Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
20. Farel Down


Amora langsung meninggalkan hotel dan kembali ke apartemen miliknya. Sampai saat ini dia masih membayangkan apa yang pernah dia lihat di lift antara Farel dan Siska.


" Siapa gadis itu? Kenapa Farel sampai memperlakukan Gadis itu seperti itu kemarin? Apa hubungannya dengan Farel?" Amora terus bertanya kepada dirinya sendiri.


Amora yang merasa penasaran dengan Siska dan Farel, dia pun kemudian menghubungi asistennya untuk mencari tahu dan menyelidiki tentang Siska Prayoga.


" Selidikilah tentang Farel Handoyo. Aku ingin segera Kau dapatkan hasilnya!" perintah Amora kepada asistennya yang saat ini masih ada di kantor.


" Baik nona!" setelah mendapatkan kesanggupan dari sang asisten, Amora kemudian berdiri di balkon apartemennya.


Sudah satu minggu Amora berada di Indonesia. Dia sudah merencanakan banyak hal untuk bisa kembali bersama dengan Farel. Tetapi siapa yang menyangka kalau ternyata Farel sudah memiliki agenda lain di dalam kehidupannya. Hal itu benar-benar membuat Amora sangat marah dan tidak terima karena diperlakukan seperti itu oleh Farel.


" Dulu kau sangat mencintaiku Farel. Kenapa sekarang begitu tega kau berbuat jahat terhadapku? Aku tidak terima kalau ada wanita lain yang masuk ke dalam hidupmu. Karena kau hanya boleh menjadi milikku!" ucap Amora sambil membanting gelas yang ada di tangannya karena sangking marahnya mendapatkan kenyataan bahwa ternyata Farel sudah tidak mengingat tentang dia lagi.


Sementara itu Farel di apartemennya tampak sedang frustasi. Sudah habis 5 botol anggur merah yang dia tenggak.


Asistennya bahkan sampai frustasi dan kehilangan akal. Untuk menghentikan sang atasan yang saat ini tampak sedang tertekan bathinnya.


" Tampaknya kehadiran Non Amora benar-benar sudah menghancurkan hati Tuanku. Apa yang harus kulakukan untuk menghentikan dia?" tanyanya resah sambil terus bolak-balik di depan pintu kamar Farel yang tidak tertutup sama sekali.


" Non Siska? Apakah dia bisa membujuk Tuan Farel agar menghentikan semua kegilaannya saat ini? Kalau dia terus minum alkohol seperti itu, pasti tubuhnya tidak akan kuat lagi untuk menahannya. Apalagi dia sudah lama tidak minum alkohol seperti ini!" ucapnya khawatir dengan keadaan Farel.


Oskar kemudian menelpon Siska memintanya untuk datang ke apartemen Farel.


" Mau apa kau malam-malam menyuruhku ke apartemen laki-laki itu? Apa kau tahu, hal itu sama saja seperti aku masuk ke kandang harimau?" ucap Siska menolak untuk datang ke kediaman Farel.


" Tapi nona! Anda benar-benar harus menolong saya kali ini. Saya benar-benar sudah kesulitan untuk membujuk Tuan Farel agar tidak minum alkohol lagi. Kau lihatlah kondisinya saat ini Nona. Diaa benar-benar sangat memprihatinkan!" ucap Oskar sambil mengarahkan kamera video call-nya ke arah Farel yang saat ini sedang menggila dan tidak ada hentinya menenggak alkohol langsung dari botolnya dan itu sudah masuk ke botol yang ketujuh.


" Dia benar-benar gila! Apa dia sudah ingin mati? Ckck!" Siska berdecih kesal melihat Farel yang saat ini sedang mabuk berat bahkan mulutnya sejak tadi terus melacak tidak karuan benar-benar membuat Oskar sangat frustasi untuk menghadapinya.


" Tolonglah saya Nona. Saya tidak mau ada apa-apa dengan Tuan Farel. Untuk saat ini dalam pikiran saya hanya anda yang bisa membujuknya!" ucap Oskar memohon kepada Siska untuk mau datang ke apartemen Farel.


" Saya akan mengirim sopir pribadi Tuan Farel ke kediaman Anda. Tunggulah di sana. karena saya tidak tega untuk meninggalkan Tuan Farel sendirian di apartemennya. Saya takut kalau dia melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri." ucap Oskar bicara kepada Siska.


" Yah aku mengerti kesusahanmu sudah kau kirimkan saja sopir mau ke sini aku menunggu di depan apartemen ku!" ucap Siska yang langsung menutup panggilan telepon tersebut.


Siska pun segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya secara kilat. Kemudian dia mengganti pakaian santai yang nyaman dia gunakan.


Setelah menyiapkan semua kebutuhannya, Siska langsung turun ke bawah dan menunggu jemputan sopir pribadi Farel.


" Maaf non karena lama menunggu saya tadi jalanan agak macet karena jam pulang kantor!" ucap sopir Farel minta maaf kepada Siska yang sudah menunggunya hampir setengah jam lamanya.


" Apakah Tuanmu tidak pergi ke kantor hari ini? Kenapa tadi terlihat Dia saat ini sedang mabuk-mabukan di apartemennya?" tanya Siska merasa penasaran tentang kegiatan seorang Farel.


" Sudah dua hari Tuan Farel tidak berangkat ke kantor. Dia hanya mengurung diri di kamarnya. Walaupun sudah dibujuk oleh Tuan Oskar tetapi sama sekali tidak mempan! tampaknya Tuan Farel saat ini sedang benar-benar sedih dan terjatuh. Sungguh kasihan sekali Tuan Farel. Dulu ketika pertama kali di di tinggalkan oleh non Amora, keadaannya jauh lebih parah dari hari ini. Tuan Farel bahkan sampai tidak berangkat ke kantor hampir 3 bulan lamanya dan hidupnya hanya luntang-lantung dengan balapan liar!" ucap sopir Farel menceritakan masa lalu sang Tuan kepada Siska.


' Aku tidak menyangka kalau laki-laki b******* seperti dia memiliki masa lalu yang begitu pahit dan itu berhubungan dengan seorang perempuan. Kasihan juga dia. Apakah perempuan yang ada di lift waktu itu adalah Amora yang dimaksud oleh Sopirnya?' bathin Siska benar-benar merasa penasaran.


Begitu sampai di apartemen Farel, Siska langsung naik untuk menemui Oskar yang saat ini sedang benar-benar pusing karena melihat Farel yang sudah menghabiskan hampir 10 botol Anggur Merah.


" Tolonglah saya Nona bujuklah Tuan Farel Untuk menghentikan semua kebodohannya ini dia bisa keracunan alkohol dan mati kalau tidak menghentikan ini semua!" ucap Oskar begitu dia melihat Siska yang tergopoh-gopoh masuk ke apartemen Farel.


Siska kemudian mendekati Farel yang tampak sudah mabuk dan sudah hampir kehilangan kesadaran.


" Farel hentikan semua kebodohanmu ini! Kau benar-benar tidak lucu tahu nggak?" ucap Siska sambil merebut botol alkohol dari tangan Farel.


" Dulu kau pergi sesuka hatimu saat aku hendak melamar kamu. Kau Pergi tanpa pernah mempertimbangkan bagaimana perasaanku. Sekarang kau datang dan dengan mudahnya kau mengatakan kalau kau ingin bersamaku? Apa kau pikir perasaanku bisa semudah itu kau permainkan? Kau adalah wanita paling keji yang pernah aku tahu! Untuk apalagi kau datang dalam hidupku, huh, untuk apa? Cepat jawab!" Ucap Farel sambil mencengkram kedua tangan Siska dengan sangat kuat.


Siska sampai tersentak diperlakukan seperti itu oleh Farel. Tampaknya Farel benar-benar sudah mabuk dan menganggap Siska sebagai Amora. Wanita yang pernah sangat dia cintai. Wanita keji yang telah memberikan hari terburuk di dalam hidupnya.