Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
26. Perjanjian dengan Amora


Farel kemudian melanjutkan kendaraannya ke sebua hotel, setelah melihat Siska masuk ke dalam Mall.


" Kenapa sih Oskar mengurus perempuan itu saja tidak becus? Ya ampun sungguh merepotkan sekali. Kenapa aku sampai harus turun tangan segala sih?" di sepanjang perjalanan menuju hotel Farel terus menggerutu karena Oskar yang sudah sangat lancang mengganggu kebersamaannya bersama dengan Siska.


Begitu sampai di hotel Farel langsung pergi mencari Amora yang saat ini sedang mengamuk di kamarnya.


" Hentikan semua kegilaanmu Amora!" bentak Farel ketika dia sudah berada di dalam kamar yang disewa oleh Amora.


Amora yang melihat Farel masuk ke dalam kamarnya dia langsung berlari dan memeluknya dengan begitu erat.


" Lepaskan tanganmu dariku! Lalu duduk sofa kalau kau masih ingin aku berada di sini!" ucap Farel yang sekarang sudah mulai berani untuk melawan seorang Amora.


Tatapan dingin Farel benar-benar menusuk hati Amora yang saat ini sedang sedih karena Farel yang tampaknya tidak peduli kepadanya lagi malah terkesan membencinya.


" Sekarang katakan apa yang kau butuhkan dariku sampai kau menggila seperti ini?" tanya Farel tetap dengan suara datar yang begitu dingin dan mencekam saya nggak membuat amora merasa membeku seketika.


Amora berusaha untuk mendekat kepada Farel tetapi Farel yang memang pada dasarnya sudah membangun benteng tinggi antara dirinya dengan Amora langsung berdiri dan berniat meninggalkan kamar hotel itu.


" Kau mau ke mana Farel? Aku belum selesai bicara denganmu!" ucap Amora dengan mata bintangnya yang seperti hendak menangis.


Dahulu ketika mereka masih memiliki hubungan yang romantis, tatapan mata seperti itu sudah mampu membuat Farel tidak berdaya sama sekali dan pasti akan mengabulkan segala permintaan yang diajukan oleh Amora kepadanya.


Akan tetapi saat ini hati Farel benar-benar sedang terluka dan sudah tidak bisa tersentuh lagi oleh Amora.


" Hentikanlah! Aktingmu itu benar-benar buruk tahu gak? Aku sudah tidak terpedaya lagi dengan air mata buayamu itu!" ucap Farel dengan mata melotot sempurna.


Farel sudah bersikeras kepada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan lagi terpengaruh oleh Amora. Dia tidak akan melepaskan ketenangan hidupnya setelah kepergian Amora selama bertahun-tahun belakangan.


" Kenapa kamu jahat sekali Farel? Bahkan kamu sekarang tidak mau lagi menatapku!" ucap Amora dengan mata berkaca-kaca.


Saat Amora hendak mendekati Farel kembali tiba-tiba saja ponsel Farel berdering.


" Kau sudah kehilangan waktumu! Aku harus pergi sekarang, karena tunanganku sudah menungguku. Oskar kau kirimkan lah dia ke tempat asalnya. Karena aku tidak mau melihat dia lagi di hadapanku. Pastikan untuk kau batalkan semua kontrak yang ada namanya di dalam poin perjanjiannya! Satu kali lagi kau memasukkan ku ke dalam situasi harus berhadapan dengan wanita ini. Yakinlah aku pasti akan langsung memecatmu secara tidak terhormat!" Ucap Farel sambil menatap tajam kepada Oskar yang langsung menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada Farel.


" Baik Tuan akan saya pastikan kalau perintah Tuan semuanya akan terlaksana!" ucap Oskar dengan suara bergetar.


Di dalam hati Oskar merasa sangat senang sekali melihat Farel yang sudah mulai kembali bangun dari keterpurukannya karena Amora. Dia masih ingat beberapa hari yang lalu Farel masih tampak syok setelah bertemu dengan Amora. Bahkan Farel sampai hampir pingsan gara-gara mengkonsumsi alkohol yang berlebihan kalau bukan karena Siska yang datang membujuk, pasti Farel sudah masuk rumah sakit karena keracunan alkohol.


Farel pun kemudian bangun dan berniat untuk keluar dari kamar hotel itu dan mengangkat telepon dari Siska.


" Tadi kan kau bilang, kalau aku sudah selesai suruh menghubungimu. Kalau urusanmu belum selesai biarlah aku naik taksi saja untuk pulang ke rumah!" ucap Siska yang berniat untuk menutup panggilan teleponnya.


" Tidak sayang, aku sudah selesai kok. Aku segera meluncur untuk menjemputmu. Kau tunggulah Aku di sana di tempat tadi aku menurunkanmu!" Ocha Farel sambil meninggalkan kamar hotel yang ditempati oleh Amora yang saat ini masih menangis terisak melihat Farel yang begitu mesra terhadap Siska.


Amora tampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat di hadapannya saat ini ketika Farel begitu mesra terhadap Siska.


" Dahulu semua kelembutanmu adalah milikku. Semua cintamu adalah milikku. Aku tidak terima kalau sekarang semua itu kau berikan kepada wanita lain!" ucap Amora dengan mata berapi-api menatap kepergian Farel dari kamar hotelnya.


Oskar mendekati Amora dan dia pun kemudian memberikan sebuah file kepada perempuan yang sedang cemburu melihat Farel yang sekarang sudah mulai move on dari dirinya.


" Cepat kau tanda tangani file itu. Maka aku akan mengirimkanmu kembali ke negaramu tanpa harus menuntutmu atas perbuatan tidak menyenangkan!" ucap Oskar tanpa melirik sekilas pun kepada Amora yang saat ini sedang terkejut mendengarkan perkataannya.


" Apa maksud perkataanmu?" tanya Amora gugup.


Tampak Oskar tertawa sinis melihat Amora yang mulai ketakutan terhadapnya.


" Bukankah kau telah menipu perusahaan kami dengan mengatakan bahwa kau akan memberikan investasi ke proyek baru kami? Tetapi lihatlah sekarang! Sejak kemarin kau mengajak bertemu CEO kami, tetapi kau hanya membicarakan masalah pribadi bukan masalah pekerjaan atau masalah investasi. Kalau bukan penipuan namanya. Apakah itu?" Amora terkejut mendengarkan perkataan dari Oskar yang benar-benar langsung menusuk jantungnya.


" Aku hanya mencari cara agar aku bisa bertemu dengan Farel. Berkali-kali Aku sudah mencoba untuk datang ke perusahaan. Tetapi dia selalu menolak janjimu denganku! Akhirnya aku memiliki cara ini untuk membuat Farel datang sendiri kepadaku! Kalau kau mengatakan itu adalah sebuah penipuan, maka kau terlalu kejam Oskar!" Raung Amora sambil menunjuk hidung Oskar yang langsung tertawa sinis dan merasa kesal terhadap Amora yang selalu saja merasa benar sendiri.


" Cepat kau Tanda tangani file ini atau Aku akan segera melaporkan tindakanmu ini ke kantor polisi. Aku sudah mendapatkan pengakuanmu sendiri bahwa kau sudah menipu perusahaan kami untuk melakukan pertemuan malam ini. Aku sudah berbaik hati padamu amarah Kaulah Yang melewatkan kebaikan hatiku dengan bersikeras membenarkan semua kesalahanmu sendiri!" ucap Oskar yang benar-benar sudah hilang kesabaran menghadapi seorang Amora yang sangat keras kepala.


Amora kemudian mengambil file yang tadi diberikan oleh Oskar kepadanya.


Amora menautkan kedua alisnya karena dia benar-benar hilang akal ketika membaca surat perjanjian yang disodorkan oleh Oskar kepadanya.


" Surat perjanjian macam apa ini Oskar? Kenapa aku tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan Farel?" protes Amora merasa tidak senang dengan surat perjanjian yang disodorkan oleh Oskar kepadanya.


Tampak Oskar yang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Amora yang tidak terima dengan surat perjanjian yang sudah dia sodorkan.


" Surat perjanjian itu adalah keinginan dari Tuan Farel. Karena dia sudah sangat muak bertemu denganmu lagi! Sudahlah Amora! Cepatlah kau tandatangani dan kita selesaikan masalah ini sampai di sini!" ucap Oskar sambil menyerahkan bolpoin ke tangan Amora yang seakan tidak rela untuk mendatangani perjanjian konyol tersebut.


Berkali-kali Amora mengalami kesulitan menelan salivanya sendiri. Hal itu terasa begitu menyayat hatinya. Walaupun hanya sekedar membayangkannya saja, bahwa dia tidak akan lagi bisa bertemu dengan Farel itu benar-benar sangat menyakiti hatinya.


" Kau benar-benar sangat kejam Farel! Bagaimana mungkin kau tidak pernah mengingat lagi kebersamaan kita dulu?" ucap Amora dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Walaupun hatinya teriris, terasa pedes dan perih. Tetapi pada akhirnya dia memutuskan untuk menandatangani surat perjanjian yang ditawarkan oleh Farel melalui Oskar sang asistennya.


Setelah berhasil mendapatkan tanda tangan dari Amora. Oskar pun langsung pergi meninggalkan kamar hotel itu dan tidak pernah kembali menoleh ke belakang. Oskar tidak memperdulikan Amora yang sekarang sedang menangis meraung-raung karena tidak akan bisa bertemu lagi dengan Farel untuk selamanya.