
Sementara itu Siska yang bangun tidur langsung mencari ponselnya dia merasa terkejut mendapatkan begitu banyak sekali kiriman foto dari nomor yang sama yang tadi malam mengirimkan foto-foto mesra Farel dengan Amora.
Di dalam foto itu terlihat Farel yang mengantarkan Amora dalam keadaan mabuk menuju apartemennya.
" Ya ampun Bahkan mereka pergi ke apartemen apa yang mereka lakukan semalaman?" tanya Siska dengan perasaan yang hancur lebur ketika memikirkan apa saja yang terjadi di departemen itu antara kekasihnya dengan Amora.
Karena merasa benar-benar tidak tahan lagi Siska pun kemudian menghubungi nomor telepon Farel yang ternyata tidak aktif sama sekali.
" Ya ampun Apa yang dilakukan oleh mereka? Kenapa ponselnya tidak aktif?" Siska terus mondar-mandir di dalam kamarnya memikirkan tentang Farel yang entah dari mana sekarang.
Siska kemudian memutuskan untuk pergi ke apartemen milik Amora.
Dengan penampilan apa adanya Siska langsung pergi menggunakan mobilnya dengan diantarkan oleh sopir baru yang sudah dikirimkan kembali oleh kakeknya dari Bandung.
Hati Siska yang benar-benar gelisah dan sangat tidak karuan, dia terus saja berpikir yang tidak-tidak tentang Farel dan Amora.
Begitu sampai di apartemen milik Amora Siska langsung mengetuk pintunya.
Amora yang berada di dalam apartemennya merasa sangat senang sekali karena melihat raut wajah Siska yang tidak bersahabat ketika datang kabar temannya.
Begitu dibukakan pintunya oleh Amora, Siska langsung menerobos masuk dan mencari keberadaan Farel.
" Di mana Farel kau sembunyikan?" tanya Siska dengan amarah yang ada di hatinya.
Amora yang merasa senang sekali melihat kemarahan di wajah Siska dia pun tersenyum begitu senang penuh dengan kemenangan.
" Dia ada di kamar kami. Karena dia kelelahan setelah semalaman begadang denganku!" ucap Amora sambil tersenyum kepada Siska yang langsung menatapnya seakan tidak percaya.
Siska pun kemudian membuka semua ruangan yang ada di dalam apartemen milik Amora dia ingin melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kekasihnya benar-benar ada di apartemen itu.
Hati Amora mencelos ketika dia melihat Farel yang sedang tertidur pulas di atas ranjang dengan hanya berselimutkan kain tipis yang menutupi tubuh polosnya.
Siska langsung merosot seakan tidak punya tenaga sama sekali.
" Kamu jahat Farel! Kenapa kau tega lakukan ini sama aku?" tanya Siska sambil terus menatap tubuh kekasihnya yang begitu damai tidur di atas ranjang milik Amora.
Amora masuk ke dalam kamar dan melihat Siska yang saat ini sedang begitu hancur hatinya ketika melihat keadaan Farel yang benar-benar membuatnya salah paham.
' Aku tidak menyangka kalau akan semudah ini membuatmu marah kepada Farel!' batin Amora dengan senyum penuh kemenangan.
Siska kemudian membangunkan Farel yang tampak begitu terlelap dalam tidurnya.
" Sudahlah kau pulang sana! Jangan coba kau mengganggu Kekasihku yang sedang beristirahat. Dia sangat kelelahan karena baru tidur tadi Shubuh setelah bercinta semalaman denganku!" ucap Amora dengan tidak merasa malu sama sekali mengatakan harus itu kepada Siska.
Siska seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Amora.
" Dengarkan aku Siska! Selamanya hanya ada aku di dalam hati Farel dan kamu tidak akan pernah bisa masuk ke dalamnya! Sebaiknya kau segera tinggalkan Farel tidak usah kau mengemis-ngemis cinta kepadanya karena Farel selamanya akan menjadi milikku!" ucap Amora dengan penuh percaya diri.
Siska yang merasa hatinya sangat sakit dan telinganya sangat panas mendengarkan semua kesombongan dan kebanggaan Amora akhirnya memilih untuk meninggalkan apartemen wanita itu.
Di sepanjang perjalanan Siska terus menangis tanpa henti. Hatinya yang merasa terkhianati benar-benar terluka sangat dalam.
" Kenapa di saat aku sudah menerima kehadirannya. Disaat aku yang sudah mulai mencintainya harus kau lakukan ini kepadaku? Kamu sangat jahat Farel! Padahal pernikahan kita berdua sudah dipersiapkan begitu lama oleh orang tua kita! Hiks hiks!" hati Siska benar-benar tercabik bagaikan disayat-sayat ribuan Sembilu.
Begitu sampai dimansion miliknya, Siska langsung membereskan barang-barangnya dan berniat untuk meninggalkan Indonesia.
Adrian yang tampak bingung melihat keponakannya yang tiba-tiba saja menangis dan membereskan barang-barangnya kemudian mendekati Siska.
" Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau pulang-pulang malah menangis? Dan kau mau pergi ke mana? Kenapa kau berkemas seperti ini?" banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam hati Adrian tetapi tidak ada satupun yang dijawab oleh Siska.
Bagaimana pun Farel adalah calon suaminya. Dia tidak mungkin membuka aib Farel di hadapan pamannya yang pasti akan langsung mengamuk kalau dia menceritakan semua secara mendetail.
" Tolonglah Siska jawab pertanyaan Paman! Apa yang sedang kau lakukan ini?" tanya Adrian dengan menaikkan suaranya beberapa oktaf sehingga membuat Siska akhirnya luluh lantak hatinya dan menangis sesegukan di lantai sambil melipat kedua kakinya.
Adrian yang melihat keponakannya begitu sedih dan terluka dia pun kemudian mendekati Siska dan memeluknya dengan erat berusaha untuk menghibur hati Siska yang sedang sedih dan terluka.
" Ayo sayang. Ceritalah sama paman. Kau sebenarnya mau pergi ke mana? Kenapa aku berkemas-kemas semua barang-barangmu?" tanya Adrian berusaha untuk mengorek informasi dari Siska.
Siska yang benar-benar tidak bisa mengatakan apapun hanya bisa menangis dalam pelukan Adrian dan kembali bangkit untuk bersiap pergi meninggalkan Indonesia.
" Kemarin Siska mendapatkan pemberitahuan untuk kuliah di Amerika. Jadi Siska akan pergi ke sana untuk melanjutkan kuliahku. Oh ya Paman untuk masalah pernikahanku dengan Farel batalkan saja karena aku sudah tidak tertarik untuk melanjutkannya!" setelah mengatakan itu Siska pun kemudian menarik koper-koper yang tadi sudah dia bereskan dan bersiap untuk pergi ke bandara.
Adrian yang merasa terkejut dengan keputusan Siska dia berusaha sekuat tenaga untuk menghalangi keponakannya meninggalkan Jakarta.
" Tolonglah Siska. Jangan lakukan ini sayang. Sekarang sebaiknya kau istirahat saja dulu. Kita tunggu Farel untuk menjelaskan semua ini kepada kita kau jangan terburu nafsu untuk mengambil keputusan atau suatu saat kau akan menyesal ini kalau ternyata semua itu adalah kesalahan!" ucap Adrian berusaha untuk menasehati Siska Karena bagaimanapun dia sadar bahwa pernikahan Siska dan Farel sudah diatur begitu lama oleh ayahnya dan juga kakeknya Farel.
Tadi malam Adrian sudah berdiskusi dengan ayahnya yang ada di Bandung dan meminta pendapat beliau.
Ayahnya Adrian menasehati agar jangan terlalu terburu nafsu dan terpancing emosi dengan yang sedang terjadi saat ini. Karena bagaimanapun pasti ada banyak pihak yang tidak senang dengan rencana pernikahan Farel dan Siska.
Kalau sampai pernikahan Farel dan Siska berhasil dan sukses. Maka grup Handoyo dan Prayoga akan bergabung membentuk sebuah grup yang sangat besar dan memiliki pengaruh yang sangat hebat di dunia bisnis.