
Mereka berdua kemudian pulang ke apartemen milik Amora yang ada di Jakarta.
Amora hanya akan tinggal di apartemen itu selama satu hari. Sambil dirinya menunggu apartemen barunya siap. Bagaimanapun dia tidak mau mengambil resiko kalau sampai Farel nantinya akan mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki tentang dirinya yang sekarang memiliki identitas baru dan juga wajah baru.
Begitu sampai di apartemen terlihat Amora yang begitu marah besar terhadap Farel.
" Awas kamu Farel! Aku bersumpah! Aku pasti akan menghancurkan perusahaanmu dan juga keluargamu. Sudah cukup semua penghinaan yang kau berikan padaku!" ucap Amora dengan amarah Yang meluap meluap di hatinya.
Andreas yang sebenarnya tidak mengetahui apa-apa tentang hubungan Amora di masa lalu bersama Farel maupun Siska dia hanya berusaha untuk menenangkan kekasihnya.
" Tenanglah Sayang kau jangan seperti ini!" ucap Andreas sambil memeluk tubuh Amora yang saat ini sedang bergetar karena menangis dan juga marah.
" Aku akan membawamu ke club malam. Nanti kita bisa bersenang-senang di sana bersama. Bagaimana sayang?" tanya Andreas terus membujuk Amora untuk mengikuti sarannya.
Andreas hanya tidak mau kalau melihat amarah mengamuk seperti itu benar-benar sangat menakutkan untuk dirinya.
" Tinggalkan aku sendiri. Aku hanya ingin merenungkan apa yang terjadi di dalam hidupku selama beberapa tahun ini!" ucap Amora dengan suara yang terdengar sangat pilu.
Andreas benar-benar tidak tega untuk meninggalkan Amora sendirian begitu saja di apartemen nya. Bagaimanapun selama beberapa bulan dia bergaul dengan Amora. Dia merasakan bahwa hatinya tergetar dan mencintai Amora dengan tulus.
" Tolong tinggalkan aku Andreas. Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan selama berada di Indonesia. Aku membebaskanmu dari segala tugasmu untuk mengurus dan merawatku!" ucap Amora yang kemudian meraup wajahnya dengan kasar tampak begitu frustasi.
Hal yang membuat Amora merasa marah dan jengkel adalah karena penolakan dari Farel. Sehingga membuatnya menjadi kesulitan untuk bisa berinteraksi dengan Farel lebih dekat lagi. Apalagi Amora sebenarnya memiliki agenda ingin menghancurkan perusahaan Farel dengan kerjasama itu.
Dengan penolakan dari Farel otomatis semua rencananya harus gagal total. Itulah yang membuat Amora menjadi kesal setengah mati terhadap Farel.
" Bagaimana mungkin aku bisa membebas kan diriku darimu sayang? Aku gak bisa hidup tanpa kamu! Tolonglah sayang kau jangan mengusirku dari hidupmu!" pinta Andreas sambil memeluk Amora dengan erat.
" Panggillah namaku Amora mulai saat ini. Saat kita berdua saja. Kau bisa memanggilku Alexis ketika ada di hadapan banyak orang ataupun di hadapan orang lain!" Andreas mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti apa yang diinginkan oleh kekasihnya.
" Amora adalah nama asliku. Alexis adalah nama panggungku Apa kau tidak mengerti hal sederhana seperti itu?" tanya Amora sambil menatap tajam kepada Andreas yang akhirnya menganggukan kepala dan mengerti apa yang dia maksud.
" Baiklah sayang. Diantara kita berdua, Aku akan memanggilmu Amora. Dan ketika banyak orang, maka Aku akan memanggilmu Alexis. Bagaimana? Apa kau senang?" tanya Andreas sambil mengecup bibir Amora.
" Aku rindu kamu sayang! Ayo kita bersenang- senang saja di club malam. Atau kau mungkin ingin jalan-jalan ke mana gitu? Aku akan menemanimu sayang!" ucap Andreas sambil memeluk Amora dengan erat.
Namun tiba-tiba saja Amora malah menangis di dalam pelukan Andreas.
" Seandainya saja Farel memiliki sedikit kelembutan hati untukku aku pasti akan sangat bahagia! Seandainya saja! Hiks hiks!" Isak Amora di dalam pelukan Andreas.
Andreas sebenarnya terkejut mendengarkan ucapan dari Amora. Akan tetapi dia berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak terlalu terpengaruh dengan hal itu.
" Tenanglah sayang. Ada Aku disini. Aku akan selalu melindungimu dan juga mencintaimu! Percayalah padaku Amora!" ucap Andreas yang kemudian membopong tubuh Amora ke atas ranjang.
Andreas tahu hanya sentuhannya di atas ranjang yang akan mampu menenangkan Amora yang saat ini sedang sedih.
Akhirnya malam itu terjadilah pergulatan seru antara mereka berdua. Sampai pagi dan membuat Amora bisa melupakan kesedihan dan juga amarahnya kepada para gara-gara Farel yang menolak kerjasama yang dia tawarkan kepadanya.
" Tidurlah sayang! Lupakanlah masalahmu yang membuat hatimu sakit! Aku berjanji aku akan selalu menjadi obatmu. Aku akan selalu menjadi oasis bagimu saat kau ada di padang gurun. Aku akan selalu mengobati dahagamu akan cinta kasih dari seorang lelaki!" janji Andreas sambil memeluk tubuh polos Amora di dalam pelukan nya.
Mereka pun akhirnya tertidur pulas sampai pagi.
***
" Aneh gimana?" tanya Farel yang saat ini sedang bersiap-siap untuk tidur.
Siska Kemudian menceritakan apa yang menjadi penglihatannya dan juga pengamatannya dari diri seorang Alexis selama pertemuan mereka di perjamuan makan malam yang diatur oleh Andreas.
" Sejujurnya hatiku pun merasa tidak nyaman ketika melihat matanya saat menatapku! Entahlah aku merasa sedikit familia dengan mata itu!" Ucap Farel sambil mencium Siska.
" Sayang sebaiknya sekarang kita tidur saja. Membicarakan tentang orang lain tidak akan pernah ada habisnya! Ingatlah besok kita ada rapat pagi-pagi sekali dengan para dewan direksi yang menolak anggaran dana yang aku ajukan untuk tahun depan. Aku berharap kalau aku bisa membujuk mereka agar meng acc anggaran dana itu!" ucap Farel.
Siska pun kemudian mengangguk dan menyetujui keinginan suaminya yang kebetulan dia juga merasa sangat lelah sekali setelah seharian bekerja dan juga bertemu dengan dua klien aneh yang memaksa mereka untuk menerima proposal yang mereka ajukan.
Siska sendiri tidak terlalu mengerti tentang dunia perfilman dan dia tidak mau terjun ke dalam suatu bisnis yang tidak dia pahami struktur dan seluk beluknya.
Pengalaman Handoyo group yang pernah berada di ambang kehancuran benar-benar dijadikan sebagai tolak ukur bagi Siska untuk mengambil keputusan maupun berpartner dengan siapapun.
Masih anggota keluarga sendiri saja,mereka bisa untuk melakukan makar dan juga korupsi apalagi dengan orang asing yang tidak dikenal.
Oleh karena itu Siska selalu mewanti-wanti kepada Farel maupun kepada dirinya sendiri untuk berhati-hati dalam berinvestasi ataupun bekerja sama dengan siapapun yang belum pernah dikenal sebelumnya.
***
Adrian yang sudah selesai bertemu dengan kliennya tampak sedang membicarakan dengan Steven apa yang menjadi titik pengamatannya pada pertemuan makan malam bersama mereka.
" Aku rasa kita memang benar-benar harus mewaspadai perusahaan itu. Steven usahakan agar kita bisa mengulur waktu selama mungkin untuk penandatanganan perjanjian itu. Setidaknya sampai kita benar-benar merasa yakin bahwa perusahaan itu bisa kita percaya!" ucap Adrian dengan tegas mewanti-wanti kepada Steven.
Steven pun bisa melihat ada keganjilan pada perusahaan itu. Terlihat dari CEO-nya yang tampak begitu gugup. Apabila Mereka bertanya tentang kondisi perusahaan mereka.
" Aku berharap semoga Jasmine nanti bisa menyelidiki perusahaan itu dengan lebih teliti. Sehingga kita tidak akan salah dalam mengambil keputusan! Untung saja kita membawa Jasmine yang sebelumnya tidak pernah bertemu dengan pihak perusahaan mereka!! Jadi penyelidikan Jasmine tidak akan dicurigai oleh mereka!" ucap Steven sambil tersenyum kepada Adrian.
Adrian Hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam dan berusaha untuk menenangkan dirinya ketika mendengarkan nama Jasmine yang terus saja disebutkan oleh adiknya.
Seandainya Steven mengetahui setiap kali dirinya menyebut nama Jasmine jantung Adrian berdebar sangat kencang.
Adrian pun tidak mengerti perasaan semacam apa yang dia miliki terhadap wanita itu. Akan tapi yang jelas, selama mereka bertemu kembali Jasmine telah berhasil mengisi sudut hati Adrian yang terdalam.
' Ya Tuhan! Berapa lamakah aku harus hidup begini terus dibayang-bayangi oleh masa lalu yang begitu menyakitkan! Aku harus bagaimana ya Tuhan?' tanya Adrian dalam hatinya yang saat ini benar-benar sedang kalut hatinya.
Steven kemudian pergi ke kamarnya sendiri karena dia tidak mau mengganggu kakaknya yang tampaknya sedang asyik merenungkan sesuatu yang tidak dia ketahui.
" Aku ke kamar dulu! Ingatlah Jangan tidur terlalu malam dan jangan mengkonsumsi alkohol!" ucap Steven memperingatkan Adrian sebelum dia benar-benar pergi dan meninggalkan kamar kakaknya.
" Hmmm!" ucap Adrian tanpa melirik sekilas pun ke arah Steven.
Saat ini Adrian sedang berada di balkon kamarnya dan melihat indahnya bintang-bintang malam yang berkelip sangat cantik di atas langit yang begitu indah.
' Dulu ketika aku masih bersama dengan Jasmine. Kami sangat suka sekali untuk melihat bintang-bintang seperti ini bersama di atas balkon kamar dia ketika kedua orang tuanya tidak ada!' bathin Adrian yang tidak tahu kenapa. Tiba-tiba saja dia merasa begitu merindukan saat-saat dirinya ketika bersama dengan Jasmine pada masa yang lalu.