Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
Bab 244


Setelah menyelesaikan hasrat mereka yang terlarang, terlihat Silvia yang kemudian memberikan tugas kepada Kekasih gelapnya untuk segera membunuh Farel dan Siska agar rencana besarnya segera bisa dia wujudkan yaitu menguasai perusahaan Handoyo group dan Prayoga group yang akan di biarkan di pegang oleh Aaron yang masih kecil dan tidak mengerti apa-apa.


" Aku sudah lelah menunggu. Sekarang sudah waktunya untuk eksekusi. Bunuh mereka berdua. Tidak apa-apa kita sisakan anaknya untuk bisa aku jadikan sebagai bonekaku untuk menguasai perusahaan Handoyo grup dan Prayoga group. Ingatlah sayang! Lakukan semuanya dengan rapi dan jangan meninggalkan jejak!" Silvia kemudian memberikan hadiah ciuman kepada kekasihnya.


Pemuda itu yang selama ini selalu menjadi eksekutor dari semua rencana yang dilakukan oleh Silvia merasa bahagia sekali karena dia membayangkan akan menikahi Silvia. Setelah semua rencananya sukses seperti yang selalu di janjikan oleh wanita paruh baya itu kepadanya.


Walaupun usia Silvia sudah lebih dari 57 tahun. Tetapi dia adalah tipe wanita yang sangat menjaga tubuh serta kulitnya dengan perawatan mahal yang selalu dia lakukan di salon ternama.


Silvia juga tidak pernah merasa sayang untuk menghabiskan uangnya untuk sekedar operasi plastik ataupun melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kecantikan yang akan dipersembahkan kepada kekasih gelapnya.


" Kamu janjikan, sayang? Setelah semua rencana besarmu sukses, maka kita akan segera menikah?" tanya Rudi kepada Silvia yang sedang menggunakan kembali pakaian miliknya.


Rudi begitu menginginkan untuk menikah dengan Silvia karena begitu dia bisa masuk menjadi bagian dari keluarga Prayoga yang terkenal dan kaya raya.


Sudah lama sekali Rudi menambakan hal itu. Tapi Silvia terus saja menunda janjinya kepada dirinya yang selama ini selalu menuruti apapun perintah dari Silvia yang selalu punya banyak otak jahat di kepalanya.


" Kamu kerjakan saja tugasmu dulu jangan terlalu banyak menuntut. Lagi pula, berkacalah! Apakah kamu layak untuk menjadi suamiku? Laki-laki benalu!" Silvia kemudian meninggalkan Rudi begitu saja di dalam kamar yang terlihat mengepalkan kedua tangannya.


Rudi merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Silvia kepadanya.


" Jangan coba-coba kau untuk mengingkari apa yang sudah kau janjikan padaku! Aku tidak akan membiarkan kamu untuk mempermainkan hidupku seenak jidat kamu! Dasar wanita tua bangka!" Rudi terlihat begitu marah setelah ditinggalkan oleh Silvia begitu saja tanpa mendapatkan jaminan apapun dari kekasihnya.


Sementara itu Silvia yang sekarang mulai merasa bosan dengan Rudi yang selalu menerornya dengan pernikahan. Silvia juga sudah mulai menyusun rencana untuk menghabisi Rudi setelah tugasnya selesai untuk menyingkirkan Farel dan Siska dari muka bumi ini.


Silvia akan memastikan bahwa Rudi menyelesaikan tugasnya dengan baik dan segera dia bereskan agar tidak lagi menteror hidupnya dengan hal-hal yang membuat Kepalanya pusing.


" Rudi sudah mulai banyak tingkah dan banyak gaya dengan segala permintaannya. Aku tidak boleh terjebak dan terpedaya olehnya. Dia hanyalah pemuda yang menginginkan jackpot di dalam hidupnya dengan menikahiku. Cih!! Dia kira aku adalah wanita yang bodoh yang tidak tahu niat jahatnya. Pasti dia akan membunuhku. Setelah dia berhasil menjadi suamiku agar menjadi pewaris dari segala harta yang kumiliki." Siska mulai kesal dan jengkel dengan Rudi yang dia nilai semakin tidak tahu diri dan mengancam kenyamanan hidupnya.


Sementara itu Rudi di dalam kamar Silvia. Sudah bersiap-siap untuk mengambil berbagai hal yang bisa dia gunakan sebagai bukti untuk menjatuhkan Silvia yang dia rasakan sudah semakin banyak berubah terhadap dirinya.


Rudi terus lihat tersenyum penuh kemenangan karena sudah mendapatkan sesuatu yang akan menekan Silvia. " Dengan rekaman ini aku bisa mendapatkan banyak uang dari Farel dan Siska. Mereka pasti akan rela membayar mahal untuk rekaman ini di mana menjadi bukti tentang kejahatan wanita sialan seperti Silvia yang selama ini telah menipuku mentah-mentah dengan semua janji palsu yang dia berikan kepadaku." Rudi langsung memasukkan kamera kecil itu ke dalam tas yang bawa tadi yang berisi pakaian ganti miliknya.


" Kenapa kau masih berada di kamarku? Pergilah dari sini. Sebelum ada orang yang melihat kehadiran kamu di sini." Silvia mengusir Rudi untuk keluar dari kamarnya yang di rasa mengganggu karena dirinya ingin tidur setelah olah raga tadi yang amat melelahkan bagi dirinya yang sudah masuk usia senja tetapi masih banyak tingkah dan gaya.


Masih ingin merasakan anak muda yang masih kuat bercinta. Silvia ini adalah tipe wanita yang tidak ingat dengan umur dan masih di kendalikan oleh nafsu dunianya yang seperti tidak pernah merasa puas dengan apa yang dia miliki.


Walaupun dirinya sudah menguasai perusahaan Prayoga group yang ada di Bandung yang merupakan milik suaminya yang sudah meninggal. Akan tetapi itu sama sekali tidak di rasa cukup untuk dirinya karena Silvia masih mengejar perusahaan Prayoga Group yang ada di Jakarta yang dikendalikan oleh Siska.


Silvia juga merencanakan untuk merebut Handoyo grup milik Farel dengan cara membunuh mereka berdua. Sama seperti ketika dirinya merencanakan untuk membunuh kedua orang tua Siska pada 10 tahun yang lalu dengan memerintahkan asisten yang telah berada di bawah kendarinya.


Sang asisten yang telah memiliki banyak sekali hutang Budi terhadap Silvia setelah istrinya yang sakit kanker dan membutuhkan begitu banyak biaya.


Sang asisten harus rela diperintah apapun oleh Silvia karena Silvia adalah yang telah membiayai semua pengobatan sang istri yang sangat besar.


Rudi walaupun merasa jengkel. Tetapi dia tetap meninggalkan Silvia dengan amarah di hatinya. Tetapi dia tidak berani untuk menempatkan secara langsung di hadapan Silvia yang pasti akan mengamuk kepadanya kalau mendengar sumpah serapahnya tentang dirinya.


Setelah kepergian Rudy Silvia pun mulai kembali membaringkan tubuhnya di ranjang dan Silvia mulai kembali mengenang hari-harinya ketika bersama dengan Rudi yang penuh dengan petualangan yang sangat menarik di atas ranjang dan sibuk berbagi peluh yang sama.


Akan tetapi Silvia bukan hanya melakukan hal seperti itu bersama Rudi saja. Ada dua bodyguard lainnya yang juga memiliki hubungan terlarang dengannya. Akan tetapi mereka semua sudah diwanti-wanti oleh Silvia untuk merahasiakan hubungan mereka di antara satu sama lain dengan alasan tidak ingin hubungan mereka di ketahui oleh siapapun dan akhirnya membuat keributan.


Mereka semua hanya percaya saja dengan apapun yang dikatakan Silvia. Selama peluh mereka di atas ranjang dibayar dengan uang yang tebal dan berwarna merah. Bagi mereka kecemburuan tidak penting sama sekali selama uang dan kenikmatan bicara kepada mereka.


Lagi pula, hubungan yang terjadi di antara mereka hanyalah sesama saling menguntungkan dan saling menyenangkan satu sama lain. Tidak penting melibatkan perasaan di dalamnya.


Berbeda dengan Rudi yang memang merencanakan ingin menjadi bagian dari keluarga Prayoga. Oleh karena itu ia selalu meminta kepada Silvia untuk segera memenuhi janji Silvia yang diberikan kepada dirinya.