
Setelah mereka menghabiskan waktu berbulan madu di Belanda. Mereka pun kemudian menuju ke Swiss untuk melanjutkan rencana bulan madu mereka berdua yang lainnya.
Dokter Andrew dan dokter Karina benar-benar menikmati pernikahan mereka bedua.
Visualisasi tempat berbulan madu dokter Karina dan dokter Andrew yang ada di Swiss
visualisasi pernikahan dokter Karina dan dokter Andrew
Mereka kemudian menuju ke Indonesia untuk mengunjungi kedua orang tua dokter Karina yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Sungguh pernikahan mereka menjadi saat yang paling berbahagia di dalam keluarga mereka masing-masing.
" Apakah kau yakin kalau ibumu akan menerimaku?" Tanya Dokter Andrew tampak gugup ketika mereka melangkahkan kaki menuju kediaman dokter Karina.
Dokter Karina hanya tertawa saat dia melihat suaminya yang tiba-tiba merasa insecure ketika hendak bertemu dengan kedua orang tuanya.
Pada saat pernikahan mereka berdua di Amerika ibunya dokter Karina tidak ikut bersama dengan sang ayah karena ibunya tidak bisa melakukan perjalanan jauh.
Saat itu mereka hanya melakukan panggilan video call dengan ibunya. Ketika acara pernikahan antara dokter Andrew dan dokter Karina dilaksanakan.
" Ya ampun kalau laki-laki sepertimu saya tidak bisa diterima oleh ibuku lalu siapakah yang akan layak untuk menjadi suamiku?" Tanya Dokter Karina menggoda suaminya yang saat ini sedang benar-benar tidak percaya diri dengan dirinya sendiri.
Usianya dengan dokter Karina memang terpaut cukup jauh. Karena waktu itu dokter Andrew yang sedang merasa jatuh cinta kepada Siska. Dia terus menunggu wanita yang bukan dijodohkan untuk dirinya dan baru menyadari tentang cintanya bertepuk sebelah tangan. Ketika Siska dan Farel kembali bersama dan merajut pernikahan mereka kembali.
Saat itulah Andrew menyadari bahwa dirinya memang sedang memperjuangkan sebuah pepesan kosong yang tidak akan pernah ada akhirnya. Kalau dia tidak menyerah dan memutuskan kalah dalam pertandingan cinta bersama Farel.
" Percayalah Sayang. Ibuku pasti akan puas sekali memiliki menantu segantang kamu!" ucap Karina sambil menggandeng tangan suaminya dan membawanya masuk ke Mansion milik keluarganya.
Maya yang saat ini sedang ditemani oleh asistennya. Maya terlihat mengerutkan keningnya ketika melihat putrinya yang berjalan dengan seorang laki-laki yang sangat tampan ke arahnya.
" Dengan siapakah putriku berjalan kemari?" tanya Maya kepada asistennya saya saat ini sedang melihat ke arahnya.
" Kelihatannya itu adalah suami dari non Karina, Nyonya!" ucap asisten Maya mengingatkan kepada atasannya.
Maya memang sakit keras sehingga dia membutuhkan seorang asisten untuk akan membantu segala keperluannya dan juga pekerjaannya yang lebih banyak dibawa ke rumah untuk memudahkan semua mobilitas dirinya dalam mengurus rumah sakit milik keluarga dia.
Rumah sakit yang kelak akan diwariskan kepada dokter Karina ketika dia sudah meninggal nanti.
Saat ini suaminya sedang tidak berada di rumah mereka. Tetapi sedang pergi ke luar kota untuk menangani proyek baru yang sedang ditangani oleh suaminya yang merupakan ayah kandung dari Karina.
Rencana kedatangan mereka ke Jakarta memang diundur satu minggu. Karena tiba-tiba saja Karina meminta untuk bisa pergi berbulan madu ke Swiss. Sehingga alhasil, kedatangan Mereka pun mundur dari rencana semula. Itulah yang menjadi Sebab mereka tidak bisa bertemu dengan ayahnya Karina.
" Assalamualaikum mama!" ucap Karina saat mereka sudah berhadapan dengan Maya.
Maya tampak tersenyum senang, ketika dia melihat putrinya yang bersinar bahagia, terlihat sekali dari wajahnya yang cantik.
" Waalaikumsalam anakku. Akhirnya kau datang juga. Ayahmu saat ini sedang pergi ke luar kota selama dua minggu. Untuk menangani proyek baru perusahaannya!" ucap Maya sambil melirik sekilas kepada Andrew yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya saja. Takut dan gak percaya diri.
" Oh ya Mah perkenalkan dia adalah suamiku, dokter Andrew! Dia adalah putra dari pemilik Rumah Sakit tempat Karina bekerja di Amerika!" Maya terkejut mendengarkan keterangan putrinya.
Maya memang pernah mendengar tentang hal itu. Akan tetapi dia tidak terlalu menanggapinya. Karena dia pikir bahwa hal itu tidak akan mungkin benar-benar terjadi.
Pada saat pernikahan Andrew dan dokter Karina. Maya sedang berada di ruang ICU karena penyakitnya yang unfall lagi.
" Jadi kau adalah suami dari putriku? Katakan padaku! Kenapa kau memutuskan untuk menikahi Karina?" tanya Maya menata tajam kepada Indro yang kesulitan menelan salivanya sendiri melihat Maya yang seperti tidak senang dengan dirinya.
Dokter Karina menatap ibunya dengan tajam. Memberikan peringatan keras kepada ibunya agar tidak mengintimidasi sang suami yang sejak tadi sudah merasa insecure luar biasa.
" Ayolah santailah. Aku tidak mungkin akan memakanmu. Kau lihatlah Karina sejak tadi terus melotot kepadaku!" ucap Maya yang terkekeh melihat kelakuan putrinya yang sekarang seperti memusuhinya hanya karena melihat Andrew yang seperti ketakutan kepadanya.
Andrew selama ini memang tidak memiliki pergaulan yang luas. Karena hari-harinya hanya disibukkan dengan bekerja dan bekerja setiap hari.
Pergaulannya hanyalah sebatas pekerjaan dan rumah sakit Selain itu dia tidak pernah memiliki kedekatan secara emosional dengan siapapun yang bekerja di Rumah Sakit ayahnya selain Karina dan beberapa rekan di rumah sakit lainnya yang mengenal Andrew sejak lama.
" Tenanglah sayang. Ibuku tidak akan mungkin memakanmu sayang. Kenapa wajahmu pucat seperti itu? Ya ampun!" terlihat mereka bertiga tertawa melihat Andrew yang sekarang bahkan keningnya sudah berkeringat dingin.
" Maafkan aku. Mungkin karena kita baru pertama kali bertemu. Sehingga membuat saya menjadi tidak percaya diri untuk bertemu dengan Anda. Perkenalkan nama saya Andrew Jhanson! Saya adalah suami dari dokter Karina! Saya dan ayah saya tinggal di Amerika dan ini adalah Pertama kalinya saya datang ke Indonesia sebagaimana untuk anda!" ucap dokter Andrew dengan bahasa Indonesia yang terpatah-patah.
Ya demi pertemuannya hari ini bersama dengan ibunya Karina dan demi kunjungan dirinya ke Indonesia. Andrew sampai rela kursus dadakan untuk mempelajari bahasa Indonesia. Bahasa ibu istrinya tercinta.
Walaupun mereka datang ke Indonesia hanya untuk menyapa kedua orang tua Karina tetapi tetap saja enru bersikeras ingin mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Karina dengan sangat telaten mengajari bahasa ibu yang dia gunakan kepada suami bulenya yang asli Amerika.
" Tenanglah dan rileks saja. Aku tidak akan mungkin menyakitimu. Karena kau sekarang adalah menantuku itu artinya kau juga adalah anakku!" Andre terlihat tersenyum mendengarkan perkataan Maya yang benar-benar membuat hatinya merasa lega.
Ya ketakutan tidak akan diterima sebagai menantu oleh Maya, benar-benar telah membuat Andrew sangat tertekan sejak tadi.
Oleh karena itu Andrew benar-benar merasa lega setelah mendengarkan Maya mengatakan itu kepadanya.
" Istirahatlah kalian berdua di kamar yang sudah dipersiapkan oleh pembantu kita!" ucap Maya yang mempersilahkan kepada anak dan menantunya untuk beristirahat dulu. Karena pasti mereka sangat lelah setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh.
Mereka pun kemudian berpamitan kepada Maya dan pergi menuju ke kamar yang sudah dipersiapkan oleh pembantu ibunya..
Dokter Karina memang sudah lama tidak pulang ke Indonesia. Karena dia ingin berfokus untuk berkarir di Amerika. Kalau bukan karena keinginan ayahnya yang meminta dia untuk pulang ke Indonesia untuk bertemu dengan ibunya yang sedang sakit. Setelah pernikahannya dengan Andrew, mungkin Karina tidak akan menginjakkan kakinya di Indonesia lagi.
Kenapa? Karena Karina memiliki trauma ketika dirinya dikhianati oleh kekasihnya yang sekarang sudah menikah dengan anak dari pembantunya sendiri.
Hal itu benar-benar sangat memukul perasaan Karina Dia sangat merasa terhina dengan perbuatan itu.
Bagaimana mungkin seorang Karina yang merupakan pewaris dari rumah sakit Global? Dia harus kalah saat melawan anak dari pembantunya sendiri? Hal itu benar-benar sebuah aib yang sangat besar untuk dirinya.
Hingga akhirnya Karina memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan bermigrasi ke Amerika.
Walaupun kedua orang tuanya selama ini membujuknya untuk kembali ke Indonesia tetapi karena tetap bersikeras dan menolak.
Akan tetapi sekarang Karina sudah datang ke Indonesia dengan membawa seorang suami yang sangat rupawan dan juga pilih tanding bernama Andrew Jhanson yang merupakan pewaris dari rumah sakit Universe yang sangat terkenal di Amerika sebagai rumah sakit yang memiliki ahli bedah terbaik yaitu ayahnya Andrew.