Gadis Urakan Yang Mempesona

Gadis Urakan Yang Mempesona
113. Pulang?


Karina terlihat mengerutkan keningnya mendapatkan saran dari Andrew yang meminta agar mereka pulang ke Amerika. Karena ayahnya sudah menunggu kepulangan mereka.


" Aku punya kewajiban di sini. Mereka membutuhkan bantuanku." terlihat Karina yang merasa berat untuk meninggalkan tempat itu.


Andrew paham bahwa Karina memiliki tanggung jawab yang besar untuk bisa memajukan desa yang pastinya memiliki ikatan batin dengan Karina.


" Tapi aku dan Ayahku juga membutuhkanmu sayang. Kita adalah keluarga. Bagaimana mungkin sebuah keluarga berpisah begitu saja?" tanya Andrew dengan wajah sedih menatap Karina.


" Tenanglah sayang! Aku akan mengirimkan beberapa orang dokter dan membangun rumah sakit di tempat ini. Sehingga kita bisa tetap menjamin kesehatan para warga di sini. Aku tidak akan lepas tangan dari tanggung jawab yang harusnya kau berikan di sini!" ucap Andrew berusaha untuk meyakinkan Karina agar mau mengikuti dia kembali ke Amerika.


Karina kemudian masuk ke dalam kamarnya membaringkan tubuhnya yang sangat penat setelah bekerja seharian kesana kemari untuk mengabdikan hidupnya kepada para warga yang membutuhkan tenaga dan juga ilmunya.


Andrew mengikuti istrinya dan kemudian memeluk Karina dengan erat. Hatinya sangat sedih kalau tidak bisa membujuk istrinya untuk pulang bersama dia.


" Apa kau tidak percaya padaku kalau aku akan memenuhi janjiku padamu?" tanya Andrew kepada Karina.


" Bukan begitu sayang. Aku hanya memiliki sedikit tanggung jawab di sini. Tidak lebih dan tidak kurang!" ucap Karina mengkonfirmasi perasaannya kepada Andrew agar suami yang tidak salah paham.


Pada saat mereka bersiap untuk tidur tiba-tiba saja pintu rumah Karina diketuk oleh seorang wanita.


" Permisi dokter Karina! Apakah Anda ada di rumah?" sahut seseorang di belakang pintu.


Andrew tampak mengerutkan keningnya. Merasa tidak senang dengan kehadiran orang yang tak diundang. Sementara dirinya dan Karina baru saja hendak beristirahat setelah bekerja seharian.


" Kau di sini saja sayang. Biar aku yang melihat siapa yang datang." ucapkan ruh yang kemudian mengambil kembali kaosnya yang tadi sempat dia buka karena merasa gerah.


Dengan perasaan tidak senang, Andrew kemudian membuka pintu rumahnya dan melihat perempuan yang tadi siang di klinik datang menggodanya membawa makanan untuk Andrew.


Andrew Ingat kepada ucapan istrinya yang mengatakan bahwa perempuan di desa itu, kalau menginginkan sesuatu pasti akan berbuat hal apa saja untuk mendapatkannya.


" Halo Dokter Andrew saya membuatkan makanan ini khusus untuk anda! Cobalah dokter. Anda pasti menyukainya. Makanan ini adalah makanan khas Desa kami dan enak sekali rasanya!" ucap perempuan itu yang terlihat begitu berniat ingin menggoda Andrew. Terlihat dari pakaian seksi yang digunakan saat berhadapan dengan Andrew.


Karena hati Andrew yang saat ini sedang kesal dan juga tidak nyaman. Andrew pun langsung menolak makanan itu.


" Maafkan saya. Saya memiliki alergi terhadap makanan laut. Tolong berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkannya. Lagi pula Saya baru saja selesai makan bersama dengan istri saya yang tercinta. Terima kasih atas kebaikan anda karena mau mengirimkan makanan ini untuk saya. tolong tidak usah melakukan itu lagi karena saya tidak membutuhkannya. Semoga hari Anda menyenangkan!" setelah mengatakan itu Andrew langsung menutup pintu dan tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh perempuan itu.


Karina yang melihat aksi suaminya dari balik pintu kamar, dia hanya tersenyum. Karina merasa bahagia karena suaminya begitu tegas dalam menghadapi wanita penggoda seperti dia.


Karina tahu betapa berbahayanya wanita penduduk lokal. Ketika sudah berbuat nekat untuk mendapatkan seseorang agar menjadi milik mereka.


Gara-gara melihat kejadian itu membuat Karina menjadi yakin untuk kembali bersama Andrew ke Amerika dan menerima penawaran suaminya untuk membangunkan sebuah rumah sakit dan juga mengirimkan tenaga medis untuk bisa menjamin kesehatan warga setempat.


Bagaimanapun Karina tidak mau kalau sampai kehilangan suaminya hanya demi egonya sendiri. Andrew sudah datang jauh-jauh dari Amerika ke desa terpencil seperti itu hanya untuk mengejar dirinya. Hak itu sudah menjadi sebuah prestasi yang sangat luar biasa bagi Karina dan semua itu menunjukkan betapa besar Andrew sangat mencintainya.


Karina tidak mau kehilangan laki-laki yang mencintai dia apapun yang terjadi.


" Sayang ayolah masuk! Kenapa kau melamun di depan pintu seperti itu?" tanya Karina sambil menyadarkan Andrew yang tadi sempat memikirkan tentang perempuan yang tadi dia usir dari kediaman Karina.


Mata biru Andrew seketika terkesiap dan terus mengerjapkan matanya yang seakan silau dengan sesuatu yang tidak Dia mengerti sama sekali.


" Astaghfirullahaladzim tampaknya perempuan tadi membawa bala untuk keluarga kita sayang!" ucap Andrew yang langsung mengusap wajahnya beberapa kali sambil membacakan ayat-ayat pendek yang dia mengerti.


Karina merasa heran melihat apa yang dilakukan oleh Andrew. " Istirahatlah aku akan memanggil orang pintar di desa ini. Agar bisa menyembuhkanmu sebelum apa yang ditujukan oleh perempuan itu benar-benar merasuk ke dalam dirimu!" Karina yang benar-benar khawatir dengan kondisi suaminya dia pun langsung mengambil sepeda onthelnya dan menuju ke kediaman ketua adat untuk meminta pertolongannya.


" Ada-ada saja! Kenapa harus menggunakan hal-hal seperti itu hanya untuk mendapatkan apa yang dia mau?" tanya Karina merasa kesal bukan kepalang.


Begitu sampai di kediaman kepala adat, Karina langsung meminta kepada beliau untuk menolong suaminya.


" Tolonglah saya kepala adat. Seorang wanita sudah mengirimkan ilmu pelet kepada suami saya membuat suami saya sekarang tampak linglung dan bingung!" ucap Karina to the point karena dia tidak bisa terlalu lama meninggalkan Andrew di rumah sendirian.


Ketua adat yang terkejut mendengarkan penuturan dari Karina. Dia pun langsung mengikuti Karina dengan menggunakan sepeda onthel miliknya sendiri.


" Siapa yang sudah berani melakukan ini kepada suamimu? Dia sungguh jahat sekali!" tanya kepala adat ketika dia sudah memeriksa keadaan Andrwe yang saat ini sedang terkapar di rumah Karina.


" Saya tidak kenal wanita itu pak. Hanya saja tadi siang dia datang ke klinik saya untuk memeriksakan kesehatannya dan tadi dia datang kemari untuk membawa makanan yang katanya dia buatkan khusus untuk suami saya. Akan tetapi suami saya menolak dan langsung menyuruh wanita itu untuk pergi. Dan setelah itu suami saya bilang kalau tiba-tiba matanya terasa begitu silau!" ucap Karina menerangkan semuanya kepada kepala adat yang langsung menggelengkan kepalanya.


Kepala adat kemudian mengerahkan semua kemampuannya untuk bisa menyembuhkan Andrew yang benar saja telah mendapatkan ilmu pelet yang dikirimkan oleh wanita yang tadi datang ke rumah Karina.


Karina terus mendampingi Andrew dan tidak mau melepaskan tangannya sejak tadi. Hatinya benar-benar gelisah melihat keadaan suaminya.


Karina benar-benar sudah mantap akan segera meninggalkan Desa itu setelah Andrew sehat kembali.


" Sayang bertahanlah kepala adat pasti akan menolong kamu!" ucap Karina berusaha untuk memberikan support kepada Andrew yang saat ini terlihat begitu lemas dan terus mengerang kesakitan dan memanggil sebuah nama yang tidak dikenal oleh Karina.


Setelah berjuang hampir 4 jam lamanya kepala adat dengan dibantu oleh dua orang asistennya Akhirnya bisa mengusir bala yang dikirimkan oleh perempuan jahat itu.


Tidak lama kemudian perempuan tadi datang dan meminta ampun kepada kepala adat karena bala yang dia kirimkan kepada Andrew kini malah berbalik kepadanya.


" Kepala adat! Tolong maafkan saya. Saya hanya gelap mata karena saya tertarik dengan dokter tampan itu saya tidak berniat berbuat jahat padanya!" ucap wanita itu dengan suara memelas meminta pengampunan dari kepala adat.


" Kau bilang kau tidak berniat berbuat jahat? Lucu! Bukankah kau sudah tahu kalau dokter Indro itu sudah punya istri? Lalu kenapa kau berbuat seperti itu?" tanya kepala Adat kesal.


Kepala adat yang merasa kesal luar biasa kepada wanita itu, dia hanya bisa menatapnya dengan tajam dan kemudian minta wanita itu untuk berbicara langsung dengan Karina.


" Minta maaf lah kepada istri dari laki-laki itu yang kau niatkan untuk kau rebut!" ucapnya yang kemudian memalingkan wajahnya.


Sungguh kepala adat benar-benar merasa kesal dan jengkel dengan kelakuan wanita itu. Bagaimana mungkin dia begitu tega dan Begitu jahat melakukan perbuatan seperti itu kepada dokter Karina yang sudah berjuang dan berusaha untuk menolong Desa mereka?


" Kau benar-benar seorang wanita yang keji dan tidak tahu terima kasih!" ucapnya kesal.


Wanita itu pun yang saat ini sedang merasa kesakitan karena bala yang dikirimkan kepada dokter Andrew malahan berbalik kepadanya. Dia pun langsung bersujud di bawah kaki Karina untuk meminta maaf darinya.


" Maafkan saya dokter Karina. Saya janji saya tidak akan mengulanginya lagi. Tolong maafkan saya ke dokter!" ucap wanita itu yang tubuhnya sekarang sudah mulai melepuh dan tampak begitu menderita.


Karina yang memang memiliki hati yang baik dan juga lembut dia pun meminta kepada kepala adat untuk menyembuhkan wanita itu.


Andrew hanya menatap kebaikan yang dimiliki oleh Karina.


" Sayang kau memang adalah wanita terbaik yang pernah aku tahu. Aku berjanji kalau aku tidak akan pernah membuat kamu menderita!" janji Andrew ketika dia melihat Karina yang kemudian membantu kepala adat untuk menyembuhkan wanita itu.


Setelah sembuh wanita itu pun berjanji kepada ketua ada bahwa dia tidak akan lagi mengganggu kehidupan dokter Karina dan suaminya.


" Maafkan saya sekali lagi dokter Karina dan dokter Andrew!" ucapnya merasa sangat malu dan juga menyesal dengan perbuatan bodohnya yang sangat ceroboh.


" Baiklah. Pulanglah. Karena kami telah memaafkanmu dan Ingatlah! Jangan lagi kau ulangi perbuatan seperti ini kepada orang lain karena sungguh konsekuensinya sangat luar biasa berbahaya!" ucap Andrew memberikan peringatan kepada wanita itu yang merasa malu sekali kepadanya.