Aku...Aku,aku gak sengaja."


"Aku benar benar ingin menolong Sora."


Sarah berusaha menjelaskan.


"Udah deh gak usah jelasin,aku lihat sendiri kok kamu tadi dorong Sora."


"Kalau emang mau nolong harusnya kamu tarik dia."


Thian hanya fokus pada Sora dan membantu Sora untuk berdiri.


"Udah Jean,kaki Sarah terkilir,dia mungkin gak sengaja." Ucap Sora agar Jean berhenti memarahi Sarah.


"Ra gimana keadaan mu?" Thian bertanya.


"Aku gak apa apa kak,baiknya kita secepatnya pulang,aku takut jika Aaron ada di sini."


"Kak Thian bawa Sarah ke rumah sakit ya,aku akan pulang ke rumah bersama dengan Jean."


"Sora kau juga harus ke rumah sakit."


"Kau harus periksain kandunganmu juga."


Pinta Thian.


"Aku gak apa apa kak,pliss kak Thian bawa Sarah segera ke rumah sakit."


"Aaron akan segera ke sini kak,jika tau dia gak akan biarin kejadian ini."


"Tapi Sora..."


"Plis kak..."


"Ok,terserah kamu."


"Tapi besok kamu harus ke rumah sakit."


"Iya kak."


Mereka berpisah,Thian mengantar Sarah ke rumah sakit,sedang Sora dan Jean pulang ke kediaman Rassam.


Di dalam taksi..


"Pak ke rumah sakit." Ucap Jean pada sopir taksi.


"Ke kediaman Rassam pak." Pinta Sora.


"Enggak!Ke rumah sakit pak!"


"Pak teman saya ini,baru saja mengalami kecelakaan,dan dia sekarang sedang hamil."


"Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kandungannya."


"Iya iya non,saya antar ke rumah sakit." Balas sopir taksinya.


"Jean!"


"Sora!"


"Kali ini kamu tolong dengerin aku."


"Gimana jika terjadi sesuatu dengan kehamilan kamu."


"Aku tau Ra,kamu minta kak Thian buat nganter Sarah ke rumah sakit agar Aaron gak tau kan?"


"Pliss Ra."


"Aku mohon..." Pinta Jean.


Sora menatap Jean dalam,dan akhirnya dia setuju untuk ke rumah sakit.


Aaron yang berlari mencari keberadaan Sora di mall merasa putus asa karna tak menemukan Sora,menghubungi Sora juga tak bisa karna ponsel Sora rusak saat terjatuh tadi,hingga akhirnya ponsel Aaron berbunyi yang menghentikan langkahnya,terlihat ada nama Jean di layar ponsel.


"Sayang,kau di mana?" Balas Aaron yang masih panik.


"Aku ke rumah sakit."


"Aku gak apa apa,aku hanya ingin memeriksa kandungannku."


"Apa perutmu sakit?"


"Aku tadi sedikit shock,aku takut akan mempengaruhi anak kita,maka itu aku akan ke rumah sakit."


"Baiklah aku akan ke sana."


"Baik."


Sora mematikannya dan mengembalikan ponsel itu pada Jean.


"Jean,kejadian saat Sarah berpikir menolongku,jangan biarkan Aaron tahu."


"Sora,ngapain sih kamu masih belain Sarah?"


"Udah jelas jelas dia pengen kamu celaka."


"Aaron tanpa ku beri tau,dia juga pasti akan tau dengan sendirinya."


"Apalagi itu nyangkut soal kamu." Ucap Jean sedikit kesal.


"Aaron gak tau Jean,kalau aku pergi ama Sarah,dia taunya aku hanya pergi ama kamu.


"Dan saat patung itu tadi jatuh,dia juga liat,kalau ada anak kecil yang gak sengaja mendorong patung itu."


"Plis ya Jean."


"Okey aku akan tutup mulut."


Di rumah sakit..


"Klek."


Aaron dengan kasar membuka pintu ruang dokter kandungan,dan menghampiri Sora dengan panik.


"Sayang." Aaron membelai rambut Sora melewati telinganya dan berhenti di pipi Sora.


"Aku gak papa." Jelas Sora.


"Dokter gimana istri dan anakku?"


"Saat ini baik baik saja."


"Untuk ke depan istri anda harus menjaganya baik baik."


"Apa ada masalah dok?" Tanya Aaron karna merasa ada hal yang harus dia ketahui.


"Istri anda saat jatuh dia terbentur sangat keras walau tak ada luka di tubuhnya."


"Tapi itu mempengaruhi janin,karna usianya yang masih muda."


"Saya akan menambahkan resep untuk memperkuat janin."


"Nyonya untuk saat ini anda tidak di perbolehkan mengangkat sesuatu yang berat,ataupun berpikir terlalu keras."


Sora mengangguk tidak semangat.


Mereka keluar dari ruang dokter kandungan dan duduk di kursi pengambilan resep obat,telpon Aaron berdering dan memberi isyarat pada Sora untuk menjawab telpon,mencari tempat yang agak jauh dari Sora.


Saat mereka menunggu,tanpa sengaja Sora melihat kak Thian memapah Sarah yang berjalan terpincang.


"Jean aku minta tolong kau antri di sini,aku akan menunggumu di mobil." Bisik Sora.


"Kenapa?ada apa?" Jawab Jean.


"Di sana aku melihat kak Thian ama Sarah."


"Okey, kamu gak usah khawatir."


Aaron selesai berbicara di telepon,dia tak menyadari kecemasan Sora.


Sora buru buru menghampiri Aaron,agar tidak bertemu dengan Thian dan Sarah di rumah sakit.


"Sayang kita menunggu di mobil aja ya,aku gak mau di sini."


"Biar Jean yang ngantri ambil obatnya."


Bujuk Sora.


"Ya udah kita di mobil aja,biar Fredy yang ngambil obatnya."


"Jean,kau ikut kami ke mobil." Panggil Aaron.


"Ee..." Jean sedikit bingung menjawabnya.


"Iya Jean,ikut ke mobil aja." Ucap Sora sambil memberi kode kepada Jean.


"I iya pak."


Sora berhasil mengajak Aaron dan menutupi kejadian yang sebenarnya.


Mereka menunggu di dalam mobil sampai Fredy datang.


"Pak Aaron saya minta maaf tidak bisa menjaga Sora."


"Gak papa Jean itu bukan salah kamu." Jawab Sora.


"Sora bilang gak papa,kamu gak usah sedih gitu." Ucap Aaron.


"Sayang aku belum sempat mengambil cincin kita,juga belum memberikan gaun untuk Jean."


"Kau gak usah mikirin hal itu."


"Biar mereka mengantarkan ke rumah."


"Mm oke." Jawab Sora pelan.


Tak lama Fredy datang,membuka pintu depan mobil dan mengemudikan dengan perlahan meninggalkan rumah sakit menuju ke kediaman Rassam.