Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
43. Amarah Farel


Farel yang kepalanya pusing dia terus memegang kepalanya dan berusaha untuk bisa duduk dari tempat tidurnya.


Kesadaran Farel saat ini masih belum 100% kembali. Setelah Farel secara tiba-tiba pingsan karena meminum minuman yang disuguhkan oleh Amora.


Tadi malam Amora mabuk dan Dia terus memaksa Farel untuk ikut minum kembali bersamanya di dalam apartemennya.


Farel yang tidak mengetahui bahwa semua itu adalah rencana Amora untuk menjebaknya dengan tanpa merasa curiga sama sekali Farel pun meminum satu gelas wine yang sudah dicampurkan obat tidur oleh Amora.


" Apakah kau sudah bangun sayangku? Bagaimana perasaanmu? Apakah sekarang sudah lebih baik?" tanya Amora sambil tersenyum kepada Farel.


Farel yang terkejut melihat Amora berada di hadapannya seketika dia menatap wanita itu dengan penuh amarah.


Ketika Farel hendak bangkit dari tempat tidurnya, dia baru menyadari bahwa tubuhnya ternyata tidak menggunakan apapun.


" ****! Apa yang sudah kau lakukan padaku?" tanya Farel menatap tajam kepada Amora yang saat ini sedang duduk di sampingnya.


Mendengarkan pertanyaan Farel yang sepertinya tidak senang dengan keberadaan dirinya di dalam apartemen Amora Amora merasa sangat sedih.


" Aku hanya mencoba untuk menolongmu sayang. Tampaknya ketika kita berada di cafe ada seseorang yang menyampurkan obat perangsang ke dalam minumanmu sehingga ketika kau sampai departemenku tiba-tiba saja kau kepanasan dan lepas kendali hingga akhirnya kita berdua tidur bersama sampai dari subuh!" ucap Amora berdusta kepada Farel yang langsung mengerutkan keningnya karena tidak percaya.


Farel sangat mengenal sifat Amora yang memiliki sejuta otak licik untuk menjebaknya.


Dahulu ketika mereka masih dekat, Amora pernah membuat sebuah adegan yang membuat Farel menjadi sasaran amarah dari kedua orang tuanya


Amora masuk ke dalam kamar Farel pada tengah malam ketika dia menginap di kediaman Amora karena kedua orang tuanya yang ada di luar negeri.


Saat itu Amora yang mengatakan bahwa takut tinggal sendirian dimansion membujuk Farel untuk menginap di rumahnya.


Farel pun akhirnya menurut akan tetapi pada keesokan paginya tiba-tiba saja kedua orang tua Farel datang ke Mansion dan menangkap basah mereka sedang berada di kamar dalam keadaan tak berbusana.


Karena kejadian itu Farel dimarahi habis-habisan oleh ayahnya. Farel bahkan dikucilkan dari keluarga karena dianggap sebagai seorang pemuja perzinahan.


Farel sampai saat ini masih belum melupakan kejadian itu dan sangat marah terhadap Amora yang sudah tega menempatkan fitnah ke atas dirinya sehingga membuat dia mengalami kesulitan yang sangat besar di dalam keluarga besarnya yang masih menjunjung tinggi etiket ketimuran.


Kedua orang tua Farel memaksa Farel untuk menikahi Amora tetapi pada saat terjadi lamaran, tiba-tiba saja amarah mendapatkan panggilan dari manajernya untuk melakukan kompetisi dan tidak bisa ditinggalkan.


Farel yang merasa telah dipermainkan oleh Amora benar-benar marah ketika itu dan dia berjanji tidak akan pernah memaafkan Amora seumur hidupnya.


Perasaan cintanya kepada Amora secara perlahan memudar karena perbuatan amarah yang benar-benar tidak bisa ditoleri lagi oleh Farel.


" Jangan kau harap akan membuat aku percaya dengan semua kebohonganmu!" Farel kemudian mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian bersiap untuk meninggalkan apartemen Amora walaupun kepalanya masih terasa begitu pusing.


Amora yang melihat laki-laki yang sangat dia cintai sudah berniat untuk meninggalkannya lagi. Amora benar-benar sudah hilang akal dan hilang kendali. Tiba-tiba saja Amora mengambil pisau yang berada di atas meja makan yang letaknya tidak terlalu jauh dari dia saat ini berdiri.


" Aku akan bunuh diri kalau sampai kau meninggalkanku lagi Farel!" ucap Amora sambil meletakkan pisau buah di atas telapak tangannya yang putih mulus.


Farel meraup wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar sangat kesal melihat kelakuan Amora yang sejak dulu tidak pernah berubah.


" Silakan saja kalau kau mau bunuh diri aku sama sekali tidak peduli denganmu!" ucap Farel sambil meninggalkan Amora di departemennya. Hingga tiba-tiba Farel mendengarkan jeritan Amora yang begitu menyayat hati dan memaksanya untuk masuk kembali ke apartemen Amora.


Farel benar-benar sangat syok dan terkejut ketika melihat Amora yang sudah terbaring di lantai dengan darah yang bercucuran mengalir dari tangannya yang telah dia iris menggunakan pisau buah.


" Kau benar-benar sudah gila Amora!" Rutuk Farel merasa sangat jengkel dengan kelakuan Amora yang menurut Farel benar-benar ceroboh dan tidak punya otak.


Dengan wajah sangat khawatir Farel pun kemudian menggendong Amora untuk dibawa ke rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan Amora terus merancau dan tidak sadarkan diri. Hal itu membuat Farel benar-benar sangat panik merasa takut terjadi apa-apa dengan anak orang lain.


" Bertahanlah Amora jangan sampai pingsan. Itu akan sangat berbahaya untukmu. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit!" Ucap Farel berusaha untuk menguatkan Amora agar jangan sampai dia jatuh pingsan sebelum mereka sampai ke rumah sakit.


Sementara itu Amora yang badannya sudah hampir lemas, karena telah kehilangan banyak darah. Wajahnya sudah pucat bahkan matanya sudah mulai buram. Dia berusaha sangat kuat agar tetap sadar dan tidak pingsan seperti keinginan Farel.


Akan tetapi akhirnya karena kehilangan darah yang sangat banyak, Amora tidak sanggup lagi untuk bertahan dan dia pun jatuh pingsan sehingga membuat Farel benar-benar frustasi dibuatnya.


" Dasar gadis bodoh! Bisa-bisanya kau berani mempermainkan nyawamu seperti ini! Hanya karena cinta yang sudah lama hilang dan pudar dari hatiku!" sepanjang perjalanan tidak ada habisnya Farel merutuki perbuatan bodoh yang di lakukan oleh Amora hanya untuk bisa bersama dirinya.


Walaupun perasaan cinta di dalam hati Farel sudah menghilang untuk Amora. Akan tetapi bagaimanapun sifat kemanusiaan dan juga hati Farel yang lembut membuatnya tidak tega untuk melihat Amora dalam keadaan bahaya. Apalagi saat ini Farel seperti mengingat kembali kenangan masa lalunya bersama Amora ketika mereka masih saling mencintai satu sama lain.


Kenangan itu seperti slide show yang terus berputar di kepala Farel dan membuatnya menjadi bingung.


Begitu sampai di rumah sakit Farel langsung menggendong Amora dan membawanya masuk ke IGD. Farel langsung menghubungi keluarga Amora agar datang ke Indonesia karena melihat keadaan Amora yang begitu serius.


" Halo om dan tante. Tolong segeralah pulang ke Indonesia karena saat ini Amora sedang berada di rumah sakit dan keadaan dua sangat kritis sekali!" Ucap Farel to the point menceritakan keadaan Amora saat Ibunya Amora mengangkat panggilannya.


Mendengar penjelasan dari Farel ibunya Amora benar-benar terkejut dan dia langsung menjanjikan akan segera terbang ke Indonesia untuk menjenguk putrinya.